
Ketika kembali ke ruang pesta, awalnya Alex mencari Peter Pattigrew lalu mencari Hanna. Ucapan Irish yang mengatakan bisa saja saat ini beberapa pria sedang menggoda dan mendekati Hanna membuat Alex buru-buru masuk kembali ke ruangan itu.
"Kau ternyata benar-benar mencintai istrimu. Aku mengaku kalah pada gadis itu. Semua yang ada padaku, pujaan atas suara dan kecantikanku, eluan dari semua orang yang memujaku, tidak ada artinya, jika aku tidak bisa mendapatkan hatimu, Alex," gumam Irish dengan hati hancur, menatap punggung Alex yang semakin menjauh darinya.
Irish mungkin sudah menyerah, tapi luka terlanjur menganga di hati Hanna.
Mata Alex sudah menemukan Peter Pattigrew, tapi Hanna tidak ada. Dengan Lega, Alex menyadari tidak ada orang yang menyadari kepergiannya bersama Irish, dan menilai bahwa tidak akan ada gosip yang beredar tentang mereka yang akan didengar Hanna, jadi wanita itu tidak perlu takut untuk bertemu dengan mereka lagi.
Sayangnya, Hanna tidak tahu akan hal itu, karena sang duchess, seperti yang dijelaskan dengan sopan oleh kepala pelayan, telah pergi. "Dasar bodoh!" batin Alex marah.
Apa yang dipikirkan Hanna, meninggalkan Alex seperti ini? Sekarang Hanna harus membayarnya! Alex tidak bisa kembali ke sana tanpa Hanna, kalau tidak orang akan menyadari bahwa Hanna pergi dengan marah dan tertekan, dan itu akan menimbulkan gosip.
Secara pribadi, Alex tidak peduli pada gosip, tapi Hanna lah yang harus menghadapi gosip itu, yang pergi karena tidak tahan menghadapinya.
Dan sialan, dia juga tidak bisa pulang, karena keretanya sudah dibawa kabur oleh Hanna.
Keluarga Cliffton menyelesaikan masalah Alex seketika itu juga. Tanpa bertanya ataupun berkomentar, mereka memberi tumpangan pada Alex sampai ke rumah Alex di London, tempat Alex menghabiskan malam dengan sangat marah dan resah.
Alex terus membayangkan Hanna dalam balutan gaun keemasan berkilau yang memamerkan payu*daranya yang menggiurkan.
Hanna sengaja mengenakan gaun itu untuk membuat Alex marah dan demi Tuhan, Hanna berhasil! Alex berdiri di samping Hanna sepanjang malam, melihat tatapan para pria yang terpaku penuh nafsu pada kulit mulus Hanna.
Andai Hanna tidak mengenakan gaun Terkutuk itu dan tidak melepaskan cincin pertunangan, andai rambut Hanna tidak tebal dan indah dengan rantai emas berkilau yang melilit di sana, andai Hanna tidak terlihat sangat cantik dan menggairahkannya, Alex tidak akan pernah menerima undangan Irish untuk beranjak ke teras dan berbicara dengan wanita itu.
***
Alex tidak kembali ke Claymore keesokan harinya, tidak juga lusa ataupun dua hari kemudian. Ia juga tidak melewatkan tiga hari untuk berpelukan dalam keadaan tela*njang dengan Irish Lancaster seperti yang dibayangkan Hanna dalam lamunan yang menyiksa dan menggelisahkan.
Alex menghabiskan tiga hari itu di London dalam suasana hati yang tidak keruan antara merasa marah dan tenang.
__ADS_1
Ia menghabiskan malam di kelab bersama teman-temannya. Lalu malam hari selama tiga hari suramnya, saat sedang duduk memandangi Upper Brook Street yang diselimuti kabut, Alex sampai pada beberapa kesimpulan. Pertama, ia tidak mengerti kenapa harus repot-repot mencari wanita simpanan dan menempatkan wanita itu di rumah rahasia karena dia sudah menikah.
Ia menikahi wanita jala*ng, yang punya tubuh indah menggiurkan yang menggoda akal sehat Alex, dan sangat sempurna untuk tubuh Alex sendiri. Jadi, kenapa ia harus mencari wanita simpanan, jika ia memiliki Hanna?
Dan Alex tidak akan terus-menerus hidup bagai biarawan, ia juga tidak akan tinggal seperti tamu di sayap timur rumahnya sendiri.
Alex akan pergi ke Claymore dan mengembalikan barang-barang ke kamar tidur. Jika tubuh Alex membutuhkan Hanna, wanita itu harus melayaninya. Hanna akan menjadi pelayan, tidak lebih. Pelayan berpakaian indah, yang menjalankan tugas. sebagai wanita penghibur yang tidak dibayar.
"Bagaimanapun, Hanna memang seperti itu," gumam Alex dengan serbuan amarah baru. Hanya saja harga diri Hanna tinggi... Bayarannya berupa uang yang banyak dan nama belakang Alex juga.
Dengan gagasan itu dan beberapa gagasan serupa lainnya, Alex meminta kereta diantarkan pada hari keempat, dan dengan tidak sabar menempuh perjalanan satu setengah jam melintasi pedesaan Inggris dalam keindahan musim panas.
Alex nyaris tidak memperhatikan pemandangan saat kereta melintas karena membayangkan peristiwa yang akan terjadi begitu dia tiba di Claymore.
