
Butuh beberapa saat bagi Alex untuk bereaksi, Hanna tampak sangat cantik, begitu muda dan rapuh, menghadapi Alex dengan sikap memberontak, hingga seperti macan betina yang sudah lelah harus bersikap bagaimana menghadapi situasi yang memojokkan dirinya.
Namun, kembali Alex mengingat ucapan si brengsek Peter Pattigrew, dengan lantang mengatakan semua bukti perselingkuhan Hanna dengan si brengsek Malory di depan teman-temannya, membuat Alex mengingatkan dirinya bahwa istrinya adalah penipu yang penuh perhitungan.
Reaksi dan jawaban Alex di klub tadi, semuanya demi menjaga nama baik istrinya. Dia tidak ingin siapapun di kota ini memandang hina Hanna. Dia tidak akan sanggup, tidak! Baginya kehormatan Hanna lebih dari apapun. Sialnya, walau harus menyakiti hatinya.
Bisa dia bayangkan pertemuan diam-diam Hanna dan Will. Darahnya mendidih, dia begitu dipermainkan, dianggap tidak berarti.
Will jelas-jelas tahu kalau penginapan itu adalah penginapan dengan penuh konotasi negatif. Hanya pasangan yang punya affair yang biasanya memilih untuk singgah di sana.
Walaupun begitu, amarah Alex sejenak diredakan oleh usul lancang Hanna agar dia mengurung diri di kamar ini bersama wanita itu.
Mengurung diri bersama Hanna?Ya Tuhan! Alex bahkan tidak tahan hidup serumah dengan Hanna. Membenci Hanna dengan menggebu-gebu, sekaligus amat sangat menginginkan Hanna sampai ia merasa tersiksa.
"Kalau kau meninggalkan estat ini lagi tanpa izinku, kau akan mendambakan 'kelembutan' yang ku tunjukkan padamu tadi, bahkan lebih dari itu. Jadi, jangan mencobaiku, Hanna!"
Alex sudah mengajarkan kepada Hanna untuk bangga pada kekuatan yang dimiliki wanita itu atas tubuhnya, dan satu ciuman brutal itu menunjukkan kepada Hanna, betapa Alex masih membingungkan dirinya.
Kesadaran itu membuat Hanna berani menatap Alex dan berkata dengan wajah sedikit memerah, "Aku sudah menginginkannya, My Lord."
Kemudian Hanna mulai membangkang, ia menambahkan seraya berbalik dan berjalan ke ruang pakaian, "Tapi, aku akan mematuhimu dan setidaknya meminta izin sebelum meninggalkan tempat ini."
Hanna mendengar pintu kamar tidurnya ditutup, lalu bersandar lemas di dingin ruang pakaian, lebih terguncang akibat konfrontasi itu dari pada yang diperlihatkannya.
__ADS_1
Ancaman asal-asalan tentang membakar rumah ini bukanlah alasan yang mencegah Alex mengurung Hanna di kamar tidur.
Hanna tahu, begitu pun Alex, pria itu bisa menahan Hanna dengan mudah di sini bersama pelayan setia yang bertindak sebagai pengawal untuk mencegah wanita itu melakukan sesuatu yang berbahaya. Tetapi Hanna mengejutkan Alex dengan mengundang pria itu untuk tinggal bersama dirinya di sini.
Ia bermain api, Hanna tahu itu. Iya tidak bisa mengambil risiko membuat Alex marah sehingga sehingga memutuskan untuk mengenyahkan dari hadapan pria itu.
Pikiran untuk kabur dari sana seperti yang sempat dia rencanakan sebelumnya, tampaknya tidak mungkin dilakukan. Jika dia masih ingin memperbaiki rumah tangganya, merebut kembali hati suaminya, maka Hanna harus berada di dekat Alex, sehingga ia bisa terus membangkitkan api gairah dalam diri Alex. Baik amarah atau ga*irah akan mendorong Alex bersikap diam.
Lagi pula, jangan pikir Hanna tidak tahu, banyak wanita singel ataupun yang berstatus istri orang yang ingin berada dalam dekapan Alex. Terkutuklah mereka!
Di sayap timur, Alex berbaring terjaga di tempat tidur, dengan muram memikirkan masa lalu dan masa depan. Saat ini, ia berhasil menemukan penjelasan atas setiap kata atau tindakan Hanna yang tidak mau dijelaskan wanita itu.
Kembali ucapan menyakitkan Peter Pattigrew mengambil alih akal sehat. Pria itu sudah dibutakan oleh amarah, rasa benci dan merasa dikhianati.
