
keesokan harinya
Berita kelahiran bayi Arabella juga sudah sampai pada keluarga Doni , Wanda yang mendengarnya dari ibu Adrian menjadi sangat senang dia segera meminta Doni untuk membelikan tiket pesawat untuk pergi menemui Ranti " nak tolong kamu pesankan tiket pesawat buat mama iya , mama mau cepat bertemu cucu mama " Wanda begitu antusias , Doni pun memesan tiket penerbangan hari itu juga untuk sang mama .
" jadi Ranti sudah melahirkan ? bayinya laki-laki atau perempuan " sahut sang istri yang mendengar percakapan antara Doni dan Wanda .
" perempuan " jawab Doni singkat.
" oh beruntung sekali Ranti mendapatkan 4 orang anak ,sedangkan Arya dia tidak mendapatkan seorang anak pun " sambil merapikan tempat tidurnya .
" maksud kamu apa ? bukannya si kembar juga anak dari Arya " jawab Doni , Nita menghela nafasnya " iya si kembar memang anak dari Arya tapi apa Arya mengasuh mereka ? tidak kan? menurutku Ranti terlalu egois dia bahkan tidak membiarkan Arya mengurus anak-anaknya , mereka kan juga butuh sosok ayah kandung mereka " Doni mengerutkan keningnya sambil menatap sang istri " berhenti berbicara seperti itu Nita, kamu itu wanita sama seperti Ranti seharusnya kamu paham apa yang di rasakan Ranti , Ranti bukan wanita yang egois seperti yang kamu maksud Nita , justru karena sikap Arya lah yang membuat Ranti tidak ingin memberikan Arya kesempatan mengurus anaknya ! luka yang di berikan Arya terlalu dalam bagi nya , aku rasa si kembar juga tidak kekurangan kasih sayang seorang ayah, apa kamu tidak lihat Adrian yang begitu menyayangi mereka ?" jelas Doni pada sang istri yang mendengar pernyataan Doni membuat dirinya menjadi kesal.
" tapi Don, Adrian itu kan hanya ayah sambung saja ! " Nita masih tidak terima jika suaminya menjelek-jelekkan sang adik " Nita , sudah berkali-kali kita berdebat hanya karena masalah adik mu itu ! jika kamu sayang padanya kenapa kamu tidak mencarikan dia seorang istri saja ? " Doni akhirnya keluar dari kamar mereka dan pergi bersama Wanda untuk mengantar Wanda pergi ke bandara .
di dalam mobil " kamu bertengkar lagi dengan istrimu? " Doni hanya mengangguk .
" yang sabar iya nak mungkin dia kecewa pada keputusan Ranti yang lebih memilih Adrian sebab dia masih mengharapkan Ranti kembali bersama Arya makanya dia tidak terima dengan kebahagiaan yang Ranti alami sekarang " Wanda berusaha menenangkan anak nya agar lebih memahami sang istri .
"Doni tahu ma tapi lihat lah sendiri kehidupan Ranti sekarang , dia begitu bahagia ma, Doni juga tidak keberatan dengan siapapun yang bersanding dengan Ranti ! asal dia bisa membuat Ranti dan anak-anaknya bahagia tapi mengapa istriku tidak mengerti hal itu ma " ungkap Doni .
__ADS_1
" sudahlah tidak usah di pikirkan " jawab sang ibu .
di rumah sakit
" sayang aku pergi dulu iya , jika kamu butuh sesuatu kamu bilang pada Sarah iya " pamit Adrian pada sang istri .
" tenang saja kak selama ada aku, kak Adrian tidak perlu cemas " sahut Sarah membuat Adrian menghampiri dirinya dan mengusap kepala Sarah hingga membuat rambutnya berantakan .
" ihh kak Adrian kebiasaan banget " omel Sarah pada Adrian " iya sudah tolong jaga kakak ipar mu dengan baik " Adrian segera bergegas pergi ke perusahaan nya .
Sarah meminta izin pada Ranti untuk pergi melihat keponakannya yang masih berada di ruang bayi sedangkan Rasya pergi membeli sarapan untuk dirinya dan Sarah telah tiba di ruangan Ranti .
