My Old Wife

My Old Wife
Hadiah Terindah


__ADS_3

~Dalam hubungan kakak-adik pasti ada pertengkaran, karena itu adalah cara mereka mengikat tali persaudaraan~


Kevin menerima kotak hadiah itu dengan hati yang pedih, mengingat karena orang yang membuat ini untuknya telah meninggal. Dia meletakkan kotak hadiah itu kembali di meja, dan membiarkannya untuk sementara waktu sampai pertemuannya dengan Dokter Andhika selesai. Ketika siang mulai berganti sore, pada akhirnya Dokter Andhika pamit untuk undur diri, dia akan melakukan penerbangan ke Amerika petang nanti.


"Terimakasih atas semuanya," ucap Kevin diakhir perjumpaannya dengan Dokter Andhika, ketika pria itu sudah berdiri dari kursinya dan melangkahkan kaki menuju ke daun pintu keluar. Dokter Andhika hanya mengangguk kecil sebagai balasan, hatinya juga sudah mulai tenang karena beban di pikirannya sedikit terangkat.


Saat Dokter Andhika sudah memasuki mobilnya dan melaju pergi membelah jalan raya, Kevin mengalihkan pandangannya ke arah benda berbentuk kubus tersebut. Dia menyentuhnya sesaat, melihat gambar beruang dengan pita besar di lehernya berwarna merah. Pasti adiknya membungkus dengan kertas kado tersebut karena dia mengingat janji yang pernah diucapkannya untuk mengajaknya ke pekan raya menyaksikan pertunjukkan sirkus, tapi sayang sebelum hal itu terpenuhi Siska justru didiagnosa mengidap penyakit langka dan mematikan itu.


Kevin membuka kotak hadiah itu perlahan, dia melepas tali simpul dari pita berwarna hitam yang mengikat kotak tersebut, kemudian dia merobek kertas kado beruang itu. Setelah acara membuka kado itu selesai, terlihat sebuah benda elektronik di sana lengkap dengan earphone-nya. Itu adalah alat perekam suara dengan model lama.


Tanpa banyak berpikir Kevin memasang earphone itu di kedua daun telinganya, kemudian menyalakan mode on pada tombol power. Dan getaran suara mulai terdengar, riuh dan agak kacau, namun lama kelamaan mulai terdengar jelas.


"Tes.. Tes.. Tes, hallo! Apa sudah terekam? Kenapa benda ini terlihat tidak berfungsi?" suara gadis yang ia kenal terdengar sedang menggerutu dan bunyi tepukan juga terdengar, mungkin dia sedang memperbaiki alat perekam suara tersebut dengan cara memukulnya. Kevin tersenyum kecil mendengarnya.


"Ah ini baru benar," suara itu terdengar lagi dan lebih antusias.


"Hallo Kakak! Hehehe..., maaf ya Siska membuat hal seperti ini. Pasti terlihat konyol sekali? Secara Siska tidak pandai seperti Kak Kevin." Suara itu terjeda sesaat sebelum akhirnya tersambung kembali. Kevin kembali tersenyum, dia dapat membayangkan wajah adiknya yang tersenyum konyol seperti bayi.


"Siska ucapkan selamat ulang tahun Kakak!! Siska sangat menyayangimu. Ah iya Siska lupa lagu ulang tahunnya. Sebentar ya," suara itu terjeda lagi dan kemudian tersambung kembali dengan bunyi terompet bersahutan. Lagi-lagi Kevin menyunggingkan bibirnya, dia membayangkan Siska yang sedang berada di hadapannya dan meniup terompet senang dengan topi pesta.

__ADS_1


"Happy birthday Kak Kevin..., happy birthday Kak Kevin..., happy birthday, happy birthday, happy birthday Kak Kevin. Hahaha maafkan Siska kalau lagunya jelek." Suara itu kembali terputus.


"Siska berdoa di hari yang bahagia nanti, Kakak akan mendapatkan kebahagiaan bersama dengan orang yang Kakak sayang, meskipun orang itu bukan Siska. Karena mungkin Siska sudah tidak lagi bersama dengan Kakak hehehe.., jangan bersedih Kak! Siska senang karena masih diberi kesempatan bersama Kakak meski hanya sebentar." Sekarang terdengar coretan-coretan kertas dalam suara rekaman itu yang menunjukkan kalau gadis itu sedang menulis.


"Kakak, Siska tahu Kakak adalah Kakak yang paling baik yang pernah Siska miliki. Kakak sudah berjuang cukup keras untuk membuat Siska tetap dapat melihat indahnya dunia ini. Siska sangat berterimakasih. Dan maafkan Siska karena tidak dapat menjadi adik yang baik untuk Kak Kevin, Siska hanya menyusahkan Kak Kevin selama ini. Maafkan Siska ya?," suara gadis itu terdengar sendu. Begitu pun juga dengan Kevin, senyum dibibirnya mulai pudar.


"Jika rekaman ini sudah diberikan oleh Dokter Andhika, itu berarti Siska telah bahagia di sisi Tuhan. Kak Kevin jangan menyalahkan diri Kakak atas kepergian Siska, karena ini keinginan Siska sendiri. Siska ingin Kakak dapat bebas menjalani hidup Kakak, tanpa harus terikat oleh Siska lagi." Suara itu terdengar antusias dan bersemangat, membuat hati Kevin semakin pilu mendengarnya.


