MUTIARA & KRISTAL

MUTIARA & KRISTAL
KOMA


__ADS_3

Suara teriakan Mutiara terdengar, melihat Kristal yang penuh darah dalam pelukan Nathalie.


Muti berjalan sempoyongan, melihat adiknya ditusuk menggunakan pisau yang terjatuh dari tangan Della.


Tatapan Della melihat Muti, menatap tangannya yang berlumuran darah Kristal. Langsung melangkah ingin pergi.


Muti menahan lengan Della, keduanya saling tatap. Mata Muti merah menyimpan amarah yang sangat besar.


"Kamu membunuh kami untuk kesekian kalinya? saat ini bukan hanya Kris yang disakiti bahkan kamu menyakiti anaknya Kristal." Cengkraman tangan Muti sangat kuat sampai mengeluarkan darah karena kukunya.


Della tersenyum sinis, memaksa melepaskan cengkraman. Della tidak peduli, dia tidak merasa bersalah.


"Dia terluka karena bodoh." Della meminta bawahannya membantunya menyingkirkan Muti.


"Kris menampar aku saat menjelekkan kamu, sebesar itu sayangnya dia." Muti ingin sekali memukul Della, bahkan menusuknya sama seperti apa yang Della lakukan.


Muti ingin melenyapkan Della, tapi dia tidak bisa melakukannya karena Kristal tidak mungkin mengizinkan. Sejahat apapun Della, Kris sangat menyayanginya dan tetap memaafkan.


"Aku sangat membenci kamu, tapi demi saudaraku biar kami yang sakit." Muti memukul dadanya yang terasa sesak.


Air mata Muti menetes, langsung memeluk Kristal erat. Meminta maaf karena tidak bisa membalas rasa sakit yang saat ini Kris tanggung.


"Kamu harus hidup bahagia Della, kamu harus menjadi orang yang sangat hebat agar hidup kamu memiliki rasa puas. Semoga bahagia sebagai ucapan terima kasih dari kami sudah dilahirkan, kami akan melupakan kamu dan menganggap mati." Muti mengusap wajah Kristal berusaha membawanya ke rumah sakit.


Della langsung melangkah pergi diikuti oleh bawahannya, Nathalie langsung jatuh pingsan melihat Kristal yang tidak bangun lagi.


"Bertahanlah Kris, aku mohon jangan tinggalkan aku." Muti berteriak kuat.


Pintu terbuka, Tirta langsung kaget melihat darah mengalir di lantai. Kepala Tirta menggeleng.


"Kak Tirta, bantu Kristal." Muti menatap Tirta yang langsung mendekat.


Tubuh Kristal langsung digendong, Tirta menatap tajam melihat Kris yang ditusuk di perutnya.


Muti menahan perut Kris, menutupnya menggunakan kain. Sepanjang perjalanan ke rumah sakit Muti dan Tirta hanya bisa diam.

__ADS_1


Sesampainya di rumah sakit, Tirta berteriak kuat meminta dokter menolong Kris dan anaknya. Muti juga meminta bantuan dokter mengobati Mommynya yang penuh darah.


Kristal langsung dilarikan ke ruangan operasi, dia sudah kehilangan banyak darah dan kondisinya sangat buruk.


Muti sudah duduk di lantai, melihat tangannya yang penuh darah. Seluruh baju Muti juga penuh darah Kristal.


Tirta juga terduduk lemas, memejamkan matanya mengingat kembali kondisi Kristal.


"Siapa yang melakukannya Muti?" Suara Tirta pelan, terdengar suara tangisan.


"Kamu sudah tahu jawabannya kak, saat ini Muti hanya ingin menunggu Kristal keluar dalam keadaan baik." Muti meneteskan air matanya, seandainya nyawanya bisa ditukar biarkan Muti saja yang terluka.


Suara langkah kaki berlarian terdengar, Alhan dan Apri melihat Tirta dan Muti yang sudah penuh darah.


Melihat Han datang, Muti langsung berlari ke dalam pelukan suaminya, menangis tertahan di dada Han meluapkan rasa sakit hatinya.


Kedua tangan Han memeluk erat, mengerti perasaan Muti yang sangat terluka, bukan hanya Muti yang sakit dirinya juga merasa bersalah.


"Maafkan aku yang gagal menepati janji." Han mengusap punggung Muti yang masih gemetaran.


Han mendekati Tirta, mengusap kepala adiknya yang menangis dalam diam. Terlihat sekali kemarahan di mata Tirta.


