My Old Wife

My Old Wife
Ayah Mertua


__ADS_3

~Selagi tertawa itu tidak di larang, maka tertawalah. Karena kamu tidak akan bisa menebak kapan kesedihan akan menghampirimu~


Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih dua jam, pada akhirnya mobil Angga telah sampai di depan gedung perusahaan Jewellery Group. Seperti dugaan mereka, di depan gerbang perusahaan telah dipenuhi oleh lautan manusia yang membawa kamera dan memakai seragam lengkap dengan kartu ID-nya yang menunjukkan jati diri mereka, kalau mereka adalah wartawan dari media massa.


Ketika Angga sudah selesai melepas sabuk pengamannya dan bersiap turun, tiba-tiba Keisha menghentikan dia, perempuan itu merapikan dasi Angga yang tadi memang miring karena dia tidak pandai mengikatnya. Maklum pemuda itu tidak terbiasa memakai pakaian formal, dia biasanya sering memakai kaos santai, hoodie, blazer, dan jeans. Tapi kali ini Angga harus mengenakan kemeja lengkap dengan dasi dan jasnya.


"Jika wartawan mengambil gambarmu dalam keadaan tidak rapi, mereka akan mendapatkan berita tambahan," tutur Keisha sembari mengikat dasi Angga kembali.


"Terimakasih Nyonya," kata Angga seraya tersenyum.


"Ya Tuhan, aku tidak bisa berlama-lama melihat wajah Nyonya. Rasanya aku mau mati sekarang," batin Angga dalam hati.


Keisha sudah selesai mengikat dan merapikan kemeja Angga, tapi pemuda itu masih setia pada posisinya menghadap ke arah Keisha dan tidak bergegas membuka pintu mobil untuk keluar.


"Aku keluar," ucap Keisha memecah lamunan Angga.


"Tunggu Nyonya, biar saya yang bukakan pintu mobilnya," kata Angga cepat. Dia bergegas turun dari mobil dan berjalan menuju ke arah pintu mobil keisha, dia membukakan pintu mobil untuk calon istrinya itu dengan senyum yang tidak pernah lepas dari bibirnya.


Baru selangkah Keisha keluar dari mobil, para wartawan mulai berkerumun menghampiri mereka. Pak Hasan kepala penjaga keamanan sampai di buat kewalahan menghadapi aksi desak-desakan itu.


"Nona Keisha, apakah Anda benar-benar akan melangsungkan pernikahan dengan model baru dari Agensi Nona Anggie Nicoline?"


"Nona Keisha sudah berapa lama Anda menjalin hubungan dengan Tuan Angga?"


"Apakah kali ini pernikahan kalian juga didasari atas paksaan dan campur tangan dari Ayah Anda? Atau hubungan ini benar-benar didasari oleh cinta seperti yang dikatan oleh Tuan Angga?"


Para wartawan itu terus mengajukan pertanyaan secara beruntun, yang mana membuat kepala wanita itu pening saat mendengarnya. Kehadiran Angga yang sedari tadi di belakang Keisha seolah-olah hanya bayangan semu, pemuda itu terlupakan dengan mudahnya.


"Nona-Nona dan Tuan-Tuan yang terhormat. Tolong jangan membuat calon istri saya merasa takut. Kalian bisa menanyakan apa yang kalian ingin tanyakan pada Nyonya Keisha padaku," kata Angga seraya merangkul pundak Keisha dan membawanya pergi dari sana.


Sementara Angga melindungi Keisha dari para wartawan, Pak Hasan dan rekannya membantu membuka jalan untuk bosnya. Meski terasa sulit, pada akhirnya mereka dapat melewati kerumunan itu dan masuk ke kantor dengan selamat.


"Syukurlah kita sudah selamat Nyonya," kata Angga mengucap syukur sembari mengusap dadanya.


"Ehm.. ehmm.... sudah tidak ada wartawan di sini. Jadi bisakah kamu melepaskan tanganmu dari putriku?" ujar Heru dari seberang. Pria itu sudah datang lebih dulu bersama Kevin di sana.


Angga yang baru menyadari peringatan yang diberikan Ayah mertuanya buru-buru menyingkirkan tangannya dari pundak Keisha.


