
suasana ramai kini di rasakan Ranti dan Arya , keduanya sedang duduk bersama di kursi dengan Ranti yang memangku Nathan yang kini berumur satu tahun .
Arya dan Ranti saat ini sedang merayakan ulang tahun nathan yang pertama dengan mengundang keluarga mereka.
sebelum acara di mulai, Maharani dan ibunya Bella menyuruh Arya dan Ranti untuk berfoto ternyata mereka telah membawa fotografer langganan mereka.
akhirnya acara itu pun harus berlangsung lama karena mereka yang ke asyikan berfoto dengan Ranti dan Arya terutama dengan Nathan.
" ma udah dulu ya fotonya , kasian nathannya capek " tolak Ranti sopan .
" em baiklah , kalo gitu ayo kita segera ke inti acaranya saja " ajak Maharani .
acara tiup lilin dan potong kue pun telah di laksanakan. setelah selesai Arya dan Ranti mempersilahkan para kerabatnya untuk menikmati hidangan yang telah mereka sediakan .
sedangkan kan Ranti harus menyusui nathan yang sudah mulai rewel karena mengantuk .
Ranti menyusui nathan di dalam kamarnya dengan telaten dan penuh kasih sayang .
akhirnya Nathan pun tidur, Ranti menurunkan dari gendongannya dan menaruhnya di tempat tidur bayi milik nathan, tak lupa Ranti mencium puncak kepala nathan dengan lembut.
" selamat malam malaikat kecil mommy" ucap Ranti sambil tersenyum .
Ranti segera bergegas turun untuk menemui keluarganya .
Ranti sedang berbincang-bincang dengan Nita yang saat ini menggendong putra bungsu yang lebih tua 6bulan dair Nathan .
sedang asyik mengobrol tiba-tiba ibu Doni menghampiri Ranti .
" Ranti " sapa Winda
" iya Tante ada apa? " jawab Ranti sopan .
__ADS_1
" udah berapa kali sih di bilangan panggil mama " jelas Winda
" eh iya ma " kata Ranti sedikit canggung .
" gitu dong , kita kan sekarang keluarga kamu jangan sungkan-sungkan yang sama mama " ucap Winda sambil membelai rambut Ranti .
Winda pun menitikkan air matanya mengingat putrinya yang telah meninggal .
" mama kenapa? " tanya Ranti
" enggak kok, mama gak papa mama cuma ingat Bella aja " jawab Winda sambil mengusap air mata di pipinya .
" ma , mama jangan nangis lagi ya , Bella di sana pasti juga sedih jika liat mama nya menangis, mama mau Bella sedih " jelas Ranti
Winda menggeleng.
" iya udah kita harus hidup bahagia biar Bella melihat kita juga dengan bahagia ma " jawab Ranti sambil melihat ke arah langit .
" iya sayang, ayo kita ke yang alin " ajak Winda , Ranti pun setuju mereka kemabli bergabung bersama yang lain.
" gimana hubungan mu dengan kakak " tanya Arya .
" sudah lebih baik dari sebelumnya, bagaimana dengan mu? " jawab Doni singkat .
" iya seperti yang kamu lihat aku sekarang sungguh sangat bahagia apalagi dengan adanya Nathan " jelas Arya .
" baguslah , aku harap kamu tidak menyakiti Ranti lagi karena dia sekarang adalah adikku juga " Doni member peringatan.
" tenang saja " jawab Arya.
Para tamu undangan mereka satu persatu telah pergi meninggalkan rumah Arya hingga kini rumah itu sepi.
__ADS_1
Arya yang sudah lelah pun masuk kedalam kamarnya , dia melihat Ranti yang telah tertidur pulas. Arya segera mengganti pakaiannya dengan baju tidur kemudian dia tidur di samping ranti dan memeluknya erat.
sedangkan di tempat lain , Mia sedang duduk di kursi sambil melihat ke arah luar .
" kenapa kamu tega padaku Arya ? kalian bisa hidup dengan bahagia sedangkan diriku ? " tiba-tiba ada tangan yang mengelus puncak kepala Mia kemudian mendongakkan kepalanya .
