My Old Wife

My Old Wife
Siuman


__ADS_3

~Sesuatu yang indah itu adalah ketika kau terus ingin melihatnya, dan tak mau mengalihkan pandanganmu darinya~


Adanya pria paruh baya itu di rumah sakit, membuat pemuda yang mengenakan kaos polos putih dengan jaket hoodie berwarna hitam itu kehilangan kesempatannya untuk mendekati Keisha. Semenjak mereka kembali ke ruang rawat umum untuk pasien, Heru tidak membiarkan Angga menyentuh putrinya.


"Jika kamu masih ingin di sini, kamu harus menjaga jarak dari putriku. Kalau tidak mau, lebih baik kamu pergi dari sini."


Itu adalah peringatan yang diberikan calon Ayah mertuanya padanya dua jam yang lalu. Saat ini Angga sedang duduk di sofa ruang tunggu sembari mengamati Heru dari kejauhan. Mata pemuda itu mulai menilai penampilan pria paruh baya di hadapannya ini dengan seksama.


"Ayah mertua terlihat masih muda, padahal dia sudah memiliki putri sebesar Nyonya Keisha. Aku jadi curiga kalau beliau bukan Ayah kandung Nyonya Keisha, sifatnya saja jauh berbeda. Nnyonya Keisha itu berhati baik dan ramah, tapi Ayah mertua terlihat galak dan suka marah-marah." Gumam Angga dalam hati.


Heru yang merasa diperhatikan oleh mahluk aneh di belakangnya itu segera menoleh ke belakang. Dia dapat melihat pemuda itu bergumam sendiri dan menatapnya sedikit intens. "Apa yang sedang kamu lihat?" Tanyanya dengan nada tidak suka. Pemuda itu hanya menggelengkan kepala dan menunjukkan seulas senyum padanya. Seolah-olah berkata bahwa dia tidak melihat apa pun.


"Jika aku menjawab Ayah mertua sekarang, maka dia pasti akan memarahiku lagi. Jadi lebih baik aku diam."


Pada akhirnya dua orang itu hanya saling diam saja, tidak ada perdebatan lagi setelahnya. Ketika hari sudah mulai petang, barulah Keisha membuka matanya. Perempuan itu sudah sadar dan mulai mengamati sekelilingnya, pandangannya jatuh pada atap berwarna putih dan kain pembatas hijau yang menggantung di tepi dinding.


Dua orang pria yang sedari tadi menunggu perempuan itu bangun langsung menghampirinya dengan perasaan lega di dadanya. "Kei, kamu sudah bangun. Ayah sangat mengkhawatirkanmu, Ayah takut kamu tidak akan membuka matamu lagi," ucap Heru pelan. Dia membelai rambut putrinya dan mengecup keningnya. Saat Keisha diperlakukan demikian dia tidak dapat untuk tidak menahan air matanya, perempuan itu meneteskan air matanya dan memeluk pria paruh baya itu dengan erat.


"Maafkan aku Ayah, aku seharusnya tidak mengecewakan Ayah. Aku minta maaf karena selama ini aku telah membuat Ayah cemas," tutur Keisha dengan nada sedikit bergetar.


"Ayah yang bersalah, karena Ayah telah menjodohkanmu dengan pria yang tidak baik," kata Heru lagi.


Saat Ayah dan anak itu tengah sibuk berpelukan dan menuangkan rasa rindu, Angga sudah datang bersama seorang dokter yang memeriksa Keisha tadi. "Tuan, biar saya periksa keadaan Nona Keisha terlebih dahulu," pinta dokter itu halus pada Heru. Perempuan berjas putih itu mulai memeriksa keadaan Keisha dengan teliti.


"Bagaimana keadaan putri saya Dok?" Tanya Heru sedikit cemas.


"Putri Tuan dalam keadaan yang baik, besok dia sudah bisa pulang. Namun badannya masih sedikit lemah karena kekurangan banyak cairan. Jadi dia harus istirahat terlebih dahulu, dan jangan melakukan pekerjaan yang berat."

__ADS_1


"Baik Dokter saya mengerti, saya akan menjaga calon istriku ini dengan sangat baik," sahut Angga secara tiba-tiba menyela perkataan Heru.


Heru menautkan alisnya tajam, dia memandang ke arah Angga dengan tatapan menghina. "Memangnya bocah ingusan sepertimu bisa apa? Berani-beraninya bilang ingin menjaga putriku!" Tukas Heru kesal. Angga yang menerima tatapan tidak suka dan omelan dari Ayah mertuanya hanya bisa mendengus pasrah.


Mendengar suara berat dari seorang pria yang menjawab perkataan dokter tadi, membuat Keisha langsung memutar bola matanya ke arah sumber suara. "Kenapa pemuda ini bisa ada di sini?" Batin Keisha dalam hati. Seolah mengerti dengan maksud dari tatapan Keisha, Angga langsung mengangkat suaranya untuk menjawab.


"Saya yang membawa Nyonya ke rumah sakit, saya menemukan Nyonya dalam keadaan tidak sadarkan diri di apartemen Nyonya," ujar Angga dengan seulas senyum di bibirnya.


