My Crazy Lady

My Crazy Lady
Bab 125 (MCL)


__ADS_3

Seminggu kemudian mereka bertolak ke Prancis untuk berbulan madu. Mereka tinggal di sana selama satu bulan. Ketika kembali London, mereka tidak seperti yang diduga semua orang, tinggal di mansion indah sang Duke di Upper Brook Street.


Mereka malah memilih Claymore yang terpencil dan tenang. Tetapi mereka sering hadir dalam acara di kota, terkadang kembali ke Claymore saat fajar.


Di tengah masyarakat yang menganggap pasangan suami-istri tidak pantas terlalu sering tampil bersama, Duke dan Duchess of Claymore menciptakan tren tersendiri. Karena sang duke dan duchess jarang berjauhan, dan orang-orang menyadari mereka membuat kebersamaan menjadi sesuatu yang menarik.


Mereka tentu saja pasangan yang menawan, sang duke sangat tinggi, maskulin, dan anggun, menyunggingkan senyum malas dan bahagia ke arah istrinya yang muda dan cantik, yang sepertinya bisa membuat sang duke tertawa gembira seperti yang belum pernah dilihat orang. Tetapi lebih daripada yang dilihat orang, yang penting adalah perasaan orang ketika melihat mereka, seakan pasangan itu terikat oleh lebih daripada kasih sayang atau bahkan ikatan perkawinan.


Pernikahan itu, komentar kalangan elite yang mendesah kaget dan sedikit iri, adalah yang paling aneh menurut standar masa kini.


Beberapa anggota kalangan elite melupakan keangkuhan mereka dan bahkan berkata keras bahwa sudah amat sangat jelas bahwa sang duke dan duchess saling mencintai.


Alex sama sekali tidak meragukan istilah tepat untuk melukiskan perasaannya. Ia mencintai Hanna dengan gairah dan kesetiaan yang berakar jauh di dalam jiwa.


Alex ingin melihat, mendengar atau menyentuh Hanna cukup sering untuk memuaskan kerinduannya pada wanita tersebut.


Pada malam hari, Alex merasakan gairah dalam diri sepertinya membesar, bukan berkurang setiap kali merasakan diri Hanna, dan wanita itu akan menempel pada Alex, seakan wanita tersebut juga tidak puas hanya dengan berada cukup dekat dengan suaminya cukup lama.


Di ranjang, Hanna menjadi kekasih penuh gai*rah dan menggoda yang berniat memuaskan Alex.


Pria itu mengajari Hanna selama minggu-minggu pertama perkawinan mereka bahwa tidak ada tempat bagi rasa malu di antara mereka berdua, dan Hanna merespons dengan membiarkan diri berubah liar di bawah belaian Alex.


Alex tidak membiarkan Hanna memendam apa pun dari pria itu, dan setelah beberapa usaha tidak berarti untuk menyembunyikan respons penuh ga*irah Hanna karena bercinta dengan Alex, Hanna menyerah dengan suka rela dalam gelombang liar yang ditimbulkan Alex hingga Hanna berteriak. Lalu Alex memeluk Hanna, membelai tubuh wanita itu, berbisik hingga mereka berdua tertidur bahagia, damai dan puas.


Hari-hari Hanna dipenuhi kegembiraan. Setiap ada kesempatan ia akan duduk meringkuk di sudut ruang kerja Alex yang luas sepanjang hari, memeriksa pengeluaran rumah tangga, mengatur menu atau hanya membaca, seraya melirik kagum ke arah Alex sementara pria itu bersandar di kursi, membaca surat dan laporan bisnis.


Sesekali Alex akan mendongak seakan ingin memastikan Hanna masih ada di sana, dan tersenyum lebar pada Hanna, atau mengedip cepat ke arah wanita itu sebelum mengalihkan perhatian kembali ke masalah di hadapannya.

__ADS_1


"Apakah kau bosan, Cantik?"


"Selagi bersamamu, aku tidak akan bosan."


Awalnya, Hanna tidak pernah bermimpi Alex akan menyukai keberadaannya di sini. Ini merupakan dunia pribadi Alex, tempat pria itu membicarakan sejumlah besar uang dengan mitra bisnis, dan mengambil risiko dengan berinvestasi, yang dengan segera di sadari Hanna sebagai tindakan berani dan bijaksana.


Tetapi Alex menyukai pekerjaan ini, dia tidak perlu melakukannya. Dia pernah memberitahukan Hanna suatu malam.


Dan Stephen pernah memberitahukan Hanna, bahwa selama lima tahun terakhir, Alex telah menggandakan kekayaan Claymore yang luar biasa. Alex bahkan mengurus investasi Stephen, dan yang paling menakjubkan sekaligus mengejutkan juga investasi ayah Hanna, Stuart.


Hanna suka mendengarkan Alex saat sedang rapat dengan para pengacara dan rekan bisnis. Hanna menyukai nada berwibawa dalam suara Alex saat berbicara dengan mereka. Alex begitu sigap, yakin dan tegas.


Pria itu juga sangat tampan, pikir Hanna dengan bangga setiap kali melihat suaminya. Hanna merasa dihargai dan dilindungi ketika Alex berada di dekatnya, aman dan dicintai.


