MUTIARA & KRISTAL

MUTIARA & KRISTAL
MAAFKAN KRIS


__ADS_3

Suara tawa terdengar di dalam rumah, Kris melihat foto masa kecilnya bersama Muti yang masih Nathalie simpan.


"Jaga kesehatan Kris, kamu harus sehat karena ada satu nyawa yang harus kamu jaga." Senyuman Nathalie terlihat sangat bahagia.


Kristal menganggukkan kepalanya, mengusap perutnya berjanji akan menjaganya sampai lahir ke dunia.


Kris mengerti Nathalie mengkhawatirkan status ayah bagi anaknya, tapi Kris tidak bisa menerima Tirta tanpa restu Maminya.


Tirta anak satu-satunya, dia memiliki tanggung jawab untuk menjaga Maminya, Kris tidak ingin memisahkan.


"Bagaimana jika akhirnya Cheryl luluh? dia harus tahu jika ada cucunya di sini." Tatapan Nathalie serius meminta Kris paham jika anaknya membutuhkan figur Ayah.


Senyuman Kristal terlihat, ucapan Nathalie ada benarnya. Seharusnya Kris juga memikirkan nasib anaknya, juga berhenti menyakiti Tirta.


Meksipun Tirta senyum, tapi hatinya terluka melihat penolakan Kristal.


"Mom, Cheryl ingin menjodohkan Tirta."


"Apa Tirta mencintai kamu? apa dia pernah mengatakan ingin bertanggung jawab?"


Kristal menganggukkan kepalanya, Tirta bekali-kali selalu bertanya dan ingin menikah. Dia tidak pernah menerima perjodohan yang Maminya rencanakan.


Suara panggilan dari ponsel Kris masuk, nama Tirta terlihat membuat Kris dan Mommynya tersenyum.


Kris menjawab dengan nada yang sangat lembut, suara Tirta terdengar sangat khawatir padahal Kris dalam keadaan baik-baik saja.


Tirta meminta Kris tidak keluar rumah, karena Rayan sudah keluar dari tahanan. Kejiwaan Rayan terganggu dan sangat terobsesi dengan Kristal.


"Ada apa Kris?"


"Tirta ingin menjemput Kristal, katanya Rayan bebas tanpa pemberitahuan. Dia takutnya Rayan menyakiti Kris." Perasaan Kristal mendadak khawatir.


Nathalie meminta Kris tidak cemas, pengawal banyak mengelilingi rumah tidak mungkin Rayan berani masuk.


"Kristal tidak mengkhawatirkan soal Rayan, tapi Bunda. Dia pasti orang yang membebaskan Rayan, mungkin juga Bunda sudah tahu kematian Kristin sudah dipalsukan." Kris menggenggam tangan Nathalie.


Della mungkin saja berencana menyakiti Nathalie yang sudah berani menipunya, dan pastinya akan menghacurkan Daddy-nya.


"Sayang jangan mengkhawatirkan Mommy, kamu tidak boleh banyak pikiran. Fokus ke kandungan kamu." Pelukan lembut menyentuh tubuh Kristal.


Tangan Kristal juga memeluk erat, sungguh terlambat bagi Kris untuk bisa bersandar kepada Mommynya.


Seandainya sejak awal hubungan keduanya baik, pasti hari-hari Kris penuh kebahagiaan karena memiliki sosok ibu.

__ADS_1


"Tirta terdengar khawatir, dia pasti sangat mencintai kamu."


"Kris siap-siap dulu Mom." Kristal melangkah ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya.


Nathalie tersenyum, bahagia melihat Kristal mulai luluh dan membuka kembali hatinya.


Suara keributan terdengar di depan rumah, Nathalie langsung keluar melihat penjaga rumah sudah terlempar berjatuhan.


Tatapan Nathalie kaget melihat Della bersama beberapa orang berbadan besar, langsung berlari ke dalam untuk mengunci pintu.


Nathalie langsung menghubungi suaminya, mengatakan jika Della datang dengan segerombolan orang-orang berbadan besar.


Pintu digedor kuat, ditendang membuat Nathalie panik. Para maid juga berlarian untuk menutup semua pintu.


"Aku harus menghubungi Mutiara, dia sudah berpesan." Nathalie langsung melakukan panggilan.


Mutiara langsung menjawab sambil tersenyum, tapi saat mendengar kabar Della datang dengan preman, memukuli penjaga dan memaksa masuk ke dalam rumah.


Nathalie meminta Muti menghubungi kepolisian, dan menghidupkan kamera pengawas yang Alhan pesankan untuk antisipasi.


Kristal melangkah keluar, tapi Nathalie langsung menariknya masuk ke dalam kamar.


"Ada apa di luar Mommy?"


Suara Della berteriak terdengar, Nathalie berusaha kuat berjalan ke arah Della yang tersenyum jahat.


"Kenapa kamu memaksa masuk? aku bisa melaporkan kamu." Tatapan Nathalie marah, meminta Della keluar dari rumahnya.


