
Aku terbangun karena mendengar suara gedoran pintu kamarku dan tak lama kedua anakku masuk kedalam kamar kami . Vino dan Vero merangkak naik ke atas ranjang ku dan memeluk diriku , aku melarang keduanya untuk mengganggu tidur Adrian .
" jarang sekali Daddy belum bangun biasanya Daddy bangun lebih dulu dan membangunkan kami " Vino mencoba menarik selimut Adrian " Vino , mommy sudah bilang kan untuk tidak menganggu tidur Daddy " aku menasehati si Vino berhubung dia masih anak kecil dan sangat suka jahil tentu saja nasihatku tidak di dengarnya terkadang aku merasa marah pada Vino karena sifatnya terlalu mirip dengan ayah kandungnya namun Adrian menyuruhku bersabar dan tidak memarahi Vino .
Adrian menggeliat saat Vino membuka selimut yang menutupi tubuhnya, perlahan Adrian membuka matanya dan segera memeluk tubuh mungil Vino .
bukannya marah pada kelakuan sang anak Adrian malah memeluk dan mencium Vino .
" dad, hari ini kan hari libur ayo kita jalan-jalan " ucap Vino pada Adrian .
"Vino sayang daddy mu sedang tidak enak badan , jalan-jalannya lain kali saja iya " kata ku pada Vino membuat bocah itu cemberut dan merengek pada Adrian .
" sudahlah jangan membuatnya kecewa, aku baik-baik saja kok " kata Adrian pada padaku, sungguh aku sangat kesal pada Adrian yang terlalu memanjakan anak -anak.
" iya nanti sore kita jalan-jalan iya sekarang Daddy mau istirahat dulu oke" si kembar juga setuju, setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan akhirnya mereka pergi meninggalkan ku dan Adrian di dalam kamar , Adrian kembali memejamkan matanya , aku memeriksa tubuhnya " sudah tidak demam lagi " batinku aku pun bergegas membersihkan diri dan segera turun untuk membuatkan bubur Adrian .
Di dapur aku segera menyiapkan bahan-bahan untuk membuatkan Adrian bubur tapi ibu mertuaku melarang ku karena Adrian tidak akan menyukainya , aku jadi kembali mengingat saat sebelum kami menikah dulu, kala itu aku membuatkan bubur ayam untuknya dan dia juga tidak menyukai bubur buatan ku .
__ADS_1
" lalu aku harus membuat makanan apa untuk Adrian ma?" ibu mertuanya tersenyum padaku dan menyuruhku duduk saja mengingat kandungan ku yang semakin membesar.
" tenang iya mama akan buatkan makanan untuk Adrian , kamu bisa melihat cara memasaknya " ibu mertua ku langsung menyiapkan beberapa bahan ,ternyata ibu mertua membuat sup ayam dengan di tambahkan beberapa rempah seperti jahe untuk membuat badan Adrian segera pulih .
aku teringat kembali pada foto yang Adrian pegang tadi malam, karena aku begitu penasaran pada keluarga Adrian aku pun memberanikan diri menanyakan pada mertuaku , awalnya aku ragu sebab Adrian saja menutupinya dari ku mungkin ada suatu hal yang telah terjadi di keluarga Adrian .
" ma , Ranti boleh tanya sesuatu gak tentang keluarga kalian soalnya Adrian tidak pernah mau membahas nya ? " aku memberanikan diri untuk bertanya . awalnya aku takut jika ibu mertua ku tersinggung, tapi dia malah tersenyum padaku " iya mungkin Adrian masih merasa bersalah jadi dia tidak mau membahasnya , tanya kan saja pada mama jika bisa mama akan jawab semua pertanyaan kamu sayang" katanya dengan lembut .
" ma, sebenarnya Adrian punya berapa saudara ? dan kemana mereka semua ? dna mengapa Adrian tidak mau bertemu dengan ayahnya ? lalu kenapa Adrian sampai meninggalkan rumah ?" tanya ku panjang lebar .
" Adrian punya dua orang adik satu laki-laki dan satu perempuan , tapi kedua adiknya telah pergi ,adik laki-lakinya meninggal karena sebuah kecelakaan dan adik perempuan nya dia meninggal karena bunuh diri " wajah ibu mertuaku menjadi murung mungkin dia teringat kembali pada mending anaknya aku sungguh menyesal karena mengungkit masa lalu keluarga mereka aku menggosok lengannya mencoba menenangkannya" maaf iya ma Ranti tidak bermaksud membuat mama teringat kembali tentang mereka " kataku dengan penuh penyesalan .
