ORANG KETIGA

ORANG KETIGA
bab 42


__ADS_3

brian bermimpi bertemu dengan sinta yang sedang menangis.


" sayang kamu kenapa? " ucap brian menghampiri sinta dan membelai rambutnya.


sinta tidak bersuara hanya menangis dan geleng-geleng.


" kamu kenapa" ucap brian panik.


beberapa orang datang dan membawa sinta pergi.


"jangan, jangan bawa pergi istri ..." belum selesai berbicara brian pun terbangun.


"Astgfirulloh, hanya mimpi " ucap brian sambil memegang dada nya.


brian berdiri untuk mengambil minum, dia tidak bisa tidur lagi karena pikiran mimpi nya tadi.


jam menunjukan pukul 04.30 brian mengambil wudlu untuk melaksanakan sholat. selesai sholat brian mencoba menelepon rumahnya.


" hallo " ucap bi surti


" hallo bi, sinta sudah bangun? " tanya brian


" lhoh bukannya nyonya sinta pergi ke bandung untuk nyusul tuan " ucap bi surti.


" tidak bi, saya disini hanya sama romi " ucap brian yang mulai khawatir.


" tapi di rumah juga tidak ada tuan" ucap bi surti yang juga mulai khawatir.


telepon itu langsung di tutup brian, dia langsung berlari menuju ruangan romi.


"rom bangun, aku ada tugas untuk mu" ucap brian yang sudah berada di samping tempat tidur romi.


" ada apa pak? " ucap romi


" lacak no. hp sinta, sinta menghilang dan katanya dia ke bandung " ucap brian


romi tidak menjawab tapi langsung berdiri dan melaksanakan perintah bos nya itu.


**


di tempat lain sinta hanya melihat kegelapan, sinta tidak pernah berontak karena dia tau kondisi nya dan tidak mau membahayakan anak nya.


" dia sudah disini bos " ucap seseorang bertubuh kekar yang sedang menelepon.

__ADS_1


tak lama pintu terbuka, sinta melihat siapa yang datang " dion " ucap sinta yang memasang wajah kebencian.


" hallo sayang " ucap dion yang memegang pipi sinta tapi sinta memalingkan wajahnya.


dion hanya tersenyum sinis melihat tingkah sinta.


"apa mau mu? "ucap sinta


"aku mau kamu balik dengan ku " ucap dion


sinta diam berfikir karena dia tahu dion sangatlah kejam, jika dia gegabah anaknya bisa jadi korban.


" ceraikan lelaki itu dan kembalilah bersama ku " ucap dion.


sinta tak menjawab dia tidak mau membuat dion marah.


sinta berfikir bagaimana cara dia bisa lepas dari tempat itu.


" ok, tapi tunggu sampai anak ini lahir, karena aku tidak bisa cerai saat mengandung anak ini " ucap sinta yang penuh dengan strategi.


dion terkejut mendengar persetujuan sinta yang mau menceraikan brian.


dion beranggapan sinta masih mencintainya.


" biarkan aku kembali ke rumah " ucap sinta


" tidak, kamu tidak boleh kembali " ucap dion


sinta berfikir kembali supaya dion mau melepaskannya.


"kamu akan disini bersama ku " ucap dion


" jika aku masih disini, justru membuat brian curiga dan aku sekarang tidak bekerja, bagaimana mendapatkan uang untuk kita nanti, biarkanlah aku pulang ke rumah, setidaknya jika anak ini lahir dan aku bercerai aku mendapatkan bagian dari brian " ucap sinta yang penuh dengan rencana.


dion berfikir ucapan sinta karena menurutnya ada benarnya juga, dion memang lelaki yang pemalas.


" baiklah, tapi ingat hanya 3bulan jika kamu ingkar aku akan melakukan yang lebih dari ini" ucap dion


sinta hanya mengangguk saja,


"lepaskan dia dan antar dia " ucap dion menyuruh anak buah nya.


sinta sedikit lega karena rencana nya berhasil.

__ADS_1


**


brian dan romi sudah menemukan dimana ponsel sinta dan benar berada di bandung, setelah mencari kesana ternyata hanya ponsel nya, sinta nya tidak ada.


" aakkkkh " bentak brian kesal karena ada yang mencoba menculik sinta.


" aku tidak mau tahu rom, kerahkan semua anak buah mu dan cari sinta " ucap brian yang penug dengan amarah.


"baik pak" ucap romi dan menelepon anak buah nya.


tak lama brian dan romi melihat mobil hitam yang melaju sangat kencang. brian hanya melihat nya tanpa disadari jika di dalamnya ada istrinya.


brian dan romi pun kembali ke hotel untuk mendiskusikan masalah ini.


sesampainya di hotel anak buah romi sudah berada disana.


setelah semua di kerahkan untuk mencari sinta di semua wilayah bandung. brian masuk ke dalam kamar hotelnya, dia hanya mondar mandir memikirkan keadaan sinta dan anaknya.


" jika istri dan anak ku terluka aku tidak akan mengampuninya" ucap brian memukul dinding hotel sampai tangan nya berdarah.


romi yang melihat itu langsung memegangi bos nya " tenang pak, semua pasti akan baik-baik saja " ucap romi menenangkan brian.


beberapa jam hp brian berbunyi dan ada no baru yang meneleponnya.


" hallo " ucap brian


" sayang ini aku, aku sudah ada di rumah, pulanglah jika pekerjaanmu sudah selesai, nanti akan ku ceritakan di rumah" ucap sinta.


brian yang mendengar suara istrinya langsung tenang dan mempersiapkan kepulangannya.


"bapak mau kemana? " ucap romi melihat bos nya berlari dan mengambil koper.


"sinta ada di rumah, aku mau balik" ucap brian


romi juga bersiap-siap untuk pulang juga.


di dalam perjalanan brian sangat tidak sabar bertemu istrinya. "cepat sedikit rom, kamu bisa nyetir apa tidak sih" ucap brian yang tidak sabar


romi yang melihat tingkah bos nya hanya geleng-geleng saja.


" kalau kita ngebut terjadi apa-apa bapak malah tidak ketemu dengan istri bapak, apa bapak mau " ucap romi


brian hanya terdiam karena yang di katakan romi ada benarnya juga.

__ADS_1


mobil di lajukan dengan kecepatan standart dan romi juga sudah menghubungi anak buahnya untuk tidak mencari keberadaan sinta tapi mencari siapa dalang penculikannya.


__ADS_2