MUTIARA & KRISTAL

MUTIARA & KRISTAL
TIDAK MENERIMA


__ADS_3

Mobil yang mengantar Mutiara tiba dikediaman Rehan yang sangat ramai, dan sibuk menyusun rencana yang tidak Muti mengerti.


Kedatangan Mutiara membuat binggung banyak orang, hanya bisa terdiam menundukkan kepalanya.


Di dalam rumah Kristal masih berdebat dengan Apri, dia memaksa ingin ikut untuk menyelamatkan Muti yang diculik oleh Rayan.


Pintu terbuka, Muti menendang pintu agar tertutup kembali. Tatapan Han, Kristal, Apri dan Tirta terkejut.


Tirta dan Apri menganga melihat Kristal dan Muti yang bagaikan pinang dibelah dua, benar-benar mirip.


"Mutiara." Han langsung berjalan ke arah Muti memeluknya erat.


Muti mendorong Han, tatapan masih kesal karena ulah Rayan yang kekanakan. Sudah panik melihat senjata bekali-kali, juga berpura-pura terlihat baik-baik saja.


Mutiara langsung menangis sangat kuat, duduk di lantai memukul Alhan yang kebingungan melihat Muti menangis histeris.


"Kak Muti, mereka menyakiti kak Muti." Kris memeluk erat kakaknya sambil menangis.


"Bukan, aku takut." Suara tangisan Muti semakin besar, tengkurap di lantai terus menangis.


Han dan Kristal terdiam, mendengar omelan Muti soal kedatangan Jenny yang marah-marah, Indri yang mencekik lehernya bahkan banyak laki-laki berbadan besar.


Muti juga mengumpat Rayan dengan kasar, membuat Kris nyengir menahan tawa. Selama berjam-jam Muti menahan air matanya, bahkan menahan lapar.


"Muti, maafkan aku." Han mengusap kepala istrinya yang masih menangis.


"Kak Han, Rayan mencintai Kristal, dia juga yang membunuh kakaknya." Muti mengingat nama yang Rayan sebut, sampai Rehan yang mengingatkan.


Kristal langsung terduduk, Rayan dan Rehan bersaudara. Kris tidak tahu jika keduanya mempunyai hubungan kekeluargaan.


"Kak Han tahu soal Rehan dan Rayan?" Kris menatap kaget.


Rehan menggelengkan kepalanya, jika tahu tidak mungkin Rayan bisa menjadi dokter pribadinya.


"Rayan juga yang menyebabkan Kak Han lambat sembuh, karena sudah mencintai Kristal. Rasa benci dia semakin besar saat kita menikah." Muti langsung teriakan kaget memegang dadanya saat melihat Tirta dan Apri secara langsung.


Muti bersembunyi di belakang Alhan, Tirta sudah terduduk lemas tidak berkedip sama sekali melihat ada dua Kristal.


"Rayan menyakiti kamu?" Han merangkul Muti agar berdiri.


Keduanya berpelukan, Han sangat khawatir karena Muti sangat polos. Tidak menyangka jika Muti kuat dan bisa kembali dalam keadaan baik-baik saja.


"Muti hilang kak Han tidak berniat mencari?"

__ADS_1


"Aku hampir gila saat tahu kamu menghilang, aku akan mencari sekalipun nyawa taruhannya." Han memeluk erat, melupakan keberadaan Kristal.


Tatapan Kris sedih, Han tidak pernah memperlakukannya lembut, memeluknya penuh cinta, tapi saat bersama Muti terasa berbeda.


Hati Kris terasa perih, tapi dia sadar jika dirinya tidak pantas untuk Han. Meksipun rasa sayang Kris mulai muncul, tapi tidak berani mengakuinya karena dia tidak sempurna seperti Muti.


"Siapa dia?" Tirta menunjuk Kris dan Muti.


Han memperkenalkan Mutiara sebagai istrinya, dan Kristal adik Mutiara. Senyuman Muti terlihat, sedangkan Kris menundukkan kepalanya.


"Mutiara, kenapa ini bisa terjadi?"


"Kami tidak bisa menjelaskannya, paling penting saat ini Muti sudah kembali." Senyuman Han terlihat.


Muti langsung melangkah ke kamar Bunda, melihat ke arah ke jendela langsung mengambil sesuatu yang sengaja Muti jatuhkan.


Tatapan Han tajam menunjukkan flashdisk kepada Apri, bukti yang Jenny sembunyikan selama ini ada di kamar Bundanya.


