
...~Meski jarak memisahkan, tapi mereka tetap dekat dalam hati~...
As-Sana
***
Lembaran kertas desain terlantar di meja Ella, ia kesal. Karena tidak ada ide satu pun yang muncul untuk merancang desain yang diminta Wilson Enterprise. Hilangnya Angga yang tiba-tiba membuat tujuan hidup wanita itu menipis. Ia masuk ke perusahaan tersebut untuk memenuhi rencananya. Namun, belum juga ia mulai, target yang diincar lebih dulu pergi.
Ella meremas kertas-kertas berisi sketsa mentah, dia membuangnya ke tempat sampah. Pandangannya jatuh pada foto keluarga yang tergantung di dinding. Di sana ada dua orang yang mengusap kepalanya dengan penuh kepura-puraan. Pasangan suami istri itu yang menjadi orang tua asuh dia setelah Sahira meninggalkannya di panti asuhan.
Senyum sinis tersemat di bibir Ella, ia berbicara dengan emosinya. “Hah…, lihatlah Ayah Ibu. Sebelum aku mulai cucu Kakek tua itu telah menghilang. Ia tidak ditemukan di tengah badai salju. Tuhan memang adil, dia ingin aku tidak mengotori tanganku untuk melenyapkannya.”
Tawa Ella bertambah keras, tetapi detik kemudian memudar disertai deru air mata. Wanita itu melirik belasan poster Angga yang tertempel di sekitar ruangan. Arah tatapannya menelisik langsung pada nama “Angga Adiputra” fashion model from Asia.
“Dan aku juga kehilangan idolaku. Inspirasiku,” sambungnya memejamkan mata mengingat awal mula sosok Angga muncul di layar televisi. Membintangi perusahaan fashion dari Toronto. Sekilas ingatan Ella berputar pada masa itu. Waktu ia jatuh bangun merintis kariernya sebagai desainer.
***
“Keluarkan semua pakaianmu dari sini! Butik ini aku sewakan untuk orang lain!”
Ibu pemilik butik membuang semua rancangan fashion Ella, membiarkan kumpulan kain bergulung itu ditempeli debu berceceran di jalan. “Bibi saya mohon, beri saya waktu satu minggu. Saya janji akan membayar semua uang sewa yang menunggak. Beberapa bulan ini butik memang sepi, tapi saya baru saja menerima pesanan dari Toronto.” Ella bersujud di bawah kaki wanita beroll yang rambutnya basah. Orang yang menyewakan gedung kecil ini untuk menjual pakaiannya.
“Kau pikir aku pemilik Tuan Tanah atau gedung real estate yang bisa menerima hutang-hutangmu. Tidak Ella, aku bukan manusia seperti itu. Aku juga punya anak yang harus aku hidupi. Kalau kau terus menunggak, mau dari mana aku memberi makan keluargaku? Ingat, kota ini seperti hutan rimba, kalau kau tidak punya uang, maka kau harus siap hidup di jalanan,” jelasnya menangkup pipi Ella kuat. Setelah itu dia pergi mengunci pintu transparan kaca dengan gembok berantai agar Ella tidak bisa masuk ke sana.
__ADS_1
Karena tak mendapat belas kasih, Ella terpaksa menjual semua model rancangannya di pasar dengan harga murah. Tidak ada pilihan yang bisa ia ambil, selain memperoleh uang untuk bertahan hidup. Orang tua angkatnya memang orang kaya. Ayahnya seorang senator di gedung putih sementara ibunya dokter ternama.
Namun, mereka cuma mengasuh Ella. Pasangan ini tidak secara tulus mencintai Ella, mereka cuma mengambil keuntungan agar keduanya mendapatkan citra baik di mata masyarakat. Supaya orang-orang mau berobat dan memilih mereka dalam kampanye politik.
Tujuh hari setelah tinggal di kontrakan sederhana, tanpa ada pekerjaan dan modal. Ia nekat datang ke sebuah perusahaan fashion di Toronto hanya dengan menawarkan rancangan desain.
“Maaf Nona, kami telah menerima desain dari desainer lain.”
“Tolong lihatlah sebentar saja, aku mohon. Ini adalah rancangan yang aku buat selama hampir satu bulan penuh.”
“Kami tetap tidak bisa menerimanya Nona.”
Setelah ditolak lebih dari lima perusahaan, dia kehilangan keyakinan. Sehingga di malam itu, Ella memutuskan membuang semua rancangan tersebut ke tempat sampah. Namun, perkataan seseorang menghentikannya.
“Angga cepat masuk! Bos mencarimu. Ini giliranmu untuk pemotretan.”
Dia Angga Adiputra, model pendatang baru dari Ottawa. Lelaki itu mengambil semua rancangan desain Ella dari tangannya. Ia merogoh saku hoodienya, memberikan secarik cek pada Ella. “Aku membeli semua ini, kau bisa tulis berapa pun harga yang kau inginkan. Aku pergi Nona.” Punggung Angga menghilang setelah memasuki gedung, Ella cuma terdiam menyaksikan cek kosong di telapak tangannya. Perempuan itu tersenyum senang, ini pertama kali seseorang menghargai rancangannya.
“Angga, nama yang indah.”
Mulai saat itu Ella mengidolakan Angga, perempuan itu bersemangat menekuni profesinya sebagai seorang desainer. Bagi Ella melihat satu menit Angga di layar kaca atau majalah langsung menumbuhkan inspirasi dalam setiap sketsanya. Bermodalkan uang yang ia terima dari cek yang diberikan Angga, Ella membuka butik lagi di Ottawa merintis kariernya dari awal.
Namun, baru dua tahun Angga terjun di dunia permodelan. Lelaki itu memilih mengundurkan diri, bersamaan dengan itu inspirasinya menghilang. “Apa ini Ella? Tidak ada satu pun rancanganmu yang selesai. Apa kau sakit? Kalau kau punya masalah, selesaikan itu segera. Aku tidak mau ini mempengaruhi hasil kerjamu.” Salah satu kontraktornya pergi karena kinerja Ella yang semakin menurun setiap hari.
__ADS_1
“Kenapa dia harus pengsiun?” segelas wine berada di tangan Ella. Dia mabuk di kafe sepanjang malam untuk menumpahkan rasa frustasinya kepada Angga.
Hingga suatu fakta baru muncul di koran yang memberitakan bahwa Angga beralih karier, dari model ke seorang bisnis man. Lebih gilanya lagi, pemuda itu adalah cucu kandung dari Wilson Andreas yang bertahun-tahun disembunyikan. Nama Angga Adiputra ditinggalkan, lalu diganti dengan Angga Wilson Andreas mengikuti garis keturunan keluarganya.
“Dia anak dari keluarga Wilson? Yang benar saja!”
Ella membuang koran itu ke lantai. Dia meremat gagang gelas. Ella mengingat penyebab Sahira pergi, itu semua adalah salah dari keluarga Wilson. Kakek tua itu telah membuat keputusan yang memaksa bos tempat Sahira bekerja memecatnya. Hingga sekarang, ibunya pergi entah ke mana. Melupakan tanggung jawabnya dan menelantarkan dia di panti asuhan.
“Hahaha…, bagaimana bisa orang yang aku idolakan adalah musuhku sendiri? Tuhan memang tidak adil.”
.
.
.
.
.
.
~Bersambung
__ADS_1
Terima kasih yang masih setia menunggu My Old Wife. Tinggalkan komentar agar Sana semakin semangat.