My Old Wife

My Old Wife
Lahar Api


__ADS_3

~ Suatu bencana hanya akan terjadi karena dua hal, pertama karena amarah Tuhan dan kedua karena manusia telah melakukan kesalahan~


Para pengunjung taman bermain itu berbondong-bondong menghampiri dua orang yang tengah terkapar tidak berdaya dibawah tumpukan balok-balok kayu tersebut.


"Cepat panggil ambulan! Cepat! Nyawa wanita dan gadis ini harus segera diselamatkan!" Perintah salah seorang pengunjung di sana, dia kebetulan merupakan seorang tenaga medis, dokter spesialis anak.


Salah seorang dari mereka langsung menuruti omongan wanita paruh baya tersebut, tidak lama setelah mobil ambulan datang, tubuh Keisha dan Siska yang sudah dibebaskan dari tumpukan balokan kayu langsung diangkut oleh mobil beroda empat itu. Sementara itu, Kevin dan Helen yang melihat kerumunan orang bergegas bertanya perihal kejadian yang terjadi.


Beberapa orang di sana mulai menceritakan secara detail kecelakaan tersebut, saat Kevin mendengar bahwa korban dari kecelakaan itu adalah seorang perempuan dan gadis berusia kurang lebih 16 tahun, pikiran pemuda itu berkecamuk. Dia takut bahwa itu adalah Keisha dan Siska.


Saat itu juga, Kevin menelpon Keisha dan ternyata dering ponsel sahabatnya itu terdengar tepat di lokasi kejadian, dan benar dugaannya ponsel Keisha masih tertindih dibawah balok kayu dengan bercak darah yang masih segar.


"Siska! Keisha! Tidak kalian harus baik-baik saja," jerit Kevin dengan tubuh yang bergetar hebat.


Helen mencoba menenangkan lelaki itu dengan memeluknya dari belakang, tapi tubuhnya segera dihempaskan oleh Kevin.


"Jangan sentuh aku!" Tukasnya tajam.


Dengan cepat Kevin meninggalkan Helen di sana dia segera mengendarai mobilnya menuju ke rumah sakit. Setelah sampai ternyata kedua orang tua Keisha sudah ada di sana, pihak rumah sakit menghubungi mereka tepat waktu. Tidak susah untuk menemukan kontak orang tua Keisha, karena perempuan itu sering datang ke sana dan membayar biaya administrasi Siska adiknya Kevin.


"Sus cepat siapkan ruang operasi, pasien harus segera mendapatkan penanganan darurat!" Pinta Dokter Andhika yang merupakan dokter tetap Siska.


Sementara Siska di bawa ke ruang operasi, tubuh Keisha yang penuh lebam dan noda darah dibawa masuk ke ruang IGD. Mereka melakukan pemeriksaan secara intensif.


Ketika dokter dan suster tengah sibuk menjalankan tugasnya, kini Heru dan Hanum yang melakukan tugasnya sebagai orang tua. Kedua orang itu mulai menginterogasi Kevin, setelah mendengar semua cerita dari pemuda itu tanpa ada yang ditutup-tutupi. Heru langsung melayangkan tinjunya pada Kevin tanpa ampun.


"Kalau sampai terjadi apa-apa sama anak saya! Kamu akan saya habisi!" Ancam Heru nyalang.


Beberapa menit kemudian Helen juga datang ke sana dengan taksi, perempuan berbalut dress yang elegan itu menghampiri Ibunya dan memeluknya erat.

__ADS_1


"Ibu maafkan aku, aku benar-benar tidak berniat buruk pada Kakak," rengek Helen seraya mendekap erat tubuh Hanum.


"Sudah jangan bicara! Kalau kamu menganggapnya Kakakmu! Seharusnya kamu tidak mendekati pria yang sedang dekat dengan Kakakmu!" Bentak Heru pada Helen dengan tajam hingga membuat tubuh Helen menjingkat karena takut.


Heru hampir saja menampar Helen, namun hal itu urung dilakukan saat Hanum menghalanginya untuk melakukannya.


"Sudah cukup jangan kamu sakiti putriku lagi! Kamu tidak lihat, putriku yang satunya sedang memperjuangkan hidupnya di dalam sana," ucap Hanum cukup menekan.


"Kalau memang kamu menganggap Keisha sebagai putrimu, maka kamu tidak akan menghalangiku menghukumnya! Seharusnya aku memang tidak menikahimu. Ahhhh sial...!!" Ucap Heru dengan amarah yang menggebu-gebu.


