MUTIARA & KRISTAL

MUTIARA & KRISTAL
NENEK


__ADS_3

Jantung Muti dan Kris deg-degan, mereka sedikit cemas bertemu dengan nenek kandung mereka.


"Panda, perjalanan ke rumah nenek jauh tidak?" Muti memeluk lengan Papanya.


"Lumayan sayang, rumah nenek jauh dari polusi suara karena nenek tidak menyukai suara berisik kendaraan dan pabrik." Tangan Han mengusap kepala kedua putrinya.


Kris menatap Muti, Nenek mereka pasti tidak akan suka jika mendengar suara berisik Muti dan Kris yang membuat polusi suara.


"Kita berdua selalu bertengkar."


"Benar juga, kita berdua tidak bisa diam." Muti langsung mengigit bibir bawahnya.


"Sudah jangan takut, ada Papa di sisi kalian." Panda memeluk kedua putrinya yang merasakan khawatir.


Sepanjang perjalanan Mutiara tidur, perasaan Muti sangat nyaman bisa tidur dipangkuan Papanya.


Ilham meminta supir mengendarai pelan, karena Muti sedang tidur. Jalanan juga sedikit berlubang.


Tatapan Kristal kagum melihat suasana perumahan yang sangat tenang dan sejuk, masih banyak pepohonan.


"Di sini tenang sekali." Kris tersenyum membuka jendela mobil.


"Kamu menyukainya sayang, nanti Papa temani bermain sepeda."


Kristal menganggukkan kepalanya, Kris sudah lama tidak bersepeda santai di tempat yang sejuk dan tenang.


Rasa kagum Kris belum berakhir, mobil masuk ke rumah yang sangat besar seperti sebuah istana.


"Ini rumah nenek?"


"Iya sayang, rumah ini tempat masa kecil panda."


Kris menutup mulutnya, rumah impian Kristal bisa tinggal di area perumahan yang masih asri, banyak pohon dan tumbuhan hijau.


Pintu dibuka, Kris langsung keluar. Ilham membangunkan Muti, tapi tidak tega melihatnya tidur dengan nyenyak.


"Pak, minta maid menyiapkan kamar tidur."


Muti berjalan lebih dulu, supir membukakan pintu mempersilahkan Kristal untuk masuk.


Di dalam rumah lebih mewah lagi, Kris berdiri diam melihat seorang wanita cantik seumuran dirinya berjalan bersama seorang wanita tua.


"Kamu siapa? bukannya yang datang Ilham?"


"Halo ... aku Kristal, Kris datang bersama Panda." Muti melangkah mundur merasakan takut diusir.


"Panda, apa kamu kekasihnya Ilham? ini alasan dia menolak aku, karena memiliki wanita lain."


"Laras sayang, kamu jangan pernah berpikir jelek dulu. Ilham tidak pernah seperti itu."


Tatapan Laras tajam, langsung mendorong dada Kris. Mendengar Papanya mengatakan jika neneknya tidak suka keributan, Kris memilih diam.

__ADS_1


Supir langsung memanggil tuannya, jika Kris diusir oleh Laras. Wanita yang dijodohkan dengan Ilham.


"Laras! berani kamu menyentuh dia, tidak akan aku maafkan." Ilham merangkul Kris yang langsung memeluk.


"Kamu baik-baik saja Sayang."


"Ilham, kamu menjalin hubungan dengan wanita muda, bahkan membawanya ke rumah." Tatapan Bunda Ilham kaget.


"Bunda jangan bicara sembarangan."


"Bawa dia pergi dari sini, Bunda tidak menerima wanita ini."


Kris langsung meneteskan air matanya, langsung cepat mengusapnya. Tersenyum melihat neneknya yang marah.


"Panda, Kris pulang saja. Sudah Kris katakan, nenek tidak mungkin menerima kita." Kristal langsung berlari keluar, masuk kembali ke dalam mobil menatap Muti yang tidur sambil duduk.


Di dalam rumah Ilham menggelengkan kepalanya, Bundanya tidak boleh berbicara sembarang di depan Kris dan Muti.


"Nak, Bunda tidak memandang fisik maupun status, tapi dia harus wanita baik."


"Dia putrinya Ilham Bunda, Dia darah daging Ilham."


Bundanya Ilham menggelengkan kepalanya, tidak mempercayai putranya yang memiliki anak sudah dewasa.


"Bunda masih ingat Della, anak asisten rumah tangga kita. Della hamil anaknya Ilham, dan menyia-nyiakan mereka. Jika Bunda tidak percaya, ini hasil tes DNA kami."


