My Crazy Lady

My Crazy Lady
Bab 22 (MCL)


__ADS_3

Hari yang dinanti seluruh keluarga Jhonson tiba. Mungkin tidak semua, karena salah satu anggotanya tidak terlalu memusingkan acara malam ini. Orang itu adalah Hanna.


Benar, dia sama sekali tidak perduli apakah acara malam ini akan benar terjadi atau pun tidak, namun kini dia sudah duduk di sepan cermin setelah mengenakan gaun indah, dan lagi-lagi hasil rancangannya sendiri.


Dua Minggu lalu, seorang penjahit yang di utus oleh Alex datang ke rumah mereka. Membawa banyak kain untuk dijahitkan menjadi baju. Hanna memilih beberapa lembar yang menurutnya memang sangat bagus, lagi pula dia saat itu diawasi oleh ibundanya.


Penuh kesigapan, penjahit itu mulai mengukur tubuh Hanna. Namun, setelahnya, Hanna justru meminta ukuran itu, dan mengatakan akan membuat sendiri pakaiannya nanti.


"Jangan bercanda, kau akan mempermalukan dirimu," serang Ema yang tidak mau menerima terjadi hal yang bisa mempermalukan keluarga Jhonson atau pun Claymore. Mereka tidak bisa membalas kebaikan hati Margaret yang sudah jadi sponsor untuk debut Hanna nanti.


"Tenang saja, Ma. Aku juga tidak mau mempermalukan diriku di hadapan 200 ratus orang tamu undangan," gumamnya masih menimbang warna kain mana yang akan dia jahit lebih dulu.


Ema dan Stuart merasa gembira akan acara malam ini karena berhasil memperkenalkan putri sulung mereka, dan itu salah satu cara menepis anggapan masyarakat setempat yang mengatakan kalau Hanna kena kutukan hingga menjadi gadis lemah dan hanya mengurung diri di kamar saja.


Sementara bagi Catherine, acara debut kakaknya adalah jalan baginya mengamankan posisinya menjadi calon istri Alex. Jika acara ini sukses, maka akan banyak pria terhormat, baik dari desa ini atau pun desa sebelah, yang melirik Hanna, dan siapa tau lamaran segera datang ke rumah mereka.


Bahkan menurut penuturan Lady Margaret, akan banyak tamu undangan yang juga akan datang dari London. Teman dan juga kolega Alex yang ingin liburan ke desa, mengatakan kesediannya mereka untuk memenuhi undangan itu.


Kalau Hanna mahir dengan riasan di wajah dan juga memilih pakaian, Mery ahlinya dalam menata rambut. Lihat lah hasil karya gadis itu, dengan tangkas memilin rambut Hanna menjadi ikal-ikal indah berlilit untaian berlian.


Saat polesan lipstik dioleskan di bibirnya, pintu kamar yang di tempati Hanna terbuka, Ema masuk mengatakan ini sudah waktunya.


Dua hari menjelang debutnya, Lady Margaret meminta mereka untuk datang dan tinggal di rumah mereka yang sekaligus menjadi tempat acara itu berlangsung.

__ADS_1


Hal itu lah yang pada awalnya memberatkan Hanna untuk datang, tapi ternyata alam masih berpihak padanya, Alex selama hari itu juga berada di London, mengurus tanah yang baru saja dia beli. Hanna dengar, pria itu kini sedang merambah usaha di bidang perhotelan. Jadi hingga detik ini mereka belum sempat bertemu.


Hanna malah berharap, kalau tuan sok tahu itu berhalangan hadir malam itu, biar lah dia di London saja selama acara ini berlangsung. Namun, 20 menit sebelum Mery menata rambutnya, gadis itu membawa kabar kedatangan sang Duke di rumah ini.


"Kau sempurna, Sayang. Ibu bangga padamu. Semoga malam ini bintang mi bersinar, dan akan ada pria yang mau padamu," ucap Ema terharu. Setitik air mata menggenang di sudut matanya.


Ibu tenang saja. Tidak karena malam ini pun, aku sudah di lamar oleh seorang Earl!


