
setelah mereka berdua keluar dari cafe dan kembali menuju kantor brian terlihat dengan ekspresi marah, sinta yang melihat nya menjadi takut untuk bertanya jadi dia diam saja sampai mobil berhenti di depan lobby.
brian turun dan meninggalkan sinta
melihat bos nya berjalan dengan cepat nya sinta ketinggalan jauh
"ada apa dengan nya bukannya tadi kerjasama dengan clien juga sudah memuaskan kenapa raut muka nya seperti orang marah" batin sinta
sampai di dalam ruangan brian duduk dan berfikir.
" harus di beri pelajaran " ucap brian cukup keras sampai-sampai romi yang masuk ruangannya oun mendengar yang di ucap kan bos nya itu.
" siapa yang harus di kasih pelajaran pak? " tanya romi
" dion" jawab brian
brian membisikan suatu rencana ke romi masalah dion.
" baik pak " jawab romi mengerti apa yang di maksud bos nya
" panggilkan sinta kesini " ucap brian ke romi
" baik pak" romi oun meninggalkan ruangan brian.
sinta mengetok pintu
"masuk " ucap brian
" ada yang perlu saya bantu pak" tanya sinta
" besok kita berangkat ke malaysia karena ada yang perlu di urus " ucap brian
" baik pak" jawab sinta singkat ,sinta pun keluar dari ruangan brian karena brian menyuruhnya pergi dengan kode tangan.
brian sebenarnya tidak kuat kalo terlalu dekat dengan sinta, perasaannya tidak bisa di bohongi lagi. brian sudah berusaha profeional dan menutupi perasaannya terhadap sinta, dia ingin memiliki tapi bukan dengan cara merebut.
__ADS_1
jam menunjukan pukul 17.00 waktu nya pulang.
sinta di depan kantor menunggu taxi lewat, dari kejauhan mobil brian memantau nya dari jauh. sebenarnya brian ingin menawari tumpangan tapi brian sudah tahu jawaban sinta apa jadi dia memantau nya dari kejauhan.
sinta pun masuk ke dalam taxi dan brian pun juga ikut pulang ke rumah nya.
sesampainnya di rumah sinta tidak melihat suami nya di rumah, sinta pun langsung membersihkan dirinya dan menyiapkan makanan untuk suami nya kalo pulang nanti.
pintu terbuka dion pulang tanpa mengucapkan salam dia langsung duduk di tempat makan.
"gak mandi dulu mas?aku siapkan airnya" tanya sinta
" tidak aku sangat lapar, aku mau langsung makan saja " jawab dion dengan lesu
" capek banget ya, gimana hari ini? "tanya sinta sambil mengambilkan nasi dan lauk untuk dion.
" belum ada perkembangan aku sudah kesana kemari " jawab dion berbohong karena memang dion tidak mencari kerjaan seharian dion malah berduaan dengan pacarnya.
" ya sudah mas semoga besok ada panggilan ya " ucap sinta menenangkan suami nya
dion awal nya tidak mengizinkan sinta untuk pergi tapi semenit kemudian dion mengizinkan sinta pergi dengan syarat memberi dion beberapa uang untuk sementara di tinggalnya pergi dan sinta oun setuju.
*******
keesokan harinya sinta bersiap-siap untuk pergi
"sayang maaf ya aku gak bisa mengantarkan mu ke bandara gak apa-apa kan? "ucap dion mencari alasan karena dirinya bakal menjemput pacarnya.
" iya gak apa-apa mas aku naik taxi aja, kamu jaga diri ya aku gak lama kok hanya 3hari "ucap sinta yang meninggalkan kontrakannya.
sepeninggal nya sinta dari rumah kontrakan dion juga keluar untuk menjemput arum kekasih nya. mereka melakukan pembelanjaan di sebuah mall langsung ke kontrakan. dion tidak menyadari ada yang beda dari kontrakannya yaitu cctv yang sudah di pasang orang suruhan romi.
di bandara sinta mencari bos nya tapi tidak ketemu.
"apa dia mengerjaiku " ucap sinta mengerutu
__ADS_1
hp sinta berbunyi bertuliskan brian
"kamu dimana sopirku akan menjemputmu tunggu di lobby" ucap brian dan langsung mematikan hp nya.
"hallo.... "
"apa sih maksud dia itu aku belum juga bicara sudah di matikan seenaknya saja, dasar menyebalkan" ucap sinta marah-marah menuju lobby.
tak lama mobil datang dan sinta langsung masuk.mobil melaju dengan kecepatan sedang dan tak lama sinta pun tertidur.
beberapa jam kemudian mobil pun sampai di sebuah villa.
" non bangun non, sudah sampai " ucap sopir membangunkan sinta
sinta terbangun dan melihat sekeliling.
"ini dimana pak? " tanya sinta
" di villa milik tian non, non sudah di tunggu di dalam" jawab sopir
sinta pun turun dari mobil, dia bingung kenapa malah jadi di puncak bukannya harus nya di kantor ngurus masalahnya.
tanpa berfikir lama sinta masuk ke dalam untuk menanyakan apa maksud semua ini.
dalam pintu gerbang sampai pintu masuk villa banyak penjaga yang membungkuk kepada sinta,
sesampainya di dalam sinta tidak menemukan brian,
pelayan pun datang menghampiri.
"duduk dulu non saya buatkan minum" jawab pelayan itu
"baik, pak briannya dimana ya "tanya sinta
" pak brian naru di ruang kerja,non di suruh tunggu di sini" jawab lagi pelayan itu dan meninggalkan sinta.
__ADS_1
brian pun menghampiri sinta yang sedang duduk di sofa.