
di lain tempat , seorang pria tua tengah melihat sebuah hp berisi foto Adrian bersama dengan Ranti sedang bersama, pria itu terlihat tidak senang saat orang suruhannya menjelaskan tentang kehidupan Ranti padanya .
" bagaimana bisa aku membiarkan dia memasuki keluarga ku " kata pria itu kesal .
" tapi tuan, tuan Adrian terlihat sangat mencintai wanita itu jika anda melakukan sesuatu padanya pasti dia tak akan tinggal diam" kata bawahannya .
" tentu saja bukan aku yang akan melakukannya , wanita itu memiliki mantan suami yang sekarang juga ada di kota ini bukan, buatlah wanita itu dan mantan suaminya bersama maka Adrian pasti akan menyerah " kata pria itu.
" tapi bagaimana caranya ? mereka berdua saat ini sudah mempersiapkan pernikahan nya" tanya bawahan tersebut.
" caranya seperti apa? apa aku harus mengajari mu terlebih dulu ? masalah pernikahan, selama masih ada aku tak akan ku biarkan itu semua terlaksana "
" baik tuan, saya akan melakukannya "
sambil meninggalkan tuannya . pria itu adalah ayah dari Adrian yang tidak menyetujui hubungan putranya dengan Ranti .
sang istri yang mendengarkan pembicaraan nya tadi sekarang masuk kedalam ruangan itu .
" sudahlah biarkan saja Adrian memilih pasangannya sendiri ,biarkan dia bahagia " kata sang istri memberi nasihat .
" justru aku melakukan semuanya ini agar dia bahagia, dia sembarang memilih wanita yang tidak jelas asal usulnya apa dia sudah lupa dengan kejadian dulu aku tak ingin semuanya terulang lagi " bantah pria itu .
" tapi aku lihat Ranti wanita yang baik lagipula mereka sudah memiliki anak " jelas sang istri .
" anak ? iya memang wanita itu sudah memiliki anak tapi bukan dengan Adrian melainkan dengan suami nya dulu , apa kau ingin Adrian membesarkan anak orang lain, apa kau ingin Adrian menjadi seperti kita ? " jelas pria itu .
wanita itu terdiam .
" sudahlah aku melakukan semua ini demi putra kita aku tidak ingin kesalahan yang kita lakukan dulu terulang pada Adrian " sambil mencium puncak kepala istrinya .
namun sang istri hanya bisa diam dan berharap semuanya baik-baik saja apapun pilihan Adrian ibunya pasti akan mendoakan yang terbaik untuk putranya itu namun dia juga tidak bisa menentang perkataan suaminya atau suaminya akan marah padanya .
" jika memang mereka berdua berjodoh pasti mereka bisa melewati semua masalah ini " batin nya .
orang suruhan ayah Adrian pun menjalankan aksinya pertama dia mendatangi kantor Arya dan menawarkan kerjasama yang menguntungkan yaitu sebuah proyek pembangunan sebuah wahana bermain anak-anak yang lokasi nya dekat dengan kantor nya dan juga masih merupakan lahan milik perusahannya itu apalagi setelah tahu jika orang itu juga akan mengajak perusahaan Ranti untuk bekerja sama dalam proyek pembangunan, otomatis dia bisa memiliki alasan untuk bertemu dengan Ranti , Arya pun setuju dengan kerjasama tersebut asalkan perusahaan Ranti lah yang menanganinya . setelah berhasil meyakinkan Arya , orang suruhan ayah Adrian pergi ke perusahaan Ranti dan disana dia bertemu dengan orang kepercayaan Ranti karena di nilai menguntungkan perusahaannya tanpa menanyakan nya pada Ranti dia pun juga menyetujui hal itu .
karena begitu percaya dengan nya, Ranti pun setuju tanpa tahu jika itu semua melibatkan perusahaan Arya dan saat mereka melakukan pertemuan akhirnya Ranti mengetahui jika saat ini Arya juga berpartisipasi dalam proyek tersebut .
__ADS_1
" kenapa kamu tidak memberitahu ku jika dia yang akan bekerja sama dengan kita" omel Ranti pada asistennya .
" maaf Bu, karena ibu sudah setuju dan menyerahkan semuanya pada saya jadi saya lupa untuk memberitahu nya, memang Bu Ranti mengenalnya ?" jawab sang asisten .
" tentu saja dia mantan suami ku" gerutu Ranti membuat asisten tersebut menundukkan kepala.
setelah selesai melakukan rapat bersama, Arya segera menyusul Ranti yang saat ini telah masuk ke dalam lift .
di dalam lift .
