
" bagaimana ? apa orangtuamu akan hadir di pernikahan kita ? " tanya Ranti sesaat setelah masuk kedalam mobil.
meski tadi ayah Adrian sudah memberi peringatan padanya namun Ranti berharap jika ayahnya hadir untuk merestui mereka.
" entahlah , tapi aku sudah mengirimkan undangan pernikahan kita pada mereka" jawab Adrian sambil mengemudikan mobilnya membelah jalanan luas kota itu.
" apa aku tidak pantas baginya sehingga orang tuanya pun tidak mau datang pada acara pernikahan kami " batin Ranti . wajahnya nampak murung sehingga Adrian mencoba menenangkannya .
" sudah lah tidak usah dipikirkan mereka pasti datang " kata Adrian sambil mengelus puncak kepala Ranti .
Ranti hanya tersenyum dan berharap jika perkataan Adrian memang benar .
sesampainya mereka di rumah milik Adrian .
Ranti segera turun dari mobil disusul pula dengan Adrian .
" kamu gak mau masuk dulu ?" ajak Adrian padanya.
" aku capek, aku ingin segera bertemu dengan anak-anak " tolak Ranti .
" kamu tidak ada niat untuk bersama ku ? kenapa sekarang aku merasa makin dekat di hari pernikahan kita kamu semakin menjauhi ku , apa kamu menyesal menikah dengan ku ? " mendekat ke arah Ranti .
" Adrian aku tidak bermaksud begitu , aku hanya terlalu sibuk dengan pekerjaan di kantor " Ranti mencoba menenangkan Adrian sambil meraih dan menggenggam kedua tangan Adrian .
" benar begitu? kamu tidak menyembunyikan sesuatu dari ku kan " selidik Adrian .
" bagaimana ini ? sepertinya Adrian mulai curiga dengan sikap ku atau aku katakan saja padanya jika orang tuanya pernah menemui ku dan berharap aku membatalkan pernikahan ini tapi aku takut hubungan Adrian dan orangtuanya semakin buruk " pikir Ranti bingung .
" ah tidak aku tidak menyembunyikan apapun , aku memang sibuk di kantor apalagi setelah menikah aku akan mengambil cuti kerja jadi banyak pekerjaan yang harus aku tangani dulu " jawab Ranti .
__ADS_1
Adrian percaya dengan jawaban yang di berikan Ranti padanya namun Adrian tetap menarik Ranti agar masuk kedalam rumahnya .
" Adrian aku mau pulang " namun Adrian tetap saja membawanya masuk .
di dalam rumah Adrian langsung menyuruh Ranti duduk di kursi dan kini Adrian sedang berjongkok di hadapan Ranti menaruh kepalanya di atas paha Ranti saat itu Ranti berpikir jika Adrian berniat melakukan hal itu padanya .
" Adrian apa yang kamu lakukan " sambil menyuruh Adrian bangkit dari posisinya ,Adrian pun berbicara " biarkan dulu seperti ini Ran , aku sangat lelah " jawab Adrian .
" tapi lantai nya dingin nanti kamu masuk angin" sambil terus menyuruh Adrian bangun .
" Ran , sebelumnya aku minta maaf padamu karena mungkin tidak bisa memberikan pernikahan yang sempurna buat mu " jelas Adrian sambil menatap wajah Ranti .
" maksud kamu apa ?" sambil mengerutkan alisnya
" aku sudah membatalkan semua nya , ayah ku datang menemui ku sore tadi mungkin dia telah menerima surat undangan pernikahan kita dia mendatangi ku dan dia tidak menyetujuinya , padahal aku sudah di usir beberapa tahun olehnya saat aku ingin menjalani hidupku sendiri kenapa dia mengaturnya dengan alasan demi kebaikan " mencurahkan semua keluh kesah nya .
" tidak Ranti , aku ingin tetap menikah dengan mu tapi mungkin dengan cara sederhana " jawab Adrian .
" tapi jika tidak mendapat restu orang tuamu bukannya itu bukan hal yang baik, aku tidak ingin membuatmu semakin di benci oleh keluarga mu Adrian , mungkin perkataan orang tua memang benar sebaiknya kita batalkan saja pernikahan ini sebelum mendapatkan restu dari mereka " jawab Ranti dengan wajah yang terlihat putus asa .
