MUTIARA & KRISTAL

MUTIARA & KRISTAL
BUKTI DITEMUKAN


__ADS_3

Sudah satu bulan Kris tidak datang ke rumah orang tuanya, seperti apapun Ilham membujuknya tidak mengubah sedikitpun pikirannya.


Mutiara sudah bosan menasihati, mulutnya sudah berbusa. Kristal tidak membuka sedikitpun hatinya.


Dwi bahkan datang mengunjunginya, meminta maaf jika sudah menyakiti perasaan Kris. Dirinya sebagai orang tua mengalah, demi bisa menjaga keharmonisan keluarga.


"Ini terakhir kalinya kak Muti datang, satu bulan sudah cukup Kris untuk melupakan. Kita keluarga, hanya karena hal ini terjadi kesalahpahaman." Muti menatap adiknya.


"Kris sudah memaafkan, tapi masih ada yang menganggu hati Kris."


"Terserah, kandungan kak Muti hampir masuk sembilan bulan, sebentar lagi lahiran. Kandungan kamu delapan bulan, bulan depan lahiran. Jika bukan keluarga yang menyemangati, lalu siapa?" Muti langsung pamit pulang.


Sepanjang perjalanan pulang hati Mutiara merasa kesal dak kecewa, langsung masuk ke dalam rumah dan lebih terkejut lagi saat Shena juga ada di rumah.


Dia baru keluar dari rumah sakit, perawatan memang cukup lama karena patah kaki, tulang rusuk retak, dan ada gegar otak.


"Kenapa kamu di sini?"


"Dia tidak punya keluarga di kota ini, dan keluarganya jauh di kampung." Dwi menatap Muti binggung.


Setelah mendapatkan persetujuan dari Ilham, terpaksa Dwi mengizinkan Shena tinggal di rumahnya sebagai tamu, karena baru saja pulih.


Mutiara langsung menghubungi Kristal, jika Shena kembali ke rumah. Memintanya segera datang, dan mengungkap kejahatan Shena.


Muti tahu jika Kris selama ini diam, bukan berarti tidak peduli. Dia sedang mengumpulkan bukti untuk menjatuhkan Shena.


Mendengar kabar Shena kembali, Kris langsung cepat pergi ke rumah orangtuanya. Perasaan tidak enak, kembalinya Shena bukan untuk berbaikan, tetapi memberikan pelajaran untuk keluarganya.


Wanita yang sudah terobsesi tidak akan terima kekalahannya, jika tidak bisa memiliki, maka lebih baik semuanya kehilangan.


"Manda, apa ini tidak bahaya?"


"Kita tunggu Panda pulang saja." Dwi memeluk putranya yang mulai rewel.


Suara dentuman barang jatuh terdengar, Muti dan Dwi langsung segera keluar. Dwi langsung teriak melihat Lily jatuh dari lantai dua, tangisan Lily terdengar, langsung bangun berlari memeluk Muti ketakutan.


"Manda, bawa Lily pergi dari sini. Panggil keamanan sekarang." Muti langsung naik ke lantai dua.


Tatapan Muti tajam, melihat Shena menonton rekaman kejahatannya yang berhasil dirinya dapatkan dari Kristal.

__ADS_1


Pukulan Muti kuat, Shena langsung jatuh tersungkur. Menghentikan penghapus file, melempar kepada Shena menggunakan mouse.


"Mutiara, aku gagal karena kamu." Shena menatap Muti penuh amarah.


Ekspresi Muti kaget, kelahiran Ikhsan tidak sesuai perkiraan dokter karena ulah Shena yang memberikan minuman untuk mengugurkan kandungan, tapi Dwi lebih dulu melahirkan.


Rencana kedua dijalankan untuk menjebak Ilham, tapi berhasil digagalkan oleh Muti yang menghubungi Ilham saat ada di luar negeri.


Rencana ketiga juga gagal ulah Kristal yang secara terang-terangan menyerahkan baju yang sudah digunting.


Kepintaran Kristal juga berhasil menemukan rekaman saat Shena memberikan obat berbahaya untuk Dwi, juga minyak yang membuat Shena jatuh sebenarnya miliknya untuk membuat Mutiara jatuh, karena sudah merusak rencana untuk mencelakai Lily.


"Seluruh bukti kejahatan kamu ada di tangan Kris?"


"Iya memang benar, tapi Kris tidak bisa melaporkan, karena aku berhasil mengambilnya." Senyuman Shena sinis.


Keberuntungan Shena, keluarga tidak ada yang mendukung Kris. Keluarganya menyudutkan Kris.