Pemuda itu tersenyum canggung seraya berpura-pura menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Ah.. Ayah mertua akan marah lagi padaku," batin Angga.


Saat Heru menghampirinya dengan tangan terkepal, jantung Angga berdegup kencang, dia sudah siap menerima murka dari Heru. "Tidak apa, dipukul sekali tidak masalah. Hanya sekali Angga, dan ini yang terakhir, karena kamu akan segera menikah dengan putrinya." Gumam Angga dalam hati. Pemuda itu sudah menjorokkan pipinya ke depan. Dia sudah siap pada posisi menerima pukulan. Ketika jarak Heru dengan Angga tinggal sejengkal, Angga menutup matanya. Tapi beberapa menit berlalu tidak ada yang terjadi.


Pemuda itu mengintip sedikit demi sedikit, dan ternyata Ayah mertuanya hanya melaluinya dan mengambil tangan Keisha. Pria paruh baya itu menempatkan putrinya tepat disampingnya. "Kali ini ku maafkan." Heru menggandeng Keisha dan menggirinya menuju ke lift. Sementara Angga masih mematung di sana. Jantung pemuda itu masih saja berdebar karena rasa gugup dan takut.


"Kau boleh menyentuh putriku saat dia sudah menjadi istrimu," tutur Heru sembari menekan tombol lift.


Angga yang mendengar perkataan dari Heru sontak langsung mengejar Heru, Keisha, dan Kevin yang sudah berada di lift. "Terimakasih Ayah mertua! Aku menyayangimu!" teriak Angga yang masih bisa di dengar oleh Heru dari dalam lift ketika pintu itu semakin menutup rapat. Angga gagal mengejar Ayah mertuanya, jadi dia menunggu lift yang selanjutnya.


Saat pemuda itu akan menaiki lift yang selanjutnya, suara seorang lelaki yang terdengar agak berat terdengar dari sampingnya. "Ehm, jadi kamu benar-benar akan menikah dengan Bu Keisha?" Angga menatap orang itu, matanya mengerling nakal saat mengetahui ternyata orang itu adalah musuh bebuyutannya. Kepala penjaga keamanan yang selalu melarangnya masuk ke dalam kantor Keisha dulu. Dia baru menyadari ternyata Pak Hasan penjaga keamanan tadi sudah mengikutinya sejak tadi saat mereka menghindar dari para wartawan di luar.


"Iya, saya sekarang adalah calon suami Nyonya Keisha." Kata Angga bangga seraya tersenyum nakal.


"Selamat, Tuan. Aku turut senang," kata Pak Satpam itu sedikit tersendat.


"Benarkah? Bukankah Bapak pernah bilang kalau Anda meragukan saya? Bapak bahkan berkata akan mencukur rambut Bapak sampai habis kalau sampai saya menikah dengan Nyonya Keisha," ujar Angga. Pemuda itu tersenyum senang melihat raut gugup dari Pak Satpam itu. Dia sangat suka menggoda penjaga keamanan itu.


"Ah dia mulai ketakutan, hahahah lucu sekali," tawa Angga dalam hatinya.


"Ah saya tidak ingat pernah mengatakan hal seperti itu," elak Pak Hasan cepat.


Penjaga keamanan itu sedikit demi sedikit mulai mundur. Dia merasa harus waspada pada pemuda di hadapannya ini.


"Tuan apa yang akan Anda lakukan?" Tanya Pak Hasan gugup.


"Saya akan membuat Bapak merasa senang," goda Angga seraya mengedipkan salah satu matanya.


"Mati aku, apa calon suami Bu Keisha ini seorang gay?" tanyanya dalam hati dengan keringat yang mulai bercucuran di dahinya.


Saat tubuh Angga sudah semakin dekat, tubuh Pak Hasan semakin bergetar hebat, dalam hati lelaki tua itu menjerit histeris.


"Ah Tuan!!!... Ya saya mengaku. Saya akan mencukur rambut saya sampai habis. Tapi jangan nodai saya!" Teriak Pak Hasan sekencang-kencangnya.


