
Sikap penurut Hanna memberikan satu keyakinan pada Alex, kalau gadis itu sudah membuka hati untuknya.
Pagi ini Alex menghadiahi beberapa buku untuk Hanna, pelayannya menyampaikan lengkap dengan sebuket bunga.
Ketika pelayanan itu menyatakan niatnya yang kebetulan di hadapan semua anggota keluarga, Catherine menatap tajam pada Hanna, seolah mengingatkan akan perjanjian mereka kemarin malam.
"Ini dari tuan Claymore. My Lord juga ingin menyampaikan pesan, bahwa beliau saat ini sedang dalam perjalan ke London mengantarkan Duchess of Claymore ke kembali ke London," ucap Catburry, turun tangan mengemban tugas ke rumah Jhonson.
Ema menahan nafas, tidak ada yang bisa mereka perbuat. Perkataan seorang Duke adalah sama dengan perintah raja, terkabul Alex bukan sembarang Duke.
Hanna melirik wajah Catherine yang tertunduk sedih. Belum berjuang, dia sudah kalah langkah.
"Sampaikan ucapan terima kasih ku, pada His Grace, tapi maaf, aku tidak bisa menerima ini. Silakan bawa kembali," ucap Hanna lantang. Dia tidak ingin Catherine menganggapnya tidak punya pendirian. Dia sudah berjanji akan menjaga jarak dan akan menjauhi Alex sampai Catherine mendapatkan kejelasan.
"Hanna, apa yang kau katakan?" Ema memekik kaget. Sikap Hanna tentu saja bisa membahayakan keluarga mereka jika sampai Duke of Claymore.
"Kenapa, Mama? apa aku salah. Aku tidak butuh pemberian dari His Grace. "Oh, iya Catburry, sampaikan pada His Grace, kalau sebaiknya dia lebih memperhatikan calon istrinya, bukan gadis lain!" Hanna menekuk kakinya setelah mengucapkan itu, lalu pergi ke kamarnya.
Hanna meremas gaunnya. Kenapa perasaannya sesakit ini membayangkan betapa Alex akan kecewa karena sudah menolak pemberiannya.
***
Kabar mengenai Hanna menolak perhatian Duke Of Claymore sudah sampai ke telinga semua penduduk desa Holy.
Saat Alex tiba kembali di desa itu, dengan segudang rindu untuk Hanna, justru ejekan, cibiran bahkan hinaan atas statusnya yang dia dapat.
Alex memutuskan untuk singgah di klub yang biasa dia datangi bersama teman-temannya. Di sana dia sambut oleh Sebastian dan Andrew serta beberapa teman lainnya.
"Kau sudah tiba? kami pikir kau tidak akan muncul lagi di desa ini," ledek Sebastian tertawa dan juga diiringi tawa dari teman-teman yang lain.
Heran dengan sumber tawa mereka, Alex hanya duduk di sebelah Sebastian dengan kening berkerut. "Ada apa ini?"
"Jangan bilang kau tidak tahu berita besar tentang mu?" celetuk Perguson tertawa. Alex langsung mendaratkan kaki panjangnya di tulang kering pria itu hingga tawanya terhenti dan berganti menjadi rintihan kesakitan.
__ADS_1
"Katakan ada lelucon apa ini, Tian!" hardikan Alex menandakan pria itu sudah tidak ingin mendengar candaan mereka lagi.
"Seluruh pengisi desa ini sudah tahu perihal Lady Hanna yang menolak mu. Bahkan rumors mengatakan kalau kau pria menyedihkan yang mengemis cinta padamu, sangat frustrasi hingga demi ingin di dekat dengan Hanna, kau rela menikahi Catherine," terang Sebastian.
"Tidak hanya itu, gosip di desa ini sudah menyebutkan kau bahkan tidak punya harga diri, mengemis cinta padanya," lanjut Simon.
"Dan perlu kau ketahui, para wanita di sini sudah memandang rendah statusmu, mengatakan kau hanya pembual, pamor mu sebagai Casanova diragukan karena hanya mendapatkan Hanna saja, kau tidak mampu" tambah Andrew tertawa puas. Alex terdiam sesaat, merangkai setiap ucapan sampah para sahabatnya, rahangnya mengeras. Kini dia paham, dan satu orang yang bisa menjelaskan padanya adalah pelayanan sebelum dia menuntut penjelasan dari gadis nakalnya.