Air mata Bunda Ilham langsung menetes, menatap putranya yang juga terlihat sedih. Ilham sengaja membawa anak-anaknya untuk bertemu neneknya.


"Kenapa baru muncul sekarang?"


Nenek langsung berlari membuka pintu, melangkah ke mobil sambil mengetuk kaca meminta Kristal keluar.


"Cu, maafkan nenek."


Kristal dan Muti melihat ke arah neneknya yang meminta pintu di buka, Kris masih menangis memeluk kakaknya jika dia tolak.


"Kristal mau pulang kak."


Muti membuka kaca jendela mobil, tersenyum melihat neneknya yang bersyukur akhirnya Kris membuka.


"Maafkan Nenek, karena Nenek tidak tahu."


"Tidak mau, nenek mengusir Kris." Tangisan Kristal semakin kuat.


"Kris Diam, kamu polusi suara." Muti memukul mulut Kristal.


"Ilham, anaknya ada dua. Mereka kembar." Senyuman nenek terlihat, meminta pintu mobil di buka.


Kedua tangan Kris menutup mulutnya, menangis sesenggukan menyembunyikan kepalanya.


"Kristal ayo keluar, nenek sudah minta maaf dan menyesali ucapannya." Muti memukul punggung Kris.

__ADS_1


Suara Kristal tidak terdengar lagi, Muti mengangkat wajah Kris. Mata Kris terpejam, wajahnya meringis kesakitan.


"Panda, Kristal kenapa?" Muti langsung panik melihat banyak darah.


Ilham langsung menggendong Kris untuk keluar, membawanya ke dalam ruangan perawatan ayahnya selama masih hidup.


"Jahitan terbuka lagi."


"Siapa yang melakukannya? nenek yang melukai Kris sampai perutnya berdarah lagi." Mutiara menaikan nada bicaranya.


"Nenek belum menyentuh."


Muti menatap sinis wanita yang berdiri di depan pintu, terlihat sekali tidak menyukai dirinya dan Kristal.


Ilham menghela nafasnya, mengusap wajah Kris yang sudah tenang. Mencium kening putrinya yang kesakitan karena ada yang menekan lukanya.


"Kamu membuat panda khawatir nak." Tangan Ilham sampai gemetar panik melihat Kris berdarah lagi.


Bertahun-tahun bekerja sebagai dokter, ini pertama kalinya Ilham takut, saat melihat putrinya terluka dan meringis kesakitan.


"Kak Muti perempuan itu yang mendorong perut Kris, sudah sakit karena Cherly ditambah lagi oleh dia." Kristal menunjuk ke arah wanita yang berdiri di pintu.


Mutiara menghela nafasnya, menahan diri agar tidak terpancing emosi. Tidak ingin neneknya nanti mengusir karena polusi suara.


Ilham langsung menarik Laras keluar kamar, memintanya untuk pulang dan jangan pernah datang ke rumahnya lagi.


Nenek mendekati Kristal mengusap kepalanya, meminta maaf karena sudah menyakiti perasaannya.


"Perut kamu kenapa sayang?"


"Ditusuk Bunda Della." Kris tersenyum menunjukkan lukanya yang berdarah lagi.


Nenek langsung memeluk Kris, menangis mendengar Della memperlakukan cucunya dengan kasar bahkan sampai terluka.


Kristal tidak melihat lagi keberadaan Muti, meminta bantuan kepada neneknya untuk mencari Mutiara.


"Dia adik atau kakak."


"Kak Mutiara namanya, otaknya kak Muti sedikit gila dan tingkahnya sangat liar." Kris berteriak melihat Muti menembak wanita yang menyakiti Kris menggunakan panah.


Nenek juga langsung kaget, melangkah ke arah Muti memintanya untuk turun pohon sebelum jatuh.


"Kak Muti, jantung dia bisa bolong jika dipanah." Kris kaget melihatnya.


Suara semua orang teriak terdengar, Muti jatuh dari pohon karena hampir menyakiti dirinya sendiri.


"Bagaimana cara menggunakannya?"


"Cu, jangan main panah nanti terluka." Nenek membantu Muti berdiri.


Ilham langsung berlari melihat Mutiara sikunya terluka, Kristal sudah tertawa lepas melihat Mutiara yang bodoh ingin menyakiti orang, tapi balik ke badan sendiri.

__ADS_1


***


follow Ig Vhiaazaira


__ADS_2