
Sarah yang saat itu sedang menonton tv dia menjadi kaget melihat berita Ranti .
" ya ampun, siapa yang berani melakukan ini semua pada kakak ipar " Sarah segera menghubungi nomor Ranti namun tidak aktif , Rasya yang melihat Sarah cemas pun ikut melihat siaran di TV .
" bukannya itu Ranti? jadi dia suami Ranti ? berarti dia kakak mu " tanya nya .
Sarah hanya mengangguk .
" mengapa media memberitakan hal buruk tentangnya ? Ranti tidak mungkin seperti itu ?" Rasya terlihat membela Ranti .
" aku yakin ada orang yang sengaja melakukan ini semua, Rasya tolong antar aku kerumah iya aku ingin pergi menemui kak Ranti aku yakin sekarang dia sangat bersedih " pinta Sarah .
Rasya dan Sarah pun pergi kerumah Adrian .
disana Ranti dan Adrian juga sudah tiba di rumah . Wanda dan anak-anak yang juga sudah mengetahui berita itu ikut menghibur Ranti agar tak terlalu memikirkan berita tersebut.
"kak, bagaimana keadaan kak Ranti ?" tiba-tiba Sarah masuk ke dalam rumah Adrian .
" Sarah " lirih Adrian melihat kedatangan nya .
" Ranti terlihat syok dia ada di dalam kamarnya " sambung Adrian . Sarah pun pergi menuju kamar Ranti .
sedangkan Adrian yang baru sadar jika ada seseorang yang berdiri di depan pintu rumahnya pun menghampiri Rasya.
" kamu siapa?" tanya Adrian .
" oh aku Rasya aku temannya Hana , aku kemari mengantarnya karena dia ingin bertemu dengan kakak iparnya " jelas Rasya .
" Hana? di sini tidak ada nama itu ? apa mungkin kau bersama adik ku Sarah ?" tanya Adrian .
" jadi namanya bukan hana ?" batin Rasya .
" ahh iya " jawab Rasya mengiyakan.
Adrian pun mempersilahkan Rasya masuk kedalam rumah .
tak lama Arya juga datang untuk menemui Ranti . karena Adrian malas berdebat dia pun mengijinkan Arya masuk saja ke dalam .
" Rasya , mengapa kamu bisa di sini?" sapa Arya pada Rasya .
" oh aku kemari mengantar temanku " jawab Rasya terlihat canggung .
bagaimana tidak dia berhadapan dengan suami dan mantan suami dari mantan kekasihnya dulu .
" kalian saling mengenal?" tanya Adrian .
" iya kami saling mengenal karena kami tinggal di daerah yang sama benarkan Arya" Rasya memberikan sedikit kode pada Arya agar tidak berbicara yang sebenarnya .
" eh iya benar " jawab Arya kaku .
" oh iya bagaimana keadaan nya sekarang ?" imbuh Arya .
" dia masih syok tapi mama dan adikku sudah menemaninya " jelas Adrian .
" oh iya Rasya bagaimana kamu bisa mengenal adikku ?" tanya Adrian .
__ADS_1
" oh aku bertemu dengan nya di hotel saat itu dia tidak bisa membayar tagihan hotel karena semua atmnya di blokir jadi aku menolongnya dan karena dia juga tidak punya tempat tinggal jadi aku membiarkannya tinggal bersamaku tapi aku tidak berbuat apapun padanya " jawab Rasya jujur .
"oh begitu, terima kasih iya karena sudah menjaga adikku nanti aku akan mengganti uangmu " jawab Adrian .
" tidak perlu , aku dan dia punya kesepakatan karena dia ingin bekerja denganku jadi kau tak usah mengembalikannya " tolak Rasya .
" bekerja? sejak kapan gadis manja itu ingin bekerja atau karena menolak perjodohan membuatnya ingin mandiri?" sambil menyerngitkan dahinya.
mereka bertiga sedikit mengobrol dan saat itu Ranti dan Sarah telah keluar dengan raut wajah Ranti yang sudah terlihat ceria .
ketiga pria itu lantas berdiri saat Ranti menghampiri mereka.
" ya ampun , mengapa mereka semua berkumpul di sini?" Ranti terlihat canggung .
Adrian langsung menghampiri Ranti dan segera memeluknya .
" syukurlah aku pikir kamu akan sedih karena mendengar berita itu " Adrian terlihat lega .
" tentu saja aku sedih tapi aku tak bisa membiarkan orang yang melakukan ini padaku menjadi senang jadi aku harus tetap tenang menghadapi semuanya " kata Ranti .
Tanpa pasangan itu sadari kedua pria yang ada di ruangan yang sama dengan mereka terlihat tidak senang dengan kemesraan mereka.
" bukankah ini sudah berlalu tapi mengapa melihatnya dengan pria lain masih membuatku sakit hati " batin Rasya .
" seharusnya aku yang berada di sampingnya saat ini dan jika bukan karena Adrian , dia juga tidak akan mengalami semua ini" pikir Arya .
Sarah juga menyadari jika kedua pria itu terlihat tidak senang dengan sikap Adrian pada Ranti membuatnya penasaran dengan hubungan mereka dengan Ranti .
" eh dia siapa kak ?" tanya Sarah sambil menunjuk Arya .
" oh dia mantan suami ku " jawab Ranti .
" nak Rasya kamu kok bisa di sini " sapa Wanda pada mantan kekasih anaknya itu.
" eh Tante Wanda , iya aku mengantar dia kesini " sambil melihat ke arah Sarah .
"kalo gitu sekalian saja ajak mereka berdua makan malam di sini iya " sambil menatap Adrian dan Ranti .
