
~Tiada hari yang lebih berharga, selain kita mengucap janji suci untuk bersama~
Hari ini adalah hari pernikahan Angga dan Keisha, mereka berdua mengadakan acara pernikahan di hotel bintang lima di Jakarta sebagaimana yang telah disiapkan oleh Tuan Sebastian. Tamu undangan yang hadir pun hampir mencapai lima ratus orang termasuk dengan para staff, tamu undangan, keluarga, media, dan partner bisnis.
Angga sudah didampingi oleh Liliyana kakaknya, beserta Romi, dan Lianda. Pemuda itu terlihat begitu tampan dengan jas dan kemeja berwarna putih yang ia kenakan, bunga mawar berwarna merah juga terselip di saku kanan jas bagian dadanya. Sementara itu, Heru tengah sibuk menyambut para tamu terutama keluarga besarnya. Sedangkan Hanum sang istri dan putri bungsunya Helen tengah menemani Keisha di meja rias pengantin.
“Sayang, hari ini kamu begitu cantik,” puji Hanum sembari menata riasan Keisha.
“Terimakasih Ibu,” Keisha melihat dirinya di cermin. Bibirnya yang agak tipis sudah dibalut dengan lipstik berwarna merah seperti Cherry dan tidak terlalu tebal.
“Kakak, bisa aku memakaikan ini untukmu?” Tanya Helen sembari memegang anting kecil yang didesain khusus oleh dirinya sendiri, mengingat bahwa ia merupakan pemilik Jewelry Group perusahaan yang bergerak dalam industri perhiasan.
Keisha mengangguk sebagai jawaban, perempuan itu terlihat begitu anggun dengan gaun putih berlengan panjang bermotif bunga, rambutnya dicepol sederhana dan diberikan hiasan mahkota kecil di atasnya. Kulitnya yang putih bersih terlihat begitu cerah dan tahi lalat di sudut matanya menambah kemanisan di wajah perempuan itu meskipun usianya sudah terbilang diatas tiga puluh tahun.
Setelah selesai berdandan Keisha digiring oleh Hanum dan Helen menuju altar, di sana sudah ada Ayahnya, Heru dan Angga calon suaminya. Pemuda itu mengulurkan tangan untuk membantu Keisha naik ke atas altar. Acara pun dimulai, janji suci telah diucapkan dan mereka telah resmi menjadi pasangan suami istri.
Suara tepuk tangan terdengar bergemuruh memenuhi ruangan, mereka mengucapkan selamat kepada kedua mempelai.
“Tuan, Anda harus memberikan ciuman untuk istri Anda,” seru salah satu tamu undangan.
“Atau istri Anda yang harus memberikan ciuman untuk Anda,” ujar tamu undangan yang lain sambil terkekeh pelan.
Semua orang di sana mulai bersorak, menuntut untuk pasangan suami istri itu melakukan apa yang mereka inginkan. Tapi baik Angga maupun Keisha masih terdiam, mereka begitu malu jika harus melakukan hal itu di depan orang banyak.
“Apa yang harus ku lakukan? Mencium Nyonya di depan para tamu undangan?” batin Angga.
Pemuda itu melihat wajah istrinya dari samping, dia dapat melihat wajah Keisha yang begitu manis. Jantungnya mulai berdetak lagi.
“Ahhhhh!!!! Aku frustasi, Nyonya begitu manis”, jerit Angga dalam hati.
Karena terlalu lama menatap Keisha, sehingga membuat pemuda itu tidak sadar kalau kini perempuan itu telah menoleh melihat ke arahnya. Mata mereka berdua bertemu cukup lama dan saling beradu pandang.
__ADS_1
“Nyonya,” kata Angga pelan. Pemuda itu diam sejenak.
“Apa saya bisa melakukannya?” Tanya Angga lagi.
Keisha menganggukkan kepala memberi persetujuan pada suaminya. Angga mendekatkan wajahnya ke arah Keisha, pemuda itu begitu gugup, keringat mulai bercucuran di dahinya. Saat melihat bibir Keisha secara dekat tanpa sadar pemuda itu menutup matanya. Ketika jarak mereka tinggal beberapa centi lagi, jantungnya berdetak kencang.
Deg..Deg..Deg..