" Ran, aku tidak ingin pernikahan ini di tunda , tolong jangan mudah menyerah Ranti , aku mohon tetap lah menikah dengan ku kita hadapi semua masalah ini bersama, aku yakin lama kelamaan mereka pasti akan menerima dirimu "
" baiklah kita hadapi semua bersama" sambil membelai Surai Adrian .
karena sudah terlalu malam Ranti pulang kerumahnya , di sana dia hanya melihat Wanda yang sedang menonton tv .
Ranti pun naik ke lantai atas dan mengecek kamar anak-anaknya lalu mematikan lampu kamar mereka, lalu dia masuk ke dalam kamarnya sendiri .
Ranti memandang i baju pengantin yang ada di dalam kamarnya . dia berjalan mendekat i baju itu yang tertata rapi di sebuah patung .
__ADS_1
jari lentiknya membelai gaun itu.
" dua hari lagi aku akan mengenakannya jika sebelumnya gaun ini terlihat begitu indah tapi sekarang gaun ini nampak lusuh di mataku " gumamnya .
Ranti menghela nafas beratnya dan kemudian ambruk di atas kasurnya .
dia mengambil sebuah foto ibunya yang telah meninggal sambil memeluknya .
" ma kenapa nasib selalu begini ? aku hanya ingin bahagia seperti yang lain ? kenapa saat aku sudah memiliki harapan untuk bahagia selalu saja ada orang yang tidak menyukai ku ? " sambil mengalirkan air matanya dia terus menerus berbicara sendiri sambil memeluk bingkai foto ibunya , dia mengeluarkan seluruh keluhannya saat itu . dia tidak berani mengatakannya pada Wanda meskipun Wanda menyayanginya .
sedang di tempat Adrian , dirinya tidak bisa tidur dengan nyenyak dia masih terus memikirkan perasaan Ranti yang sedih mendengar pernyataannya tadi, meski tadi Ranti sudah sepakat dengannya namun terlihat jelas kekecewaan dari wajah Ranti .
Mungkin Adrian bisa memberikan segalanya pada Ranti tapi untuk cinta kasih orang tuanya kepada Ranti , Adrian tidak yakin bisa memberikan itu semua pada Ranti .
saat sedang melamun bel rumahnya berbunyi, Adrian mengabaikannya karena ini sudah larut malam namun karena orang itu memencet bel rumahnya mau tak mau Adrian langsung turun dan membuka pintu rumahnya . terlihat ada seseorang dengan memakai jaket hitam berdiri di depan pintu rumah nya .
" untuk apa malam-malam kau kemari ?" tanya Adrian pada pria itu .
" aku hanya datang untuk memberikan ini padamu " kata pria itu sambil memberikan sebuah kotak lalu dia pun pergi dari rumah Adrian .
Adrian langsung menutup pintu rumahnya , dia segera membawa kotak itu kedalam kamarnya , begitu tiba di kamar dia langsung membuka kotak itu . tak jelas apa yang ada dalam kotak itu tapi itu membuat Adrian penasaran pada sebuah dokumen di dalamnya dan saat Adrian membacanya dia menjadi syok lalu dia langsung menutupnya kembali dan langsung menyimpannya di sebuah brangkas yang ada di lemarinya .
Ketenangan Adrian jelas terganggu dengan hal itu , dia mondar mandir di dalam ruangan kamarnya seperti berusaha mengingat sesuatu tapi dia semakin kesal dan frustasi karena tidak berhasil mengingat hal yang selalu mengganjal di hatinya dan semuanya muncul di waktu yang tidak tepat .
" jadi dia tau semua nya ? sekarang dia kembali dan berniat mengancam ku dengan semua hal ini? " batin Adrian.
segera Adrian menghubungi Theo dan memintanya untuk segera datang ke sudah tempat yang hanya di ketahui oleh keduanya . Adrian segera berangkat saat itu juga begitu juga dengan Theo .
Entah apa yang akan mereka bahas melihat dari sikap Adrian yang serius pasti itu adalah hal yang sangat penting baginya.
__ADS_1