Mendengar teriakan dari penjaga keamanan di hadapannya ini. Pemuda itu tertawa terpingkal-pingkal, dia sampai memegangi perutnya karena menahan sakit akibat banyak tertawa.


"Hahahaha.. saya menunggunya Pak. Saat saya menikah dengan Nyonya Keisha nanti, saya ingin melihat gaya rambut baru dari Bapak." Gelak tawa Angga semakin menjadi-jadi. Pemuda itu sampai terbatuk-batuk karena menahan tawa.


"Kamu mengerjaiku?"

__ADS_1


Angga mengangguk sebagai jawaban, pemuda itu masih terus saja tertawa tanpa henti. Beberapa karyawan yang lewat sampai membatin dalam hati, mereka mengira bahwa Angga adalah pria gila yang salah masuk perusahaan mereka.


"Apa pemuda ini sudah gila? Dia tertawa begitu keras di tempat seperti ini? Apa aku harus menelpon seorang psikiater untuk mengecek kondisi kejiwaannya? Atau petugas rumah sakit jiwa? Tapi, kalau dia gila kenapa penampilannya begitu menawan seperti itu. Ah sudah biarlah! Itu bukan urusanku. Lebih baik kembali bekerja dan menyelesaikan laporanku," batin salah satu karyawan yang berlalu lalang di sana untuk menaiki lift yang lain.


Sebagian besar karyawan di perusahaan Keisha ada yang sudah mengetahui tentang Angga, dan sebagian kecil lainnya belum mengetahui kabarnya. Kecuali orang-orang yang sering berinteraksi dengannya dulu waktu dia terus mencoba menerobos masuk untuk bertemu dengan pujaan hatinya.


Oleh karena itu, tidak jarang mereka menganggap Angga sebagai orang asing, bahkan tidak waras karena sikapnya yang seperti itu. Meskipun dirinya juga telah menjadi model dari agensi ternama, tapi tetap saja pemuda itu baru satu kali menunjukkan wajahnya di layar kamera dan media massa. Maka tidak heran jika ada beberapa orang yang tidak mengenali dirinya.


Ketika Angga masih dalam mode tertawa, ponsel di sakunya berdering. Pemuda itu langsung mengangkat panggilan yang masuk untuknya, tanpa melihat siapa orang yang telah menelponnya tadi.


"Hallo."


"Angga! Apa kamu sedang mendaki gunung? Kenapa lama sekali?" Suara seorang pria dari seberang telepon.


"Ayah mertua?" Jawab Angga cepat-cepat.


"Cepat kemari, acaranya akan segera dimulai," perintah Heru yang terdengar ketus.


"Baik-baik, saya akan segera ke sana," ujarnya sembari menaiki lift yang pintunya sudah terbuka.


Angga buru-buru memencet tombol lantai lima, tempat konferensi pers itu akan di adakan. Setelah mendengar bunyi pintu lift di tutup, Heru segera mengakhiri panggilannya. Sementara itu, Pak Hasan yang berdiri di luar tertawa liar, penjaga keamanan itu senang melihat Angga kelimpungan karena dimarahi calon Ayah mertuanya.


"Hahahaha.. Nak, semoga setelah menikah. Kamu tidak akan tinggal bersama Ayah mertuamu, jika tidak? Aku bisa pastikan seujung kuku pun kamu tidak akan bisa menyentuh istrimu," kata Pak Hasan yang masih setia tertawa lepas di luar sana.


Pintu lift segera di tutup sehingga Angga tidak bisa membalas perkataan Pak Hasan. Lelaki tua itu terus terkekeh. Dia puas telah melihat wajah pemuda yang sombong itu sekarang terlihat mati kutu dihadapan Tuan Heru. Dalam hati dia membatin.


"Memang sekarang zaman telah berubah, Bukan lagi suami-suami takut istri. Tapi menantu-menantu takut mertua mereka."


__________________^_^


Hallo READER..


Author mohon maaf, karena Author kemarin gak sempet UP padahal udah janji mau UP sore hari...


Author sudah bikin Reader Kecewa...


Jadi sebagai balas gantinya Author akan UP 3 EPS hari ini..


Semoga Suka...😍😍

__ADS_1


Jangan lupa Like + Votenya yaa🤗🤗


__ADS_2