
~Hubungan akan mudah berakhir, apabila dilandasi oleh kebohongan~
Melihat Kevin yang berjalan cepat memasuki mobilnya dan meninggalkan tempat itu segera, Angga justru menepikan mobilnya untuk mengamati dari belakang mobil Kevin yang melenggang pergi. Keisha pun demikian, perempuan itu juga turut serta turun dari mobil dan melihat keadaan sekitar untuk menemukan penyebab temannya dulu itu marah.
Saat mata Keisha memandang ke dalam isi restoran, dia dapat menangkap bayangan sosok pria berkemeja putih yang duduk santai dan meminum kopi, setelah diperhatikan dengan jeli pria itu adalah kenalannya di masa lalu, Dokter Andhika. Seorang dokter yang pernah menjadi dokter pribadi untuk gadis manis adiknya Kevin, Siska.
“Mungkinkah penyebab marahnya Kevin adalah Dokter Andhika ?” Tanya Keisha dalam hati.
Tanpa ingin banyak membuang waktu, Keisha segera memasuki restoran itu diikuti oleh Angga yang mengekor dari belakang. Perempuan itu berjalan cepat menghampiri sosok itu.
Melihat kedatangan Keisha, pria itu memasang senyum hangat dan mempersilahkan perempuan itu untuk duduk dihadapannya.
“Lama tidak bertemu Nona Keisha,” sapa Dokter Andhika ramah.
“Senang bertemu dengan anda Dokter Andhika, bagaimana kabar anda? Saya mendengar anda melanjutkan studi anda di Amerika?” Keisha mendudukkan dirinya di depan pria itu, sementara Angga turut serta duduk di sampingnya.
“Apa sekarang Nona sedang berkencan?” Bukan menjawab pertanyaan Keisha, pria itu justru bertanya balik pada dirinya.
“Iya, kami sedang berkencan Tuan,” jawab Angga terlebih dahulu sebelum Keisha membuka mulutnya, dan pemuda itu menggenggam tangan istrinya di atas meja dengan erat. Berusaha menunjukkan status hubungannya pada pria itu.
Dokter Andhika sekarang berbalik menatap pemuda yang sedang duduk di samping Keisha dan menunjukkan senyum ramah padanya.
“Apa kalian sudah bertunangan?” Tanya Dokter Andhika lagi saat melihat sepasang cincin di jari manis Angga dan Keisha.
“Iya, kami sudah bertunangan dan kami sepasang kekasih,” imbuh Angga bangga sembari mengecup tangan Keisha lembut.
“Kami sudah menikah, dia suamiku Angga,” kata Keisha menengahi kesalah pahaman yang terjadi.
Dokter Andhika hanya tersenyum kecil, mendengar penuturan perempuan itu, pasangan di hadapannya menurutnya cukup menarik.
__ADS_1
“Senang mendengarnya, aku Andhika, mantan kekasih Nona Keisha, salam kenal dariku,” ujar Dokter Andhika sembari mengulurkan tangannya pada Angga. Namun pemuda itu tidak segera menjabat tangan pria itu, dia justru memperhatikan wajah Dokter Andhika dengan tatapan penuh selidik.
“Mantan kekasih?” Tanya Angga dalam hati.
“Pria ini? Dia bahkan tidak lebih tampan dariku, bagaimana Nyonya bisa suka dengan pria ini? Apa karena Nyonya suka pria berkacamata?” batin Angga menerka-nerka seraya mengerutkan alisnya dan menilai penampilan Dokter Andhika yang terlihat dewasa dengan kemeja putih bersih di tubuhnya.
Karena tidak segera mendapat uluran tangan dari Angga, pada akhirnya Keisha yang menuntun tangan Angga untuk menyalami tangan Dokter Andhika, Angga semakin bingung dengan perlakuan istrinya. Jadi pemuda itu beralih menatap wajah istrinya dengan tatapan seolah-olah minta penjelasan.
“Dia bukan kekasihku, dia hanya teman lama,” jawab Keisha pada akhirnya dan berhasil membuat Angga menarik senyum tipis di bibirnya.
“Hahaha…, saumimu ini sangat pencumburu Nona. Aku jadi semakin senang menggodanya,” ujar Dokter Andhika puas.
“Nona, apa anda datang kemari untuk menanyakan perihal lelaki itu? Aku harap tidak, karena aku malas membahasnya.” Timpal Dokter Andhika kembali seraya menyesap kopinya yang sudah mulai dingin.
“Tanpa aku bertanya kamu sudah tahu, jadi apa yang sudah kamu bicarakan dengan Kevin, sampai dia terlihat kesal seperti itu?” Tanya Keisha pada akhirnya tanpa basa-basi.
Namun orang yang ditanya hanya asik meminum kopinya tanpa ada kemauan untuk menjawab pertanyaan Keisha, pria itu justru tersenyum ke arah Angga penuh dengan maksud.
Dokter Andhika mengambil setangkai bunga mawar merah yang diletakkan di dalam vas bunga meja yang mereka duduki. Kemudian dia memberikan bunga tersebut di tangan Keisha agar perempuan itu mau menerimanya.
