ORANG KETIGA

ORANG KETIGA
episode 137


__ADS_3

Mia tersadar , kini dia sudah berada di sebuah ruangan gelap dengan posisi berdiri dengan kedua tangan terikat ke atas , tidak ada siapapun di ruangan itu, Mia mulai membuka mata , dan mengamati sekitar , dirinya merasa takut berada di tempat gelap apalagi dengan kondisi terikat , Mia berusaha minta tolong namun percuma karena sepertinya tempat ini kedap suara , yang artinya suara di dalam tidak akan terdengar dari luar .


Mia kembali mengingat peristiwa sebelum dirinya sampai ke tempat ini .


jika setelah dia mendekati Adrian dan berusaha melepas baju, Adrian lantas mendekati dirinya namun setelah itu dia malah berakhir di tolong oleh salah satu pelayan saat dia berada di kolam renang , tapi siapa sangka jika dia di teriaki oleh banyak orang sebagai seorang yang menyebabkan pemilik tempat itu meninggal . Mia tentu saja membela diri namun tidak ada yang percaya dan seseorang kembali memukul dirinya hingga pingsan.


" sialan ! pasti Adrian yang sudah menjebak ku ! " teriak Mia .


tak lama seorang pria datang menghampirinya dan bertanya pada Mia " siapa yang menyuruhmu menghabisi nya ?" tanya pria itu sambil mencengkram rahang Mia hingga Mia merasa kesakitan dan tidak dapat berbicara .


" suami mu ? atau anak tirimu ?" tanya pria itu lagi .


" Aku tidak tahu apa yang kau maksud tapi aku yakin Adrian lah pelaku nya dan aku tidak ada hubungannya dengan kematian orang itu " Mia mencoba membela diri , cambukan mengenal dirinya membuat Mia berteriak kesakitan .


" ampun tuan, sungguh aku telah mengatakan yang sebenarnya " jawab Mia sambil menangis , beberapa cambukan langsung mendarat pada tubuhnya lagi .


" meski kamu berkata benar tapi yang ada di tempat kejadian hanya dirimu seorang tidak ada Adrian di sana , jadi kau lah yang harus menerima hukuman atas kematian ayah ku " pria itu Kembali mencambuk Mia hingga kulit tubuhnya mengelupas dan darah segar mengalir dari tubuhnya membuat Mia kembali tidak sadarkan diri" tuan , jika wanita ini mengatakan yang sebenarnya kenapa anda masih tidak melepaskannya" tanya salah satu pelayan .


" kita tidak bisa menemukan bukti apapun untuk kematian ayah meskipun aku juga menginginkan nya mati jelas kita harus menemukan kambing hitam nya dan wanita ini datang di waktu yang tepat ! sungguh aku harus berterima kasih pada orang telah membantu membereskan pria tua itu " pria itu pun pergi dengan si pelayan .


Beberapa hari Mia berada di tempat itu, tiada makan tiada minum yang ada hanya siksaan setiap hari dia rasakan. belum kering darah yang keluar sebelumnya malah harus kembali merasakan sakit yang teramat sangat saat cambuk bergerigi mengenai dirinya.


" tuan tolong ampuni aku ! aku akan melakukan apa pun yang kamu suruh asal kamu membebaskan aku " mohon Mia yang sudah hampir sekarat .


Pria tersebut tersenyum dan memiliki sebuah ide , dia pun menyuruh pelayan melepaskan ikatan pada tubuh Mia dan menyuruh si pelayan mengobati dan merawat luka Mia hingga sembuh .


" sepertinya wanita itu akan berguna nanti" pria itu pun pergi meninggalkan Mia .


Dua bulan setelah kepulangan mereka dari berlibur ,


Ranti saat ini bersama Adrian untuk melakukan pemeriksaan bulanan untuk mengetahui perkembangan calon bayi mereka .

__ADS_1


" yakin gak mau tahu jenis kelamin anak kalian ?" tanya Anne dengan cepat Adrian membalas " tidak perlu aku yakin jika laki-laki akan tampan seperti ku dan jika perempuan akan cantik seperti ibunya " sambil mengelus perut Ranti .


" ishhh percaya diri sekali kau Adrian ! jika bukan istrimu Ranti pasti anak mu tidak akan tampan dan cantik " ledek Anne pada Adrian. " kau salah Anne , bukankah Nathan sangat tampan ? meski dia tidak dilahirkan Ranti , itu pasti karena dia putraku " Adrian dan Anne kembali tertawa namun Adrian langsung menatap istrinya yang diam " sayang aku tidak bermaksud membanding-bandingkan mu , aku hanya bercanda saja " jelas Adrian takut merasa Ranti tersinggung dengan perkataan Adrian barusan dan mengingatkannya pada ibu kandung Nathan .