Keisha hanya diam saja mendengarnya, perempuan itu mulai mengingat kejadian malam itu yang mengharuskannya keluar malam-malam dan kehujanan saat mencari taksi dan menolong Brian yang terkapar di depan Bar. Hari itu juga dia bertengkar hebat dengan Ayahnya karena perjodohannya dengan Doni dibatalkan.


"Astaga, aku lupa belum memberitahu Fina tentang uang 35 juta untuk membayar wine itu." Pikir Keisha dalam benaknya. Saat dia tengah sibuk dengan pikirannya sendiri, dokter telah usai memeriksa keadaannya dan pergi dari ruangan itu.


"Kei, Ayah ingin berbicara denganmu."


Perkataan Heru membuat Keisha kembali ke dalam dunia nyata, kini matanya menatap lekat Ayahnya yang memasang wajah serius padanya.


Pertanyaan dari Heru sontak membuat Angga dan Keisha mengernyitkan alisnya seolah-olah merasa bingung. "Kenapa Ayah mertua menanyakan lelaki lain kepada Nyonya Keisha? Bukankah sudah jelas, ada aku di sini yang setia menunggu putrinya? Apakah dia tidak menghargaiku sebagai seorang pria? Jangan-jangan dia merencanakan perjodohan lain untuk Nyonya Keisha, aku tidak bisa membiarkannya. Aku harus bertindak," batin Angga dalam hati.


Sepemikiran dengan Angga, Keisha juga membatin dalam hatinya. "Kenapa Ayah membahas Brian sekarang? Bahkan aku tidak menyinggung nama pria itu sedikitpun."


"Kami tidak memiliki hubungan apa pun Ayah, aku hanya mengenalnya karena dia adalah temannya Helen," jawab Keisha sejujurnya pada Heru.


Mendengar jawaban dari Keisha membuat Heru tidak terima, dia merasa ditipu oleh pria di belakangnya ini yang mengaku menjalin hubungan dengan putrinya.


"Lalu, kenapa pemuda ini mengaku sebagai kekasihmu dan bahkan calon suamimu?" Tanya Heru kembali mencoba menuntut penjelasan dari putrinya.


"Apa Ayah mengira Brian adalah pemuda ini?" Tanya Keisha menimpali.

__ADS_1


Keisha memandang pemuda itu dari atas ke bawah, dari penampilannya saja sudah jelas bahwa tidak ada kemiripan antara Brian dengan dirinya. Brian adalah pria dewasa yang berusia tiga puluhan sementara pemuda ini jelas terlihat jauh lebih muda, bahkan cara berpenampilan mereka saja tidak sama. Pemuda ini suka memakai kaos dan jeans, sementara Brian memakai setelan formal.


"Iya, Kevin bilang kamu mungkin sedang menjalin hubungan dengan pria bernama Brian, dan pemuda ini tiba-tiba mengaku sebagai calon suamimu. Maka Ayah menyimpulkan bahwa pemuda aneh ini adalah Brian." Ucap Heru seraya menunjuk Angga dan memandangnya dengan tatapan tidak suka.


"Tuan, Anda salah orang. Saya bukanlah Brian, tapi saya adalah Angga Adiputra," ujar Angga dengan cepat, dia tidak mau disamakan dengan pria lain. Dirinya merasa sedikit tersaingi.


Keisha menghela napas dalam, ternyata Ayahnya salah paham terhadap Angga. "Dia bukan Brian Ayah, dia Angga." Jelas Keisha pada Ayahnya. Heru tersentak kaget, ternyata dia salah orang. Sungguh dia merasa malu sekarang, seharusnya dia tidak mempercayai ungkapan Kevin begitu saja.


Namun meskipun begitu, pandangannya terhadap Angga tidaklah berubah. Dia tetap tidak menyukai pemuda itu, yang seenaknya saja mengaku sebagai calon menantunya dan calon suami putrinya.


Mendengar Keisha menyebut namanya membuat Angga tidak bisa untuk tidak tersenyum, pemuda itu mengembangkan senyumnya secara lebar. Hingga terlukis jelas kebahagiaan di wajah tampannya itu.


"Nyonya Keisha menyebut namaku, aku? Ini sungguh keajaiban. Dia benar-benar mengingat namaku, aku tidak percaya ini. Aku berharap ini bukan mimpi, rasanya aku senang sekali. Semoga Tuhan tidak membangunkanku dari mimpi indah ini," jerit Angga dalam hati dengan mata berbinar-binar. Dia mengira bahwa ini merupakan awal yang bagus, jalannya untuk mendapatkan perempuan dihadapannya ini mulai terbuka sedikit demi sedikit.


__________________________________________


HALLO READER! :D


Maaf saya baru bisa update, karena tadi paketan data saya habis.. dan saya baru isi paket data habis maghrib..


Saya juga baru update Secretum Mensis lapak Author di sebelahh.. jadi maaf yaaa...Kalau berkenan kalian bisa intip ceritanya jugaa...


JANGAN LUPA dukung Author dengan cara Like + Komen + Vote :D


Salam sayang


~As-Sana~

__ADS_1


__ADS_2