MUTIARA & KRISTAL

MUTIARA & KRISTAL
GENGGAMAN TANGAN


__ADS_3

Perdebatan Kristal dan Alhan belum selesai soal CCTV yang dipasang di kamar, Kris tidak ingin aktivitas mereka Han awasi.


"Aku hanya memasang untuk berjaga-jaga." Han menahan tawa menatap Kristal yang mencabut CCTV.


"Apa CCTV bisa bicara?"


"Cari tahu sendiri kak Muti." Kris mengambil ponsel Han dan menghapus rekaman CCTV.


Mutiara semakin cemberut, apapun yang dipertanyakan pasti meminta cari sendiri, tapi saat Muti mencari sendiri salah juga.


"Apa yang ada di internet belum tentu fakta?"


Alhan melempar wajah Muti menggunakan bantal sofa, Kristal sudah kembali ke kamar untuk beristirahat.


"Kak Han sudah makan belum? astaga Muti lagi ngambek masih bertanya." Muti memukul keningnya sendiri.


Han tidak bisa menahan tawanya, merasa konyol melihat Kristal yang marah-marah, Muti yang perhatian, tapi gengsi.


Mutiara langsung pergi, menjauhi Alhan yang berteriak memanggilnya.


"Muti lapar." Han memegang perutnya.


"Ambil sendiri." Muti menatap sinis langsung melangkah pergi.


Senyuman Han terlihat, mengabaikan dua wanita dengan kesibukan masing-masing. Alhan melepaskan tongkatnya berjalan tertatih ke arah dapur sambil berpegangan di dinding.


Wajah Alhan meringis merasakan sakit, tapi masih terus memaksa berjalan karena dia tidak bisa berlama-lama lagi untuk duduk di kursi roda.


Suara barang jatuh terdengar, Alhan hampir terjatuh jika Muti tidak menahan tangannya.


Muti melingkarkan tangan Han di pundaknya untuk berjalan pelan bersama-sama menunju dapur.


"Aku merepotkan ya Mu?" Han langsung duduk di kursi.


"Segala sesuatu tidak ada yang instan, kita harus sabar dan tidak mudah menyerah untuk mendapatkan hasil baik." Muti langsung melangkah menyiapkan makanan ringan.


Mutiara melarang Alhan makan berat jika sudah malam, hanya memberikan cemilan untuk mengurangi rasa lapar.


"Kamu tidak makan?"


"Tidak, Muti sudah kenyang." Senyuman Muti terlihat, meminta Han meluruskan kakinya.


Alhan sambil makan, sesekali menatap Mutiara yang mengobati kakinya. Pijitan Muti membuat rasa nyaman dan menghilang rasa sakit.


Kristal juga muncul langsung mengambil setengah makanan Han untuk mengganjal perutnya yang lapar.

__ADS_1


"Maling." Han menatap tajam.


"Pelit!" Kris langsung tertawa menatap kaki Han.


Kristal meminta Han untuk mengecek kondisi kakinya ke rumah sakit, bukan hanya bergantung dengan obat.


Pengobatan luar negeri juga sudah sangat canggih, pasti ada jalan terbaik untuk mengatasinya.


Mutiara tidak setuju, jika Han pergi keadaan akan semakin kacau. Selama Han diam saja banyak yang menyakitinya apalagi jika dia ada di luar negeri.


"Tempat paling aman, rumah sendiri."


"Aku juga setuju sama Muti, tidak mudah keluar masuk selama masih terus diawasi oleh Cherly."


"Apa hebatnya dia?" Muti menatap Han dan Kristal.


Kristal menghela nafasnya, sepengetahuan Kristal dulunya Cherly wanita malam yang memiliki banyak bawahan. Dia pemilik sebuah rumah malam yang sangat besar.


Demi keamanan Cherly memiliki banyak bawahan, dan siapapun yang menghalangi bisnisnya pasti akan langsung disingkirkan.


"Kenapa tidak dilaporkan ke polisi?"


"Muti, aku tidak ingin melawan dia secara terang-terangan, pasti akan banyak korban terutama suami dan anaknya." Han bukan takut mati di tangan Cherly, tapi dia masih menjaga kerugian yang lebih besar.


Pertemuan Papi Han dan Cheryl membuat Han kehilangan Bundanya, hubungan gelap yang dijalin selama belasan tahun dan baru ketahuan saat Han usia dua puluh tahun.


Saat koma di rumah sakit Cherly memerintahkan seseorang untuk membunuh, tanpa meninggalkan jejak sehingga dianggap meninggal karena kecelakaan.


