My Old Wife

My Old Wife
Season 2 – Part 35 Sweet Kiss


__ADS_3

...~Tidak ada ramuan terbaik dalam hubungan pernikahan selain kepercayaan, komunikasi, dan saling menjaga~...


...As-Sana...


***


Dada Angga bergejolak, ada perasaan hangat yang menguar di hati. Perasaan bahagia yang tak terlukiskan. Selama hampir setengah jam mereka berpelukan. Lelaki itu tidak ada niatan melepaskan pelukan Keisha kecuali wanita ini yang melakukannya lebih dulu.


Salju yang turun memenuhi jalan terlihat putih bersih, menyapu aspal dengan debu yang sebelumnya melekat.


Perlahan pelukan Keisha mengendur, dia melihat kembali wajah Angga. Merabanya sebentar, ia takut bahwa ini hanyalah ilusi belaka. Bibir Keisha tersenyum tipis saat menyentuh hidung mancung pria itu.


"Kenapa kau tidak pulang Angga?"


"Aku tidak bisa pulang, karena aku kehilangan arah Nona."


Deg. Keisha sadar ada yang berbeda. Suaminya tidak pernah menyebut ia dengan sebutan "Nona" dia selalu memanggilnya dengan tiga panggilan "Nyonya", "Ibu", dan "Sayang".


Melihat raut muka perempuan bersyal itu yang tampak pias seketika. Angga tersenyum samar, berbicara lagi. "Maaf, karena aku kehilangan ingatanku." Apa yang diucapkan Angga membuat mata Keisha berkaca-kaca seperti ada puluhan kunang-kunang yang berterbangan.


Sedikit demi sedikit, jari Keisha menyentuh wajah Angga. Berselayar di pucuk rambutnya, ia yakin itu adalah Angga bukan orang lain. Suara, rasa yang sama, senyum yang manis, dan aromanya. Semua milik Angga --- suaminya, tidak mungkin Angga memiliki kembaran lain.


"Kenapa Anda menangis lagi Nona?" ibu jari Angga menyeka jejak air mata di pipi Keisha. Pria itu tersenyum manis, berkata lagi, "Walau aku kehilangan ingatanku. Tapi ada beberapa kenangan yang masih tersimpan."

__ADS_1


"Nona? Saya mohon jangan menangis lagi."


Angga cemas melihat kondisi Keisha yang terus berlinangan air mata. Laki-laki itu takut, mungkinkah perempuan ini kecewa dengan keadaannya?


"Saya hanya ingat nama saya Angga dan ada perempuan yang selalu memanggil saya dengan sebutan itu. Dia datang di mimpi-mimpi saya, dia tersenyum menggenggam tangan saya, dan mencium saya saat hati saya bersedih."


Hening.....


Mata Angga mengerjap beberapa kali. Tubuhnya mematung tapi jantungnya memompa dengan desiran aneh yang tak biasa. Begitu cepat dan mendebarkan sampai ia kesulitan bernapas.


Ini semua karena wanita itu, yang sekarang menyapukan bibirnya di bibir Angga. Sesuatu yang lembut, hangat, dan memabukkan.


'Nyonya! Aku mencintaimu.'


Sekelebat bayangan aneh muncul. Sensasi itu seperti pernah dia rasakan di masa lalu. Mendapatkan ciuman dari Keisha, memori Angga berputar pada beberapa kejadian.


Segera Keisha menjinjitkan kakinya, memeluk pria itu dengan erat. "Kau ingat?" Angga membalas pelukan itu. Mengusap punggung Keisha pelan, "Hanya sedikit. Tapi, aku tahu kau adalah perempuan yang aku cintai." Keisha menciumi pelipis Angga setiap detik tanpa henti.


"Mari melakukan semuanya dari awal. Aku akan menemanimu sampai kau mengingat semuanya."


Angga tertawa kecil sebagai balasan. "Sekarang saja, saya ingat Nyonya suka mencium saya di sana."


"Kalau begitu, kita lakukan lagi. Kita ulangi semuanya Angga sampai semua kenangan itu kembali dan kau tidak kehilangan satu bagian pun."

__ADS_1


Angga melepaskan pelukannya pada Keisha, menatap lekat-lekat manik hitam perempuan itu. Mencari cinta yang tulus di sana. "Iya, mari kita ulangi lagi semuanya dari awal."


Tangan lekaki itu memegang dagu Keisha, mendekatkan mukanya. Dalam hitungan detik ia mencium Keisha lagi, meresapi kenangan dan sensasi yang terus mengalir bermunculan. Mungkin karena dalam kehidupan Angga, Keisha adalah orang yang sangat spesial. Maka ingatan itu kembali dengan begitu cepat.


'Terima kasih Tuhan, aku telah bertemu dengan istriku lagi.'


.


.


.


.


.


.


.


.


~Bersambung

__ADS_1


Terima kasih yang masih setia membaca MOW.


Salam sayang Angga & Keisha.


__ADS_2