
Ema Jhonson akhirnya siuman, setelah hampir 20 menit pingsan. Dekrit Duke of Claymore membawa guncangan hebat pada Ema.
"Kejar His Grace, katakan kita minta maaf atas kelancangan keluarga kita," ucap Ema mulai terisak. Tubuh wanita itu begitu lemah, bersandar pada headbed, meratapi nasib keluarganya yang di boikot Claymore.
"Biarkan saja, Mama. Memangnya kenapa kalau dia tidak ingin berhubungan lagi dengan kita, aku tidak peduli. Dasar pria brengsek!"
"Hanna, jaga mulutmu. Jangan sampai orang lain mendengar. Ini semua salahmu, kenapa kau melawannya," ucap Ema menghardik putrinya kesal. Tapi dia juga tidak bisa menyalahkan Hanna sepenuhnya, karena dia tahu alasan putri sulungnya itu demi kebaikan adiknya.
"Aku tidak takut," sambar Hanna kesal. Dia benci tindakan arogan Alex yang buat mama nya syok hingga jatuh pingsan. Tapi ini semua juga memang salahnya, hingga Catherine tidak jadi menikah dengan Alex.
"Catherine, aku minta maaf menghancurkan semuanya. Aku salah," Hanna memberanikan diri menyentuh tangan Catherine yang ada di pangkuannya. Sejak tadi gadis itu tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
Sentuhan tangan Hanna menyentak kesadaran Catherine dari lamunannya. Gadis itu mendongak menatap Hanna. Sejak remaja, ini adalah sentuhan pertama Hanna padanya.
Waktu kecil, keduanya begitu akrab, saling sayang, hingga tumbuh dewasa, Hanna yang tumbuh jadi gadis introvert membuat Catherine jadi malu, menjadi bahan olokan teman-temannya.
Setiap gadis yang ingin menjatuhkan atau mempermalukan Catherine, maka mereka akan menggunakan kekurangan Hanna sebagai senjata. Sejak itu Catherine membenci kakaknya dengan segala keanehan dan kekurangan Hanna.
Melihat reaksi Catherine yang diam, hanya memandangi tangan Hanna di pergelangan tangannya, Hanna ragu, ingin menarik kembali tangannya, namun, sebelum itu terjadi, Catherine sudah menggenggam kembali tangan Hanna.
"Aku yang salah kak. Ini semua karena salahku. Kalau bukan karena ketamakkanku, aku tidak akan menghalangi kalian. Karena menjaga perasaanku, kakak jadi dibenci His Grace," Catherine sudah menangis tersedu.
Ema yang melihat hal itu juga tak kuasa menahan air matanya. Akhirnya kedua putrinya kembali rukun. Memang setiap musibah pasti ada hal baik yang tersisa.
"Mama, aku juga mau mengaku, kalau malam saat acara pertunangan kak Hanna, aku lah yang sudah mencampurkan ramuan obat tidur pada minuman kakak, agar dia tertidur, hingga aku bisa menggantikannya," isak Catherine semakin kencang. Stuart yang baru tiba setelah mengantar dokter yang memeriksa Ema, terkejut mendengar pengakuan putri bungsunya.
__ADS_1
Selama ini, mereka beranggapan kalau Hanna lah yang mencuri hal Catherine, nyatanya justru yang sudah direbut haknya.
"Catherine, beraninya kau? Ya, Tuhan, apa yang akan kami katakan kalau sampai keluarga Claymore tahu kalau kau sudah menyabotase acara pertunangan kakak mu dulu?" pekik Ema menahan diri untuk mencubit Catherine.
"Maafkan aku, Ma. Aku hanya ingin menjadi duchess, agar bisa bersaing dengan dengan Annie," sahutnya.
Ema masih akan berkata lagi, menuntaskan semua kesal di hatinya, tapi Hanna segera menengahi. "Sudah lah, Mama. Mungkin jalannya harus begitu. Setidaknya dengan keadaan ini, kita bisa saling terbuka dan terlepas dari kungkungan pria arogan itu."
"Tapi bagaimana kalau kita semua di hukum?" Ema masih merasa khawatir berita apa yang akan datang pada mereka esok hari.
"Seburuk-buruknya, paling kita diminta untuk pergi dari sini. Tidak mengapa, kita bisa pergi ke Essex. Di sana masih banyak lahan untuk kita olah," ucap Stuart yang sudah ada di ambang pintu.
