
~Karena kamu selalu ada di sisiku, aku jadi mulai terbiasa~
Pada akhirnya Romi dan Keisha pulang ke rumah mereka pada pukul 22.00 tepat setelah Angga terbangun dari tidurnya, pemuda itu merasa bersalah karena telah membuat semua orang mencemaskannya. Dalam perjalanan pulang Romi yang menyetir mobilnya, sementara Angga duduk bersama istrinya di kursi belakang.
Sejak perjalanan pulang, pemuda itu tidak berani melihat wajah Keisha karena dia merasa malu atas tindakannya. Sementara Keisha, perempuan itu terus melihat suaminya, entah kenapa dia menjadi suka berlama-lama memperhatikan wajah Angga yang membuatnya selalu tenang setiap memandangnya.
Perjalanan itu memakan waktu dua jam lamanya, karena rumah baru mereka terletak cukup jauh dari kawasan perumahan elite keluarga Heru Prawijaya.
Setelah sampai tujuan, Romi bergegas menepikan mobilnya dan memarkirkannya di garasi, sementara kedua pasang manusia itu masuk ke dalam rumah dalam keadaan diam tanpa berkata apa pun. Mereka berdua langsung naik ke lantai dua menuju kamar mereka.
“Angga, apa kamu mau mandi? Aku akan menyiapkan air hangat untukmu,” tawar Keisha halus.
“Aku hanya ingin mencuci muka, setelah itu kita tidur.” Angga menggeleng pelan dan mengusap pipi Keisha sesaat, pemuda itu memasuki kamar mandi membasuh mukanya dengan air kran yang dingin ke seluruh wajahnya, agar dirinya merasa lebih segar. Setelah itu, dia mengganti bajunya dengan bahan yang nyaman untuk tidur.
Adapun Keisha, dia memilih membersihkan diri terlebih dahulu setelah Angga keluar dari kamar mandi. Tidak butuh waktu lama Keisha juga sudah rapi dengan piyama tidurnya, dia ikut merebahkan diri di samping Angga yang terlihat sudah lebih dulu memejamkan matanya.
“Selamat malam. Semoga mimpi yang indah.” Kata Keisha sembari mengecup kening Angga, kemudian perempuan itu menarik selimut menyelimuti tubuh suaminya dan mematikan lampu ruangan serta menggantinya dengan lampu tidur berwarna kuning remang-remang. Setelah itu, Keisha juga ikut terlelap di samping Angga sembari melihat wajah suaminya yang terlihat damai.
Ketika jam sudah menunjukkan pukul 23.30 tepat, Angga membuka matanya dia melihat wajah istrinya yang tengah tertidur lelap di sampingnya dibalik cahaya lampu, wajah perempuan itu begitu teduh di pandangnya.
Sebenarnya, saat Keisha mengecup keningnya dan memberikan ucapan selamat tidur, pemuda itu masih terjaga dia hanya mencoba menghindar dari Keisha. Matanya menatap wajah istrinya intens, tanpa melewatkan sekecil apa pun pada pahatan wajah Keisha.
“Maafkan aku Nyonya, karena telah membuatmu cemas hari ini.” Ujar Angga sembari menyingkirkan helaian rambut yang menutupi mata Keisha.
“Selamat malam, aku menyayangimu.” Sambung Angga lagi seraya mendekat ke arah Keisha dan memberikan kecupan kecil di pucuk kepalanya, dan setelah itu dia mencoba untuk tidur meski matanya tidak merasa mengantuk.
Keesokan paginya, ketika Keisha terbangun dari tidurnya, dia tidak mendapati Angga di sampingnya. Perempuan itu, mencari Angga di lantai dua tapi tidak menemukannya. Dan akhirnya dia menemukan pemuda itu di lantai bawah sedang berkutat pada kompor dan penggorengan.
“Pagi sayang, apa tidurmu nyenyak semalam?” Sapa Angga ramah dengan senyum manis seperti biasanya.
__ADS_1
Keisha mengangguk sebagai balasan, dan berjalan menuruni tangga menghampiri suaminya. Mata perempuan itu membulat ketika mendapat tangan suaminya sudah dipenuhi dengan bekas hangus alat penggorengan.
Pemuda itu sedang asyik membolak- balikkan wajan penggorengan mencari apa ada sesuatu yang salah dengan alat penggorengan itu karena membuat telur dadarnya yang sudah dicampur dengan daun bawang dan bumbu lain untuk omlet telah gosong menghitam.
“Apa yang sedang kamu lakukan? Lihat hidungmu jadi hitam hmm,” tutur Keisha sembari mengusap noda hitam akibat bekas hangus di penggorengan yang dipegang Angga. Pemuda itu hanya tertawa renyah mendapat perlakuan istrinya yang menurutnya perhatian.
“Aku ingin membuat omlet sayang, tapi sepertinya alat penggorengan ini rusak karena itu omletnya jadi hangus,” kata Angga tersenyum kecil sembari menggaruk pipinya polos dan menambah noda hitam di wajahnya.
