
Undangan pernikahan Will dan Hanna sudah di sebar. Semua masyarakat Holy Ville menyambut gembira. Bukan karena mendukung pasangan itu bersama, tapi lebih kerena semangat untuk berpesta.
Tidak ada yang lebih menyenangkan dari berdansa, minum sampanye, dan juga melakukan affair dengan pasangan lain.
Walau sudah tahu mengenai kisah keluarga Jhonson dengan keluarga Claymore, nyatanya Lady Kate masih bersikeras ingin mengirimkan undangan ke kediaman Claymore. Wanita naif itu tidak berpikir lebih, hanya beranggapan jika dia mengundang keluarga terpandang itu, maka acara itu semakin meriah dan menjadi sorotan tidak hanya di desa Holy Ville tapi juga sampai surat kabar London.
"Sayang, penjahit sudah datang, dia ingin menanyakan pendapat mu mengenai model gaun tidur untuk kau pakai di malam pengantin mu nanti," tanya Ema masuk kek kamar putrinya. "Kau bersiap-siap mau kemana?"
"Aku ingin menemui Julia. Aku berjanji akan datang ke rumahnya hari ini," sahut Hanna mulai merapikan pakaiannya lalu bersiap meninggalkan kamar.
"Lalu masalah gaun?"
"Oh, Mama, buat saja sesuai yang mama anggap bagus. Aku pergi dulu," ucapnya mencium pipi mamanya.
***
Hanna tiba dan langsung disambut oleh Sebastian. "Aku senang kau datang. Apa kau ingin menemuiku?" godanya mempersilakan Hanna masuk. Baru akan melancarkan niatnya menggoda Hanna, pelayannya datang menemui, mengatakan kalau Julia sedang pergi dan tadi berpesan agar Hanna menunggu di kamarnya, melihat pakaian yang sudah dibuat untuk acara pernikahan Hanna nanti.
__ADS_1
"Sorry, Tian. Aku naik dulu," ucap Hanna tersenyum mengejek. Dia tahu pria itu masih belum menyerah.
Kamar Julia tentu saja lebih nyaman dari kamar Hanna. Di sudut ruangan, ada gaun yang di pajang, yang sudah hampir selesai pengerjaannya.
Lama Hanna mengamati, ada bagian yang menurutnya kurang pas. Melihat itu, gadis itu memutuskan untuk memperbaiki agar lebih menarik. Lagu pula dia harus menunggu kedatangan Julia.
Selesai memperbaiki gaun itu, Hanna melihat, memperhatikan secara lebih mendetail. "Julia pasti suka," cicitnya tersenyum. Duduk di tepi tempat tidur, tidak sengaja tangan Hanna menggeser bantal hingga terjatuh ke lantai bersamaan dengan sebuah buku diary.
Bergegas Hanna mengambil. Sekilas matanya menangkap namanya tertera di sana, hingga ada keinginan untuk membacanya. Pergumulan terjadi di hatinya. Ingin membaca karena penasaran, tapi takut Julia tahu. Lagi pula isi diary itu adalah rahasia pemiliknya yang tidak ingin diketahui orang lain.
Hari pernikahanmu akan segera tiba. Apa yang bisa aku lakukan selain memberi mu selamat dan mendoakan kebahagiaanmu? Dia adalah cintamu, yang juga adalah sahabat ku? aku bisa apa dengan rasa cinta ku padamu?
Will, aku pikir setelah ciuman panas dan lama kita di kereta saat itu, kau akan melirikku, mempertimbangkan keberadaan ku, nyatanya aku tetap tidak ada artinya di matamu. Bagimu hanya ada Hanna. Aku yang salah sudah mencintai mu seutuh hatiku, sejak kita duduk di sekolah awal.
Will, jika diizinkan, aku ingin sekali lagi merasakan ciuman mu, walau itu yang terakhir sebelum kau menjadi suami sahabat ku.
Aku akan datang di hari bahagia mu, memberikan selamat pada kalian, walau hatiku menangis.
__ADS_1
Will, sejujurnya hatiku tidak ingin melepas mu..
Hanna tertegun. Diary itu terlepas dari tangannya. Dia tidak tahu kalau selama ini sahabatnya sudah jatuh hati pada calon suaminya. Mereka bahkan sudah berciuman!
Yang menjadi sesal di hati Hanna, dia sudah tidak peka mengenai perasaan Julia. Bukan sahabatnya itu yang mencuri Will darinya, tapi justru dirinya lah yang merebut Will dari Julia.
Setelah lama berpikir, Hanna kembali mengambil diary itu, menuliskan di bawah sisa kalimat Julia.
*Dear Julia, maafkan aku sudah lancang membaca diary mu. Aku bersumpah kalau aku tidak sengaja. Tapi di sisi lain aku bersyukur telah membacanya sehingga aku tahu kebenarannya.
Aku minta maaf karena menjadi sahabat mu yang tidak peka. Harusnya aku tahu kau mencintai Will, bahkan sejak kita sekolah dulu. Maafkan aku yang merebutnya darimu.
Will akan kembali padamu, aku akan membatalkan pernikahan ini. Aku mohon jangan merasa bersalah padaku, aku menyayangimu dan berharap kau akan bahagia bersama Will. Aku akan menjelaskan segalanya pada Will..
Salam sayang, Hanna*..
Setelah meletakkan kembali diary itu dan sengaja membuat Julia melihat tulisannya, Hanna keluar dari kamar Julia. Buru-buru pamit ingin mengatakan hal itu pada keluarganya sebelum semua terjadi, akan banyak orang yang akan terluka karenanya. Lagi pula, sekarang Hanna yakin kalau dia tidak mencintai Will. Hatinya sudah menjadi milik pria lain.
__ADS_1