" Its okay , aku gak merasa begitu kok" jawab Ranti sambil mengelus lengan Adrian untuk membuat sang suami tetap tenang .


" iya sudah Anne kita pamit dulu iya " pamit Adrian dan Ranti keduanya pergi meninggalkan rumah sakit .


di jalan Ranti sedang mengobrol lewat telepon dengan Wanda yang menanyakan tentang kondisi bayi nya .


" sehat kok ma , mama gak usah khawatir, iya Ranti bakal makan yang banyak , sudah dulu iya ma Ranti masih di jalan , bye mama " tiba-tiba Ranti mencium bau yang membuat dirinya merasa lapar .


" sayang aku lapar , kita cari makan dulu ya" ajak Ranti dengan manja pada Adrian.


" iya sudah kita cari tempat yang bersih dulu " jawab Adrian .


" gak mau ! aku mau street food " protes Ranti , Adrian pun akhirnya memarkirkan mobilnya di tepi jalan , keduanya telah turun dan menyebrangi jalan dengan bergandengan tangan .


" bersih kok, udah pokok nya aku mau makan disini " Ranti tetap saja bersikukuh pada pendiriannya .


" tapi sayang kamu itu hamil jadi harus makan makanan yang bergizi dan sehat lihatlah di sini terlalu berasap dan banyak minyak" ocehan Adrian membuat Ranti merasa muak , Ranti menutup mulut Adrian dengan jari telunjuknya" sudah diam ! kamu mau biarkan aku makan di sini atau kamu mau lihat anak mu lahir jadi jelek dengan air liur dan ingus yang tidak berhenti menetes karena permintaan nya tidak kamu turuti " Adrian pun akhirnya membiarkan Ranti untuk makan di wilayah tersebut karena takut calon anaknya yang menjadi jelek.


Ranti membeli beberapa corndog, sate udang mie goreng dan beberapa makanan pedas lainnya .


" kamu yakin makan itu semua ?" tanya Adrian terperangah dengan nafsu makan istrinya .


Ranti mengangguk sambil memakan makanannya .


" tidak usah buru-buru , tidak akan ada yang merebut nya darimu " ucap Adrian yang melihat Ranti makan dengan begitu lahapnya .


" kamu gak mau coba ?" tawar Ranti .

__ADS_1


" melihatmu saja sudah membuatku kenyang sayang " padahal di dalam hatinya dia teringat tempo hari saat dia harus menghabiskan makanan pedas demi sang istri , dan saat ini dia hadapannya banyak makanan pedas lagi tentu saja Adrian akan menolak jika tidak dia akan menyiksa diri sendiri nantinya .


"melihat Ranti begitu suka makanan pedas membuatku jadi khawatir , semoga bayiku baik-baik saja di dalam sana " pikir Adrian .


akhirnya setelah menunggu beberapa waktu Ranti telah selesai menyantap semua makanan yang dia beli .


" itu porsi untuk beberapa orang pun dia habiskan sendiri" batin Adrian sambil menatap perut Ranti .


" Adrian aku ingin es krim"


" astaga kamu habis makan begitu banyak masih mau tambah es krim , gak boleh ! ini minum air mineral saja" Adrian memberikan botol minuman yang selalu dia bawa saat bersama Ranti .


" tapi aku ingin es krim " rengek Ranti dengan manja , apalagi wajahnya dia buat seimut mungkin untuk membuat Adrian mau membelikan es krim untuknya .


akhirnya Adrian membelikan es krim satu untuknya dan satu lagi untuk sang istri.


keduanya menikmati es krim mereka dengan santai . jam 10 malam mereka sampai rumah , karena Adrian harus membawa Ranti jalan-jalan sebentar apalagi Ranti telah menghabiskan begitu banyak makanan dan es krim .


" Adrian aku ingin mandi " ujar Ranti yang masih dalam gendongan Adrian menuju kamar mereka.


" sudah malam tidak usah mandi " jawab Adrian .


" tapi aku ingin mandi , badanku tidak nyaman temani aku mandi iya " pikiran Adrian langsung traveling kemana-mana .


" jangan mikir aneh-aneh " imbuh Ranti seakan tahu apa yang sedang suaminya pikirkan .


" hehe iya gak apa-apa kan sayang " rayu Adrian agar mendapat jatah dari sang istri .


" gak bisa aku capek banget " tolak Ranti membuat Adrian harus kembali mandi air dingin hari ini .


akhirnya Adrian menemani Ranti berendam air hangat , Ranti sengaja meminta Adrian menemaninya karena perutnya yang semakin membesar membatasi pergerakannya .

__ADS_1


__ADS_2