
brian yang merasa bahu tangan nya di usap oleh sinta pun merasa jantung nya berdetak kencang
" inikah rasanya jika di pegang oleh orang yang di sukai" batin brian memandang ke arah tangan sinta.
sinta yang menyadari brian melihat apa yang di lakukan pun menurunkan tangannya
" maaf pak" ucap sinta
" tidak apa -apa "
" bisakah kamu kalo sama saya tidak memanggil pak? saya kan hanya terpaut 3 tahun denganmu" jelas brian
" iya maaf "
"ayo kita pulang besok kan kerja" ucap sinta
sinta berdiri untuk pergi keluar taman tapi brian menahannya.
" ngapain kamu masuk kerja besok? " tanya brian heran karena besok adalah hari minggu tapo karena mungkin sinta banyak pikiran jadi lupa hari
" bekerjalah ," jawab sinta dengan santai
" besok itu weekend, kamu mau bekerja sendiri" ucap brian yang menarik sinta supaya duduk lagi
sinta menepuk jidat nya dan reflek duduk dekat sekali dengan brian
sinta dan brian saling pandang karena wajah nya begitu dekat.
" tampan "ucap sinta pelan tapi terdengar oleh brian.
brian yang mendengar itu hanya senyum-senyum.
sinta yang sadar duluan langsung menggegeserkan badannya.
setelah beberapa menit di taman brian dan sinta oun memutuskan mencari makan karena perut nya lapar dan setelah itu pulang.
__ADS_1
hari demi hari brian dan sinta semakin dekat
*******
setelah beberapa bulan sinta dan brian semakin dekat menghabiskan waktu bersama dan kadang pun jalan berdua.
"besok ada acara di hotel xxx, bisakah kamu temani aku " tanya brian kepada sinta
" dengan senang hati pak bos ku yang tampan" jawab sinta yang sengaja meledek brian.
mereka sudah terbiasa seperti ini romi pun sudah tidak kaget dengan candaan mereka.
malam pun tiba sinta yang sedari tadi sibuk merias diri dan memakai gaun yang di berikan brian untuknya.
tit... tiit
suara kelakson mobil brian terdengar
sinta segera berjalan keluar, menuju suara itu
brian turun dan membukakan pintu untuk sinta.
" terimakasih tuan muda " ucap sinta dengan senyuman
brian kembali masuk mobil " sudah siap tuan putri " ucap brian
" lets go " ucap sinta
mobil melaju dengan kecepatan sedang sambil menikmati musik jazz kesukaan brian dan sinta.
mereka memang menyukai beberapa hal yang sama.
sampai lah di tempat acara penjaga disana membukakan pintu pada brian dan sinta. acara malam ini memang ekslusif karena pertemuan beberapa direksi sekaligus pesta kerjasama perusahaan brian dan pak agus yang tak lain adalah ayah risma.
brian dan sinta masuk bergandengan semua orang melihat pasangan brian dan sinta dan memuji kalau pasangan itu sangat serasi
__ADS_1
"selamat malam pak brian " sapa pak agus
" selamat malam pak agus " jawab brian
risma yang sedari tadi di belakang papa nya melihat sinta menggandeng brian menatap nya tidak suka.
sinta yang melihat tatapan risma menjadi takut dan berusaha melepaskan tangan dari brian.
" saya ke toilet sebentar " bisik sinta ke telinga brian
brian tidak menjawab hanya menganggukan kepala.
beberapa menit kemudian risma berpamitan untuk ketoilet juga.
sesampainya di toilet risma mencari-cari keberadaan sinta.
ternyata sinta di depan cermin merapikan rambut nya.
" eheem "
" eh mbak " ucap sinta melihat di sebelahnya sudah ada risma
" katamu brian dan kamu hanya sebatas kerja kenapa tadi kamu menggandengnya? " tanya risma
"iya mbak tadi pak brian yang menyuruh saya untuk menemani nya " jelas sinta
" kamu yakin tidak ada hubungan dengan brian " tanya risma lagi
" iya mbak"
"kamu tidak menyukai brian kan? "tanya risma lagi
sinta terdiam karena dia tidak tahu perasaannya yang jelas dia sudah nyaman dengan brian.
"jawab" bentak risma
__ADS_1
sinta pun kaget "maaf ya mbak itu bukan urusan mbak, " jawab sinta meninggalkan risma di toilet.