MUTIARA & KRISTAL

MUTIARA & KRISTAL
MEMINTA HAK


__ADS_3

Pagi-pagi sarapan sudah siap, Mutiara sengaja masak agar Kristal dan Alhan bisa makan sebelum pergi bekerja.


"Siapa yang masak?" Han mendorong kursi rodanya.


"Nona Kristal tuan."


Kristal muncul dengan pakaian seksi, menguap sangat besar karena masih mengantuk. Gara-gara berkas sialan, Kris harus begadang untuk mempelajarinya.


"Kamu yang masak ini Kristal?" Han menatap banyak jenis masakan.


"Sudah gila kamu, tidak melihat mata aku yang kekurangan tidur karena ulah kamu yang secara dadakan meminta ikut meeting." Kris kaget melihat banyaknya makanan.


Seluruh maid kaget melihat ekspresi Kris, senyuman Kristal langsung terlihat dia lupa jika ada Muti yang bangun pagi.


"Ya ampun, ini masakan pertama aku untuk suamiku, kamu harus cobain meksipun aku tidak pintar masak." Kris mengutuk Muti yang berulah pagi-pagi.


Alhan tidak memperdulikan ucapan Kristal, langsung meminta Apri membantunya ke mobil dan Kristal yang sedang mengunyah makanan terpaksa berhenti makan.


"Han, aku belum selesai sarapan." Kris berteriak langsung berlari.


Sepanjang perjalanan Kristal mengutuk Han agar cepat matinya sehingga dia bisa menabur bunga kuburan tujuh rupa, dan tidak melihat pria kejam lagi di dunia ini. Hidupnya pasti akan tenang.


"Kamu sudah membaca dan memahami isi laporan?"


"Kamu masih meremehkan kepintaran aku? perusahaan apa yang meeting sepagi ini? kalian melakukan penyiksaan terhadap karyawan." Kris mengerutkan keningnya.


Alhan langsung tertawa, Kristal masih belum berubah. Dia orang yang sama suka mengundur waktu juga meremehkan pekerjaan orang.


"Menurut kamu bagusnya jam berapa?"


"Bagusnya tidak ikut meeting, kenapa harus menyulitkan diri sendiri? kamu hanya perlu bersantai maka uang akan mengalir." Kris menggelengkan kepalanya.


Alhan bertepuk tangan, menatap Kristal yang juga menatapnya balik. Tidak heran jika Kris menjadi wanita malam yang hanya tahu dunia kerlap-kerlip juga dentuman musik, dan tidak pernah tahu cara bertahan untuk mempertahankan.


Bangkrutnya keluarga Iskandar karena memiliki seorang putri yang pintar, tapi tidak berguna.


"Kamu tahu jika ibu tiri kamu ingin menguasai perusahaan Iskandar, tapi apa yang kamu lakukan? hanya berhura-hura dan terus menunjukkan kejelekan kamu sampai pada waktunya nama kamu dicoret." Han tertawa lucu melihat sikap Kristal yang kekanakan.


Tatapan Kristal langsung tertunduk, ucapan Alhan ada benarnya. Dia hanya tahu berfoya-foya dan menghamburkan uang sampai akhirnya Daddy-nya menjadikannya uang.

__ADS_1


Kris langsung teringat dengan Mutiara, kasihan Muti yang tidak mengetahui apapun soal keluarganya bahkan keberadaannya memang tidak ada yang tahu.


Sesampainya di perusahaan Kristal langsung turun, Kris akan buktikan untuk mendapatkan hak bagi dirinya juga saudara kembarnya.


Apri meminta Kristal mendorong kursi roda Alhan, dia akan mengecek ruangan meeting yang sudah disiapkan.


Kristal mendorong kursi roda ke arah lift, Han melihat mobil Tirta juga tiba. Kristal mengabaikan dan tetap melangkah masuk.


"Aku akan mengambil hak dari keluarga Iskandar, bagaimanapun aku pewaris tunggal. Kamu bantu aku dan aku akan membantu kamu." Kris menatap Han yang tidak memberikan jawaban.


Tirta menahan pintu lift, mempersilahkan ibunya untuk masuk bersamaan dengan Han dan Kristal.


"Tergantung kamu, bisa memberikan keuntungan atau tidak." Han tersenyum sinis.


Tirta dan Maminya menatap tajam Han yang berbicara dengan Kristal yang hanya menganggukkan kepalanya.


Tatapan Tirta terarah kepada Kris yang tidak meliriknya sama sekali, Han memperhatikan mata Tirta dari balik kaca lift.


Ada kesedihan dari tatapan Tirta, tapi juga ada kekecewaan karena tidak mendapatkan balasan dari Kristal.


Pintu lift terbuka, Kris ingin keluar tapi ditahan oleh Maminya Tirta.


