My Crazy Lady

My Crazy Lady
Bab 35 ( MCL)


__ADS_3

Hanna setengah berlari kembali ke acara itu, Lady Abigail mencarinya, itu yang disampaikan Julia padanya, yang uh..sialnya menangkap basah Alex dan Hanna akan berciuman lagi.


"Katakan padaku, kalau yang aku lihat tadi adalah sebuah ciuman," desak Julia untuk ketiga kalinya. Hanna berhenti, menghadap ke arah Julia, menarik nafas lalu mulai menghembuskan nafasnya.


"Ya, Julia. Itu tadi ciuman," ucap Hanna terdengar frustrasi. Betapa nelangsanya menginginkan pria yang tidak mungkin bisa kita dapatkan.


"Kau berciuman dengan Alex, lalu bagaimana dengan Will?" tanya Julia dengan wajah marah. Siapa pun pasti pernah mendengar cinta itu buta, dan saat ini Julia memang benar-benar buta. Dia membenci Hanna karena sudah mengkhianati kepercayaan Will dengan berciuman dengan pria lain.


Bagi Julia, Will sangat berharga, dan tidak seorang pun yang pantas menyakitinya, tidak juga seorang Hanna white yang dicintai oleh Will. Memikirkan Will akan sakit hati, kecewa dan bahkan bisa putus asa karena cintanya yang dikhianati membuat Julia sangat marah. Dia tidak ingin siapa pun menyakiti Will.


"Kenapa kau jadi marah? kau sahabatku." Hanna mengernyitkan keningnya. Julia tidak pernah tempramen seperti sekarang ini. Perlahan kening Hanna yang tadi berkerut, mulai rata, satu kesimpulan muncul dalam pikirannya.


"Oh my God. Jangan bilang kau menyukai Alex?"


"Dasar gila! Mana mungkin aku menyukainya, young lady!" umpat Julia memutar bola matanya.


"Lalu kenapa kau jadi sangat marah?"


"Karena aku tidak ingin kau menyakiti William!"


"Julia... kau?"


"Jangan berpikiran aneh-aneh lagi, Han, atau aku akan memukulmu! Kita bertiga adalah sahabat baik," ujarnya pelan.


"Maafkan, aku Julia. Kau benar. Aku tidak seharusnya mengkhianati Will." Hanna tertunduk lesu.

__ADS_1


"Benar, dan kau harus sadar, His Grace walau sudah punya kekasih Iris Lancaster, tapi Lady Abigail sudah menjodohkan nya dengan Ophelia Duncan, putri Duke of Edinburgh," terang Julia yang membuat bola mata Hanna kembali terbelalak.


"Kapan Lady Abigail mengatakan hal itu?"


"Menurutmu, alasan beliau memanggilmu untuk apa? agar rumors mengenai perjodohan dengan putri keluarga Jhonson benar-benar berakhir, agar keluarga Edinburgh rela menyerahkan putrinya."


Hanna menatap lurus ke depa sana. Matanya melihat kumpulan keluarga bangsawan yang bergembira, tertawa dengan ucapan salah satu dari mereka. Benar, Hanna tidak mungkin pantas bersanding dengan Alex jika masih ada putri para bangsawan yang berduit yang jauh lebih kaya dari keluarganya.


Tawa Alex yang menggema mendengar ucapan bibinya, membuat hati Hanna sekon tersisih. Masalah Iris saja belum selesai, udah muncul kandidat baru yang jauh lebih unggul.


Dia ingat, sebelum berpisah tadi, Alex sempat meminta waktu padanya untuk menegaskan pada Iris, dan kini, apa gunanya? kalau pun dia bisa lepas dari Iris, masih ada putri bangsawan lainnya.


Berhentilah mengharapkannya, Hanna..


"Hai, Miss Jhonson, boleh kah aku mengajakmu berdansa?" seorang pria tampan mendatangi Hanna dan Julia yang saat itu terpaku pada gerakan Alex dan lady Edinburgh.


"Pssst..kenapa kau selalu saja mengatakan apapun sesukamu tanpa memikirkan dampaknya? dia adalah Duke of York, masih keluarga kerajaan," bisik Julia mencubit pinggang Hanna.


"Auw, tapi kenapa kau harus mencubit ku?"


"Agar kau sadar siapa yang menjadi lawan bicaramu, Hanna"."


