
tok tok tok
Sarah mengetuk pintu kamar Adrian . Adrian kesal karena kegiatannya di ganggu oleh wanita itu .
" menyesal aku membawanya kemari " gerutu Adrian , Ranti yang mendengarnya pun hanya tertawa .
Adrian membuka pintu kamarnya , di lihatnya wajah Sarah yang begitu kesal .
" ada apa ?" tanya Adrian melihat ekspresi wajah nya itu Adrian bisa menebak jika kita telah terjadi sesuatu padanya.
" di mana kakak ipar kenapa dia tidak menemui Ku? apa dia marah karena masalah tadi pagi " sambil menerobos masuk ke dalam kamar .
Sarah terkejut saat melihat Ranti yang kita menatap dirinya dengan girang dia pun berlari memeluk Ranti .
" wah tenyata kakak ipar ku sangat cantik , lebih cantik dari yang ada di foto " Ranti melepas pelukan Sarah .
" hai kak namaku Sarah aku adiknya Theo tapi aku lebih suka menjadi adik kak Adrian dia lebih perhatian padaku di banding kakakku sendiri " sambil menjabat tangan Ranti .
" namaku Ranti salam kenal iya " sambil tersenyum .
" perhatian ? " batin Ranti sambil melirik ke arah Adrian .
" ada apa? " jawab Adrian dengan nada pelan .
setelah berkenalan Ranti mengajak Sarah untuk pergi menemui Nathan .
saat bertemu Nathan , sarah sangat senang begitu pula Nathan yang senang karena memiliki bibi .
" harap maklum iya , dia memang sifatnya seperti itu karena terlalu di manja " kata Adrian .
" bukannya kamu yang terlalu memanjakannya ?" sahut Ranti .
" ah iya juga sih " jawabnya .
Adrian pun memilih meninggalkan Ranti dan beralih ke Doni entah mereka membicarakan tentang apa yang jelas Doni dan Adrian tampak dekat meski sebelumnya mereka pernah berkelahi .
sedangkan kini Ranti dan Sarah juga mulai dekat Sarah banyak membicarakan kebiasaan Adrian dulu pada Ranti .
lalu Sarah tiba-tiba menanyakan suatu hal yang membuat Ranti tidak nyaman " kakak ipar ,pria yang di luar itu kakaknya kakak ipar iya ?" tanya Sarah .
__ADS_1
Ranti menjawab " iya dia kakak ku namanya Doni "
" oh , orangnya baik iya pasti beruntung banget wanita yang bisa bersamanya , apa kak Doni sudah punya kekasih ? kalo tidak bisakah kakak ipar mengenalkan ku padanya soalnya tadi dia terlihat sangat dingin padaku " dengan wajah memelas , Ranti yang mendengarnya pun bingung dengan itu " Sarah , kak Doni itu jauh lebih tua darimu bahkan dia lebih tua dari Adrian , kenapa kamu tertarik padanya ? lagipula kak Doni sudah menikah dan usia anaknya juga lebih besar dari Nathan " jelas Ranti pada Sarah .
" dia sudah menikah ? beruntung sekali wanita yang menikah dengannya, sudah menikah saja begitu menawan apalagi jika dia lajang " jawab Sarah .
Ranti hanya bisa tertawa dengan sikap Sarah " apa tipe yang dia sukai memang seperti kak Doni " batin Ranti .
sedangkan Doni berbicara pada Adrian " wanita tadi adik mu? " tanyanya .
" dia adik sahabatku tapi kami sudah tinggal bersama saat di luar negeri dan aku juga menyayangi dia seperti adik ku sendiri jadi anggaplah dia adik ku " jelas Adrian .
" tolong kau nasehati dia jangan mudah terlalu dekat dengan pria apalagi pria yang sudah beristri, aku sungguh merasa tidak nyaman "
" memang apa yang dia lakukan padamu ?" tanya Adrian penasaran .
" iya dari tadi dia selalu memperhatikan ku dan dia juga seperti ingin dekat dengan ku " jawab Doni .
" hahaha, ternyata sifat nya masih belum berubah , maaf kan Sarah iya dia memang lebih tertarik dengan pria yang lebih tua mungkin dia tertarik padamu " sambil menahan tawa .
" apa dia tidak waras ? dengan wajahnya itu dia bisa mendapatkan pria yang lebih tampan dan muda mengapa dia tertarik padaku ?" Doni masih tidak percaya dengan ucapan Adrian .
" entahlah , aku juga tidak tahu kenapa dia seperti itu " sambung Adrian .
Adrian menjadi teringat dengan kenangannya bersama dengan adik kandungnya , ingatan masa lalu nya muncul apalagi saat Sarah berada di sampingnya , makanya Adrian sangat menyayangi Sarah dia bahkan rela melakukan apapun demi Sarah karena dia melihat sosok Sarah yang sangat mirip dengan adiknya .
" mungkin sudah saat nya Sarah menikah, aku akan membicarakan ini dengan Theo" .
saat makan malam , tampak meriah apalagi dengan adanya Sarah di rumah itu , Sarah yang sifatnya ceria membuat anak- anak lebih mudah dekat dengannya . melihat momen itu Adrian dan Ranti sangat senang karena rumah mereka semakin ramai .
karena adanya Sarah dan Wanda yang menjaga anak-anak , Ranti dan Adrian bisa menghabiskan waktu mereka berdua.
di dalam kamar .