Pemikiran itu membuatnya tersenyum. Ema pikir itu balasan untuk perkataannya hingga membalas dengan senyuman.


Kedua keluar dari dalam kamar. Walau tidak perduli akan acara ini, tapi tidak bisa dipungkiri, Hanna sangat deg-degan. Dia belum pernah di hadapkan dengan acara seperti ini.


Well, dia mungkin pernah membaca sedikit di sejarah dan kebudayaan Inggris, tapi untuk terjun langsung, sama sekali belum ada gambaran.


Langkah demi langkah Hanna diiringi oleh debar jantungnya sendiri. Tepat saat dirinya berada di atas anak tangga teratas, semua pasang mata tertuju padanya, membuat Hanna semakin gugup.


Musik sudah dimainkan. Alunan biola dan piano mengiringi langkah anggun Hanna di sisi ayahnya. Penuh keberanian, Hanna menantang ratusan pasang mata itu, tanpa mencoba berkedip sedikitpun.


Tepat di bawah anak tangga terakhir, orang pertama yang Hanna lihat adalah Alex. Tersenyum padanya dengan tatapan penuh kebanggaan. Wajah Hanna memanas hanya dipandangi oleh pria itu. Seolah hanya pendapat pria itu yang penting.


Lady Margaret maju, mendekati Hanna dan mulai bicara. Rentetan kalimat yang memperkenalkan Hanna, putri sulung dari keluarga Jhonson, umur dan juga beberapa kegemaran gadis itu.


Hanna melihat antusias orang-orang yang mulai mendekat, ingin melihat penampilan Hanna yang sangat berbeda. Mulai dari cara berpakaian, dandanannya, semua terlihat asing, namun, sangat cantik menawan. Bisik-bisik pun dimulai, ada yang mengungkapkan hal positif namun, tidak sedikit yang mencibir, terlebih dari keluarga tetangga mereka di desa, yang iri pada Stuart dan Ema karena mendapatkan sponsor sebesar keluarga Claymore bagi debut anak mereka.

__ADS_1


"Aku tidak ingat, kalau kau punya putri secantik ini, Tuan Jhonson," ucap bapak walikota yang kebetulan mengenal Jhonson.


"Oh, terima kasih untuk pujian anda, dan terima kasih karena sudah mau datang ke pesta Hanna," balas Stuart sopan.


"Benar kata pak walikota, aku tidak menyangka ada permata indah dari desa Holy yang baru muncul ke permukaan," timpal pria yang dari penilaian Hanna merupakan orang penting dan bangsawan yang disegani.


Semakin lama, semakin banyak pria yang mendekat pada Hanna, tua, muda, singel atau pun yang sudah beristri, berebut untuk berkenalan dan mengambil simpati gadis itu.


Dari tempatnya, Alex hanya mengintai. Mereka boleh mendekat, sebatas menyentuh tangan Hanna, lebih dari itu, maka hukuman yang akan. mereka dapatkan.


Raut wajah bosan juga diperlihatkan gadis itu. Dia kenal karakter gadis nakalnya. Hanna pasti ingin sekali menyingkirkan semua pria itu. Alunan musik membawa ide pada Alex, tepat saat seseorang mengajak Hanna untuk berdansa.


"Maafkan aku, tuan. Keberuntunganku malam ini sebagai anak dari sponsor adalah, mendapatkan kehormatan menjadi pria yang berdansa dengan lady Hanna untuk pertama kali. Tangan gadis ini sudah diserahkan padaku untuk menemaninya berdansa," ucap Alex membawa Hanna ke tengah lantai dansa. Semua pasang mata tertuju pada mereka.


"Rileks saja, jangan gugup, aku akan menjagamu," bisik Alex sembari tersenyum menggoda.


"Kau baik sekali, My Lord. Tapi maafkan aku, kau harus tersiksa karena aku memang tidak bisa berdansa. Jika nanti kaki mu terinjak, maka tersenyum lah untuk ku!"


***


Mampir genks 🙏


__ADS_1


__ADS_2