Andai mereka tidak tinggal serumah, mungkin Alex bisa mencari tempat untuk melampiaskan penderitaan. Ia bisa pindah ke rumah di kota, di Upper Brook Street, dan menjalani kehidupannya yang dulu, atau dia bisa pergi ke Prancis atau Spanyol selama beberapa bulan.
Itu tampaknya gagasan yang sempurna, tetapi Hanna sedang mengandung anaknya - seperti bisikan dalam hatinya yang menguatkan keyakinan, walau setelah mendengar ucapan Peter Pattigrew, rasa ragu itu kembali menyerang -, dan kalau-kalau ada komplikasi selama kehamilan, Alex tidak boleh berada jauh dari Hanna.
Tidak, rumah di kota akan lebih baik. Kebutuhan Alex akan pengalihan perhatian dan kebutuhan fisik bisa dipenuhi di London. Yan harus dilakukan Alex hanyalah mengajak Hanna ke beberapa acara selama satu atau dua bulan ke depan, lalu ketika ketika kehamilan Hanna mulai kelihatan, Hanna tida akan bisa bepergian lagi, sehingga tidak ada orang yang akan merasa aneh jika Hana tidak lagi terlihat bersamanya.
Kemudian, ketika mereka melihat Alex bersama wanita lain, para wanita tua cerewet akan berdecak kaget dan saling berbisik, 'Wanita yang bukan siapa-siapa' yang dinikahi Alex tidak bisa mempertahankan Alex dalam waktu lama, dan mereka semua sudah tahu beginilah akhirnya. Gagasan busuk itu membuat Alex malam itu sedikit gembira.
Alex berharap Hanna mengandung anak laki-laki, karena hanya itulah kesempatan Alex mendapatkan ahli waris. Kalau tidak, ia akan membiarkan sepupunya, sekaligus anak angkat ibunya, Stephen menghasilkan ahli waris.
__ADS_1
Syukurlah Alex bisa mengandalkan Stephen untuk itu. Tanah dan gelar ini selalu dipegang oleh seorang Claymore dan ayah Alex adalah satu-satu anak laki-laki di antara lima saudaranya.
***
Keesokan paginya, Hanna menulis surat dengan kata-kata yang dipilih dengan hati-hati kepada Alex yang menyatakan bahwa orang tua Lord Archibald akan merayakan ulang tahun perkawinan dan Hanna sudah berjanji kepada Miranda untuk menghadiri pesta besar itu malam ini, dan Hanna sangat menghargai jika Alex bersedia mendampinginya.
Ia mengirim surat itu ke sayap timur melalui Corazon, lalu mondar-mandir menunggu jawaban Alex.
Dengan jari gemetar Hanna membuka surat pada bagian bawah, tempat terdapat balasan ketus dalam tulisan tangan Alex yang tebal.
'Beritahu pelayanku, apakah pakaiannya resmi atau tidak ' Hanna melipat kembali kertas itu, membawa ke dadanya, mendekap dengan tertawa gembira. Di sudut matanya ada cairan bening, yang disekanya dengan telunjuknya.
Malam itu, Hanna menghabiskan lebih banyak waktu dalam hidupnya untuk berdandan. Mery mengatur rambut Hanna menjadi sanggul rumit dihiasi emas milik nenek Hanna. Menempel di sela dada payu*daranya, sebuah liontin topas sederhana yang dikelilingi deretan berlian milik neneknya juga.
Ia memang sengaja tidak menggunakan perhiasan keluarga Claymore. Bahkan, ia tidak menggunakan cincin pertunangannya yang indah. Tidak sampai disitu cara Hanna ingin menunjukkan sikapnya pada Alex. Sempat terpikir untuk beberapa menit, Hanna ingin melepaskan cincin kawin emasnya, tetapi tidak bisa melakukannya, ada perasaan sakit dan tidak nyaman jika sampai melepaskan benda yang baginya amat sakral itu.
Alex berdiri di ujung ruang duduk bernuansa putih dan emas, menatap muram ke luar jendela dengan segelas wiski di tangan, tampak sangat luar biasa dalam balutan pakaian resmi berwarna hitam.
Dengan sorot jail di mata, Hanna berjalan ke ruang duduk dalam balutan gaun sifon yang berkilau dan berhias emas. Hanna tidak melepaskan selendang keemasannya disampirkan di dada, yang membentuk setengah lingkaran di punggung dan tidak berniat melepaskannya sampai mereka tiba di rumah orang tua Miranda.
**
Dukung novel aku terus ya, makasih🙏♥️
__ADS_1