" ayo masuk di sudah waktunya kamu istirahat " kemudian mendorong kursi roda milik Mia dan membawanya ke dalam kamar. lelaki itu menggendong Mia untuk berbaring di tempat tidurnya .
Dengan begitu lembut namun Mia seperti tidak suka dengan perlakuan lelaki itu padanya Mia memalingkan mukanya namun tak selang berapa detik tangan lelaki itu mencekik Mia sehingga Mia merasa sakit dan susah bernafas.
" le lepaskan aku " sambil terus mencoba melepaskan tangan lelaki itu.
lelaki itu pun akhirnya melepaskan tangannya dari leher Mia kemudian mendekatkan diri ke Mia seraya berkata" ini cuma peringatan saja jika kau berani mengabaikan ku lagi aku pastikan akan lebih dari yang tadi kau mengerti" ucap lelaki itu.
" kenapa kau melakukan semua ini padaku !" tanya Mia sambil memegang lehernya yang sakit akibat cengkraman dari lelaki itu.
lelaki itu tertawa .
" kenapa ? bukannya kau sendiri yang menginginkan nya? tanya balik lelaki tersebut.
" aku? apa maksud mu?" tanya Mia tak mengerti .
" hahaha, Mia ,, Mia ,, apa kau benar- benar tak mengerti atau hanya berpura-pura ? bukankah kau merencanakan semua ini hm ? kau ingin kembali padaku setelah dirimu sudah ternodai oleh banyak pria , tapi aku sudah mengikuti semua permainan mu itu dan sekarang giliran mu yang harus mengikuti permainan ku sayang " kata lelaki itu tersenyum
kemudian pergi meninggalkan Mia sendiri di dalam kamar.
Mia menangis dengan keadaannya sekarang ini.
malam hari pun tiba, Mia yang kini kakinya tidak bisa berjalan pun harus menggunakan kursi roda dia pun mendekatkan kursinya ke dekatnya dan dengan susah payah sambil menahan sakit Mia berhasil duduk di kursi roda nya , dia pun keluar kamar. Mia berniat untuk mengambil air putih di dapur namun saat itu dia sempat melewati kamar lelaki yang tadi berbicara padanya dari luar terdapat suara lelaki itu sedang bercinta dengan wanita lain . Mia mengintip aktivitas mereka berdua , air matanya pun keluar segera Mia membuka pintu itu dan berteriak .
" dasar jalang berani sekali kau tidur dengan kekasih ku " teriak Mia kencang , membuat aktivitas lelaki itu terganggu , wanita yang sedang berada di atas tubuh lelaki itu hanya diam ketakutan lalu menatap wajah lelaki itu .
__ADS_1
dengan santai lelaki itu berkata " teruskan sayang , jangan hiraukan dirinya " kemudian wanita itu pun melanjutkan kegiatan mereka berdua yang sempat terganggu akibat ulah Mia , melihat adegan tak senonoh itu di depan nya Mia segera mendekat dan berusaha memisahkan keduanya namun dengan marah lelaki itu duduk dan kemudian mengancam Mia " kenapa? kau tak suka diriku dengan nya ? lihat dirimu ini dengan keadaan mu yang seperti itu apa masih pantas kau berteriak kepada ku hm? oh iya kau berkata dia seorang jalang ? lalu bagaimana aku menyebut dirimu ? wanita baik? pergilah jangan mengganggu kesenangan ku atau kau akan merasakan akibat nya nanti" kemudian wanita yang bersama lelaki itu pun mendorong kursi roda Mia hingga kelaut dari kamar . kemudian dengan tidak tahu malunya dia kembali kedalam bersama lelaki tersebut dan melanjutkan aktivitas mereka kembali. Mia hanya bisa menangis dan menyesali perbuatannya dulu kepada lelaki tersebut. lelaki yang dulu begitu mencintai Mia dan tak pernah menyentuh dirinya namun Mia malah mengkhianati dirinya dengan banyak menjalin hubungan dengan pria lain baik itu pria lajang maupun pria yang sudah beristri.
" ini kah karma ku hiks hiks hiks " sambil menangis .