"Terimakasih atas perhatian yang sudah Kak Kevin berikan, terimakasih untuk semuanya. Jangan menangis setelah kepergian Siska nanti Kak, Siska tidak ingin Kakak bersedih. Nanti Kak Keisha bisa marah pada Siska," terdengar tawa ceria di sana namun suaranya sedikit bergetar, menunjukkan bahwa gadis itu sedang menahan tangis dan membungkam mulutnya. Mata Kevin mulai berkaca-kaca, buliran air sudah menumpuk di pelupuk matanya.


"Aku menyayangimu Kak. Sangat menyayangimu. Aku bersyukur karena terlahir sebagai adikmu. Itu sudah menjadi kado terindah dari Tuhan untukku." Buliran air mata sudah jatuh dari pelupuk mata Kevin dan membasuh kedua pipinya.


"Aku menyayangimu Kak. Sampai jumpa lagi." Suara itu terputus hanya menyisakan dengungan bunyi yang tidak berbentuk suara. Pesan suara Siska telah habis untuknya. Kevin menyapu air matanya dengan lengan kemejanya, dia kemudian membuka kembali sesuatu yang masih tertinggal di kotak hadiah itu.


Sebuah foto album kecil dengan coretan-coretan kertas ada di sana. Foto-foto dirinya, Siska dan Keisha, terbungkus rapi dalam lembaran album berukuran kecil seperti buku saku. Kevin mengambil salah satu dari mereka, fotonya saat menonton bioskop.


Terdapat tulisan tinta merah di balik gambar itu. "Kak Kevin, gadis cantik, dan Kak Keisha." Kemudian Kevin beralih mengambil coretan tinta yang sudah tidak berbentuk rapi seperti habis diremas dan akan dibuang.


~Semoga Kak Kevin dan Kak Keisha bahagia. Siska menyayangi kalian~

__ADS_1


Kevin mengambil coretan kertas tersebut dan meremasnya dengan erat. Dalam hati Kevin membatin. "Maafkan Kakak Siska, Kak Kevin telah mengecewakanmu."Kevin berada di restoran itu cukup lama, hingga malam menjelang dia masih belum bergeming dari tempat duduknya. Hatinya merasa gusar, dia terpukul dan tersiksa secara bersamaan.


Kemudian saat pengunjung yang lain mulai meninggalkan restoran tersebut, dan pelayan mengingatkannya bahwa restoran akan segera ditutup ia baru melenggang pergi dari sana. Dia tidak berniat untuk pulang ke rumah, karena melihat wajah Helen hanya akan semakin menyakitinya dan mengingatkan kembali akan kesalahannya. Jadi ia memilih pergi menemui sahabatnya Keisha, untuk sekedar bertegur sapa agar beban di hatinya sedikit berkurang.


Namun, saat tiba disana bukan Keisha yang ia temui melainkan Angga suaminya. Angga terlihat tidak senang atas kehadirannya, hal itu terlihat jelas di raut mukanya. Angga bahkan tidak berniat sedikitpun untuk menyuruhnya masuk ke dalam rumah, jadi mereka hanya mengobrol di luar rumah tepat di pekarangan depan bangunan berlantai dua tersebut.


"Aku tidak punya banyak waktu, cepat katakan! Apa maksud kedatanganmu kemari? Jika untuk menemui istriku, dia sudah tidur dan aku tidak akan membangunkannya hanya untuk menemuimu," ketus Angga pada Kevin. Dia tidak peduli sama sekali pada Kevin, meski terlihat jelas rona kesedihan di raut pria itu.


Kevin hanya bungkam, dia membisu di depan Angga entah kata-kata yang sudah ia rancang tadi tidak dapat dikatakan, bibirnya terkunci dengan rapat. Hingga pada akhirnya dia hanya menyodorkan hasil rekaman medis milik Keisha yang diberikan oleh Dokter Andhika padanya untuk Angga. Kemudian dia pamit untuk undur diri. Angga yang menerimanya bingung sesaat dengan tindakan Kevin, baru setelah dia membuka hasil rekam medis tersebut matanya membola.


Angga memasuki rumahnya dengan perasaan kacau, dia menghampiri Romi dan langsung menyuruhnya untuk menghubungi Dokter Lianda. Meski waktu sudah menunjukkan pukul 22.30 malam, ia tetap bersikukuh untuk melakukan pemeriksaan terhadap istrinya. Bagi Angga apa pun yang menyangkut Keisha tidak bisa ditunda walau hanya sedetik saja, karena istrinya adalah prioritas utamanya.


_____^__^_____


Maaf ya padahal tadi Sana janji up 2 Eps lagi.. tapi ternyata tidak bisa 😒😒....


Maafkan Sana..πŸ™πŸ™


Besok Sana Up lagi dan besok alurnya mulai cepat yaa... (Akan ada suasana baru dalam MOW) Tenang bukan konflik Kok... Dinanti saja😊😊

__ADS_1


Salam sayang Angga & Keisha😍😍


__ADS_2