Awalnya, Alex akan menjelaskan kepada Hanna tentang status barunya dan apa saja tugasnya dengan kata-kata yang paling kasar. Lalu ia akan memberitahu Hanna apa pendapatnya mengenai kebohongan dan penipuan wanita itu, emosi Hanna sikap membangkang wanita itu terhadapnya dan setelahnya Alex akan menjejalkan surat terkutuk itu ke dalam tenggorokan Hanna.... tidak secara harfiah.
Kereta bahkan belum berhenti sempurna di depan rumah ketika Alex telah menaiki tangga menuju kamar tidur Hanna.
Alex berjalan cepat ke ruang pakaian di samping kamar tidur lamanya, tetapi Hanna juga tidak ada di sana, karena sang duchess, seperti yang sudah dijelaskan Corazon sambil menangis, sudah pergi. Kemarin.
"Pergi kemana?" tuntut Alex tidak sabar.
"B- beliau tidak berkata apa-apa, Your Grace. Beliau mengatakan meninggalkan surat untuk Anda di meja tulis."
Pelayan rumah Alex yang tadinya setia, mulai menunjukkan perasaan sayang mereka pada Hanna. Keberpihakan itu jelas sekali ditangkap Alex.
Ia berjalan kaku ke meja tulis Hanna. Meja itu kosong, kecuali selembar kertas biru yang diremas di atas laci. Alex benci harus menyentuh surat itu lagi, tetapi ia membentangkannya dan memaksa diri membacanya kalau-kalau Hanna menuliskan sesuatu yang lain. Hanna tidak melakukannya.
Itu hanya cara Hanna memberitahukannya bahwa wanita itu telah menemukan penyebab kemarahan Alex. Pria itu menjejalkan surat itu ke saku dan berbalik menuju ambang pintu.
__ADS_1
"Aku akan pindah ke kamarku sendiri," geram Alex lirih pada Corazon. Keluarkan barang-barang ku dari sana."
"Dan dimana saya harus meletakkannya?" tanya Corazon dengan nada membangkang. Dia kesal pada majikannya itu, sejak menyakiti perasaan Hanna dan memperlakukan wanita itu tanpa perasaan.
"Kembali ke sini, sialan!" Alex sadar pelayan asal Irlandia itu menemukan sesuatu untuk ditertawakan dalam jawaban Alex, tetapi pria itu terlalu marah akibat gagal mendapatkan target asli untuk kemarahannya itu.
Alex sedang berjalan menyusuri koridor menuju sayap timur ketika menyadari sesuatu yang samar-samar terlihat berbeda pada surat di sakunya. Surat itu kini kotor seakan ada air yang menetes di sana.
"Air mata!" kata Alex dengan perasaan tidak keruan antara jijik dan merasa bersalah yang meresahkan. Banyak air mata.
Selama empat hari berikutnya, Alex menunggu istrinya yang kabur kembali bagai hewan kembali ke kandangnya. Ia yakin Hanna akan kembali setelah sadar Alex tidak pergi mencarinya karena panik mengkhawatirkan kondisi rentan wanita itu. Hanna pasti kembali!
Bagaimanapun, siapa yang akan melindungi Hanna dari suaminya sendiri tanpa melanggar hukum Inggris? Mertuanya pasti dengan bijak untuk menyuruh Hanna kembali pada suaminya, tempat Hanna seharusnya berada.
Ketika Hanna tidak kembali pada hati kelima, Alex merasakan amarah yang lebih besar dari apa pun yang pernah dirasakannya seumur hidup.
Hanna tidak mungkin mengunjungi seseorang selama ini. Demi Tuhan, Hanna benar-benar sudah meninggalkan ku!
Alex nyaris tidak bisa menahan amarah. Persoalannya akan jadi berbeda jika ia yang meninggalkan Hanna, di sini dia lah yang menjadi korban, dirinyalah yang menjadi pihak yang terluka di sini.
Keyakinan Alex akan Hanna yang sudah pulang ke rumah ayah mertuanya sangat besar, dan yang membuat Alex semakin marah, Stuart sudah sangat bodoh membiarkan Hanna tetap di sana.
Alex memerintahkan kereta disiapkan dan kuda dipasang, lalu membentak Cadbury, meminta kepala pelayan itu menugaskan kusir handal mereka. "Aku ingin tiba di rumah keluarga Jhonson dalam waktu enam jam. Tidak lebih lambat satu menit pun!"
Melihat senyum lebar Tom, si kusir handal, yang penuh arti, Alex nyaris bertanya-tanya apakah kusir itu tidak tahu ke mana Hanna pergi.
Dari Tom lah, Alex mengetahui bahwa Hanna menyuruhnya mengantar sang duchess ke tempat penginapan pertama dalam perjalanan kembali ke London, tempat Hanna, menurut pemilik penginapan menyewa kembali sebuah kereta.
Apa yang dilakukan Hanna berkeliaran di pedesaan, sendirian dalam keadaan mengandung anak Alex? dasar bodoh! Si bodoh keras kepala dan menjengkelkan! Si bodoh yang cantik, dan sangat dia cintai!
__ADS_1
Stuart sendiri yang keluar menyambut kedatangan menantu kebanggaannya, tersenyum lebar sementara Alex turun. "Selamat datang... selamat datang," sapa Stuart ramah, menatap penuh harap ke arah pintu kereta yang terbuka. Bagaimana keadaan putriku? Di mana dia?"