MUTIARA & KRISTAL

MUTIARA & KRISTAL
KISS PERTAMA


__ADS_3

Mutiara mengikuti langkah kaki Alhan yang menuju ke ruangan kontrol CCTV, langsung mengambil alih dan mengecek kamera ruang tamu.


Muti duduk di belakang Alhan, melihat Han yang mengontak-atik komputer melihat rekaman sehari-hari Muti.


Tatapan Muti tajam, dirinya tidak tahu jika aktifitasnya diawasi oleh kamera pengawas. Apa yang Alhan lakukan Muti tidak paham.


Han memukul meja, kesal melihat seluruh CCTV rumahnya mati. Bahkan CCTV bagian luar juga mati, hanya ada satu yang hidup.


Mutiara tersenyum bernafas lega, Han mengoceh soal CCTV yang mati. Area dalam rumah memang tidak pernah Han awasi, hanya bagian luar saja yang dijaga ketat oleh pengawal.


Sibuknya bekerja membuat Han tidak begitu memperdulikan rumah, dia hanya pulang untuk beristirahat.


"Sejak kapan CCTV mati?" Han mengecek ulang.


Semuanya terlihat aman, namun berubah saat Alhan menikah. Rekaman di hari pertama Muti masuk rumah juga sudah dihapus.


"Ada apa dengan CCTV?" Muti menatap wajah Han yang tegang, Han terlihat sedang memikirkan sesuatu.


Alhan mengangkat sebelah alisnya, dia sangat yakin pasti semua perbuatan Kristal. Kris sudah menyembunyikan sesuatu darinya, dan yang pasti sesuatu yang sangat besar.


Mutiara langsung melangkah mundur, Han menatapnya tajam. Kepala Muti menggeleng dia tidak tahu apapun.


Han langsung meringis memegang kakinya yang terasa sakit, Muti langsung berlari memegang kaki Alhan.


"Bagian mana yang sakit?" Muti terlihat sangat panik.


"Maafkan aku." Han menepis tangan Muti langsung duduk di sofa sambil memijit pelipisnya.


Perasaan Muti langsung tidak nyaman mendengar ucapan Han yang meminta maaf, padahal dia tidak ada salah apapun. Mutiara yang salah karena hadir dalam kehidupan Han, meskipun tidak pernah dia rencanakan.


"Kenapa meminta maaf? kamu tidak salah." Muti duduk di samping Han yang masih memejamkan matanya.


Alhan menghela nafasnya, dirinya meminta maaf sudah memaksa kristal untuk menjadikan bagian dari dirinya, padahal dia tahu tidak bisa menjadi lelaki yang sempurna.


Pernikahan mereka tidak didasari cinta, Han menikahi Kris hanya untuk memenuhi keinginan terakhir Bundanya, dan juga demi mendapatkan warisan.


Mutiara tidak berkedip sama sekali mendengar penjelasan Alhan, bahkan Muti tidak tahu harus bicara apa, dirinya binggung bagaimana mengatakan jika dirinya berada di posisi bohong sakit jujur lebih sakit.


"Aku hanya laki-laki cacat Kris, aku tahu Tirta lebih baik dan dia sempurna."


"Jangan bicara sembarang, percaya sama aku. Kamu pasti sembuh, aku yakin kamu bisa sembuh selama fokus untuk sembuh." Muti menatap mata Alhan, senyuman Han juga terlihat.


Jantung Muti berdegup kencang, melihat senyuman Alhan yang pertama kalinya terlihat sangat santai dan tulus.

__ADS_1


Selama ini Han menunjukkan wajah yang menakutkan, tidak bersahabat dan selalu marah-marah.


Senyuman Muti juga terlihat, menyemangati Alhan untuk sembuh dan bisa kembali seperti dulu.


Secara dadakan Han menarik pinggang Muti merapat ke arahnya, tubuh keduanya berdempetan.


Bibir Han sudah mencium bibir Muti, mata Mutiara melotot tidak paham apa yang Han lakukan kepadanya.


Tidak mendapatkan respon sama sekali, Han mengigit pelan bibir Muti membuatnya terpaksa membuka mulut sampai Han bisa menyentuh lidah Muti yang hangat.


Alhan sempat binggung, karena tidak ada balasan sama sekali bahkan mata Muti terlihat kaget.


Hal mustahil bagi kristal belum pernah berciuman, apalagi sampai tidur bersama Tirta. Han tidak percaya jika dirinya benar-benar tidak direspon.


Mutiara mendorong tubuh Han, menutupi mulutnya. Awalnya Han ingin marah karena Kris meremehkannya, Kris bersedia berciuman dengan laki-laki lain, tetapi menolak dirinya.