“Kemarikan sayang, biar aku yang buatkan untukmu,” pinta Keisha dengan tersenyum geli pada akhirnya karena tidak tahan melihat suaminya yang sudah cemong dengan arang diwajahnya.
“Bersihkan wajahmu dulu dan duduk di meja makan, dalam lima belas menit omletnya akan siap, mengerti?” kata Keisha gemas sembari menarik pipi Angga yang tidak berisi.
“Hahaha…,iya, iya, sayang. Aku mengerti, kau membuat pipiku jadi gembul seperti milik Melisa.” Kata Angga cepat dengan tawa kecil dibibirnya, dia bergegas menghentikan tindakan Keisha dengan mengecup hidung perempuan itu singkat dan mengusap pipinya sehingga meninggalkan noda hitam juga di pipi bersih istrinya.
“Angga!” ucap Keisha karena kesal dengan tingkah Angga yang mengerjainya.
“Maafkan aku sayang, aku tidak sengaja,” ucap Angga polos dan justru mengusap pipi Keisha yang satunya lagi, hingga berhasil meninggalkan dua bekas hitam di kedua pipi perempuan itu. Pemuda itu bergegas berlari ke kamar mandi di lantai satu setelah berhasil mengerjai istrinya. Pemuda itu tertawa puas akan tindakannya.
“Tuan Muda, apa Anda baik-baik saja? Kenapa Anda tertawa seperti itu?” Tanya Romi bingung, lelaki itu baru saja keluar dari kamar mandi untuk mencuci muka. Tapi sebelum keluar dia berpapasan dengan Angga.
“Aku sudah membuat istriku marah, hahaha…,” kata Angga dengan tawa yang tidak lepas dari bibirnya.
Saat Romi berpapasan dengan Angga, dia dapat melihat bekas noda hangus di berapa bagian wajah Angga, meski itu terlihat lucu Romi tidak berani menertawakannya karena Angga adalah Tuannya. Jika sampai dia melakukan itu, dia takut akan dipecat oleh Tuan Sebastian karena menertawakan putranya. Jadi lelaki itu hanya memilih diam tanpa berkata apa pun.
“Ya sudah, aku masuk dulu. Nanti istriku lama menungguku, kamu pergilah ke meja makan kita akan sarapan bersama,” timpal Angga lagi seraya berjalan masuk ke kamar mandi dan menepuk bahu Romi.
“Aneh, kenapa Tuan Angga tertawa saat istrinya marah? Bukankah seharusnya dia takut? Lalu kenapa dengan wajah Tuan? Apa dia sedang bermain api?” pikir Romi dalam benaknya.
Karena tidak mau ambil pusing, pada akhirnya Romi menuju ke ruang makan seperti yang diperintahkan Angga tadi. Di sana dia dapat melihat Keisha sedang berkutat di dapur dan sedang memasak.
__ADS_1
“Nona Keisha, apa Anda butuh bantuan?” Tawar Romi.
Keisha menoleh ke arah Romi, melihat lelaki itu yang sudah rapi dan berdiri di samping meja makan.
“Tidak perlu, kamu duduklah. Semuanya akan segera siap,” tutur Keisha pelan.
Romi menutup mulutnya saat melihat wajah Keisha yang ada bekas hangus di kedua pipinya, lelaki itu sedang menahan tawanya. Ini adalah pemandangan pertama yang ia lihat dari Keisha selama beberapa hari dia melayaninya, perempuan yang selalu tampil dewasa dan elegan itu kini terlihat berantakan.
“Ini pasti ulah Tuan Muda, pantas tadi dia tersenyum senang. Jadi dia mengerjai istrinya,” batin Romi.
Keisha yang melihat wajah Romi menunjukkan rona merah karena menahan tawa segera sadar kalau pria itu pasti sedang menertawakan wajahnya yang cemong karena ulah Angga.
“Romi, tolong kamu letakkan omlet ini di piring dan taruh di atas meja, aku akan ke kamar dulu untuk membersihkan wajahku,” pinta Keisha datar.
Romi hanya mengangguk mengerti, dia merasa bersalah karena telah membuat Keisha bertambah kesal. Jadi dia hanya menurut dan bergegas melakukan perintah majikannya tanpa melihat wajah Keisha sedikit pun saat perempuan itu melewatinya.
Sementara itu di kamar mandi Angga tidak henti-hentinya tersenyum, pemuda itu sedang mengelap wajahnya dengan tisu basah di depan cermin. Mencoba menghapus bekas noda hitam di wajahnya meskipun sedikit susah dan tidak terhapus secara sempurna.
“Akhirnya Nyonya tersenyum, aku senang melihatnya,” batin Angga dalam hati.
Ya, pemuda itu memang sengaja membuat lelucon di pagi hari agar wajah istrinya tidak terlihat sendu seperti tadi malam. Ini adalah cara dia meminta maaf karena telah membuat perempuan yang dicintainya merasa cemas untuknya kemarin.
________^__^_________
SEMOGA SUKA..😍😍 dengan Episode hari ini..
Jangan lupa tekan tombol Like + Vote+ Komen dan Rate Bintang Lima setelah membaca hehehehe..😉😉😚😚
Author besok UP lagi🤗
__ADS_1