My Old Wife

My Old Wife
Season 2 – Part 34 Bertatap Muka


__ADS_3

...~Walau kami adalah orang asing, tapi aku yakin sangat mengenalnya di masa lalu~...


...-Angga Wilson-...


***


Bayangan perempuan itu terus menganggu Angga, berputar di ingatan layaknya layar lebar yang berulang. Suara lembut wanita tadi mampu menarik perhatian Angga. Meskipun ia sendiri tidak tahu kenapa?


Angga berbaring di ranjang, menatap langit-langit ruangan. Ini bukan ranjang empuk yang nyaman cuma beralaskan kasur tipis yang ditambal. Laki-laki itu mengangkat tangan ke udara, mencoba mengingat sesuatu tetapi ia tidak bisa.


"Apa aku mengenalnya di kehidupanku sebelumnya?" Angga beranjak duduk, membuka laci meminum obat penghilang pening sebentar.


Saat ia tiba di rumah ini, waktu itu Angga hanya laki-laki asing yang tidak mempunyai tempat tinggal. Dia cuma mengingat namanya tidak lebih. Sahira -- almarhum ibunya Sonia yang menampung ia untuk hidup di kota kosmopolitan ini yang serba mahal.


"Mungkin, dia tahu siapa diriku?" senyum Angga terbit mengenang anak kecil yang menggemaskan bersama Keisha di depan galeri. "Dia memiliki putra yang lucu," pujinya tanpa sadar. Pria itu memejamkan mata memilih untuk tidur sebelum lewat tengah malam agar bisa bangun pagi-pagi buta untuk bekerja.


***


Tiga hari berlalu, seperti biasa pembeli yang datang ke mini mart cukup banyak. Hari ini salju turun pertama kali, warga banyak yang menutup cerobong asap rumah mereka agar tetap hangat. Sonia keluar dari kerja part time-nya di kedai fokus untuk belajar.


"Sepuluh dolar Nona," ujar Angga membungkus beberapa barang belanjaan pembeli. "Ini uang kembaliannya. Terima kasih," tambahnya menyerahkan kantong plastik sedang berisi beberapa kaleng makanan.


Rekannya datang menggantikan ia berjaga, sekarang giliran Angga beristirahat sebentar sebelum bekerja lagi. Pria itu duduk di depan etalase kaca, keluar dari area mini mart. Ia ingin membeli makan siang.


Namun, baru beberapa melangkah ke selatan dia berbalik. Setelah mendengar suara yang cukup familiar di kepala.


"Terima kasih Nona Keisha."


Keisha tersenyum tipis sebagai balasan. Perempuan itu selesai mengantarkan pesanan bunga pelanggan.

__ADS_1


"Hai," sapa Angga lebih dulu canggung.


Keisha mendongak, menatap lelaki yang berdiri di depannya. Seperti sebuah petasan yang tiba-tiba meledak wanita itu menjatuhkan semua barang bawannya merasa terkejut. Dia menutup mulut dengan bahu bergetar hebat.


"Nona? Anda tidak apa-apa?"


Bayangan Angga kian berjalan mendekat berjongkok di depannya, memunguti semua barangnya. Memasukkan benda-benda itu ke dalam tas kecil. "Apa saya menakuti Anda?" kembali Angga mengajukan pertanyaan. Namun, tidak ada satu kata pun yang terucap dari bibir Keisha.


Air matanya cuma menetes membasahi pipi. "Maaf...., " belum sempat Angga meneruskan ucapannya Keisha segera memeluk lekaki itu erat tidak mau melepaskan.


'Nyonya! Hahaha...' tawa Angga teringat diingatan.


'Menikahlah denganku Nyonya! Aku mohon!' bahkan lamaran Angga waktu itu kembali terbayang.


'Hentikan Angga, turunkan aku sekarang.'


Deru napas Keisha semakin tak beraturan. Angga bisa merasakan belakang punggungnya yang terasa dingin basah oleh bulir air mata. Pria itu tertegun, jantungnya berdetak sangat kencang. Memompa lebih cepat dari biasanya.


"Angga. Aku merindukanmu."


Deg. Pundi-pundi udara memenuhi rongga paru-paru. Mengumpul menjadi satu. "Aku dan Hasa sangat merindukanmu. Jangan pernah tinggalkan kami lagi." Setiap kalimat yang keluar dari mulut Keisha membungkam Angga. Walau sebenarnya dia ingin melepaskan pelukan wanita ini, tapi dia tidak tega melakukannya.


'Dia tahu namaku.'


Bibir Angga tersenyum, akhirnya ada seseorang yang mengenalnya di masa lalu. Dia tidak sendirian di dunia ini.


Butiran salju menumpuk di kepala Angga, memenuhi tudung jaketnya. Tapi ia tidak peduli karena perempuan itu bersamanya. "Jangan menangis, aku telah kembali," ucapnya memberanikan diri memeluk punggung Keisha.


Meski mereka kini adalah orang asing, tapi hati tidak pernah berbohong. Karena setiap hal yang ada pada Keisha mampu membuat jantungnya berdebar dan menghangat seperti musim semi. Jika bukan cinta lalu apalagi?

__ADS_1


'Meski aku tidak mengingatmu. Walau kini aku tidak mengetahui namamu. Tapi, aku yakin kau adalah orang yang aku cari. Perempuan yang selalu muncul dalam mimpiku.'


.


.


.


.


.


.


.


~Bersambung


Dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya meminta maaf apabila kalian mulai bosan dengan alur, mulai jenuh menunggu update, dan mulai merasa kecewa.


Saya tahu ada banyak kekurangan dalam tulisan saya yang tidak bisa memuaskan semua pembaca. Jadi saya memohon agar kalian bersabar, jika tidak bisa bersabar maka bisa membaca karya lain terlebih dahulu.


Saat ini saya sedang dalam masa transisi. Saya mempunyai tanggung jawab baru saat memasuki semester akhir. Banyak tugas akhir kuliah dan laporan yang harus diselesaikan. Proposal skripsi, KKN, bimbingan dll.


Saya meminta maaf jika selama menulis MOW tidak pernah menyapa kalian.


Tapi setidaknya kalian memberikan saya responsible untuk tidak mengkritik terlalu jauh. Karena itu membuat saya down dan memiliki pemikiran lain untuk tidak melanjutkan MOW maupun ST. Mengingat orang tua saya juga mulai menegur untuk fokus di kuliah dan studi daripada menulis.


Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2