
Sepanjang perjalanan Rehan menceritakan hubungan buruk kedua orang tua kandung Kristal, tidak mengerti apa yang terjadi di masa lalu.
Secara tiba-tiba pertengkaran sampai perceraian terjadi, ditambah lagi perselingkuhan Daddy-nya Kris sampai akhirnya menikahi istri keduanya.
Kristal hancur melihat berantakan keluarganya, sehingga selalu memberontak dan mencari keberadaan ibunya.
"Hubungan Kris dan ibu tirinya tidak pernah baik, karena Kris menyalahkan ibu tirinya."
"Kenapa ibu tadi terlihat sangat membenci Kris? dan ada hubungan apa dengan Rayan?" Muti mengusap pipinya yang tekena tamparan.
"Aku tidak tahu pastinya." Han menatap istrinya yang terlihat sedih.
Han pernah mendengar jika ibu kandung Kris mengatakan jika kehidupan Kristal hasil dari merebut kehidupan orang lain.
"Apa maksudnya merebut hidup orang lain?"
"Aku tidak tahu sayang, lebih baik kita mengabaikannya dan tidak memberitahu Kristal jika ibunya sudah kembali." Han yakin Kris pasti akan menemui ibunya, memohon sama seperti dahulu.
Mutiara terdiam, memeluk lengan Alhan menyadarkan kepalanya. Satu tangan Han mengusap pipi yang baru saja ditampar.
Sesampainya di rumah Muti langsung masuk melihat Kristal sudah tertawa bersama beberapa maid yang sudah kembali bekerja. Kris melambaikan tangannya kepada Muti seakan mereka baik-baik saja.
Muti tersenyum menyapa maid yang memperhatikan Muti dan Kristal, Alhan juga masuk sudah bisa berjalan merangkul Muti.
"Kalian dari mana?"
"Kantor polisi, bagaimana pemeriksa kamu?" Han duduk di depan Kristal yang memakan buah yang Tirta beli.
"Baik, aman. Kata dokter aku harus banyak makan."
Alhan tersenyum meninggalkan Kris dan Muti yang masih duduk berhadapan, Kris menawarkan buah untuk Muti yang terlihat lelah.
"Kristal, kamu baik-baik saja?" Muti menatap buah yang sempat Kristal buang.
"Iya, memangnya ada apa?"
Alhan mencium kening Muti, langsung pamitan karena Jenny dan komplotannya tertangkap dan sedang dalam perjalanan.
"Aku pergi dulu, mungkin pulangnya malam. Kamu istirahat, Kristal aku pergi." Han melangkah meninggalkan Muti dan Kristal.
"Kak Han, kenapa tidak mencium Kris juga?" Bibir Kristal monyong, kesal melihat Han yang tidak adil.
Mutiara menarik nafas panjang, mendekati Kristal yang suasana hatinya langsung berubah drastis.
__ADS_1
"Kris ... ada hal yang ingin aku tanyakan? kamu ...." Tatapan Mutiara langsung tajam, berdiri melihat orang yang datang berkunjung.
Muti melihat ke arah kristal yang sudah menunduk, langsung jalan jongkok bersembunyi di balik sofa.
"Halo sayang, Mommy mendengar kabar soal kehamilan kamu. Selamat ya Kris." Mommy Kris datang berkunjung, langsung memeluk Mutiara yang masih terkejut.
Tatapan mata berkeliling mengagumi kemewahan kediaman Han yang memang memiliki dekor klasik, tapi seluruh barangnya memiliki harga yang fantastis.
"Kris, mobil Han banyak sekali. Ada satu yang terlihat sangat bagus." Senyuman Mommy Kris menggoda Muti.
"Ada apa? jangan banyak basa-basi, Han tidak mengizinkan ada tamu yang berkunjung ke sini." Muti langsung duduk, menatap tajam ibu tirinya.
Nathalie menatap sinis, langsung duduk meminta maid membawakannya minuman segar karena cuaca sedang panas.
"Di sini panas ya Kris? kamu tidak ingin membeli AC baru, Mommy bisa bantu kami mencari AC termahal."
"Jika di sini panas mungkin karena anda banyak dosa, keluar rumah duduk bawah pohon banyak AC alami." Muti tersenyum sinis melihat ibu tirinya yang tidak tahu malu.
Kristal yang mendengar menahan tawa, sekarang Mutiara menjadi wanita yang galak. Tidak polos seperti dulu lagi.
Senyuman Nathalie terlihat, mempertanyakan hubungan Kris dan ibunya, karena baru saja ibunya Kris datang membuat masalah.