"Sialan, Kristal berhasil membuat aku patah tulang, sedangkan dia bisa tertawa."


"Apa salah keluarga kami?" Muti terheran-heran.


"Aku pikir hanya Dwi penghalang, tapi ternyata ada tiga Putrinya. Jika salah satu dari kalian mati, Ilham pasti melemah, saat itulah aku bisa masuk." Shena berkhayal terlalu tinggi.


Tidak terima dilempar, Shena langsung mendekati Muti ingin menamparnya. Tendangan di tulang kaki Shena membuatnya terduduk.


Muti menarik rambut, membenturkan kepala ke lantai. Shena kehabisan tenaga, meksipun Muti hamil besar tenaga besar apalagi ditambah emosi.


Patah kaki yang baru sembuh langsung Muti injak, sebelum ada keluarganya yang terluka, lebih baik Shena yang cacat.


"Perempuan gila!" Shena mundur, melihat tangannya berdarah bekas gigitan.


"Laki-laki juga hampir mati aku pukul, apalagi kamu yang bermain sembunyi-sembunyi, hanya modal banyak bicara." Muti tersenyum sinis.


Siapapun yang menyakiti keluarganya tidak akan pernah Muti maafkan, apalagi berniat mengugurkan adik lelakinya, mencelakai ibunya, bahkan melukai kedua adik wanitanya.


Mutiara bisa menjadi orang gila jika keluarga yang sentuh, membunuh juga Muti berani jika sudah melibatkan keluarganya.


Melihat kemarahan Muti, Shena langsung berlari kencang keluar. Muti meminta berlari yang cepat, jika sampai dapat bukan hanya patah kaki, leher juga Muti patahkan.

__ADS_1


Suara tangisan Manda terdengar, lima penjaga rumah beserta supir tidak sadarkan diri. Gerbang rumah juga dikunci, tidak ada yang bisa menolong mereka.


"Ya Allah, kepala putriku berdarah." Dwi menangis sesenggukan, merasa bersalah.


Gerbang rumah terbuka, karena Kristal menabraknya dengan mobil. Dwi histeris melihat Kristal datang.


"Hubungi kak Han, Tirta dan Panda. Jangan masuk ke dalam, jaga adik perempuan dan laki-laki kami." Kris menyerahkan ponsel kepada Mamanya.


"Kakak, hati-hati. Cepat kalahkan dia, kepala Lily berdarah." Tangisan Lily terdengar.


"Tunggu sebentar Lily, jangan menangis." Kris langsung masuk ke dalam rumah.


"Namanya juga sakit pastinya menangis? tidak mungkin Lily tertawa." Tangan Lily memegang kepalanya.


Langkah Shena terhenti, menatap Kris yang sudah berdiri tegak sambil tersenyum sinis. Kristal tertawa di dalam hati, kaki Shena patah lagi, rambutnya bergulung, tangannya penuh gigitan.


Kakaknya Mutiara sudah bertindak lebih dulu, tidak menunggunya lagi. Menjatuhkan Shena sampai ketakutan.


"Ampuni aku, tolong jangan maju." Shena memohon kepada Kristal, meminta maaf dan berjanji tidak akan menganggu keluarganya.


"Seharusnya kamu sudah pergi saat aku bicara baik-baik, malam itu peringatan pertama juga terakhir sebelum kamu berurusan dengan Mutiara." Kris melangkah maju.


Teriakan Shena menggema, meminta Kris melepaskannya. Tamparan Kris menghantam wajah, menendang perut Shena sampai terjungkal jatuh.


Terlambat baginya untuk meminta maaf, kesabaran Kris habis saat melihat Lily terluka.


Shena tidak berdaya lagi, langsung berlari mengambil sesuatu dari bawah lemari. Melihat Muti berjalan mendekat, melempar lantai dengan minyak.


Kristal langsung berlari menangkap kakaknya agar tidak terjatuh, suara hentakan pinggang terdengar. Kris memeluk Muti agar tidak terjatuh, tapi dirinya yang terhentak kuat.


"Kak Muti baik-baik saja?" Kris mengusap perut kakaknya.


Shena langsung berlari, meksipun kakinya pincang. Meninggalkan rumah secepatnya sebelum Kris dan Muti berangkat.


"Kamu baik-baik saja Kris?"


Kepala Kristal mengangguk, merangkak menjauhi minyak yang licin. Mutiara berhasil berdiri, memegang tangan Kristal untuk berdiri juga.


"Kristal." Muti menatap kaget.

__ADS_1


***


follow Ig Vhiaazaira


__ADS_2