Karena saking gugupnya, pada akhirnya Angga mengecup dahi Keisha singkat, pemuda itu begitu malu. Setelah itu, dia mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dia tidak berani melihat wajah istrinya.
“Nyonya, pasti marah sekarang.” Batin Angga merutuki kebodohannya.
Melihat suaminya begitu gugup dan salah tingkah, perempuan itu tersenyum kecil.
“Angga,” panggil Keisha pelan.
“Iya, Nyonya,” jawab Angga masih pada posisinya menghadap ke arah lain.
“Lihatlah kemari,” pinta Keisha lagi.
“Apa kamu menyesal menikah denganku?” Tanya Keisha lagi.
“TIDAK!” Seru Angga sangat keras sembari mengalihkan pandangannya dan kembali menatap Keisha.
Tanpa aba-aba Keisha menarik dasi pemuda itu, hingga membuat wajah Angga dekat dengannya, dan pada saat itu juga dia mencium bibir Angga sekilas. Sangat cepat seperti kilatan cahaya.
Orang-orang yang ada di sana, yang pada awalnya sedang berbicara dengan teman atau orang yang dikenalnya langsung melihat ke altar tempat sepasang pengantin baru itu berada. Dan ketika mereka melihat apa yang terjadi di altar itu, mereka semua bertepuk tangan.
“Selamat-selamat,” seru mereka secara bergantian.
“Kenapa putriku menjadi agresif seperti itu?” Tanya Heru sedikit terkejut, dia tidak pernah melihat sisi putrinya yang demikian.
__ADS_1
“Putri kita sudah dewasa,” kata Hanum menjawab suaminya.
“Kakak, aku mencintaimu!” sorak Helen begitu senang melihat tindakan Keisha barusan.
Sementara Kevin hanya diam tanpa berkata apa pun.
“Adikku sudah tidak suci lagi,” timpal Liliyana sembari terkekeh pelan dan menggendong Melisa.
“Mama, aku juga ingin dicium seperti Daddy,” rengek Melisa tidak kalah senangnya sembari menarik-narik pakaian Ibunya.
Liliyana yang melihat tingkah putrinya langsung memegang pipi si kecil, dan memberikan kecupan-kecupan kecil di kedua pipinya yang berisi.
“Aku tidak tahu kalau Bu Keisha dapat bertindak begitu,” seru Fina pada Ferdian di sampingnya.
“Aku juga baru melihatnya,” timpal Ferdian.
“Sepupuku memang menawan,” puji Rafi. Pria itu baru saja keluar dari rumah sakit, dan sekarang dia sedang duduk di kursi roda.
Sementara itu Angga yang mendapatkan kejutan dari Keisha menunduk malu. Rasanya ada yang aneh dalam dirinya, meskipun singkat tapi ciuman yang diberikan Keisha di bibirnya tadi masih terasa, entah kenapa mungkin karena pemuda itu belum pernah melakukan hal seperti itu sebelumnya.
“Ciuman pertamaku, bersama Nyonya. Ini gila! Benar-benar gila!” Kata Angga berulang kali dalam hatinya.
Angga masih tidak percaya dengan apa yang terjadi barusan. Pemuda itu tidak dapat menutupi rasa malu sekaligus senang dalam hatinya, dia terus tersenyum dalam bungkam, sambil sesekali mencuri pandang ke arah Keisha yang terlihat masih tenang menghadap ke depan melihat para tamu undangan.
“Aku melakukannya, itu adalah ciuman pertamaku bersama dengan pria, entah kenapa aku melakukannya? Mungkin karena itu adalah Angga dan dia suamiku,” batin Keisha dalam hati.
Setelah kejadian yang cukup menghebohkan itu, acara berjalan dengan lancar tanpa hambatan suatu apa pun. Tidak ada yang memberikan komentar buruk tentang Keisha maupun Angga karena pernikahan mereka yang beda usia. Semuanya telah ditangani oleh Heru dan Nona Anggie, para tamu undangan pun mulai memberikan selamat satu per satu pada pengantin baru itu. Semua orang hanya tertawa dan bersenda gurau menikmati kebahagiaan yang ada, musik juga diputar dengan halus menambah suasana damai pada hari itu.
____________^_^
Maaf karena Author telat Update ya..
__ADS_1
Yang 1 EPS lainnya masih di review mohon bersabar🤗🤗