"Apa maksudnya kamu?"
Mutiara langsung tertawa lucu, dirinya tidak pernah berpikir anaknya akan lahir memiliki nasib yang malang seperti dirinya.
"Aku pastikan anakku akan hidup bahagia, dan tidak bernasib buruk. Karena dia mendapatkan cinta dari Mommy Daddy, Aunty dan Uncle. Kami akan membuat keluarga baru, dan membuktikan kepada kalian jika rumah tangga kami bahagia, tidak seperti kalian. Tidak hidup mewah, jika tidak menjadi pelakor." Muti mempersilahkan Nathalie keluar, karena mereka tidak menyambut orang asing.
Nathalie langsung emosi, biasanya kristal langsung histeris mencari ibunya jika dia tahu ibunya kembali.
"Kamu semakin kurang ajar Kris?" Tangan Nathalie ingin menampar, tapi Muti menahan kuat.
"Aku kurang ajar karena kamu tidak sopan, jangan macam-macam kamu Nathalie. Aku istrinya pemilik dari JK group, dengan mudah aku bisa merampas perusahaan keluarga Iskandar karena aku pewaris tunggal." Muti tersenyum sinis meminta ibu tirinya pergi.
Nathalie akan melaporkan sikap kasar Kristal kepada suaminya, dan memastikan jika Kris dicoret dari daftar pewaris.
Muti tersenyum sinis, Nathalie tidak tahu jika Kristal sudah menguasai Iskandar group.
"Kris, Mommy baru tahu jika kamu memiliki kembaran, tapi sayangnya dia sudah meninggal demi menyelamatkan kamu?" Langka kaki Natalie meninggalkan kediaman Muti.
Di balik sofa Kristal sudah gemetaran, tangannya dingin mengingat wajah ibunya.
"Kris, ada masalah apa lagi ini?" Muti melihat ke arah Kristal yang berdiri.
__ADS_1
"Bunda pulang, aku harus menemui Bunda sekarang."
"Untuk apa? aku baru saja ditampar di kantor polisi." Muti menunjukkan wajahnya kepada Kris yang langsung mengusap wajah Mutiara.
"Maafkan Kris kak, seharusnya aku yang ditampar." Kristal langsung menangis mengusap wajah Muti yang masih merah.
Mutiara langsung memeluk Kristal, mereka tidak harus membuka rasa sakit masa lalu jika memperburuk hubungan mereka.
Muti tidak ingin tahu siapa ibunya, siapa Ayahnya, cukup tahu jika Kristal saudara kandungnya.
"Sudah jangan menangis, sebaiknya kita berenang."
"Aku sedang hamil." Kris mengusap perutnya sambil tersenyum.
"Kamu hanya hamil, bukan berarti tidak boleh berenang." Muti tersenyum mengusap air mata Kris.
Mutiara mengerti perasaan Kristal, meskipun dia memiliki Daddy, tapi tidak mendapatkan kasih sayang. Hadirnya ibu tiri membuat Kris takut dengan penyiksaan sehingga memberontak.
Meminta Kasih sayang dari ibu kandung, tapi bukan pujian yang didapat, tapi cacian yang tidak tahu salahnya di mana.
Mutiara jauh lebih beruntung, meksipun dirinya tinggal bersama neneknya dengan hidup kekurangan, tapi dia disayang, dicintai.
"Kamu harus kuat Kris, jangan sakiti dia. Meksipun kita lahir dari orang tua yang salah, kamu tidak boleh melakukan kesalahan yang sama. Dia tidak boleh merasakan sakit seperti kita." Muti mengusap perut Kristal yang membuncit.
Kepala Kristal mengangguk, Kris meminta Muti memaafkan Bunda mereka karena sebenarnya Bundanya sangat baik, hanya saja sejak bercerai Bundanya berubah.
"Nanti kita bertemu Bunda, dan meminta maaf atas apa salah yang tidak Kristal ketahui."
"Baiklah, kita temui Bunda saat waktunya tepat. Saat ini fokus ke kandungan kamu saja." Muti tersenyum meminta Kristal menjauhi suaminya.
"Kak Muti cemburu?"
"Tidak, aku hanya tidak suka." Muti memalingkan wajahnya.
"Kak Muti tahu rasanya jatuh cinta?" Kris melihat wajah Muti yang semakin merah.
Kepala Muti geleng-geleng, langsung melangkah pergi menjauhi Kristal yang sangat kepo dengan perasaannya.
***
follow Ig Vhiaazaira
jangan lupa like coment Dan tambah favorit
__ADS_1