My Old Wife

My Old Wife
Interview


__ADS_3

Saya UP lagi moga-moga suka😍😍


_________________________^_^


~ Suatu pertanyaan tidak akan ada habisnya sebelum kamu berhenti menjawabnya ~


Kembali ke tempat konferensi pers, semua pasang mata tengah menatap satu sosok yang menjadi objek mereka yaitu seorang model baru dari agensi ternama dari tanah air, Angga Adiputra.


"Kalau boleh tahu, sudah sejauh mana hubungan Anda dengan pemilik Jewellery Group? Apakah benar yang Anda katakan tadi kalau dia adalah calon istri Anda?" Tanya reporter itu mencoba menggali informasi lebih dalam lagi.


Pemuda itu tersenyum, dia meletakkan tangannya di atas meja kini matanya lurus menghadap ke depan. Menatap ke arah kamera, mungkin dia sedang mencoba untuk berkomunikasi dengan perempuan yang sedang menyaksikan siaran itu.


"Nyonya Keisha, memang calon istri saya. Hubungan kami sudah terikat sudah sejak lama, mungkin sekitar sepuluh tahun yang lalu saat Ibu saya masih hidup," tutur Angga sopan.


"Tolong ceritakan kisah asmara Anda Tuan Angga," pinta reporter itu lagi.


"Ibu saya bernama Susi, dia adalah perempuan yang ditolong oleh Nyonya Keisha di masa lalu. Saya adalah putranya, dan Ibu saya menginginkan agar saya menjaga Nyonya Keisha menggantikan beliau," jawab Angga lagi masih setia menatap lurus ke depan kamera.


"Lalu kenapa Anda memilih untuk menjalin asmara dan menikah dengannya Tuan? Kenapa Anda tidak menjadi adik atau saudara jauhnya agar dapat menjaganya?"


"Tidak bisa, saya sudah terlanjur menyukai Nyonya Keisha, saya tidak bisa hanya sekedar menjadi saudara jauhnya."


"Apa yang membuat Anda menyukai pemilik Jewellery Group itu?"


"Banyak yang saya suka darinya, dia perempuan dewasa, baik hati, ramah, dan yang pasti wajahnya sangat manis."


Pemuda itu tidak henti-hentinya menyunggingkan senyum di bibirnya. Dia memasang wajah yang ramah dan bersahabat, hal itu justru semakin membuat para reporter semakin antusias mewawancarainya.


"Anda benar-benar menyukai Nona Keisha Prawijaya, kalau boleh tahu kapan Anda akan melangsungkan pernikahan dengan beliau?"

__ADS_1


Kini semua orang telah memasang lebar-lebar pendengaran mereka, mereka tidak ingin terlewat berita apa pun. Apalagi ini berkaitan dengan anak pengusaha terkemuka di negeri ini.


"Untuk pernikahan kami akan melangsungkannya dengan segera, tapi tanggal pastinya kami belum tahu. Lagi pula kondisi calon istriku baru sembuh dari rumah sakit," tutur Angga lagi.


"Tuan Angga, bukan maksud saya menyinggung. Tapi, bagaimana Anda menanggapi berita terkait batalnya perjodohan antara anak pemilik Anston H.A dengan Nona Keisha yang sempat disinggung baru-baru ini? Apakah saat itu Tuan Angga dan Nona Keisha telah menjalin hubungan? Apakah mungkin alasan pembatalan perjodohan itu karena Nona Keisha lebih memilih bersama Tuan Angga? Mohon klarifikasinya Tuan."


"Tidak ada keterkaitan antara hubungan yang saya jalin sekarang dengan gagalnya perjodohan Nona Keisha, saya baru masuk dalam kehidupan Nona Keisha beberapa waktu ini. Karena memang saya menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaan saya."


Angga pada akhirnya juga mulai melakukan klarifikasi terhadap media terkait berita perjodohan antara Keisha dengan Doni beberapa waktu yang lalu. Ya, pemuda itu sudah mengetahui semuanya karena bantuan dari Nona Anggie.


Acara konferensi pers itu berjalan selama kurang lebih dua jam, setelah itu siaran tersebut segera diakhiri oleh pihak agensi. Dan mereka mulai membubarkan massa dari gedung besar itu yang merupakan kantor pusat dari Flow.X.Entertainment Industrie.


"Angga apa yang kamu lakukan? Kamu ingin membuat karir saya di dunia entertainment berakhir?" Tanya Nona Anggie sedikit emosi.


Perempuan itu sudah menahan diri sejak tadi, dia ingin sekali memaki pemuda yang ia tunjuk sebagai model barunya ini. Kepalanya terasa mau pecah, dia takut bahwa konferensi pers yang dibuatnya untuk menunjang keuntungan perusahaan justru membuatnya jatuh dalam kerugian.