Kristal langsung menahan pundak wanita seksi meksipun sudah menginjak usia empat puluhan, tangan Kristal ditepis kuat.


"Minggir, pimpinan perusahaan ingin lewat bawahan silahkan mundur." Kris mendorong kursi roda, menatap sekilas ke arah mami Tirta.


"Ah satu lagi, tundukkan kepala kalian saat bertemu pimpinan, jika tidak jangan salahkan kami akan menyingkirkan kalian." Kris melambaikan tangannya langsung mendorong kursi roda ke arah ruangan Han.


"Kamu tahu di mana ruangan aku?"


"Tentu aku tahu, tempat paling menyakitkan bagi kamu saat memohon agar Daddy kamu datang saat pemakaman Bunda." Kris membuka pintu membantu Han untuk duduk di kursi kerjanya.


Alhan meminta Kristal untuk menjadi sekretaris pribadinya mengantikan Apri, karena Apri akan ditempatkan di perusahaan sebagai orang kepercayaan Alhan.


Kris menganggukkan kepalanya, memperingati Han untuk berhati-hati karena ada seseorang terdekat yang berkhianat.


"Jangan terlalu percaya dengan seseorang, karena dia bisa membalikkan kapal kamu."


"Jikapun ada pengkhianatan itu pasti kamu." Han menghidupkan komputernya.

__ADS_1


Suasana mendadak hening, Kristal sibuk memainkan ponselnya mengirimkan sesuatu kepada Mutiara untuk segera keluar dari rumah dan mencari tahu soal obat-obatan yang dikonsumsi Alhan.


"Bagaimana soal perusahan keluarga Iskandar? apa aku memiliki saham di sana?" Kris langsung mendekati Han yang sudah bersiap-siap untuk meeting.


"Selama kamu memberikan keuntungan, perusahaan sekecil Iskandar mudah ditaklukkan. Saham aku yang di sana bisa menjadi milik kamu, dan perlahan mulai kuasai perusahaan." Han berdiri, meminta Kristal membantunya untuk duduk di kursi roda.


"Good. Aku suka pria licik seperti tuan muda Alhan." Kris tersenyum manis menatap Han yang tersenyum sinis.


Alhan meminta Kristal untuk menaklukkan meeting hari ini, jika Kris bisa mengalahkan debat dengan para direksi juga direktur perusahaan maka Han akan memberikan dirinya hadiah.


"Siapa direktur yang harus aku kalahkan? nenek lampir Cherly ibunya Tirta si anak manja." Kris tertawa lucu karena dia sudah menyelidiki orang-orang penting dalam perusahaan JK group.


Alhan menganggukkan kepalanya, saat ini posisi direktur masih dipegang oleh Cherly, dan cepat atau lambat akan di ambil oleh Tirta.


Pintu ruangan terbuka, Han dan Kristal langsung masuk. Apri mempersilakan Han untuk duduk di posisi CEO.


Rapat pertama setelah dirinya mengambil posisi Daddy-nya untuk menjadi pemimpin.


Meeting di mulai, Kris masih duduk diam di samping Han yang bicara banyak hal. Kristal mengagumi kepintaran Han dalam bicara, juga penyampaian yang sangat jelas sehingga seluruh orang hanya terdiam.


"Kristal ambil alih." Han menatap Kris yang menganggukkan kepalanya.


Langkah kaki Kristal terdengar, high heels tinggi yang dia gunakan menggema. Kris melangkah ke depan untuk menjelaskan lebih detail, dan meminta pendapat para dewan direksi juga para direktur dan ketua divisi untuk menyampaikan pendapatnya.


Senyuman Cherly terlihat, membantah ucapan Kristal. Sikap bringas Kris keluar langsung mendekati wanita tua yang membuatnya harus berdiri lama dan melelahkan.


Kris duduk di atas meja menatap Cherly yang mengutarakan pendapatnya, Kris yang tidak kalah licik menggunakan kecantikan dan kelucuan untuk menggoda sehingga ruangan meeting langsung rusuh.


"Maafkan aku Bu Cherly, anda terlalu tua dan tidak mengetahui fashion. Wanita smart, seksi, beauty contohnya saya. Fashion yang aku gunakan apa ada cacatnya, jika iya tunjuk tangan, tapi jika tidak kita semua sepakat jika bulan depan Ada branding produk terbaru." Kris tersenyum melihat Cherly karena menghacurkan semua pendapatan yang ingin menunda pengeluaran brand baru.


Alhan tersenyum melihat Kristal yang berjalan berkeliling tanpa ada keraguan dan kembali duduk menatap Alhan dengan senyum manisnya.


Di dalam hati Kristal akan memukul wajah Mutiara yang membuatnya harus bekerja dan menggunakan high heels tinggi, lalu berkeliling seperti model bikini.


***


jangan lupa like coment Dan tambah favorit


vote hadiahnya ya ditunggu

__ADS_1


__ADS_2