My Old Wife

My Old Wife
Hal tidak Terduga


__ADS_3

~Segala sesuatu yang ada di dunia ini tidak selamanya akan berjalan sesuai dengan keiinginanmu~


Tuan Wilson sedang bersantai di balkon kamar hotelnya, matanya memandang gedung-gedung yang menjulang tinggi beserta jalan raya yang terlihat cukup padat di bawah. Sketsa keindahan dari Montreal tergambar secara nyata dari atas kamar hotelnya, pohon-pohon berwarna-warni di bukit-bukit rendah juga terlihat sejauh mata memandang.


Setiap pagi Tuan Wilson terbiasa meminum teh herbal yang mengandung gingseng alami yang secara khusus ia pesan dari negeri Bambu, China. Kemudian ia juga akan membaca koran untuk melihat perkembangan dunia baik perekonomian maupun pemerintahan. Hal itu sudah menjadi hal utama yang harus ia lakukan, agar dirinya tidak kehilangan wawasan meski usianya sudah tidak muda lagi.


Ketika Tuan Wilson membaca beberapa berita tentang indeks harga saham pada perusahaan di Montreal, fokus perhatianya teralihkan pada kolom berita yang memuat namanya di sana. Sebuah tulisan artikel yang memberitakan bahwa dirinya tengah menjalin hubungan dengan Ammely Thompson pewaris dari perusahaan emas ternama dari Inggris.


"Jemy," panggil Tuan Wilson pada orang kepercayaannya. Jemy yang memang sedari tadi berdiri di samping kakek tua itu pun segera menghampirinya. Dia menunduk sesaat sebagai tanda penghormatan.


"Apa maksud dari berita ini?" Mata Jemy langsung melirik ke arah judul berita yang ditunjuk oleh Tuan Wilson, tercantum jelas di sana bahwa Tuannya sedang terkena scandal dengan anak dari salah satu rekan bisnisnya.


"Saya tidak tahu Tuan. Saat Tuan menemui Nona Ammely tempo hari untuk membicarakan perjodohan Tuan Angga. Saya sudah memastikan bahwa tidak ada satu pun wartawan di sana." Tutur Jemy tanpa keraguan sedikitpun, karena dia yakin dengan kerjanya yang rapi dan tidak pernah mengecewakan Tuan Wilson.


Memang benar tempo hari Tuan Wilson telah melakukan pertemuan dengan Ammely untuk membicarakan kesepakatan bisnis. Dan tentu saja Tuan Wilson juga bermaksud untuk menjodohkan cucunya Angga agar menikah dengan Ammely. Maka dari itu Tuan Wilson bersikeras agar cucunya itu menceraikan istrinya, Keisha.


"Lalu siapa yang berani melakukan ini?" Tuan Wilson menatap Jemy lekat-lekat meminta penjelasan. Jemy hanya menunduk dan meminta maaf karena dia juga tidak tahu siapa orangnya. "Saya akan segera mengurusnya Tuan," ujar Jemy mencoba meredam amarah Tuan Wilson sebelum kakek tua itu mengeluarkan perintah ultimatumnya hingga memecatnya.


Setelah Jemy meninggalkan ruangan untuk menghubungi pihak media, ponsel Tuan Wilson berdering. Tercantum nomor tidak dikenal di sana.


"Hallo Kakek," suara yang cukup familiar terdengar dari balik telepon. Orang itu adalah cucunya, Angga.


"Apa kau menghubungiku pagi-pagi untuk memberitahukan bahwa kau sudah bersedia menandatangani berkas itu?" Terdengar gelak tawa yang cukup nyaring di sana. Tuan Wilson yang mendengarnya pun mengernyitkan alisnya tidak mengerti kenapa cucunya itu dapat tertawa lepas saat ia sedang menekannya?


"Kakek, sepertinya kamu sangat ingin sekali melihatku bercerai dengan istriku. Tapi maaf, itu tidak akan terwujud." Angga berhenti sejenak karena dia terbatuk saat menertawakan Kakeknya tadi.

__ADS_1


"Aku hanya ingin mengucapkan selamat padamu, karena akan segera mempunyai istri baru. Oh ya, siapa namanya? Ammely Thompson. Dia pasti akan menjadi nenek yang baik untukku. Sungguh Nenek akan marah bila mengetahui hal ini." Tuan Wilson mengerutkan dahinya tidak suka, bercandaan cucunya sudah kelewatan.


"Kau!!" Seru Tuan Wilson meninggi.


"Jangan marah Kakek, ingat usiamu sudah tidak muda lagi." Tutur Angga sedikit menyindir, pemuda itu benar-benar tidak menaruh hormat pada kakeknya.


"Apa kau yang melakukannya?" Kata Tuan Wilson datar dan dingin.


"Memangnya siapa lagi?" Angga menjawab dengan santainya. Terdengar dari nada suaranya bahwa dia sedang meremehkan kakek tua itu. Sungguh nyalinya terlalu berani.