"Apa yang kamu lakukan Han? jorok." Muti langsung meludah, menyembur Alhan dengan air liur dan langsung berlari keluar meninggalkan Han begitu saja.


"Apa? dia mengatakan jorok." Han langsung tertawa, Kristal tidak mungkin mengatakan hal yang konyol.


Mutiara masuk kamar, tangannya masih menutup mulut membuat Kris binggung.


"Ada apa?"


Mutiara menjelaskan jika Han sudah gila, dia menempelnya bibirnya ke bibir Muti, lalu memasukkan lidahnya ke dalam mulut.


"Lalu apa yang kak Muti lakukan?" Kris sangat penasaran.


"Apa yang harus aku lakukan? lidah dia di dalam, berarti air liur dia menempel." Muti langsung mual dan ingin muntah.


"Ya tuhan, kasihan sekali Han." Kris terus tertawa, Han bukan mendapatkan balasan, tapi ditinggal saat lagi hangatnya.


Mutiara langsung berlari ke kamar mandi, mencuci bibirnya, berkumur-kumur bahkan menggosok giginya berkali-kali.


Muti terus meludah, membayangkan air liur Han ada di mulutnya.


"Han kehausan sampai meminum air liur?" Muti memasukkan jari ke lidahnya sambil menggosok agar hilang rasanya.


Kristal hanya bisa tertawa melihat Mutiara yang kehilangan ciuman pertama di tangan Alhan, dan buruknya Muti tidak tahu apapun.


"Kak, itu namanya ciuman."


"Mana ada orang ciuman lidah, kamu pikir aku anak kecil yang bisa dibohongi." Muti merasa Alhan memiliki kelainan.

__ADS_1


Kristal menarik tangan Mutiara keluar kamar mandi, berhenti menggosok gigi yang tidak akan mengembalikan kesucian bibirnya.


Bibir Muti monyong, melihat di kaca bekas yang Alhan tinggalkan. Kristal menghidupkan sebuah adegan dewasa, meminta Muti melihat.


Suara Mutiara teriak terdengar, langsung menutup matanya tidak ingin melihat apa yang Kris tonton.


"Kak, lihat dulu." Kris memaksa Muti untuk menonton.


Kris menjelaskan jika Han sedang meminta haknya sebagai suami, setiap adegan di dalam film dewasa Kris jelaskan.


Muti keluar masuk kamar mandi merasakan perutnya mual, tidak ingin mendengarkan apa yang Kris katakan.


"Stop, ini jorok sekali." Muti menutupi kepalanya menggunakan selimut.


"Sekarang saja yang mengatakan jorok, nanti setelah merasakan baru tahu nikmatnya." Kris tersenyum tidak percaya melihat Muti yang tidak menginginkan berhubungan.


Suara Alhan kembali terdengar meminta Kristal pindah kamar, Mutiara bukan berlari membuka pintu, tapi langsung masuk kamar mandi.


Kristal kebingungan, dia juga tidak ingin tidur bersama Han. Masalah akan semakin kacau jika Kris bertemu Han.


"Kak Muti, malam ini saja tidur dengan Han. kristal berjanji akan mencari jalan keluar agar bisa membuat Alhan memutuskan pisah kamar.


"Kamu istrinya, bukan aku." Muti menolak bertemu Han.


"Kak Muti yang menikah dengan Han." Kristal memaksa membuka pintu kamar.


"Istrinya Alhan namanya Kristal, itu kamu." Muti tidak ingin Alhan menyentuh lidahnya lagi, apalagi sampai melakukan hubungan seperti dalam film yang rasanya pasti sakit sekali.


Segala cara Kris memaksa Muti, tapi Muti tetap pada pendiriannya. Secara terpaksa Kris menemui Han dan tidur satu kamar.


"Ais sialan." Kris membuka pintu, melihat Han yang sudah memegang kunci serep untuk membuka pintu.


"Kenapa kita harus tidur satu kamar?" Kris menatap tajam.


"Apa aku begitu menjijikan bagi kamu sampai berciuman saja menolak, tidur juga harus berpisah." Nada bicara Alhan naik, mendorong Kris untuk ke kamar.


Han mengerutkan keningnya, baju yang Muti dan Kristal kenakan berbeda, Muti menggunakan gelang, sedangkan Kris tidak.


Senyuman Alhan terlihat, langsung melangkah masuk kamarnya.


***


follow Ig Vhiaazara

__ADS_1


jangan lupa like coment Dan tambah favorit


vote hadiahnya ya


__ADS_2