“Nona Keisha mari berkencan dengan saya,” ucap Dokter Andhika sembari tersenyum manis ke arah Keisha. Angga yang melihat pemandangan itu merasakan gejolak panas di dadanya, jadi dia dengan cepat menggenggam tangan istrinya berniat untuk membawa Keisha pergi dari sana.
“Kita pulang sayang, aku jadi tidak berselera makan.” Kata Angga cepat-cepat.
“Tapi, ____.” Tolak Keisha berusaha menahan tangan Angga, tapi pemuda itu justru merangkul bahunya dan mengelus pucuk kepalanya.
“Mohon maaf Tuan kacamata, istriku sedang tidak enak badan. Kami pergi dulu,” pamit Angga sedikit kesal dan menggiring Keisha pergi dari restoran itu.
Dokter Andhika justru tersenyum puas pada Angga, dia menopang dagunya pada kedua tangannya, dan memberikan isyarat agar pemuda itu segera membawa pergi istrinya dari sana.
__ADS_1
Setelah kepergian Angga dan Keisha, pria itu menarik napas lega, dia menyandarkan punggungnya pada dinding kursi seraya memijit pelipisnya. Pertemuannya dengan Kevin tadi sungguh di luar dugaannya, setelah bertahun-tahun dia mencoba menghindar agar tidak bertemu dengan lelaki itu.
Justru sekarang Tuhan mempertemukan mereka, setelah kejadian dua belas tahun yang lalu dan meninggalnya salah satu pasiennya. Dia terpaksa harus mengundurkan diri dari rumah sakit tempatnya bekerja dulu, dan pergi ke Amerika untuk melanjutkan pendidikannya. Dan sekarang saat dirinya kembali untuk mulai merintis karirnya lagi, dia justru bertemu dengan orang yang sempat membuat karirnya di dunia medis tenggelam untuk selamanya.
“Semoga anda selalu bahagia Nona Keisha, saya senang anda telah menikah dengan pemuda itu. Bukan dengan lelaki tidak tahu diri itu, dia tidak berhak mendapatkan cinta sebesar yang anda berikan untuknya di masa lalu” batin Dokter Andhika dalam hati seraya mengusap wajahnya kasar.
Pria itu mengenal Keisha cukup baik di masa lalu, perempuan itu yang selalu datang ke rumah sakit dan menjenguk pasiennya yang bernama Siska. Perhatian yang diberikan Keisha untuk Siska berhasil membuatnya mengetahui kalau perempuan itu berhati malaikat sampai-sampai dia mau memberikan salah satu organnya untuk gadis manis itu, tapi takdir berkata lain.
Setelah pendonoran sekalipun nyawa gadis itu tidak tertolong, Siska dinyatakan meninggal setelah melewati masa kritisnya dan bertepatan dengan hal itu juga malaikat penolong gadis manis itu harus pergi ke Kanada, meskipun kondisinya masih dalam tahap penyembuhan dari luka bekas operasi.
Sementara nasibnya sendiri, dia divakumkan dari dunia medis karena dianggap telah melakukan upaya percobaan pada pasiennya karena melakukan operasi tanpa mendapatkan izin dari keluarganya. Sehingga dia harus rela meninggalkan Indonesia dan pergi ke negeri orang hanya untuk mencoba melupakan rasa bersalahnya dengan cara melanjutkan studinya di Amerika.
Di tempat lain, Kevin baru saja sampai di kediaman Heru Prawijaya. Tatapan pria itu tajam dan terlihat guratan amarah di sana. Setelah memarkirkan mobilnya di garasi, pria itu langsung turun dengan kasar, dia membanting pintu mobil tanpa peduli apakah akan rusak atau tidak. Dia melangkahkan kakinya yang jenjang memasuki rumah berlantai tiga itu dengan rahang yang mengatup keras. Dia membuka pintu dengan kasar dan mulai memanggil nama orang yang menjadi alasannya untuk marah.
“Helen! Helen......!!!!!”
Tidak ada panggilan sayang lagi dalam nada bicaranya, pria itu semakian menaikkan volumenya sehingga membuat Ibu mertuanya berlari terburu-buru dari dapur bersama Bi Asih asisten rumah tangga di sana.
“Ada apa Nak?” Tanya Hanum mencoba meredam amarah menantunya.
“Dia sudah menipuku Ibu! Helen sudah membohongiku! Dia membohongiku!” Tukasnya lagi dengan nada tajam tanpa rasa hormat sekalipun pada perempuan paruh baya di hadapannya itu.
Helen yang mendengar suara teriakan dari suaminya bergegas turun dari lantai dua, dan menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa. Terlihat jelas wajahnya yang panik sampai dia lupa untuk membersihkan bekas lipstik di bibirnya yang sempat mau dia bersihkan.
________^_^________
Hallo Reader!!
Terimakasih masih sabar menanti My Old Wife🤗🤗
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan Like + Vote+ Komen (sebanyak-banyaknya) + Rate Bintang 5 agar saya semangat nulisnya 😁😁