Ketika Hanna berbelanja di kota atau menonton pertunjukan dengan Julia, Hanna justru merindukan suara tawa Alex, tatapan hangat, dan senyum menawan pria itu.


Malam-malam Hanna merupakan perayaan cinta mereka. Terkadang Alex berlama-lama memperlakukan Hanna, selembut malam pertama. Sesekali Alex menggoda Hanna, sengaja memancing, membuat Hanna memberitahu pria itu apa yang ia inginkan, lalu kadang-kadang Alex menguasai Hanna dengan cepat, nyaris kasar. Dan Hanna tidak pernah bisa memutuskan mana yang paling disukainya.


Awalnya Hanna agak takut dengan gairah besar yang bisa dibangkitkan dalam diri Alex hanya dengan satu ciuman, satu sentuhan, satu belaian mesra. Tetapi tidak butuh waktu lama untuk melupakan rasa malu dan bersukaria dalam maskulinitas Alex yang berani dan penuh semangat.


Hanna adalah milik Alex, tubuh, hati dan jiwa. Hanna hanya merasa sangat damai dalam dunianya sendiri.


Hanna hamil lima bulan kemudian.


Sekarang, sementara Alex tertidur sambil memeluknya, Hanna berbaring terjaga, merasa gembira dan agak tertekan. Menstruasi Hanna terlambat tiga Minggu, tetapi karena beberapa alasan tertentu, wanita itu belum memberitahu Alex.


Miranda pernah berkata padanya saat upacara pernikahan bahwa Hanna akan gembira karena tidak mendapat perhatian penuh gairah dari suaminya saat dirinya hamil. Miranda mungkin mengharapkan itu, tetapi Hanna tidak!

__ADS_1


Di lain pihak, Hanna tidak ingin membahayakan bayinya, jika sesuatu bisa terjadi saat mereka bercinta. Yang memperburuk keadaan, Alex tidak pernah menyuarakan keinginan untuk memiliki anak, walaupun Hanna merasa semua pria pasti menginginkan keturunan, terutama pria dengan gelar yang harus diwariskan kepada keturunan mereka.


Ketika Hanna tidak mendapat menstruasi pada bulan kedua, serta mulai merasa mual dan ingin tidur siang, Hanna yakin dirinya hamil, tetapi ia tetap diam.


Suatu hari, tidak lama setelah itu, ketika Hanna pergi ke atas untuk bertukar pakaian untuk acara berkuda rutin melintasi pedesaan, Alex mencegat Hanna di tangga.


"Kaki kanan Buckbeak agak sakit," kata Alex muram bercampur kelembutan luar biasa dalam suara pria itu. "Kurasa kita bisa jalan-jalan sebagai gantinya, Sayang."


Hanna sama sekali tidak menyadari kalau kaki Buckbeak sakit. Anehnya, ada belasan kuda hebat lainnya di istal, tetapi wanita itu tidak mempertanyakan keputusan Alex.


Hanna agak lega karena mereka selalu berkuda dalam kecepatan tinggi sampai Hanna menggigil memikirkan apa yang akan terjadi andai dirinya terjatuh, dan Hanna tidak sanggup memikirkan alasan agar mereka memperlambat laju tanpa memberitahu Alex yang sebenarnya.


Malam itu, Alex mencumbu Hanna dengan cara berbeda dari biasanya. Alex akan menggoda Hanna hingga wanita itu amat sangat mendamba, lalu menyatukan tubuh mereka dengan sangat lembut, dengan perlahan.


Hal itu membuat Hanna gemas, sekaligus merasa nikmat dan membuat Hanna tidak sadar bahwa desakan yang begitu lembut dalam tubuhnya tidak mungkin membahayakan bayi mereka.


Minggu berikutnya, Hanna menguatkan diri dan berkata pada dirinya bahwa ia bersikap konyol. Pertama, ia sangat ingin memberitahukan kabar itu. Kedua, jika ia menunda lebih lama lagi, tubuhnya sendiri akan memberitahu Alex bahwa pria itu akan menjadi ayah.


Seperti sepantasnya, Hanna pergi ke London dan membeli enam pakaian bayi di toko tertentu. Begitu kembali, Hanna mulai serius menyulam di kamar.


Ia memanggil Mery untuk meminta pendapat tentang hasil sulaman dan berkata seraya mendesah sementara menunjukkan hasil karya itu. "Hebat, bukan? karena aku bisa menguasai bahasa Prancis dan tidak bisa menguasai ini?" Mery telah mendapatkan posisi nyaman di rumah itu, menatap sulaman Hanna, lalu merosot ke tempat tidur tertawa terbahak-bahak.


Pada saat makan malam keesokan harinya, Hanna akhirnya puas dengan huruf 'C' yang disulamnya dengan benang biru di kerah salah satu gaun bayi kecil yang indah. "Ini sudah cukup," desah Hanna kepada Mery.


"Kapan kau memberitahukan His Grace bahwa dia akan menjadi ayah?" air mata haru mengenang di sudut matanya.


***Dukung novel aku terus ya, Makasih ♥️🙏😁

__ADS_1


__ADS_2