"Dia mengerikan. Lalu bagaimana dengan bisnisnya?" Muti mengerutkan keningnya melihat Han dan Kristal yang terkejut.


"Iya kak Han, di mana bisnisnya?" Kristal juga tidak terpikirkan jika mereka bisa menghancurkan Cherly sama seperti Bunda dahulu.


Alhan menggelengkan kepalanya, dia tidak tahu bisnis Cherly masih beroperasi atau tutup. Alhan juga selama ini tidak memikirkannya.


"Kak Han hanya berjuang mempertahankan perusahaan, tapi tidak mencari kelemahan Cherly." Kris memukul meja.


Han memikirkan sesuatu, Bundanya kehilangan semua barang bukti, jika Han ingin menghancurkan Cherly pastinya harus mulai dari nol lagi.


"Bisnisnya Cherly memangnya apa?" Mutiara menyiapkan susu hangat untuk Kris dan Han.


Kristal berbicara pelan kepada Muti agar mengerti, jika bisnisnya Cherly sesuatu yang tidak baik karena dia menjual banyak wanita malam dengan harga tinggi, bahkan Cherly juga menjual obat terlarang untuk para pelanggannya.


Mutiara langsung merinding, dia berpikir pekerjaan malam hanya tempat minum, mabuk-mabukan, dugem, tongkrongan.


"Kita harus menemukan tempat itu, tapi resikonya sama seperti Bunda dulu." Han menggeleng kepalanya, dia tidak ingin mengambil resiko yang melibatkan orang-orang terdekatnya.

__ADS_1


Kristal diam sesaat, langsung tersenyum lebar karena dia memiliki rencana untuk menemukan tempat Cherly, dan memastikan tempatnya masih beroperasi.


"Kamu tahu alasan Cherly belum membunuh aku?" Han menatap Kristal dan Mutiara.


"Karena kamu tidak pernah mencari tahu apa yang dulu Bunda lakukan untuk menghancurkannya." Kris meminta Mutiara menyetujui rencananya.


Kristal akan pergi sementara waktu untuk menemukan keberadaan tempat bisnis Cherly, agar tidak menimbulkan masalah Mutiara harus selalu ada di sisi Han agar tidak menimbulkan kecurigaan.


"Kris ini berbahaya, aku tidak ingin melibatkan kamu."


"Hanya ini jalan kita agar Bunda mendapatkan keadilan, aku juga tidak rela dan ikhlas kak Han." Kris meminta pendapat Muti.


"Kamu bisa berjanji untuk pulang dalam keadaan baik." Muti menggenggam tangan adiknya.


"Aku Kristal, kak Muti tidak tahu betapa kuatnya Kristal." Senyuman Kris terlihat, menggenggam balik tangan kakaknya.


Han akan mengirim Apri untuk membantu Kristal, tapi Kris menolak. Dia ingin rencana ini hanya diketahui oleh mereka bertiga.


"Apa yang harus Muti lakukan? Mutiara bodoh."


"Tahu diri kamu, makanya belajar." Han tersenyum, meminta Muti cukup berada di sisinya.


Kristal langsung pamit untuk tidur, besok Kris akan segera mencari tahu dengan caranya. Sedangkan Han dan Muti berpura-pura tidak tahu apapun.


"Kris thanks."


Kristal mengulurkan tangannya, menjabat tangan Han sama seperti kecil dulu saat pertama bertemu.


Alhan langsung menarik Kristal ke dalam pelukannya, mengusap kepala Kris yang sangat disayanginya.


"Maafkan kak Han pernah menyakiti kamu."


"Maafkan Kristal yang sudah meninggalkan kak Han, hanya karena patah hati." Kris mengusap air matanya.


Tatapan Kris melihat ke arah tangan Alhan, satu tangan memeluk Kris, dan satunya menggenggam tangan Mutiara.


"Kak Han tolong jaga kakaknya Kris, dia satu-satunya harta yang paling berharga dalam hidup Kris." Tangan Muti menggenggam tangan Kris yang ada dalam genggaman Han.


"Aku akan menjaga kalian berdua, saat masalah Cherly selesai kita temukan kebenarannya. Siapa kalian?" Han mengeratkan genggaman tangan mereka.


Mutiara tersenyum sambil menangis, pertama kalinya Muti merasakan memiliki adik dan kakak yang bisa dia andalkan.


***


follow Ig Vhiaazaira

__ADS_1


like coment Dan tambah favorit


vote hadiahnya


__ADS_2