"Saya melakukan tugas saya Nona, seperti yang Anda ajarkan tadi sebelum acara konferensi pers dimulai," jawab Angga masih duduk di sofa dengan tenang.


"Tenanglah Nona, semuanya akan baik-baik saja," jawab Angga lagi masih dalam tatapan yang teduh namun menunjukkan keseriusan.


"Kamu tahu! Yang kamu lakukan ini dapat mendatangkan kerugian untukmu. Pertama, kamu akan kehilangan penggemarmu karena kamu sudah mempunyai pasangan. Kedua, kamu akan menimbulkan rumor tidak baik kalau sampai apa yang kamu ucapkan itu tidak benar!"


"Semua yang saya katakan benar adanya Nona, saya tidak menutup-nutupi apa pun. Bukankah orang di luar sana akan lebih suka orang yang jujur daripada orang yang palsu."


"Ohh... astaga anak ini!!! Kamu membuatku frustasi. Tidak semua masyarakat dapat menerima hubunganmu dengan Nyonyamu. Lihatlah, usiamu dengannya terpaud sangat jauh. Bagaimana respon masyarakat nanti? Mereka mungkin mengira kalau Nyonyamu telah memanfaatkan hartanya untuk mendapatkanmu."


"Tidak akan Nona, itu tidak akan terjadi. Lagi pula saya tulus menyukai Nyonya Keisha," jawab Angga tidak terima.


"Kalau begitu hanya ada satu jalan. Segera langsungkan pernikahanmu dengan Nona Keisha, tunjukkan pada publik kalau kamu serius dengan hubungan ini. Dan tunjukkan juga bahwa kalian saling mencintai, agar mereka tidak menemukan celah sedikitpun dalam hubungan kalian," perintah Nona Anggie tegas.

__ADS_1


"Tanpa Anda minta, saya pasti melakukannya Nona," jawab Angga dengan senyum di bibirnya.


"Rasanya aku ingin membunuh pemuda ini! Dalam situasi kritis seperti ini dia masih dapat tersenyum. Jika bukan karena wajahnya, aku sudah...?? Oh Tuhan sepertinya aku akan semakin tua jika berdebat dengan pemuda ini lebih lama lagi," gerutu Nona Anggie dalam benaknya.


Mereka kembali terdiam cukup lama, setelah itu Nona Anggie meninggalkan ruangan itu dan kembali menemui stafnya. Dia memberikan instruksi untuk mengambil tindakan terhadap berita yang mungkin akan cukup menggemparkan esok hari.


Di sisi lain, di kediaman Heru Prawijaya semua orang juga mulai merasa panik sekaligus senang. Meskipun Heru cukup membenci Angga karena tidak suka dengan sikap pemuda itu yang semaunya, namun dia juga merasa senang kalau masih ada pemuda yang menerima putrinya dengan tulus. Namun, yang mereka khawatirkan saat ini adalah bagaimana respon yang diberikan oleh putrinya, kalau sampai dia menolaknya maka dapat dipastikan akan ada bencana besar.


"Pemuda itu begitu bodoh, dia mempertaruhkan karirnya dalam hal ini. Kalau sampai putriku menolaknya, maka dia akan merusak reputasinya karena dianggap membual" batin Heru dalam hati.


Pria paruh baya itu sedari tadi berjalan mondar mandir di depan pintu kamar Keisha, entah kenapa semenjak acara konferensi pers itu selesai dia tidak bisa tenang. Banyak hal yang dia pikirkan dalam kepalanya, masalah perusahaan, media massa, dan sekarang putrinya.


"Kei, apa Ayah boleh masuk?" Tanya Heru tepat di depan pintu kamar putrinya.


Tidak lama setelah itu pintu kamar terbuka, menampakkan sesosok perempuan yang tengah berdiri dengan piyama tidurnya dan kacamatanya yang masih setia terselip di telinganya.


"Masuklah Ayah," pinta Keisha sembari membuka daun pintu kamarnya lebar-lebar.


"Kei, apa keputusanmu? Apa kamu akan menerima lamaran pemuda itu?" Tanya Heru penasaran.


Hening...


Tidak ada jawaban dari Keisha, perempuan itu masih membaca novel di tangannya. Setelah itu dia meletakkan novel itu di atas nakas, dan juga melepas kacamatanya. Perempuan itu menatap mata Ayahnya lekat-lekat.


"Aku sudah memikirkannya Ayah," kata Keisha terpotong.


"Aku akan menikah dengannya," imbuhnya lagi.


__________________________^_^

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan Like + Vote + Komennya yang Reader😍😍....


__ADS_2