My Old Wife

My Old Wife
Bunga yang Sudah Tidak Harum Lagi


__ADS_3

~Secantik-cantiknya bunga di taman, ketika sari madunya telah hilang, ia akan tetap layu pada akhirnya~ 


Beberapa jam yang lalu, setelah Kevin menemui kliennya di salah satu restoran langganannya. Tanpa sengaja pria itu bertemu dengan kawan lama, orang yang cukup berjasa padanya di masa lalu, namun juga menghianatinya. Adiknya meninggal setelah menjalani operasi kedua yang dilakukan oleh Dokter Andhika tanpa sepengetahuannya. Pada operasi pertama, nyawa adiknya Siska, masih tertolong karena mendapatkan donor darah dari perempuan yang menjadi istrinya sekarang, Helen. 


Namun, saat operasi kedua yang mengambil resiko besar dalam tranplatasi organ, nyawa gadis manis itu tidak terselematkan. Kevin baru mengetahui perihal operasi itu setelah adiknya sudah meninggal dan hari itu bertepatan satu minggu usia pernikahannya. Bahkan ia tidak tahu siapa orang yang mendonorkan organ untuk adiknya, dan ia juga tidak pernah memberikan izin pada Dokter Andhika untuk melakukan operasi itu. Setelah insiden itu, Kevin menuntut Dokter Andhika untuk mengundurkan diri dari jabatannya, dengan ancaman ia akan membawa kasus ini ke jalur hukum.


Karena tuntutan tersebut, Dokter Andhika mengundurkan diri dari rumah sakit dan meninggalkan dunia medis. Namun tanpa disangka Dokter Andhika justru melanjutkan studinya sebagai dokter spesialis di Amerika, karena dia merasa tidak bersalah dalam kasus tersebut.


“Untuk apa kamu kembali lagi?” sapa Kevin dengan nada membentak pada pria berkacamata yang memakai kemeja putih itu. 


“Itu bukan urusanmu,” jawab Dokter Andhika tidak kalah sengitnya seraya mencoba menyingkirkan tubuh Kevin.


Namun, Kevin justru menarik kera kemeja pria itu dengan amarah dan membawanya ke dalam bilik toilet karena tidak mau pertengkarannya akan dilihat oleh pengunjung restoran yang lain. 


“Lebih baik kamu pergi dari negara ini, atau aku akan menuntutmu lagi! Pria sepertimu tidak pantas dipanggil sebagai seorang dokter, karena telah melakukan percobaan praktek pada pasiennya, sehingga menyebabkan dia meninggal!”


“Sudah ku katakan, adikmu meninggal bukan karena kesalahanku. Aku sudah berusaha yang terbaik untuk menyelamatkan nyawanya, bahkan aku rela tidak tidur beberapa hari hanya untuk memeriksa keadaannya. Bagaimana bisa aku membunuhnya? Dan asal kau tahu, aku juga sudah meminta izin padamu! Jika adikmu tidak dioperasi saat itu! Dia juga tetap akan meninggal!” jelas Dokter Andhika menggebu-gebu. 


Kevin menghantamkan tinjunya di pipi pria itu, dan menghempaskan tubuh Dokter Andhika hingga membentur dinding kamar mandi. 


“Aku tidak pernah memberimu izin untuk melakukan operasi! Tidak! Pernah! Sekalipun!”  


“Istrimu yang sudah mengizinkannya,” kata Dokter Andhika lolos begitu saja dari mulutnya. Pria itu sudah tidak mau lagi menyimpan kebohongan karena hanya semakin mempersulit hidupnya. Dulu dia tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk membela dirinya, karena semua orang seolah-olah menyalahkannya dan meminta pertanggungjawabannya atas hilangnya nyawa gadis itu.  


Dua minggu setelah kesadaran Keisha dari komanya, Siska masih dalam keadaan kritis dan dalam pengawasan Dokter Andhika. Sampai minggu ketiga gadis itu juga belum sadarkan diri, dan kondisinya tetap sama tidak ada perubahan. Setelah operasi pengangkatan limpa sekalipun, jumlah trombositnya (sel darah merah) masih menurun. 

__ADS_1


Hingga pada malam itu, kondisi Siska semakin membahayakan, sel darah merahnya terus berkurang dan membutuhkan banyak donor darah karena pil penambah darah pun sudah tidak mampu lagi menahannya. Saat itu Dokter Andhika berpikir mungkin terjadi infeksi pada saat operasi pengangkatan limpa, sehingga menyebabkan kondisi gadis itu semakin buruk. 


Setelah diperiksa lebih lanjut ternyata sumsum tulang yang memproduksi sel darah merah tubuh gadis itu telah rusak parah. Hal ini kemungkinan disebabkan karena pasien telah lama menjalani kemoterapi. Oleh karena itu, malam itu juga Dokter Andhika menghubungi Kevin bermaksud meminta izin dan menyampaikan tentang kondisi adiknya, tapi pria itu susah untuk dihubungi, sehingga Dokter Andhika  terpaksa meminta izin pada Helen sebagai pengganti wali keluarga pasien, dan Helen sudah menyetujuinya. 


