My Old Wife

My Old Wife
Season 2 – Part 1 Candy Love


__ADS_3

~Pelangi akan terbit setelah hujan, sama halnya dengan cinta yang akan bersemi setelah badai menerjang~


^^^As-Sana


^^^


***


Jam berdentang nyaring, menandakan waktu sudah lewat tengah malam. Angga membuka mata, ia enggan tertidur lagi setelah pergumulannya dengan Keisha. Istrinya itu masih setia terlelap dalam selimut. Sejenak tubuh Angga bergeming, menggeser tangannya yang dijadikan bantal kekasih hatinya. Lelaki itu tersenyum tidak jelas menyadari ia terlalu banyak membuat ruam di leher seputih salju milik Keisha.


Mengingat tentang Hasa, Angga hampir lupa janji rahasia yang ia berikan pada bocah gembul itu. Dengan hati-hati pria berparas menawan tersebut memakai kembali pakaianya, menyingkap selimut menuruni ranjang.


Sepelan mungkin Angga memutar kenop pintu agar putri tidurnya tidak terbangun. “Maaf Nyonya, aku harus menepati janjiku pada Panda kecil,” pamitnya tersenyum manis mengambil kotak penuh berisi cokelat. Kakinya mulai berjalan menuju ke kamar Hasa yang terletak di seberang tangga.


Sesampainya di sana, Angga menemukan Hasa tidur terlentang ditimpa boneka beruang kesayangannya. Lelaki yang telah menjadi seorang ayah itu terkekeh menaikkan kaki Hasa yang menggantung keluar dari ranjang. “Hasa, Ayah datang,” bisiknya halus mencolek pipi sang putra. Namun, anak kecil itu cuma mengeram tak mau membuka mata. “Hasa, waktunya untuk memakan cokelat,” tambahnya lagi memainkan cuping hidung Panda kecil yang terlelap.


Karena tak segera mendapatkan respon, Angga membuka sebungkus cokelat koin menempelkannya pada bibir mungil Hasa. Anak itu mulai menjulurkan lidahnya menjilat makanan manis kesukaannya. “O – kat,” gumamnya masih menutup mata meneteskan air liur.


Angga menarik pipi bocah itu karena gemas. Hasa mulai menangis akan tetapi buru-buru Angga menutup mulutnya. Membungkam mulut Panda kecil agar tidak bersuara terlalu keras dan membangunkan ibunya.


“Hust … nanti Ibu dengar, hmm.” Hasa membuka mata tertawa cekikikan menjilat bekas cokelat di mulutnya.


“Kau suka?” tanya Angga memastikan. Hasa mengangguk sebagai balasan.


“Baiklah sekarang bangun terlebih dahulu, kita makan cokelatnya sama-sama,” tambah Angga mendudukkan bayi besarnya di badan ranjang mulai membuka semua bungkus kertas emas di setiap buah cokelat yang ada. Ia menyuapkan satu per satu makanan manis itu ke mulut si kecil sampai pipinya menggembung penuh dengan cokelat koin.


Hasa yang menerima suapan ayahnya semakin rakus dan menghabiskan sepuluh biji cokelat dalam lima menit. “Ayah, Ibu tidak akan malah kan?” tanyanya masih mengunyah makanan. Angga menarik hidung Hasa menggendongnya di udara. “Selama Hasa bisa jaga rahasia, Ibu tidak akan marah.” Bocah itu tertawa geli menganggukkan kepala mengerti, seolah-olah ia paham apa itu artinya menjaga rahasia.


Ayah dan anak itu begadang sampai pukul 04.00 pagi menghabiskan lima puluh biji cokelat valentine tanpa tersisa. Keduanya tertidur saling menindih satu sama lain di atas kasur, mereka lupa tidak membuang bungkus cokelat ke tempat sampah. Sehingga kertas emas kerlap-kerlip itu berkilauan diterpa sinar mentari dan berserakan di lantai.


Keisha yang terbangun lebih awal untuk mengecek kamar putranya membulatkan mata. Ia kira tadi Angga bangun lebih dulu untuk olah raga pagi. Namun, ternyata pria itu tidur di kamar Hasa sambil memegang kotak kosong yang berisi cokelat hadiah untuknya kemarin sore. Sejenak Keisha menarik napas dalam, menghembuskannya pelan-pelan agar ia tetap bisa mengontro emosinya yang sedikit muncul di dada.

__ADS_1


“Ayah,” panggil Keisha halus di telinga Angga. Lelaki itu memeluk sang buah hati yang tertidur lelap di sampingnya. “Jangan berisik Hasa, nanti Ibu dengar,” tuturnya membuat Keisha tersenyum tipis membuka gorden jendela.


"Ayah waktunya berangkat ke kantor."


Angga mengucek matanya, memastikan wajah Keisha yang tiba-tiba muncul dalam mimpinya.


“Sayang kenapa kau disitu?” tanyanya polos.


Keisha mendekat, berjongkok di hadapan sang suami. Mengusap pipi pria itu sekilas. Angga yang mengenali sentuhan hangat wanita yang dicintainya langsung membuka mata lebar-lebar. Dia tersenyum manis, memegang belakang kepalanya gugup. Dia bingung harus bersikap seperti apa kalau sudah tertangkap basah seperti ini.