" tidak usah sus, saya bisa makan sendiri oh iya dia ini adik ipar saya sus bukan suami saya " jelas Ranti yang tidak mau ada orang yang salah paham dengan hubungannya dan Rasya .
" kak Ranti lihatlah siapa yang datang " Sarah begitu heboh sambil menggendong bayi Ranti dan Adrian tak lupa dia juga di temani oleh Anne yang juga ada di sana .
" kok di bawa keluar ? " tanya Ranti yang saat ini mengambil bayi Ara dari gendongan Sarah .
" iya Adrian tadi juga sudah berbicara padaku untuk membawanya ke tempat mu agar bisa dekat dengan ibunya lagipula kondisi kalian berdua baik jadi nanti sore sudah bisa pulang dan selama ada aku kamu tenang saja aku pasti akan sering mengunjungi kamu dan keponakan ku ini untuk memeriksa kesehatan kalian " jelas Anne sambil mengelus pipi bayi Ara
__ADS_1
" oh baguslah kalo sudah boleh pulang, karena aku juga tidak begitu leluasa di tempat seperti ini " ungkap Ranti sambil memberikan ASI pada sang bayi .
" oh iya Ranti aku juga sudah memberitahu Thomas tentang kelahiran Arabella, jadi kemungkinan Nathan juga akan kembali pulang untuk melihat adik perempuan nya " imbuh Anne , mendengar nya Ranti semakin senang karena akan segera bertemu dengan anak sulungnya itu jadi mereka dapat berkumpul bersama .
" kamu dengarkan kan yang aunty bilang , kakak kamu akan pulang dia pasti sangat senang melihat mu " Ranti menimang bayinya sambil mengelus kepala sang bayi .
" Ranti sekarang sudah bahagia dengan keluarga barunya semoga saja Adrian memang orang yang tepat bagi Ranti dan dia tidak akan menyakiti perasaan Ranti seperti yang aku dan Arya lakukan dulu padanya " batin Rasya terus menatap ke arah Ranti sambil tersenyum tipis .
Sarah menyenggol lengan Rasya membuat pria itu pun menoleh ke arah calon istrinya itu " kenapa senyum - senyum ? " tanya Sarah dengan nada sedikit ketus .
" ahh aku senang saja melihat Ranti dan bayinya, aku jadi berfikir bagaimana jika kita juga segera memiliki bayi pasti menyenangkan bukan ? " bisik Rasya membuat telinga Sarah memerah dan pipinya merona .
Di tempat Adrian dan Theo menghadiri konferensi pers yang mereka adakan , semua berjalan lancar baik Adrian maupun Theo mereka bisa memberikan penjelasan pada para wartawan , efek dari konferensi pers itu langsung terasa saat saham perusahaan Adrian kembali meningkat berbeda dengan saham perusahan milik sang ayah yang terkoreksi cukup tajam apalagi ayah Adrian kini harus di introgerasi oleh pihak berwajib atas dugaan kekerasan pada istrinya hingga menyebabkan dirinya bunuh diri.
Mia yang menonton siaran pers Adrian menjadi kesal karena Adrian bisa lepas begitu saja padahal jelas Adrian lah orang yang kemungkinan besar menjadi tersangka dari kasus itu , Mia tidak terima atas perlakuan Adrian padanya yang membuatnya menjadi kambing hitam .
" arrggh sialan " umpat Mia membanting remote tv sampai terbagi dua.
" aku tidak terima ! mengapa orang yang aku benci bisa hidup dengan baik sedangkan diriku harus menderita seperti ini bahkan sekarang aku harus hidup dengan identitas orang lain " pekik Mia , tak lama Leo menghampiri Mia seketika Mia langsung diam .
__ADS_1
" sabarlah , kita harus merencanakan semua sebaik mungkin untuk membalas mereka , oh iya besok kita akan pergi keluar negeri untuk operasi mu kita harus membuat dirimu semirip mungkin dengan yang asli agar saat rencana kita berjalan mereka tidak akan curiga " saat Leo memberi penjelasan pada Mia hanya diam saja " benar yang di katakan Leo aku harus bersabar , biar mereka bersenang - senang dulu karena cepat atau lambat aku pasti akan membuat mereka hancur " pikir Mia.