My Crazy Lady

My Crazy Lady
Bab 129 (MCL)


__ADS_3

Di luar koridor, Hanna berdiri di sana dan menatap pintu kayu ek itu. Tenggorokannya sakit matanya terasa pedih, tetapi dia tidak menangis! semakin Hanna berusaha menenangkan Alex dan berbicara dengan pria itu, Alex semakin kejam dan tidak rasional.


Dengan kaku, Hanna berjalan menyusuri koridor panjang untuk menyongsong akal sehat... tidak, bukan akal sehat, ini semua gila...!


Mery dan Corazon sedang bekerja di kamar utama, memindahkan pakaian Hanna ke ruang sebelah dan keadaan sangat berantakan. "Kalau kalian tidak keberatan," ujar Hanna sambil menarik nafas gemetar, "Aku.. aku ingin sendirian sebentar. Kalian bisa menyelesaikan ini nanti."


Mereka berdua terlihat begitu sedih dan bersimpati sampai Hanna tidak tahan lagi. Setelah mereka pergi, Hanna memandang ke sekeliling mencoba mencerna apa yang sedang sedang terjadi pada dirinya.


Alex benar-benar menyingkirkannya karena percintaan mereka berujung kehamilan.


Untuk pertama kali sejak semalam, Hanna merasakan sebuah amarah. Sejak kapan kehamilan menjadi sebuah kesalahan wanita? Dan apa Alex kira akan terjadi jika mereka bercinta? Walaupun lugu, Hanna tahu beginilah cara bayi dibuat!


Hanna ingin menyerbu kembali ke kamar Alex dan memberitahu pria itu soal ini.


Semakin lama berpikir, Hanna semakin marah. Dengan dagu terangkat, ia bergegas mendetingkan dan memanggil Mery . "Tolong setrika gaun sutra biruku," perintahnya. "Dan siapkan kereta setelah makan malam. Aku akan pergi keluar."


Empat jam kemudian, Hanna masuk ke ruang makan. Rambutnya diikat menjadi sanggul indah berhias rangkaian safir dan berlian, dengan ikal lembut di sekitar telinga.


Kalau mereka akan hidup sebagai orang asing, maka mereka bisa hidup sebagai orang asing yang akrab. Tetapi kalau Alex berpikir setelah Hanna melahirkan anak pria itu sendiri, lalu diizinkan berkunjung ke ranjang Hanna lagi, dan melanjutkan apa yang mereka tinggalkan, Well.., Alex belum mengenal Hanna dengan baik!


Hanya saja ketika Alex otomatis berdiri saat Hanna berjalan ke dalam ruangan, Hanna melihat pria itu dan merasakan sentakan rindu dan kebutuhan yang begitu kuat sampai Hanna merasa lunglai.


Alex sangat luar biasa, amat tampan hingga membuat Hanna berpikir, jika Alex tersenyum sedikit saja padanya, dia pasti akan segera menghambur ke pelukannya dan memohon padanya.. tetapi memohon apa? Memohon maaf karena mencintai Alex? Ataukah karena mengandung anak Alex?


Beberapa kali selama makan malam yang berlangsung dalam keheningan, Hanna sadar tatapan Alex terpaku sejenak di payu*daranya yang menonjol di atas gaun biru safir. Dan setiap kali Alex memalingkan wajah, Hanna merasa Alex lebih marah daripada sebelumnya. Hanna nyaris mengira apakah mungkin Alex sedikit cemburu.

__ADS_1


Bagaimanapun, ini pertama kalinya mereka menghadiri acara berbeda malam ini. Ketika tatapan Alex kembali terarah ke payu*dara Hanna, gadis itu bertanya polos, "Kau suka gaun baruku?"


"Kalau kau bermaksud memamerkan pesonamu kepada dunia, gaun itu sangat cocok," jawab Alex sinis.


"Apakah kau betah di kamar barumu?" tanya Hanna asal.


Alex mendorong piring ke samping seakan pembicaraan Hanna telah merusak selera makannya, lalu bangkit dari kursi. "Aku merasa kamar tidurku jauh lebih menyenangkan daripada kamar yang ku tempati sebelumnya," jawab Alex dingin.


Tanpa berkata apa-apa lagi, Alex berbalik dan berjalan keluar ruangan. Beberapa menit kemudian pintu depan menutup di belakang pria itu, dan Hanna mendengar bunyi kereta melaju pergi.


Hanna merasa hancur, mual dan merana. Tetapi dia pergi menghadiri pesta suami-istri Wilson dan sengaja tetap di sana sampai lewat tengah malam dengan harapan samar Alex mungkin tidak suka dia pergi hingga larut malam tanpa pria itu dan akan menemaninya lain kali.