“Ah Ibu sudah bangun Hasa," tuturnya mencoba mencari titik kelemahan Keisha dengan membangunkan si kecil.


Namun, sayangnya Hasa masih betah memejamkan mata, air liurnya menetes penuh dengan cokelat di pipi.


"Ehm... tadi malam Hasa merengek ingin makan beberapa cokelat, jadi aku berikan. Jangan marah ya sayang, cuma sepuluh cokelat koin. Oh tidak lima cokelat koin saja, sisanya aku yang makan," bujuk Angga sedikit berbohong menutupi kecerobohannya memberikan lebih dari dua puluh cokelat koin pada Hasa.


Jika Keisha mengetahuinya, maka habis sudah riwayatnya. Anggamenggaruk tengkuk lehernya mulai salah tingkah. Perempuan dengan tahi lalat di sudut mata itu mulai mendekat.


Secara hati-hati Keisha mengambil Hasa, menggendong bocah itu lalu membawanya ke kamar mandi. Angga menjambak rambutnya mulai frustasi. Tidak, dia tak sanggup kalau harus bertengkar dengan istrinya. Satu hari saja tidak berbicara atau melihat perempuan itu. Angga bisa stress. Apalagi kalau sampai mereka marahan. Bisa-bisa dia gila kehilangan akal sehatnya.


“Jangan ulangi lagi, aku akan memandikan Hasa.”


“Apa?” jantung Angga bertalu, berdegup kencang merasa senang. “Nyonya tidak marah?” tanyanya lebih lanjut segera beranjak dari tempat tidur mengikuti Keisha dari belakang.


Senyum lebar segera terbit di bibir Angga. "Aku menyayangimu Nyonya," bisiknya mencuri kecupan pagi di pipi. Keisha mengangguk sedikit melunak. Namun, ternyata Tuhan tidak memuluskan rencananya. Karena si kecil tiba-tiba bangun dan membongkar semuanya.


“Ayah,” sapa Hasa setengah mengantuk. “Hust..nanti Ibu dengal, ini lahasia,” ucapnya tertawa kecil meletakkan jari tengah di mulut lalu tertidur lagi.


Mendengar ucapan putranya, Keisha menghentikan langkah sejenak, dia berbalik melihat lelaki yang berdiri di belakang. “Ayah tidak boleh mencium Ibu sampai pekan depan ya,” tutur Keisha halus tersenyum manis mengusap kepala Hasa.


“Tidak-tidak Nyonya. Jangan seperti itu."

__ADS_1


Buru-buru pria itu mengejar Keisha, dia gelagapan setelah mendengar hukuman berat yang ia terima. Satu minggu, Angga. bisa gila kalau membayangkan tidak bisa mengecup istrinya selama itu. Sehari saja di kantor tidak bersama Keisha membuatnya sudah rindu berat setengah mati. Apalagi satu minggu tidak bisa menyentuhnya.


‘Hasa, kau membuat Ayah dalam masalah,' batin Angga meratapi nasib.


***


Siang harinya di kantor, semua orang sibuk mengerjakan tugasnya, Romi juga melakukan hal yang sama. Namun, tidak dengan Angga. Sejak pagi tuan mudanya cuma duduk di kursi membuka laporan lalu menutupnya tanpa melakukan apa pun. Entah apa yang sedang dipikirkan Angga, yang pasti Romi tahu itu tidak baik baginya.


Pria yang dijuluki Mr. Voldemort oleh Peter itu menghampiri Angga menyuguhkan secangkir teh panas bercampur kayu manis. “Kalau Tuan Muda malas-malasan lebih baik di rumah saja,” tawar Romi sekaligus memperingatkan.


Angga memutar kursinya sejenak, mengambil jasnya yang tergantung di samping. “Ide bagus Romi, aku akan pulang ke rumah. Kau selesaikan ini, kalau butuh bantuan hubungi Merry dia akan membantumu menyelesaikan semuanya.”


Sepertinya Romi salah bicara, niat hati ingin menyindir Angga agar semangat bekerja. Justru putra Sebastian itu terlihat bahagia meninggalkan kantor memberikan dia setumpuk dokumen yang belum ditinjau sama sekali.


“Aku menyesal telah berkata seperti itu Tuan Muda.”


Dengkusan halus terdengar dari mulut Romi, pria yang selalu cekatan itu memindahkan semua dokumen Angga ke mejanya dengan tatapan nanar. Hatinya harus lapang dada menerima omelan Lianda nanti malam, karena membatalkan janjinya untuk pergi ke taman hiburan bersama Bernard putra mereka.


.


.


.


~Bersambung


Mulai simpan MOW di rak favorit ya 🙈 jangan lupa berikan dukungannya juga.


Yang tidak sabar nunggu MOW bisa baca Suamiku Tunanetra juga.


Salam sayang dari As-Sana. Angga datang lagi menemani hari-hari kalian 😁

__ADS_1


__ADS_2