"Maafkan kan aku my Lord, aku tidak mengenal anda." Hanna pun menekuk kakinya sebagai permintaan maaf.


"Baiklah, untuk menebusnya, aku ingin mengajak mu berdansa," sambar pria itu. Hanna menatap bola mata indah, wajah tampan pria itu bahkan mirip dengan aktor Robert Pattinson, si pemain twilight. Tidak ada wanita yang tidak akan tertarik padanya.

__ADS_1


"Tapi teman saya.."


"Pergi lah, Hanna, aku akan di sini menunggumu kembali," sahut Julia cepat. Gadis itu tidak ingin mendapat masalah oleh pria itu. Hanya Hanna Jhonson yang tidak mengenal Duke of York, pria berkuasa yang masih punya hubungan keluarga dengan Raja Inggris itu, jarang menunjukkan rasa tertariknya pada wanita.


Sebastian pernah bercerita, hanya ada dua pria yang paling diminati di London, Duke of Claymore pada peringkat pertama dan yang kedua Duke of York. Bedanya kalau Alex merupakan gambaran iblis, Eduard justru adalah malaikatnya. Pria tampan itu terkenal akan kelembutannya. Namun, tidak sembarang orang bisa mengambil perhatiannya. Banyak wanita mengatakan dia sebagai pria membosankan, kutu buka dan hanya berkutat dengan bisnis, sementara gadis-gadis London mendambakan pria yang nakal dan bisa memuaskan di tempat tidur.


Hanna menerima genggaman tangan Eduard, mengikuti langkah pria itu menuju lantai dansa. Perhatian tamu undangan terpecah pada mereka, tidak hanya Alex dan Putri Duke of Edinburgh lagi yang menjadi pusat perhatian. Ophelia merasa terganggu karena ucapannya tidak diperhatikan oleh Alex lagi, karena pria itu kini tengah memandang Eduard dan Hanna dengan tatapan mengerikan.


Mengikuti kata hatinya, Alex ingin sekali mendekati mereka menarik tangan Hanna keluar dari arena dansa, tapi akal sehatnya melarang. Itu akan membuat skandal besar, selain nama baik Hanna tercoreng, Lady Abigail yang menjadi tuan rumah juga pasti akan sangat malu sekali.


Dengan keterpaksaan, Alex menghabiskan satu putaran lagu itu. Matanya terus mengawasi gerakan mereka. Hanna bukan tidak tahu tatapan pria itu mengintimidasi dirinya, tapi apa urusannya, dia juga tengah bersama gadis lain.


"Sampai kapanpun aku tidak akan mempercayai mu lagi, Alex!" umpatnya dalam hati melawan tatapan pria itu.


Beruntung, lagu itu usai, Alex dan semua pasangan yang berdansa bisa kembali ke tempatnya masing-masing.


"Terima kasih sudah mau menemaniku, Miss Jhonson," gumam Eduard mencium tangan Hanna.


"Well, tampaknya kau sudah menemukan satu lagi hati yang ingin kau patahkan, Miss Jhonson," ucap Alex yang sudah berdiri di belakang mereka dengan melipat tangan di dada.


Keduanya berbalik, menatap ke arah Alex. Baik Eduard sama sekali tidak pernah bersinggungan dengan Alex. Pria itu menghargai Alex, selain sesama Duke, Alex juga keponakan Lady Abigail, istri paman Eduard, yang artinya masih kerabatnya.


"Apa ada hal menarik yang ingin kau sampaikan, Claymore?"


"Semua hal akan menarik jika berhubungan dengan Miss Jhonson, benar, kan?" ucap Alex lebih ke Hanna. Menatap marah pada gadis itu. Alasannya hanya satu, dia tidak ingin gadis itu dekat dengan pria lain. Tapi Hanna si rakyat kecil hanya diam diantara kicauan kedua pria itu.

__ADS_1


"Kalau begitu akan dengan senang hati mendengarkannya walau menghabiskan waktu seumur hidupku," gumam Eduard tersenyum manis pada Hanna, semakin terpikat pada gadis itu.


"Dari semua yang hal menarik itu, hanya satu yang perlu kau ketahui. Gadis ini pintar sekali membuat pria jatuh cinta hingga bertekuk lutut padanya, lalu dengan menjentikkan jarinya.. bam! dia mematahkan hati itu!" ucapnya menatap netra Hanna dengan tajam, penuh kebencian.


__ADS_2