Adrian hanya menghela nafasnya .
" iya boleh juga " jawabnya .
Ranti hanya bisa diam namun dia merasa jika mengajak kedua pria itu bukanlah keputusan yang baik, apalagi raut wajah Adrian yang seperti tidak senang akan kedatangan kedua pria itu.
saat di meja makan , terasa mencekam bagi Ranti karena suaminya saat ini sedang menatap dirinya seakan ingin meminta penjelasan , apalagi Rasya kini sedang berbicara dengan Nathan yang juga sudah mengenalnya , dan Arya yang sibuk menggoda Vino.
" Ranti ada apa dengan Adrian ? kenapa dia hanya diam dan tidak memakan makanannya " bisik Wanda
" ma , ini semua gara-gara mama mengajak mereka makan malam di sini ".
" sayang , kenapa tidak di makan ? apa makanannya tidak enak" tanya Ranti pada Adrian .
Adrian berdiri " aku sudah kenyang , kalian lanjutkan saja makan malamnya , oh iya Sarah setelah makan datang ke ruang kerja ku ". yang hanya di jawab anggukan oleh Sarah .
" Adrian pasti marah padaku " gerutu Ranti . tak lama Sarah juga mengikuti Adrian .
__ADS_1
" Ran, gimana keadaan Nathan saat ini ? kamu sudah menemukan ayah kandung nya " tanya Rasya tiba-tiba .
" sudah " jawab Ranti singkat .
Arya pun ikut menoleh pada Ranti .
" benarkah ! siapa pria itu ? " tanya Arya yang ikut penasaran .
Ranti masih ragu-ragu tapi dia tetap mengatakannya . " dia Adrian " jawab Ranti .
" apa! " kedua pria itu tampak kaget .
" Ran , sudah ku bilang kan dia bukan pria baik-baik lebih baik kamu tinggalkan saja dia " " Arya , bukannya dirimu juga sama " sindir Rasya pada Arya .
" sudah cukup , jika kalian sudah tidak ada urusan lagi lebih baik kalian segera pulang " usir Ranti pada keduanya .
" tidak bisa aku masih harus menunggu Sarah " tolak Rasya .
" aku masih ingin bertemu dengan anak-anakku " Arya juga membuat alasan .
" setelah dia pulang kemari , kamu pikir Adrian akan membiarkannya kembali pergi dari rumah dengan mudah? lebih baik kamu pulang saja , dan kamu ingin bertemu anak-anak? ini sudah malam mereka harus tidur karena besok sekolah jadi aku harap kalian berdua pulang " usir Ranti pada keduanya dengan nada yang penuh penekanan . karena Ranti sudah marah keduanya pun pergi dari rumah itu .
di ruang kerja Adrian .
" siapa dia ?" tanya Adrian pada Sarah .
" em dia kekasihku " jawab Sarah .
" aku tidak suka di bohongi Sarah katakan sejujurnya " ancam Adrian pada Sarah sambil mengetuk-ngetuk meja dengan jari nya .
" sebenarnya di orang yang menolongku membayarkan biaya menginap di hotel, dia juga mengajakku tinggal bersama lalu dia membayarku untuk menjadi kekasih palsunya agar terhindar dari perjodohan " jelas Sarah sambil menundukkan kepalanya karena takut .
" apa kamu tahu dia mengenal Ranti ?" tanya Adrian .
" oh kami pernah bertemu di sebuah restoran saat itu Rasya berkata jika dia mengenal kakak ipar selebihnya aku tidak tahu kak, tolong kak biarkan aku tinggal bersamanya aku menyukainya kak " mohon Sarah pada Adrian .
" maaf Sarah kami berdua sudah memutuskan perjodohan mu aku ingin kamu tidak lagi menemui dirinya " larang Adrian .
" tapi kak, aku sudah mencari nya bertahun-tahun dan sekarang aku menemukannya aku tak akan membiarkannya pergi lagi kak" ungkap Sarah sambil berkaca-kaca.
" huft, baiklah aku akan memberi mu kesempatan tapi jika dia tidak menyukaimu kamu harus segera pergi meninggalkan" akhirnya Sarah keluar dan mencari Rasya namun dia sudah tidak pulang .
" kenapa dia meninggalkan aku " Sarah merasa heran tapi Ranti segara menjawabnya .
" aku yang menyuruh mereka pulang karena ini sudah malam, jika kamu ingin menemuinya lebih baik besok saja Sekarang kamu tinggal di rumah saja iya " saran Ranti dan Sarah pergi ke dalam kamarnya .
Ranti masuk kedalam ruangan tempat Adrian berada.
" sayang kamu marah ?" tanya Ranti menghampiri Adrian yang saat itu sedang melakukan meeting dengan para petinggi .
Adrian menoleh ke arah Ranti dan mengisyaratkan pada Ranti untuk tidak bersuara dengan menempelkan jari telunjuknya ke bibir nya . namun di salah artikan oleh Ranti .
" kamu gak mau bicara denganku ?" timpal Ranti sambil duduk di pangkuan Adrian .
"bukan begitu , nanti saja iya kita bicaranya aku sedang meeting " jawab Adrian dengan lirih sambil membelai rambut Ranti .
__ADS_1
Ranti segera melihat layar laptop Adrian dan seketika wajahnya menjadi merah dan segera berdiri lalu keluar dari tempat Adrian . Adrian lalu kembali ke kegiatan nya meski dirinya juga tampak canggung .
di luar pintu Ranti mengutuk dirinya sendiri atas tingkahnya tadi .