Dalam pencarian donor sumsum tulang tersebut, Keisha menawarkan diri padahal perempuan itu baru saja beberapa hari tersadar dari koma. Dan secara kebetulan sumsung tulang milik Keisha cocok dengan punya Siska. Karena kondisi Siska semakin parah, Dokter Andhika tidak ada alasan untuk menolak. Jadi dia mulai melalukan operasi transplatasi sumsung tulang pada malam itu. Namun Tuhan berkehendak lain, karena di pagi harinya setelah melakukan operasi, Siska tetap meninggal dunia. 


Kevin yang mengetahui kabar duka tentang adiknya, menyalahkan hal tersebut pada Dokter Andhika karena menganggap pria itu telah melakukan malpraktek pada pasien. Helen yang mengetahui kebenarannya juga tidak mau memberitahukan kejadian yang sesungguhnya pada suaminya, karena dia takut dimarahi apalagi usia pernikahannya baru menginjak satu minggu.


Dia takut diceraikan oleh Kevin pada saat itu. Oleh karena itu dia memilih diam dan membuat Dokter Andhika menerima semua tudingan Kevin. Sementara Keisha, setelah menjalani operasi sumsung tulang untuk Siska, perempuan itu segera pergi ke Kanada atas perintah Ibunya.


Sekarang ketika Kevin mengetahui semua kebenarannya, dirinya merasa dipermainkan oleh Helen, perempuan yang sudah mulai ia percayai sejak ia mengandung anaknya.


________ 


“Kak Kevin,” panggil Helen lirih karena takut akan murka Kevin. 


“Sekarang katakan padaku, apa Dokter Andhika meminta izin padamu waktu itu?” Kevin semakin mengencangkan pegangannya pada tangan Helen sementara dirinya mengunci pintu kamar mereka. 


Hanum yang melihat perlakuan kasar Kevin pada putrinya tadi bergegas mengikutinya ke lantai dua, Hanum berusaha membuka pintu kamar Kevin yang sudah terkunci dan terus menggedor daun pintu tersebut agar dibuka oleh Kevin. Namun usahanya sia-sia, karena menantunya tidak mendengarkannya. 


“Helen! Apa kau yang memberi izin pada Dokter Andhika untuk mengoperasi adikku waktu itu?” Suara Kevin semakin menajam karena Helen diam membisu tanpa berkata apa pun. Perempuan itu hanya menangis dan merintih kesakitan. 


“Katakan!” Bentak Kevin pada akhirnya. 


Helen hanya menangis sesenggukan dan menurunkan pandangannya, perempuan itu tidak berani menatap mata suaminya yang terlihat menyeramkan seperti binatang buas yang siap menerkam mangsanya. 

__ADS_1


“Sial!” Umpat Kevin pada akhirnya dan menghempaskan tangan Helen kasar. Pria itu mengusap wajahnya yang berantakan, dan menarik napas dalam. 


“Bagaimana bisa kau tidak mengatakan masalah ini padaku? Jika kau mengatakannya kalau Dokter Andhika menghubungiku untuk meminta izin operasi pada Siska saat itu. Aku tidak akan membuat kesalahan sebesar ini! Dan mungkin aku masih dapat melihat wajah adikku untuk yang terakhir kali malam itu! Karena kebungkamanmu aku telah membuat karir pria itu hancur!” Tukas Kevin tajam. 


“Maaf,” ucap Helen pelan. Bibirnya bergetar menahan tangis. 


“Aku tidak bisa memaafkanmu, kau sudah merusak kepercayaanku,” ucap Kevin kembali seraya memijit pelipisnya yang mulai terasa pening. 


“Mungkin kita harus berpisah,” sambung Kevin lagi. 


"Hubungan ini memang sejak awal sudah terlalu rumit untukku," kata Kevin lagi.


Helen hanya diam menunduk tidak berani berkata apa pun, karena itu hanya akan memperburuk keadaannya sekarang.


_____^_^_____


Apakah sudah tercerahkan reader???


Jadi Helen berbohong soal izin operasi Siska pada Kevin.. bukan soal donor Keisha hehehe..


Dan Kevin juga belum tahu kalau Keisha sempat mendonorkan sumsung tulangnya untuk Siska..


Waktu itu Helen benar2 mendonorkan darahnya untuk Siska tapi pada operasi pertama (pengangkatan limpa) pada awalnya Siska selamat.. tapi ternyata kondisinya juga tidak segera pulih..


Jangan lupa dukung Sana dengan tekan Like + Rate Bintang Lima+ Vote ya... Serta komentar2 kalian tentang episode ini...🤗🤗🤗

__ADS_1


Saya akan up lagi.. EPS 54


__ADS_2