Kusir memacu cepat kuda milik Alex sesuai perintah tuan besar. Alex ingin segera tiba di rumah dan mengintrogasi Catburry.
"Anda sudah kembali, Tuan,"
"Hentikan basa basi itu. Katakan padaku, apa yang dikatakan Lady Hanna?" Alex duduk dengan kesal, menghentakkan sepatunya pada lantai marmer.
"Lady Hanna menolak pemberian, Anda, Your Highness," ucap Catburry ciut. Dia tahu saat akan menyampaikan ini, tuan nya akan sangat marah. Sedikit banyak membuat Catburry membenci Hanna.
"Lalu..?" desak Alex masih ingin mendengar. Dia akan mencekik wanita itu jika sampai mempermainkannya.
"Siap kan pakaian ku, kita akan 'berkunjung' ke kediaman keluarga Jhonson. Sepertinya lidah putri sulungnya benar-benar tidak bertulang!"
***
Wajah pucat dan rasa gugup Ema tidak bisa disembunyikan lagi, saat menyambut kedatangan Alex. Wanita itu jelas tahu alasan kedatangan Alex malam ini.
Begitu pun dengan Stuart, dia hanya berusaha menyembunyikan rasa gugupnya berhadapan dengan Alex yang dengan santai sudah duduk di sofa, mengangkat satu kakinya dan meletakkan di atas kaki satunya sebagai tumpuan.
"Anda ingin secantik kopi, my Lord? atau teh barang kali?" tawar Ema salah tingkah.
"Tidak perlu. Aku hanya ingin bicara dengan Lady Hanna jika di perbolehkan," sahutnya santai namun penuh ketegasan dan juga kuasa.
"Dia...," ucapan Stuart menggantung.
"Maaf My Lord, Hanna sedang tidak enak badan," sambar Ema memutus kalimat suaminya.
__ADS_1
"Benarkah? sayang sekali kalau begitu," Alex menarik simpul senyum di bibirnya. "Catburry, segera utus orang untuk menjemput dokter keluarga ke London,"
Seketika ketegangan di seluruh saraf suami istri Jhonson itu meningkat drastis. "Itu..tidak perlu, Tuan," sahut keduanya bersamaan.
"Tentu saja perlu. Kalian tahu kan hukuman kalau berbohong pada seorang Duke?"
"Kami..maaf kan kami, Tuan," sahut Stuart merasa bersalah. Dia hanya ingin menyelamatkan putrinya dari amukan penguasaan ini.
"Anda mencari saya, Tuan?"
Senyum tipis melengkung di bibir pria arogan itu. Dia tahu, gadis segudang ide itu pasti akan turun. Tanpa menoleh, Alex melepas senyum mengejeknya.
"Aku pikir kau tidak punya keberanian untuk menemuiku, Miss Jhonson," ucapnya sarkas.
"Papa, mama, bisakah meninggalkan kami berdua," gumam Hanna lemah. Dia tidak ingin pria itu nantinya memaki di depan orang tuanya. Biarlah kemarahan Alex dia sendiri yang akan menanggungnya.
"Tapi, Han..," Ema sangat mengkhawatirkan putrinya.
"Tenang saja, Ma. Aku bisa mengatasinya. Mama dan papa tinggalkan kami,"
Walau berat hati, toh, suami istri itu harus pergi dari sana. Hanya berdoa agar putri mereka baik-baik saja.
"Aku mendengarkan ," ucap Hanna duduk anggun di kursi tepat di hadapan Alex. Penuh keanggunan, cantik namun tegas. Karakter yang sangat disukai dari gadis itu.
Hanya Hanna Jhonson yang bisa dengan tenang saat menghadapi amarah Duke of Claymore.
Ini mungkin hukuman dari Alam, membuat seorang Claymore tergila-gila dengan gadis keras kepala ini. Banyak gadis yang dengan suka rela melemparkan diri mereka pada Alex, tapi kenapa hati pria itu hanya tertawan oleh gadis yang kini dengan tegas menantangnya untuk mencium bibir ranum itu!
***
Mampir genks 🙏
__ADS_1