"Sabar Tir, kamu harus kuat. Saat ini kita berdoa saja semoga Kris baik-baik saja. Keselamatan dia jauh lebih penting." Han memeluk adik lelakinya yang terlihat sekali hancurnya.


Alhan, memeluk Tirta dan Muti, mereka masih setia menunggu Kristal keluar dan bergabung bersama mereka.


Banyak hal yang harus mereka lakukan, Kris masih memiliki rencana membeli baju anaknya dan keinginan Muti dan Kris belum tercapai untuk melihat wajah bayi juga bersenang-senang meksipun harus lupa waktu.


"Aku tahu kamu kuat Kris, kami masih di sini menunggu kamu tertawa kembali bersama kami." Han merasakan sedih melihat dokter berlarian membawa banyak stok darah.


Han meminta dokter terbaik untuk adiknya, dokter meminta maaf kepada Han karena kandungan Kristal tidak bisa di selamatkan.


Kristal mengalami keguguran total, karena kehabisan darah. Beberapa organ tubuhnya tidak berfungsi dan harus menggunakan alat bantu.


"Adik saya baik-baik saja Dok? tolong selamatkan Kristal."

__ADS_1


"Kami sudah berusaha, detak jantung juga sempat berhenti meskipun bisa kembali. Saat ini pasien dalam keadaan koma." Dokter menjelaskan detail kondisi Kristal yang kemungkinan buruk.


Tirta langsung terduduk, dia tahu dokter tidak bisa menjamin Kris akan bangun bahkan meminta keluarga untuk bersiap dengan kemungkinan buruknya.


"Apa yang Dokter itu katakan? Muti tidak mengerti." Tatapan Muti melihat Tirta yang sudah sangat terpukul, Han juga memalingkan arah pandangnya.


Muti langsung melangkah ke pintu ruangan Kris, meskipun dirinya tidak mengerti apa yang dikatakan dokter, Muti tahu jika adiknya dalam keadaan tidak baik.


Air mata Muti menetes, dulu Kristal sudah berjuang untuk sembuh dari rasa sakitnya. Saat ini Kris juga harus berjuang dari komanya.


"Ayo bangun Kris, kak Muti menunggu kamu di sini. Meskipun kita tidak bisa melihat si kecil, kamu masih punya kak Muti." Air mata Mutiara menetes, memohon agar adiknya diselamatkan.


Mereka sudah kehilangan bayi yang Kris kandung, dan tidak siap jika harus kehilangan Kristal juga.


Muti melihat Kris dari balik kaca, wajah adiknya tidak terlihat karena banyaknya alat bantu yang terpasang, bahkan Muti tidak bisa menemani Kris.


Suara tangisan Nathalie terdengar, langsung mendekati pintu melihat putrinya yang kembali masuk dan berjuang dengan rasa sakit.


"Anakku, kenapa kamu kembali di situ Kris? bangun Nak, ini Mommy. Bangun Kristal, Mommy mohon bangun sayang." Suara tangisan menyayat hati terdengar sangat menyakitkan.


"Ayo bangun dek, di sini ada kak Muti sama Mommy menunggu kamu, Kris harus bangun." Muti menangis sesenggukan, langsung jatuh pingsan.


Alhan langsung menangkap tubuh Muti, menggendongnya ke arah kursi tunggu.


Tirta menggenggam kuat tangannya, langsung berdiri ingin pergi. Tirta akan membalaskan rasa sakitnya Kristal kepada Della.


"Tirta, jangan gegabah. Aku tahu kamu marah, sedih, dan kecewa. Kamu paling hancur di sini, tapi jangan lakukan tindakan bodoh yang bisa merugikan kamu." Han memeluk Muti, menahan pergelangan tangan Tirta.


Tirta tidak bisa terima, Della sudah melewati batas dan harus diberikan pelajaran.


"Aku ingin melihat Della hancur."


"Jika kamu masih menghargai aku sebagai kakak maka tetap di sini, Della tidak perlu kamu pukul. Dia harus lebih hancur daripada Kristal. Aku pastikan saat Kris bangun, Della sudah hancur." Han menatap mata adiknya yang mengalirkan air mata.


Apa yang terjadi tidak bisa dihentikan, saat ini prioritas utama mereka menemani Kristal, berdoa agar Kris bangun dari komanya.

__ADS_1


***


follow Ig Vhiaazaira


__ADS_2