"Jangan bermain-main denganku! Atau kau akan menerima akibatnya." Ancam Tuan Wilson, wajahnya sudah merah padam. Namun, orang yang sedang diancam itu justru tertawa geli. Ya, Angga benar-benar tidak menghiraukan ancaman dari Kakeknya.


"Apa yang akan Kakek lakukan? Mengambil perusahaan istriku? Kakek ingat, lebih baik kamu menyelamatkan pernikahanmu dulu sebelum merusak rumah tangggaku." Timpal Angga lagi, bisa dipastikan kalau pemuda itu sedang tersenyum senang di sana.


Tuan Wilson sudah tidak dapat menahan amarahnya lagi, hingga secara tidak sadar tangannya menggrebak meja. Pria yang terkenal tenang itu kini kehilangan kendalinya karena ulah cucunya.


"Tuan Wilson, pihak media yang memuat berita tersebut tidak dapat kita bungkam. Karena kita tidak memiliki ikatan komersial dengan mereka."


Rahang Tuan Wilson sudah mengatup rapat, tangannya terkepal. Matanya menatap tajam ke arah Jemmy seperti elang yang siap menerkam mangsanya. Tanpa banyak bicara Tuan Wilson segera bangun dari duduknya.


"Siapkan penerbanganku ke Ottawa." Perintah Tuan Wilson mutlak. Jemy hanya mengangguk mengerti. Mereka akan melakukan penerbangan ke Ottawa untuk menemui Angga, orang yang menjadi penyebab amarahnya.


________


Di sisi lain Angga sedang tersenyum puas, ia kini sedang melakukan pemotretan di Toronto bersama Romi. Semalam pemuda itu menghubungi Merry managernya untuk mencari informasi berita tentang kakeknya. Karena Merry memiliki banyak koneksi dengan para wartawan dan media massa. Tentu hal tersebut bukan hal yang sulit untuk perempuan itu.

__ADS_1


Saat mengetahui bahwa kakeknya sempat menemui putri dari pemilik perusahaan emas ternama di Inggris. Muncullah ide gila darinya untuk membuat scandal tentang hubungan Tuan Wilson dengan Ammely. Angga berani melakukannya karena ia tahu bahwa untuk mengklarifikasi hubungan tersebut palsu. Kakek tua itu harus bekerjasama dengannya.


Karena tujuan awal Tuan Wilson adalah menjodohkanya secara diam-diam. Jika publik tahu bahwa Tuan Wilson menjodohkan cucunya yang sudah beristri. Tentu hal tersebut akan mencemarkan nama baiknya.


"Tuan Muda, apa anda sedang sakit?" Tanya Romi saat Angga sudah memasuki mobil, mereka akan pulang ke Ottawa karena pekerjaannya sudah selesai.


"Justru kondisiku sangat baik sekarang. Rasanya aku ingin segera pulang dan mencium istriku." Ucap Angga dengan tersenyum manis. Romi hanya menggelengkan kepalanya kecil, ia sungguh tidak dapat menebak sikap Tuan Mudanya. Kemarin Tuan Mudanya itu terlihat kehilangan semangat hidup setelah bertemu dengan Tuan Wilson. Tapi sekarang? Dia bahkan terlihat lebih bersinar dari cahaya matahari.


Romi segera mengemudikan mobilnya menuju ke jalan raya, membelah kemacetan yang ada untuk menuju ke Ottawa. Dalam perjalanan Angga tidak berhenti tersenyum, entah kenapa hatinya terasa bahagia setelah membuat jengkel kakek keras kepala itu.


"Tuan Muda, apa kita harus menghubungi Tuan Sebastian untuk memberitahu perihal Kakek anda?" Romi sedikit menurunkan laju mobilnya dan melihat ke arah Angga yang terlihat tenang menatap ke luar jendela.


"Tidak perlu, cukup aku saja yang bermain-main dengan Kakek." Angga mengambil ponselnya dan melakukan video call dengan Keisha. Dia mengabaikan Romi yang duduk disampingnya. Romi hanya mendengus pasrah sepertinya dia tidak perlu terlalu cemas memikirkan Tuan Mudanya, mengingat sifat Angga yang seperti ini.


"Sayang aku merindukanmu," Angga mengembangkan senyum semanis mungkin dan memanyunkan bibirnya seolah-olah minta dicium.


"Tuan Muda, anda tidak tahu malu." Cetus Romi geli melihat tingkah Angga yang memamerkan kemesraan di depannya.


Angga hanya melirik Romi sekilas, kemudian ia mengulas senyum pada Romi. "Setelah pulang, bersihkan kamar mandi." Ucap Angga sehalus mungkin, namun arti dari ucapannya dapat ditangkap oleh Romi bahwa dia sedang dihukum.


"Kenapa Tuan Sebastian memiliki putra seperti ini?" Batin Romi.


Maaf hari ini otak Sana lagi buntu jadi nunggu mood balik dulu buat terusin..🙏🙏


Maaf kalau menunggu lama..🙏🙏

__ADS_1


Besok Sana Up lagi..🤗🤗


__ADS_2