"Papa, aku minta maaf," ucap Catherine berlari memeluk papanya.
"Sudah lah, tidak apa,"
"Tentu saja tidak. Kau tahu, aku justru berterima kasih padamu, karena sudah menyelematkan ku dari pria itu. Kau tahu, aku bahkan hampir mengompol di celana, saking takutnya melihat amarahnya," terang Catherine akhirnya bisa tertawa.
"Kau masih bisa tertawa!" hardik Ema yang masih belum keluar dari rasa khawatirnya.
Keduanya kakak beradik itu melepas tawa mereka, tanpa beban, tanpa ada kebencian. Apa yang terjadi selanjutnya, biar semesta yang merancang.
***
Berkilo-kilo meter dari kediaman Jhonson, Alex menghabiskan malamnya dengan di temani minuman dan Sebastian. Memiliki keistimewaan sebagai anggota di klub itu, membuat Alex dengan mudah meminta pemiliknya untuk mengosongkan tempat itu, hanya untuk mereka bertiga.
__ADS_1
"Sudah lah, Lex. Jangan minum lagi, kau bahkan sudah muntah dua kali," kata Sebastian menjauhkan botol yang akan diambil pria itu.
"Kemarikan botol itu, atau kau akan ku hajar!"
"Tian, berikan saja. Aku tidak mau jadi samsak atas pria yang tengah putus cinta," gumam Andrew yang masih jelas didengar Alex.
"Apa maksud mu putus cinta? aku baik-baik saja! tidak ada gadis yang menolak Duke of Claymore!" ucapnya berdiri lalu menunduk ke arah Andrew, mencengkram kerah kemeja pria malang itu.
"Maaf kan aku, Lex. Aku salah bicara," ralat nya ketakutan. Siapa yang tidak mengenal Alex kalau sedang marah? bela dirinya diakui di London atau pun di desa ini.
"Akan aku buktikan, kalau dia tidak se berharga itu dalam hidup ku!" umpatnya menyambar botol yang sudah dia buka tadi, lalu menuntaskan isinya untuk masuk dalam perut.
Hingga pagi, Alex tidak henti-hentinya mengoceh. Semua minuman itu habis dibuatnya. Kedua sahabatnya ikut merana menemani pria yang sedang dilanda patah hati sebelum berkembang itu.
Dua hari setelah menjadi mayat hidup di kediamannya, Alex memutuskan untuk kembali ke Landon. Selain ingin menyelesaikan bisnisnya, dia juga ingin memberitahukan perihal pembatalan pernikahan dengan salah satu putri Jhonson.
Lagi pula, udara di pedesaan saat ini, tidak baik baginya. Beruntung selama dua hari itu dia bisa melewatinya tanpa melompat dari balkon rumah atau melompat ke jurang. Sakit hati dan juga kecewanya dibawanya dalam tidur berkepanjangan selama dua hari dua malam.
Mempertaruhkan nyawanya, Catburry membangunkan Alex. Selama masa bersemedi itu lah, Alex mulai menyadari satu hal. Kalau sampai ada yang melihatnya terpuruk, maka Hanna Jhonson akan semakin di atas angin.
Dia harus membuang gadis itu dari pikiran dan hatinya. Lagi pula, mana mungkin itu cinta, mereka baru satu bulan lebih mulai dekat.
"Mungkin itu hanya sebuah n*fsu. Ya, aku hanya penasaran bagaimana rint*hannya saat sedang di bawah tubuh ku!" ucapnya menenangkan hatinya.
Dengan pertimbangan itu, Alex pergi ke Landon, dan berencana tidak akan kembali ke Holy ville dalam waktu dekat ini.
__ADS_1
Secara tidak terorganisir, Catburry mengambil alih peredaman gosip mengenai tuannya. Tidak susah baginya, memutar balikkan kenyataan yang ada.
Kabar yang beredar saat ini adalah, Alexander Davlin Claymore, membatalkan rencana pernikahan dengan Lady Catherine Jhonson, karena Alex tidak ingin menikah dalam waktu dekat ini, dikarenakan kekasihnya, Iris Lancaster baru saja kembali dari Prancis dan akan melakukan perjalanan bersama sang Duke!