" mama lanjutkan dulu iya ceritanya" aku pun mengangguk " Adrian itu sedari kecil sudah didik keras oleh ayahnya tapi dia rela menanggung semua itu sendiri dan membiarkan adik-adiknya hidup bebas sesuai apa yang mereka inginkan tapi adik laki-laki Adrian merasa Adrian tidak menyayanginya dan ingin mengambil perhatian kami untuknya sendiri jadi kedua anak itu saling bersaing untuk mendapatkan posisi pewaris dengan saling menjatuhkan satu sama lain mungkin karena itulah adik perempuan mereka jadi depresi ,kedua nya mulai menyesal karena kehilangan adik perempuan yang sangat mereka sayangi , Ayah nya juga menyalahkan mereka hingga mereka berdua keluar dari rumah namun tak lama kami mendengar kabar jika putra kedua kami mengalami kecelakaan pesawat dan sampai sekarang tidak di temukan, polisi mengatakan jika mungkin mayatnya sudah di makan binatang buas karena dia jatuh ke kawasan sebuah hutan, kami juga tidak tahu kabar Adrian setelahnya yang jelas dia kembali ke rumah dengan membawa dirimu , aku tidak tahu apa yang sudah dia alami selama ini tapi melihat dia sesukses sekarang mama yakin sudah banyak yang dia korbankan " ibu mertua ku menangis saat menceritakan semua nya . " jadi orang tua Adrian tidak tahu tentang pekerjaan kotor anaknya ? " pikir ku . Aku bisa saja memberitahukan pada ibu mertuaku jika Adrian sudah banyak melakukan semua hal untuk mencari penyebab kematian sang adik namun aku lebih memilih diam mungkin Adrian merahasiakan nya pada sang ibu agar ibunya tidak merasa lebih sedih saat mengetahui kebenaran nya .
ibu mertuaku langsung bangkit dari duduknya dan mematikan kompor saat masakannya sudah siap.
" sudah siap, sekarang kamu antar makanan ini padanya suruh dia cepat habiskan " aku segera membawa semangkuk sup ayam jahe buatan mertuaku kedalam kamar, aku lihat Adrian sudah bangun dan sedang berbicara lewat telepon dengan seseorang .
__ADS_1
" bukannya istirahat malah sibuk berbicara lewat telepon ! bisa gak sekali saja kamu itu perhatian pada tubuhmu sendiri " omel ku padanya sambil menaruh sup di atas meja .
Adrian langsung mematikan panggilan , dia menarik tubuhku pelan hingga duduk di pangkuannya " iya iya aku salah " jawabnya , aku segera menjauhkan diriku darinya " bau keringat " ucapku padanya dia pun mengendus tubuhnya sendiri .
" masa sih aku tapi baru saja mandi " aku pun tertawa melihat ekspresi nya .
" kamu mengerjaiku ? awas saja kamu nanti iya " aku segera menyuruhnya memakan sup yang aku bawa, awalnya Adrian menolak karena dia belum lapar dan dirinya tidak suka di perlakukan seperti orang sakit tapi aku tetap memaksanya dengan menyuapi Adrian dengan sup ayam hingga habis tak tersisa.
" makasih iya istriku " ucapnya padaku , aku hanya membalas dengan senyuman saja .
" oh iya istriku aku harap kamu tidak menceritakan masalah yang terjadi pada mama iya " mohon nya padaku .
" oh memangnya kenapa ? " pancingku
" iya kamu tahu sendirilah aku sudah berusaha menutupi semua pekerjaan sampingan ku dari yang lain masa kamu mau membongkarnya ? apalagi kalau sampai mama tahu dia pasti akan memarahi ku habis-habisan " jawabnya .
" oh jadi kamu takut di marahi mama kamu tapi kamu tidak takut aku marah juga? kamu tahu gak hal yang kamu lakukan itu berbahaya sekali Adrian sudah aku bilang berkali-kali jangan lakukan hal itu lagi tapi kamu malah melibatkan ku dan yang lain , untung saja semua rencana alami dan Theo berjalan lancar jika sampai terjadi sesuatu pada bayi kita aku tidak akan memaafkan mu seumur hidup " aku memang sengaja menunggu waktu yang tepat untuk memarahinya saat pulang nanti aku tidak mau kami bertengkar di negeri orang .
__ADS_1
" iya aku minta maaf ,aku yang salah lain kali tidak akan terulang lagi kejadian seperti itu , aku janji " dia memasang wajah yang memelas membuat diriku tak bisa memarahinya lagi apalagi dia juga terpaksa melakukannya .