Ranti yang berada di balkon kamarnya , sedang memandang langit malam bertabur bintang , tiba-tiba tangan kekar Adrian melingkar di pinggangnya yang ramping .
" sudah malam , kenapa masih di luar nanti kamu masuk angin " ucap Adrian sambil menyandarkan kepalanya di bahu Ranti . Ranti tidak berkata apapun Adrian langsung mengangkat tubuh Ranti dan menggendongnya untuk masuk ke dalam
" Adrian lepaskan ! " teriak Ranti atas perlakuan Adrian padanya.
__ADS_1
" Ranti aku sangat merindukanmu " setelah merebahkan tubuh Ranti di atas ranjang .
" Adrian ingat aku masih belum memaafkan mu "
" aku tahu, tapi bukannya kamu tidak melarang ku untuk menyentuh dirimu " sambil menyeringai .
" kamu bisa perlahan-lahan memaafkan ku tapi kamu jangan lupa dengan tugasmu sebagai seorang istri , Ranti " bisiknya membuat tubuh Ranti bergidik apalagi suara Adrian semakin serak , Adrian sudah tidak bisa menahan lebih lama lagi dia mencium bibir mungil Ranti , dan Ranti juga membalasnya ,mendapat lampu hijau dari istrinya Adrian pun segera melucuti pakaian mereka berdua dan melampiaskan kerinduannya pada Ranti hingga membuat Ranti sangat lelah dan tertidur .
saat Ranti terbangun , tangan Adrian masih melingkar di perutnya , lantas segera melepaskan pelukan Adrian dari tubuhnya , dan memakai kembali gaun malamnya , sebelum beranjak dari tempat tidur Ranti menatap wajah Adrian yang masih terlelap , setelah melihat wajahnya Ranti memandang tubuh atas Adrian yang polos dan wajah Ranti tiba memerah setelah melihat beberapa tanda merah di tubuh Adrian , yang mengingatkannya atas kejadian semalam .
" astaga , kenapa aku bisa melakukan itu padanya " Ranti segera berlari ke dalam kamar mandi setelah selesai mandi Ranti yang masih melihat Adrian tidur pun segera pergi keluar dari kamar mereka , Ranti sengaja tidak membangunkan Adrian karena Adrian berkata jika Theo sudah menyelesaikan masalah di kantor dan menyuruh Adrian menemani Ranti menjaga Nathan hingga pulih .
Ranti sudah berada di dapur dan menyiapkan sarapan untuk keluarganya .
si kembar sedang bersama Sarah dan Wanda mengurus Nathan . sedang asyik memasak Adrian datang ke dapur dan memperhatikan Ranti yang sedang memasak .
" kamu sudah bangun " sapa Ranti dan Adrian masih tetap memandang i Ranti pun menjadi risih apalagi mengingat apa yang dia lakukan pada Adrian semalam membuat mukanya kembali memerah .
" kenapa tidak membangunkan diriku ? padahal aku ingin kita mandi bersama " Ranti langsung menoleh ke arah Adrian .
" Adrian jaga ucapan mu bagaimana jika yang lain mendengarnya " Adrian terkekeh melihat tingkah Ranti " kenapa ? kamu malu ? bukannya tadi malam kamu begitu bersemangat lihatlah punggungku terluka karena mu " sambil memperlihatkan punggung nya yang terdapat luka cakaran dari Ranti .
Ranti segera menutup baju Adrian karena mendengar langkah kaki yang mendekati mereka .
" selamat pagi sayang " sapa Adrian pada si kembar yang sudah memeluk tubuh Adrian .
" Daddy nanti kita jalan-jalan yuk, sudah lama kita tidak pergi keluar , bosan sekali di rumah " ajak Vinno .
" em boleh tapi cium dulu " Adrian kini sudah berjongkok di depan anaknya , Vinno pun mencium pipi kiri Adrian dan Verro mencium pipi kanan nya .
" ehm " ranti merasa cemburu pada Adrian yang sekarang lebih dekat dengan anaknya daripada kepada dirinya.
" seperti nya Mommy juga ingin di cium" ujar Adrian , lalu si kembar pun menghampiri Ranti dan juga menciumnya .
" apa kita akan jalan-jalan ?" tanya Verro
" tentu saja nanti kita jalan-jalan iya sama kak Nathan juga " kedua bocah bersorak gembira sambil berlari ke kamar Nathan untuk memberitahukan hal itu pada kakak tercinta mereka.
" kak Adrian , ajak Sarah juga iya , Sarah juga ingin jalan-jalan " rengek Sarah manja .
__ADS_1
" iya kamu juga ikut " sambil mengusap pucuk kepala Sarah yang mendengar itu pun reflek memeluk tubuh Adrian .
" memang kak Adrian yang terbaik " sambil mencium pipi Adrian . Adrian nampak canggung apalagi dihadapannya ada singa yang siap menerkamnya , siapa lagi jika bukan Ranti yang sudah melotot sambil *******- ***** kain yang dia pegang .