My Old Wife

My Old Wife
Season 2 – Part 37 Sahira


__ADS_3

...~Semua yang terjadi di masa lalu, belum tentu terulang di masa depan~...


...(As-Sana)...


***


Bangunan rumah dua pintu dengan gerbang tembok yang lapuk berada di hadapan Keisha. Ia telah sampai di tempat tinggal Angga selama lelaki itu tidak pulang ke rumah. Keisha berdiri di belakang, menunggu Angga yang membuka pintu sambil menekan bel masuk agar Sonia membukanya.


Sembari menelisik sekitar, Keisha membalas senyuman yang dilayangkan Angga di depan pintu. Bunyi cukup gaduh terdengar dari dalam, seperti benda jatuh ke lantai. "Selamat datang!" kepala gadis yang rambutnya dihias kapuk bantal menyembul keluar. Perempuan itu tersenyum lebar pada Angga lalu beralih melihat Keisha.


"Kau baru bangun tidur?" Angga melangkah masuk, menggandeng tangan Keisha. Sementara Sonia sibuk memperhatikan siapa gerangan wanita bertahi lalat yang di bawa sang kakaknya pulang?


Sonia menyengir sebentar, menggaruk lehernya. Tadi sore ia lupa membersihkan rumah. Setelah pulang sekolah ia cuma memasak kemudian ketiduran di sofa. Bahkan beberapa sampah kertas masih dibiarkan berceceran di lantai.


"Ehm... maaf tadi aku ketiduran. Tapi tenang, aku sudah memasak makanan untuk Kakak." Ia berjalan ke dapur mempersiapkan semua hidangan.


"Mau aku bantu?" Keisha menawarkan diri, tetapi buru-buru Sonia menggelengkan kepala kencang menolaknya. "Ah tidak-tidak, Nona tunggu di sini saja bersama Kakak. Aku juga akan buatkan minuman untuk kalian." Gadis berambut cokelat keemasan itu bergegas ke belakang melakukan apa yang ia katakan.


Sambil menunggu Sonia kembali, netra Keisha menyisir setiap ruangan. Ia memperhatikan beberapa perabotan rumah yang tampak usang dan tua. Hingga pandangannya jatuh pada foto perempuan di atas almari kecil yang diberikan sekuntum bunga Mawar di depannya.


"Dia mendiang ibunya Sonia, Nyonya Sahira."


Teko beserta nampan datang, gula batu berbentuk kotak-kotak memenuhi piring. Sonia meletakkan itu di meja meracikkan satu cangkir teh manis untuk tamu kakaknya. "Silahkan diminum Nona," ujarnya ramah. Keisha menerimanya dengan senyum bahagia, "Terima kasih."


Angga menepuk kursi kosong di sampingnya, mengisyaratkan pada Sonia untuk duduk di sana. "Kakak, siapa dia?" bisiknya di telinga Angga sehalus mungkin agar tidak terdengar. Lelaki itu tersenyum pada Keisha sebelum membalas, "Kaka Iparmu."


"Apa?" teriak Sonia reflek berdiri dengan kedua mata membola. Tampak jelas gadis cantik itu terkejut akan perkataan Angga.


Keisha memandang mereka berdua, ia tersenyum tipis. Sonia gagu, ia menunduk meminta maaf kembali lalu duduk di samping Angga. "Kakak jangan bercanda, kapan Kakak menikah? Kenapa tidak memberitahuku?" pertanyaan Sonia yang cukup keras sampai di pendengaran Keisha. Wanita itu menutup mulutnya merasa lucu atas tingkah gadis remaja yang kini sedang menginterogasi suaminya.


"Sayang, kau katakan padanya kalau kita sudah menikah."

__ADS_1


Bukan menjawab pertanyaan dari Sonia, pria itu justru melemparkan perkataan pada Keisha. Sonia yang mengetahuinya tersenyum canggung sedikit malu.


"No-na, Kakak saya memang sedikit aneh."


Keisha menganggukan kepala tanda setuju. "Angga lelaki yang suka bercanda dan aneh." Alis Angga mengernyit mendengarnya. "Tapi, dia suami yang baik." Kini gantian senyum yang terselubung di bibir lelaki itu. "Aku dan Angga memang sudah menikah sejak lama. Namun, karena suatu kejadian kami terpisah. Sekarang saat aku menemukan dia lagi, aku sangat bersyukur."


