
dion turun dari mobil dan menghampiri sinta
" apa-apaan kamu " ucap dion menarik sinta dan menutup pintu mobil supaya wanita nya tidak di lukai oleh sinta.
" kamu yang apa-apaan kenapa masih sama dia bukannya kamu bilang sudah berpisah sama dia " jawab sinta
" Awalnya aku berniat memperbaiki hubungan kita tapi kenyataannya kamu malah jalan dengan cowok lain " alasan dion supaya dia tidak terlihat salah.
"keterlaluan kamu, mana ada aku jalan sama cowok lain itu bos ku, sekarang kamu pilih aku atau dia " tantang sinta yang sedari tadi menahan tangis nya.
" aku milih dia, mending kita cerai saja, aku dah muak sama kamu " jawab dion mendorong sinta sampai jatuh dan pergi meninggalkan sinta.
sinta pun terjatuh dan air mata pun ikut terjatuh dia tidak menyangka kata-kata cerai terucap dari bibir suami nya.
" apa hanya sampai sini saja perjuangan mempertahankan rumah tangga mu dion, kenapa dion kenapa " teriak sinta yang melihat mobil dion pergi meninggalkan nya terduduk di tepi jalan.
brian yang melihat dari sebrang jalan tak kuasa melihat wanita yang di kasihi nya menderita seperti itu.
brian menghampiri sinta dan membawa nya ke dalam mobil.
" sudah gak perlu kamu tangisi lagi cowok seperti itu" ucap dion menghapus air mata sinta
dion menunjukan rekaman cctv yang ada di restoran tadi di situ terlihat dion dan wanita itu memang masih berhubungan dalam pembicaraan mereka sedang menertawakan sinta yang begitu bodoh nya percaya dengan dion yang berpura-pura kembali dengannya hanya karna dion butuh uang untuk membelikan hadiah ke pacar nya itu dan memang benar semalam sehabis baikan dan di kontrakan dion mengatakan kalo pinjam uang temannya untuk memperbaiki mobil nya karena kerusakan, sinta pun percaya dan memberikan suaminya itu uang.
sinta yang sudah tau kebeneran nya dia memukul" dirinya sendiri
" aku benar-benar bodoh" teriak sinta dengan menangis
" apa yang kamu lakukan, jangan menyakiti dirimu sendiri" ucap brian memegangi tangan sinta supaya tidak menyakiti dirinya lagi. brian menaruh kepala sinta di dada nya supaya sinta bisa lebih tenang
__ADS_1
" apa salah ku pak, kenapa orang yang aku cintai begitu kejam dengan ku " lirih sinta
brian mengelus-elus rambut sinta
" kamu tidak salah, menangis lah supaya kamu bisa lebih tenang"
beberapa menit sinta menangis di pelukan brian dan begitu sinta sadar kalo sedang di pelukan brian sinta pun melepasakan dirinya
" maafkan saya pak" ucap sinta terunduk malu
" tidak apa-apa ,sekarang kamu tahu bagaimana sifat suami kamu sebenarnya "ucap brian
" iya pak, "
" suami mu itu bekerja dimana? " tanya brian karena dia mengenali mobil yang di kendarai dion tadi.
" DINASTI property pak " jawab sinta
"manajer pak, bapak tahu dari mana kalo itu inventaris dari kantor " balik tanya sinta
sebenarnya brian mengetahui mobil itu adalah milik perusahaan nya karena dia memfasilitasi setiap karyawannya yang memiliki jabatan
" tidak saya hanya bertanya aja, kalo dia memang manajer kenapa uang masih minta ke kamu" tanya brian lagi
" itulah pak bodoh nya saya mau memberikannya, tapi semalam dia bilang uang nya abis buat kasih ke orang tuanya " jawab sinta
" ya sudah sekarang kamu saya antar pulang, saya masih ada urusan yang perlu saya bereskan " ucap brian melajukan mobil nya ke arah kontrakan sinta.
sesampainya di depan kontrakan sinta, mereka melihat kontrakan itu terbuka berarti dion sudah pulang tapi mobil dion tidak ada sinta pun turun dari mobil dan melihat seisi rumah berantakan, brian yang sedari tadi belum pergi dari depan kontrakan sinta melihat dari kejauhan seperti ada sesuatu brian memutuskan untuk turun mengecek keadaan kontrakan sinta.
__ADS_1
di lihatnya isi rumah sudah berantakan brian mengepalkan tangan nya dan segera pergi dari sana menuju kantor.
sesampai nya di kantor brian memanggil romi untuk ke ruangannya
" permisi pak, ada apa pak?" ucap romi melihat raut muka bos nya yang ingin memakan orang
" cari tau manajer bernama dion di kantor DINASTI karena kemungkinan besar dia adalah dalang dari permasalahan kemarin " ucap brian dengan nada menyeram kan
"baik pak, " romi pun segera keluar dari ruangan brian supaya tidak kena marahannya
******
dion dan arum(pacar dion) tertawa di dalam mobil.
"sayang aku senang sekali hari ini karena kamu memilih ku daripada istri mu itu" ucap arum yang memeluk dion di dalam mobil.
"iya dong sayang apa sih yang gak buat kamu" kecupan dion di kening arum
kriiiinggg
hp dion pun berbunyi panggilan dari atasannya
"__________"
" baik pak saya akan segera kesana " jawab dion dengan sopan
" ada apa sayang" jawab arum yang masih manja di pelukan dion
" aku harus balik kantor sayang ada masalah " jawab dion yang gelisah.
__ADS_1
arum pun turun dari mobil dan naik taxi menuju kontrakannya sedangkan dion kembali ke kantornya.
masih butuh koreksi ya teman-teman mohon untuk sarannya supaya semakin menarik dan tidak membosankan terimakasih