My Old Wife

My Old Wife
Season 2 – Part 43 Rasa yang Tumbuh II


__ADS_3

...~Cinta akan bersemayam seiring waktu mereka bertemu~...


...(As-Sana)...


***


Hari-hari berikutnya Keisha terus bertemu dengan Julian, mereka akan berjumpa di sore hari. Keduanya mengobrol sebentar, sebelum makan malam. Hal ini seperti menjadi rutinitas yang baru bagi Julian. Wanita itu datang membawakan ia makanan, lalu duduk di kursi samping ranjang rumah sakit menunggunya diperiksa.


"Kesehatanmu semakin pulih." Dokter Gazen selesai memeriksa Julian. Lelaki muda dengan setelan jas medis itu menarik kembali stetoskopnya dari tubuh Julian.


Keisha tersenyum mendengarnya, ia turut bahagia. "Dokter Gazen, apa Julian bisa keluar dari rumah sakit ini?" pria yang tengah mengecek mesin medis di samping Julian mengangguk mengiyakan. "Asal dia pulih, Julian bisa keluar dari sini." Kini mata remaja itu yang bergantian melihat Keisha.


"Kenapa memangnya jika aku bisa keluar?"


"Aku ingin mengajakmu makan di luar untuk merayakannya."


Jantung Julian berdetak, makan di luar? Bersama Keisha. Itu terdengar seperti ajakan kencan bagi Julian. Tentu pemuda memakai seragam rumah sakit itu tersenyum tipis mendengarnya.


Dokter Gazen menangkap tatapan Julian yang tanpa berkedip, ia segera mengguncang bahu pasiennya pelan. "Aku akan memeriksamu nanti malam, kau bisa istirahat. Nona Keisha, ingat jam besuk rumah sakit akan segera habis," ujarnya memasukkan note catatannya berlalu keluar dari sana.


Julian cuma mengangguk, ia membiarkan Dokter Gazen pergi. Sekarang cuma dia dan Keisha yang berada di ruangan ini. Suasana damai tapi juga mendebarkan.


"Kapan kau akan mengajakku makan di luar?"


Menurut Keisha remaja itu tidak sabar ingin segera sembuh. Perempuan ini tak menangkap maksud lain dari perkataan Julian.


"Kau sudah tidak sabar?" Julian mengangguk kecil sebagai jawaban. Ia cukup malu berterus terang pada Keisha. "Ehm iya, aku hanya tidak ingin melewatkan makan-makanan gratis," timpalnya yang dibalasi tawa kecil dari Keisha.


Selebihnya mereka mengobrol, sampai jam kunjungan pasien habis. Keisha kemudian berpamitan pulang, ia akan melambaikan tangan pada Julian di depan pintu. Lalu Julian akan menanyakan apakah perempuan ini akan berkunjung lagi besok atau tidak? Begitulah perjumpaan singkat mereka setiap malam.

__ADS_1


***


Hingga tiba satu pekan sudah kegiatan rutin itu keduanya lakukan. Hari ini Julian mendapatkan izin keluar dari rumah sakit karena kondisinya mulai membaik. Tapi ia tetap tinggal di sana atas jaminan dinas sosial. Julian tidak kembali kepada orang tua asuhnya. Ia tidak mau lagi merepotkan mereka.


"Sudah menunggu lama?"


Perempuan yang ia nanti telah tiba, wanita ini memakai pakaian kasual depan sweter hangat berbulu putih. Ia begitu memesona di mata Julian. "Kau baru bangun tidur?" celetuk Julian mengambil sisa kapuk bantal dari pucuk kepala Keisha. "Tadi kami mengadakan desain praktek dengan Kakak senior di asrama. Karena terlalu lelah menyusun rancangan perhiasan, aku sedikit ketiduran. Maaf, kau jadi lama menungguku Julian."


Julian mengangguk kecil, sebenarnya ini bukan salah Keisha juga tapi karena dia yang terlalu bersemangat jadi meminta acara makan malam ini diadakan lebih cepat.


"Ayo pergi."


Keisha tersenyum tipis, bus kota telah melintas di hadapan mereka. Itu tandanya remaja dan perempuan tersebut harus segera naik sebelum ketinggalan. Malam ini mereka akan menghadiri acara festival seni di Gutineau atas saran Dokter Gazen. Katanya di sana akan banyak dibuka stand makanan gratis dan pertunjukan para musisi.


Perjalanan ke Gutineau ditempuh hampir empat puluh menit lamanya. Selama itu juga Keisha melihat-lihat pemandangan luar menikmati hiruk pikuk keindahan Ottawa. Setelah bus sampai di tempat tujuan, keduanya turun mengikuti kumpulan orang-orang yang datang ke sana juga.


"Kau tidak boleh tersesat," ucapnya datar tapi dia tersenyum tipis merasakan jari-jemari Keisha. Genggaman Julian semakin erat, ada rasa hangat yang menguar ke hatinya. Malam ini adalah malam yang terindah.


Keisha cuma diam, ia membiarkan Julian menuntun dia dari depan. Banyak sekali orang di sini, hampir dari ujung utara jalan sampai dengan lapangan utama dipenuhi ribuan pengunjung. Kerumunan itu seperti sedang melihat konser selebriti atau penyanyi.


Saat mendekati gate kedua menuju panel-panel lukisan beraliran naturalistis kerumunan cukup itu pudar. "Syukurlah," ungkap Keisha menarik napas dalam setelah terbebas dari sesak manusia. Namun, seseorang menyenggol punggungnya sampai ia terdorong ke depan menghantam dada Julian, remaja yang bertabrakan dengan Keisha segera menangkapnya.


"Maaf Nona," ujar lelaki itu yang sedang menggendong anak kecil. "Iya tidak apa-apa," timpal Keisha memaklumi.


Saat lelaki itu sudah pergi bersama buah hatinya kini Keisha memandang Julian yang berada di hadapannya. Jarak mereka sangat dekat, cuma berkisar lima centi. Hanya topi milik Julian yang menjadi pembatas keduanya.


"Julian kau demam? Wajahmu merah sekali."


Deg.

__ADS_1


Hati Julian bergetar saat tangan Keisha menyentuh dahinya. Bagaimana tidak? Perempuan itu tepat berada di depan mata. Bahkan hidung mereka hampir bersentuhan satu sama lain.


"A--ku cuma kepanasan," tutur Julian gugup memalingkan muka lalu mendorong tubuh Keisha menjauh. Ujung telinganya memerah menahan malu, sementara pipinya memanas.


Keisha justru tertawa kecil melihat tingkah Julian yang lucu seperti anak-anak. "Benar kau tidak demam?" tanyanya lagi mendekat ke Julian mengikuti langkah kakinya yang cepat.


"Kenapa telingamu juga memerah?"


Leher Julian meremang, ia semakin gugup. "Aku tidak akan mentraktirmu makan jika terus bertanya," ketus Julian pergi terlebih dahulu. Senyum lebar datang dari Keisha. Ah kenapa remaja itu tampak menggemaskan?


"Julian tunggu! Kau bilang ingin mentraktirku 'kan?"


Wanita itu berlari kecil mengejar Julian yang sudah lebih dulu memasuki salah satu rumah makan. Ia tidak tahu jika remaja yang ia kejar sekarang sedang mencoba menjaga jarak dengannya. Karena sebuah perasaan cinta.


.


.


.


.


.


.


~Bersambung.


Maaf ya Sana slow up date.

__ADS_1


__ADS_2