"Perempuan sialan!" Della langsung menampar Nathalie sampai jatuh.


"Kenapa kamu marah? apa yang aku lakukan demi kebaikan kedua anak kandung kamu Del. Berhenti menyakiti mereka!" Tatapan Nathalie tajam langsung berdiri.


"Apa hak kamu? aku yang mengandung dan melahirkan, jadi hak aku ingin menjadikan mereka apa." Tangan Della mencengkram kuat rahang Nathalie.


Sejak awal Della tidak menginginkan keduanya, tapi Iskandar memaksa untuk lahir. Mengandung sembilan bulan membuat Della sengsara, maka dia tidak ingin rugi.


"Saat ini kamu sudah memiliki segalanya, lalu apa lagi yang kamu inginkan dari keduanya?"


"Aku ingin mengambil Kristin, dia bisa aku nikahkan dengan Rayan dan mendapatkan warisan dari Ayahnya Rayan. Segalanya bisa dijadikan uang Nathalie." Senyuman sinis Della terlihat.


Kepala Nathalie menggeleng, Della bukan hanya menyakiti Kristal kecil yang haus kasih sayang, juga si kecil yang berjuang melawan penyakitnya hingga pulih.


Saat dewasa Kris meminta perhatian Bundanya, tapi yang Della lakukan hanya mengajari rasa benci dan dendam hingga Kris tidak menghargai dirinya sendiri.

__ADS_1


"Tidak ada sedikit saja rasa kasihan kamu kepada Kristal, dia butuh cinta Della."


"Cinta tidak ada gunanya tanpa uang." Suara Della menggema.


"Kamu tahu betapa sedihnya Mutiara saat tahu jika dulu dia dianggap mati, karena kamu berencana menjual dia. Harapan Kristin hanya satu, dia ingin sekolah dan memiliki mimpi dan cita-cita."


"Kamu yang membunuh Kristin, seandainya kamu tidak membuang dia, mungkin sekarang Kristin sudah memiliki gelar, dan hidup mewah. Bukan hanya memiliki cita-cita, tapi dunia bisa dia miliki." Tatapan Della tajam melihat Nathalie yang meneteskan air mata.


Della mencekik Nathalie, membencinya karena sudah menghacurkan rencana awal Della sehingga dia harus menikah dengan pria tua.


"Kamu tahu hukuman untuk sampah seperti kamu?"


Nathalie mencoba melawan sampai akhirnya terlepas, tidak ada ketakutan sama sekali meksipun Della didampingi oleh banyak orang yang bertenaga kuat.


"Aku tidak takut sama kamu, suatu hari kamu akan menyesal Della. Aku akan melihat air mata kamu menetes setelah kehilangan Kristal dan Mutiara." Della langsung melangkah ingin keluar rumah.


Della langsung melempar Nathalie menggunakan pas bunga, darah mengalir dari kepala Nathalie.


Pintu kamar Kristal terbuka, langsung berlari melihat Mommynya sudah terkapar penuh darah.


Suara Della mencaci maki Nathalie terdengar, Della bersumpah akan menghacurkan Iskandar sampai tidur di jalanan.


"Kamu sejak awal sudah gagal menjadi istri, gagal menjadi ibu, kamu gagal menjadi manusia Della. Rupa saja yang manusia, tapi hati kamu sudah tertutupi keserakahan dan menjelma menjadi iblis." Tatapan Nathalie tajam, memegang kepalanya berusaha untuk berdiri.


Nathalie pastikan Della akan masuk penjara, dan mempertanggungjawabkan segala kesalahannya.


"Banyak bicara kamu?" Della mengambil pisau yang ada di balik baju bawahannya.


Kristal berteriak kuat meminta Bundanya berhenti, tidak boleh mencelakai Mommynya.


"Ini cara satu-satunya agar kamu diam, lebih baik mati." Della menatap Nathalie yang meminta Kris masuk kamar.


Della menatap tajam, menarik lengan Nathalie menancapkan pisau ke arah perutnya. Kris meneteskan air matanya memegang tangan Bundanya.


"Bunda, Kris sayang Bunda. Meskipun bunda tidak sayang Kris. Kristal tidak menyesal sudah dilahirkan, maafkan Kristal yang belum bisa membahagiakan Bunda." Kris tersenyum menatap wajah Bundanya.


Della menatap tangannya yang penuh darah, Nathalie sudah terdiam melihat Kristal penuh darah.


"Kristal." Nathalie menyentuh perut Kris.


"Mommy maafkan Bundanya Kris, maafkan kesalahan Kris selama puluhan tahun. Seandainya Kris lahir kembali, izinkan Kris menjadi putri yang baik untuk Mommy." Kris memejamkan matanya membayangkan wajah Mutiara yang tersenyum kepadanya.


***

__ADS_1


follow Ig Vhiaazaira


__ADS_2