Hati Sonia bergejolak ketika mengetahui tatapan sendu perempuan itu. Ada setitik luka yang terdalam dan kerinduan besar tersembunyi di manik hitamnya. Angga segera berdiri menghampiri Keisha untuk memeluknya.


"Sonia, dia istri Kakak. Ingatan Kakak telah kembali."


Senyum mengembang dari Sonia, dia senang mendengarnya. "Ternyata Kakak punya istri yang cantik dan sangat mencintai Kakak."


Keisha menggenggam tangan Sonia, "Terima kasih karena telah menjaga Angga selama ini." Gadis bermata amber itu mengangguk sebagai jawaban. "Saya yang seharusnya berterima kasih Nona. Kak Angga telah banyak membantu kami."


Manik hazel Sonia melirik foto Sahira yang di pajang di atas almari. "Sejak kedatangan Kak Angga di rumah ini. Ibu seperti punya putra kandung sendiri. Kak Angga merawat Ibu dengan baik saat ia sakit, bahkan Kak Angga juga bekerja membantu biaya pengobatan Ibu. Kak Angga seperti malaikat yang diutus Tuhan untuk menolong kami." Setitik embun menggenang di pelupuk mata Sonia siap jatuh dari bendungannya. Namun, Keisha segera memeluknya mengusap punggung perempuan tadi yang bergetar.


"Ibumu pasti perempuan yang baik, Tuhan akan menjaganya dengan tenang di sisi-Nya." Sonia mengangguk menyeka air mata yang hendak tumpah.


"Setelah ini, tinggallah bersamaku dan Angga. Anggap saja kami adalah keluargamu sendiri." Keisha melepaskan pelukannya menangkup kedua pipi berisi gadis remaja itu. Sonia tersenyum lebar, memeluk Keisha. Merasakan kehangatan kasih sayang.


Memori Sonia mengenang pesan terakhir Sahira tentang Ella. Putri ibunya yang telah ia tinggalkan di panti asuhan dan sampai sekarang belum mereka temukan.


"Jangan panggil aku Nona, kau bisa memanggilku Kak Keisha." Ibu jari Keisha membelai pipi Sonia sayang seperti adik kandungnya sendiri.


Gadis itu tertawa mendapatkan perlakuan yang manis. "Kak Angga jangan cemburu ya?" godanya pada Angga yang tengah memperhatikan mereka dari kejauhan. Lelaki yang dipanggil menggendikkan bahu, menggelengkan kepala. "Jika kamu laki-laki aku pasti akan memukulmu Sonia."


Lagi-lagi Sonia tertawa, semakin bermanja-manja dalam dekapan Keisha. Dia memeluk Keisha sayang. Ada perasaan hangat yang entah kenapa bisa ia rasakan dari istri kakaknya.


"Mulai sekarang Kakak Ipar akan sering bermain denganku, iya 'kan Kak Keisha?" gadis itu menjulurkan lidah pada Angga memonopoli Keisha ketika tangan Angga hendak menarik istrinya menjauh.


"Hahaha... uh kasihan yang tidak dipeluk istri," ejeknya nakal.

__ADS_1


Keisha menghembuskan napas lega, ia senang sekarang. "Dia tetap milikku Sonia, kau tidak bisa merebutnya." Tanpa peduli dengan sang adik, tangan Angga langsung melingkar di perut Keisha menelusup masuk ke dalam sweter hangatnya lalu berselayar di sana.


"Kakak!" Sonia menjerit ketika tahu sifat mesum kakaknya muncul.


"Hahaha..., kenapa? Kau kesal. Sudah pergilah, aku akan mencium istriku sekarang." Mata Angga mengerling nakal, beralih menarik pinggang Keisha dari belakang. Menyandarkan kepalanya manja menggantikan Sonia.


"Menyebalkan!" gerutu Sonia.


Pria itu tertawa puas setelah membuat Sonia menutup muka pergi ke kamarnya. "Ayah," panggil Keisha menarik daun telinga Angga pelan. "Hahaha..., maaf sayang aku hanya bercanda." Dalam hitungan detik bibir Angga menempel pada bibir manis sang istri, menciumnya begitu lembut penuh perasaan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


~Bersambung.

__ADS_1


Banyak gula bertebaran setelah ini 🤭


Sekarang kalian tahu kalau Sahira ibunya Sonia juga ibu kandungnya Ella. Semua mulai terhubung.


__ADS_2