"Kak Han, nanti bahas masalah Jenny, Rayan atau siapapun. Istri kak Han yang mana?" Tirta menarik Mutiara untuk duduk, begitupun dengan Kristal.


Muti menatap Tirta yang masih binggung membedakan keduanya, tapi setelah melihat bersama Tirta tahu perbedaannya.


"Aku menikahi Muti, bukan Kristal." Han duduk di samping Muti.


"Kita bertemu saat di jalan, dan kamu membawa motor ugal-ugalan." Muti tersenyum menyapa Tirta.


"Berapa kali kita bertemu?" Tirta menatap Muti sangat penasaran.


"Banyak, kita sering bertemu di kantor, terus di rumah ini juga." Muti coba menghitung.


"Apa kita pernah tidur bersama?"


Tatapan Muti dan Han sama terkejutnya, Han langsung terlihat marah soal pertanyaan Tirta. Saat Tirta mabuk, dia tidur bersama Kristal, tapi tidak tahu Kris atau Muti.


"Kamu tidur sama siapa?" Han menarik kerah baju Tirta.


Muti menatap Kristal yang duduk santai saja, Han dan Tirta juga langsung melihat ke arah Kristal yang tidak merespon sama sekali.


Tirta langsung tersenyum, dia bersyukur karena wanita yang bersamanya bukan istri kakaknya, tapi kembarannya.


"Maafkan aku Kristal, tidak mengenali kamu." Tirta menggenggam tangan Kris yang langsung melepaskan.


Tirta mengusap perut Kristal yang membuat Han dan Muti binggung, wajah Tirta terlihat sangat bahagia dan tidak mengerti apa penyebabnya.

__ADS_1


"Jaga kesehatan anak kita."


Kristal langsung berdiri, diikuti oleh Alhan dan Muti yang sama terkejutnya. Kepala Kris menggeleng langsung menampar Tirta.


"Jaga ucapan kamu!" Kris tidak terima dengan tuduhan Tirta.


"Tunggu, jangan ribut dulu. Apa maksudnya kamu Tirta?" Han langsung melihat ke perut Kris.


"Kak Han tidak tahu, Kristal hamil kak." Tirta menceritakan kejadian saat di rumah sakit.


Alhan menarik tangan Kristal untuk jujur, meminta penjelasan. Bagaimana Kristal bisa hamil tanpa mengatakan apapun?


"Aku tidak hamil kak Han! apa begitu murahannya aku sampai kalian memojokkan aku hamil. Aku tidak hamil, dan aku tidak sudi mengandung anak kamu." Kris langsung melangkah pergi menuju kamarnya.


Kristal terlihat tertekan, dia tidak tahu apapun dan tidak mempercayai ucapan Tirta soal dirinya.


Mutiara langsung mengejar Kris masuk ke kamar, memastikan jika Kris benar-benar tidak tahu soal ucapan Tirta.


"Kris, kamu baik-baik saja."


"Aku tidak ingin hamil kak, Kris belum siap dan tidak bisa menerimanya." Tangisannya Kristal langsung pecah, meremas perutnya yang terlihat buncit.


Muti berjongkok menggenggam kedua tangan Kristal, mereka berdua sudah sepakat untuk menyelesaikan segala masalah bersama-sama.


"Kak, kita masih memiliki banyak masalah. Kenapa ada masalah baru lagi?"


Senyuman Muti terlihat, langsung memeluk adiknya. Sejak awal mereka tidak memiliki masalah, hanya saja apa yang terjadi tidak bisa di terima kebenarannya.


"Kris, apapun masalahnya kita jalanin secara perlahan. Sekarang kita tidak hanya berdua, ada kak Han dan Tirta juga." Muti menyemangati Kristal yang kelelahan.


Tangan Kristal meremas perutnya, menolak hamil karena dirinya belum siap apalagi jika mengandung anak yang bukan anaknya Han.


Mutiara yang mendengar ocehan Kris terkejut, meksipun Muti tidak memahami perasaan cinta, tapi dia tahu jika Kris sangat menyayangi Han.


"Kak Han pasti menerima anak kamu Kris."


"Aku yang tidak terima, aku tidak mencintai Tirta. Aku hanya ingin mengandung anak dari laki-laki yang aku cintai." Kris menatap tajam Muti yang meneteskan air matanya.


Kepala Muti tertunduk, tidak ada yang bisa dia lakukan kecuali terdiam.


***


follow Ig Vhiaazaira

__ADS_1


jangan lupa like coment Dan tambah favorit


vote hadiahnya ya


__ADS_2