Hanna sangat lelah, tetapi mendadak terbangun ketika kereta berhenti di depan Claymore, tepat ketika Alex turun dari kereta.


"Aku tidak akan bisa keluar lagi jika kondisiku mulai terlihat jelas," ujar Hanna, lalu dengan keras kepala menyentakkan kepala dan menambahkan, "Lagi pula, aku bersenang-senang!" Hanna tidak terlalu yakin, tetapi ia rasanya mendengar Alex menyumpah pelan.


***


Keesokan paginya, Hanna pergi ke istal dan ditolak mentah-mentah ketika meminta kuda., Ia sakit hati, bingung, dan marah. Ia juga malu, sama seperti sama seperti pengurus kuda yang memberitahu Hanna bahwa itu merupakan perintah His Grace.


Hanna terlalu tertekan untuk memikirkan tindakannya. Tanpa berkata apa-apa, dan terlihat sangat mirip duchess muda, ia berbalik dan bergegas menuju rumah, melewati pintu depan, dan menyusuri koridor ke arah ruang kerja Alex, yang dimasuki Hanna tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Alex sedang rapat bersama sekelompok pria yang duduk membentuk sebuah lingkaran di meja kerja pria itu. Mereka semua bangkit berdiri kecuali Alex yang berdiri dengan keengganan yang kentara.


Seraya tersenyum manis kepada para pria yang terkejut itu, Hanna berkata, " Maafkan saya, gentleman, saya tidak tahu suami saya sedang menerima tamu." Lalu kepada Alex Ferguson yang berdiri kaku di belakang meja kerja, "Ada kesalahpahaman di istal. Sepertinya tidak ada yang tahu bahwa Buckbeak adalah milikku. Apakah aku harus memberitahu mereka atau apakah kau lebih suka menjelaskan soal itu?"

__ADS_1


"Jangan coba-coba, berpikir menunggangi kuda itu!" ujar suaminya dengan suara mengerikan.


"Maafkan aku karena mengganggu rapatmu," kata Hanna, wajahnya panas akibat malu karena Alex berbicara kepadanya di depan orang asing dengan nada merendahkan.


Hanna berlari ke kamar. Ini gila, kejam, dan tidak masuk akal. Sekarang Alex ingin melarangnya melakukan apa pun untuk mengisi waktu.


Alex ingin merampas setiap kesenangan Hanna dalam kehidupannya. Hanna melepas topi berkuda. Ia membenci mengenakan topi konyol itu sementara setengah dari kesenangan berkuda adalah merasakan angin menerpa rambutnya. Ia maju dua langkah ke ruang pakaian, bermaksud bertukar pakaian, tapi berubah pikiran.


Ia menyerbu kembali ke istal, melayangkan tatapan yang sangat angkuh ke arah pengurus kuda yang pertama melangkah ke hadapan Hanna hingga pemuda itu mundur, lalu Hanna berjalan ke kandang Buckbeak.


Ia menyikat Buckbeak sendiri. Ia memasang tali kekang Buckbeak sendiri, lalu berjalan ke rak tempat pelana disimpan dan menariknya turun.


Hanna semakin berani. Bagaimanapun, tidak seorang pun yang berani menyentuh Hanna untuk mencegahnya melakukan apa pun yang ingin ia lakukan.


Butuh tiga kali percobaan untuk mengayunkan pelana samping yang berat itu ke atas punggung Buckbeak, tetapi akhirnya Hanna berhasil.


Ia mengencangkan tali kekang semampunya lalu menuntun Buckbeak keluar kandang.


Hanna berkuda selama tidak jam. Ia lelah setelah satu jam pertama, tetapi tidak ingin kembali. Begitu melaju pergi bersama Buckbeak, Hanna tahu Alex akan diberitahu soal tindakan ini, dan Hanna takut menghadapi Alex.


Hanna telah membayangkan konfrontasi yang akan terjadi. Ia tidak mengira mendapati Alex menunggunya di istal. Alex berdiri di sana dengan sebelah bahu disandarkan dengan santai di pagar bercat putih, raut wajah pria itu tenang selagi berbicara dengan kepala pengurus kuda.


Dalam hati, Hanna mengernyit melihat Alex. Hanna tahu penampilan santai dan terkesan malas itu hanyalah ketenangan dari luar, di baliknya, terpendam amarah berbahaya yang akan dilampiaskan Alex kepadanya.


Sementara Hanna berderap melewati Alex, pria itu mengulurkan tangan dan dengan gerakan pura-pura santai menangkap tali kekang Buckbeak, menyentakkan kuda itu sampai berhenti. Tatapan Alex terlihat mengerikan dan suaranya begitu dingin, begitu lembut sampai jantung Hanna berdebar takut. "Turun!"

__ADS_1


__ADS_2