Hanum hanya diam tidak mampu berkata apa pun, karena memang pada nyatanya saat ini dirinya sedang salah. Karena terlalu menyayangi putri kandungnya, sehingga dia tidak akan membiarkan suami keduanya untuk menyentuh buah hatinya.


"Apa benar ini keluarga Nona Keisha?" Tanya Dokter yang menangani Keisha secara tiba-tiba.


Heru langsung menghentikan kemarahannya, dia bergegas menghampiri dokter tersebut. "Bagaimana keadaan putri saya Dok?" Tanya Heru panik, lelaki itu sudah tidak sabar ingin mengetahui kondisi putrinya. "Apa Tuan adalah Ayahnya? Kalau iya, mari ikut saya. Kita bicara di dalam," ajak dokter itu dengan wajah yang cukup tegang.


"Kalian tetap disini! Jangan ada yang mengikutiku ke dalam, aku tidak mau seseorang mencoba membunuh putriku lagi!" Ancam Heru pada Hanum, Helen, dan Kevin saat mereka mencoba melangkah mengikutinya.


"Tuan Heru saya akan langsung berbicara pada intinya, ini menyangkut organ perut bagian dalam putri Tuan," tutur Dokter itu lembut.


"Apa yang terjadi Dok?" Tanya Heru khawatir.


"Begini Tuan, organ perut bagian dalam putri Tuan sedikit mengalami guncangan karena tertimpa benda berat tersebut. Baik kandung kemih, limpa, maupun ginjal sedikit mengalami infeksi karena benturan tadi. Tapi Tuan tenang saja, infeksi ini tidak terlalu serius, melalui perawatan yang rutin luka dalam organ tersebut akan segera pulih meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama. Tapi, ada satu hal yang sulit akan sembuh Tuan," jeda dokter sejenak sembari menarik napas dalam untuk menguatkan hatinya menyampaikan kabar duka itu pada Ayah pasien di depannya.


"Kenapa Dok? Tapi apa? Tolong jangan buat saya semakin cemas," desak Heru dengan sedikit memaksa.


"Rahim dari Nona Keisha mengalami luka yang sangat serius dan mustahil untuk disembuhkan. Karena, saat ini Nona Keisha sedang dalam kondisi haid, sehingga saat terjadinya benturan tersebut sebagian dari telur rahim Nona Keisha pecah dan menyebabkan pendarahan di dalam rahim, dan kami harus segera membersihkan pendarahan tersebut. Proses pembersihan tersebut akan memiliki dampak yang fatal Tuan."


Dokter itu kembali memandang mata Heru yang sudah merah menahan tangis.

__ADS_1


"Dampak dari pembersihan itu, akan memungkinkan Nona Keisha sulit memiliki keturunan," pungkas dokter itu tidak tega.


"Apa putriku tidak memliliki kesempatan sama sekali untuk memiliki anak Dokter?" Air mata Heru sudah lolos dari pelupuk matanya.


"Mungkin ada Tuan, tapi kemungkinan itu sangat kecil. Hanya Tuhan yang mampu menjawabnya Tuan," jawab dokter itu dengan suara yang sedikit bergetar.


"Seberapa kecil kesempatan itu Dok?"


"Kalau kita hitung pakai akumulasi hitungan persen, maka saya dapat katakan bahwa kesempatannya hanya 10%, bisa dibilang satu banding sembilan Tuan," jawab dokter itu lagi.


Sekarang mata pria itu sedikit bersinar.


"Setidaknya masih ada kesempatan Dok, aku akan mendukung putriku agar tidak menyerah dalam hidupnya," ucap Heru kembali.


"Tapi ada kabar buruk lagi yang belum saya sampaikan Tuan."


"Apa itu dok?"


Heru kembali menatap lekat-lekat mata pria berjas putih dihadapannya ini.


"Kandungan Nona Keisha akan sangat lemah apabila dia benar-benar mengandung, dan saya sarankan dia segera mengandung ketika usianya masih muda. Jika lebih dari itu, saya takut akan membahayakan nyawa Nona Keisha," nasihat dokter tadi seraya menyerahkan hasil portofolio gambar rongen perut bagian dalam Keisha.


_______________________________^_^


Hallo Reader saya menepati janji saya.. ini chapter ketiga di hari ini dan merupakan chapter bonus juga..


Mungkin 2 chapter lagi masa lalu Keisha akan berakhir....dan jadilah masa depan Angga hahahahπŸ˜‚


Aku tahu kalian udah gak sabar lihat Angga kan???

__ADS_1


Kalau begitu jangan lupa Like + Vote yaaa...😍😍😍 biar aku semakin semangat nulisnyaaπŸ˜™πŸ˜™


__ADS_2