" bagaimana kabar anak-anak ?" tanya Arya tiba-tiba .
" baik- baik saja " jawab Ranti cuek .
" oh baguslah , di dekat sini ada sebuah restoran seafood yang terkenal bagaimana kalo kita ke sana untuk makan siang bersama" ajak Arya .
" tidak perlu " jawab Ranti .
" ayolah anggap saja ini traktiran ku padamu atas kerjasama kita dan sekalian untuk membahas masalah rumah ku " kekeh Arya .
" baiklah tapi asistenku juga ikut kan ?" tanya Ranti .
Arya dan Ranti beserta bawahannya pun pergi restoran tersebut .
terlihat Ranti yang kebingungan memilih makanan karena banyak sekali dan juga banyak yang merupakan makanan favoritnya , Arya yang melihat itu pun memberi saran pada Ranti agar memesan kesukaannya . Ranti pun setuju . sebenarnya Ranti ingin memesan lebih banyak namun dia harus menjaga tubuhnya apalagi sebentar lagi dia akan menikah .
setelah selesai makan , Ranti mengucapkan terima kasih nya pada Arya namun saat akan berjalan memasuki mobil tanpa disengaja ada seseorang yang menabraknya sehingga Ranti goyah dan hampir jatuh jika saja tidak ada Arya yang memegangi tubuhnya .
keduanya saling menatap sejenak dan saat momen itulah seseorang dari kejauhan memotretnya dan segera mengirimkan foto itu pada Adrian .
namun foto itu belum Adrian lihat karena Adrian terlihat sibuk dengan pekerjaannya apalagi menjelang pernikahannya dia menghabiskan waktunya untuk bekerja agar saat pernikahan tidak ada lagi pekerjaan yang menumpuk apalagi setelah ini dia akan mengambil cuti tahunan untuk menghabiskan waktunya berbulan madu bersama Ranti .
Ranti langsung berdiri dan masuk kedalam mobilnya , terlihat wajah Ranti yang merah karena kejadian barusan .
" sadarlah Ranti, ini bukan saatnya kamu bersikap seperti ini, apa kamu lupa penderitaan yang kamu dan anak-anak mu rasakan karenanya " batin Ranti
malam ini Adrian telah selesai dengan pekerjaannya karena begitu sibuk Adrian memilih untuk tidur di apartemennya yang terletak di dekat kantornya , setibanya di sana Adrian langsung membersihkan tubuhnya setelah selesai dia hanya memakai kimono nya dengan rambut yang basah .
__ADS_1
Adrian ingat jika dia belum menghubungi Ranti seharian , Adrian pun mengambil handphonenya dari saku baju miliknya dan saat ini dia melihat pesan dari sebuah nomor dan terlihat foto Arya dan Ranti yang berpelukan mesra, Adrian hanya menyunggingkan senyumnya seolah tidak ada pengaruhnya bagi dirinya .
Adrian menghubungi Ranti dan saat itu yang menerima panggilan dari Adrian adalah Nathan yang dimana Nathan memberitahu Adrian jika saat ini mereka sedang makan malam di luar bersama saat Nathan sedang berbicara dengan Adrian terdengar suara Arya yang sedang memanggilnya mendengarkannya Adrian langsung mematikan panggilan tersebut .
" haish , kenapa sekarang aku merasa cemburu karena omongan ku sendiri waktu itu " sesal Adrian sambil mengacak rambutnya.
dia pun melemparkan handphone ke atas kasur dia pun ikut membanting tubuhnya di kasur empuknya itu , dan memilih untuk tidur tanpa repot memikirkan tentang masalah Ranti dan Arya karena dia yakin Ranti bisa menjaga kepercayaannya .
Sebelumnya Ranti telah pulang ke rumahnya , karena sudah lama tidak makan malam bersama di luar dengan anak-anaknya dia pun sore itu mengajak keluarganya untuk pergi keluar untuk makan malam di sebuah restoran barat , Ranti juga menghubungi nomor Adrian berniat mengajaknya untuk ikut makan malam bersama namun nomornya tidak aktif , dan melihat rumah Adrian yang masih gelap Ranti berfikir jika Adrian sedang sibuk di kantor dan akhirnya memilih berangkat dengan keluarganya .
Namun tak disangka Arya saat itu juga berada di sana dan karena itu lah mereka akhirnya pun makan malam bersama.
saat Adrian menghubunginya Ranti saat itu sedang berada toilet . setelah kembali Nathan memberitahunya dan segera Ranti menghubungi Adrian namun tidak ada jawaban , Ranti takut Adrian salah paham padanya sehingga membuat ***** makannya menjadi hilang .
padahal Adrian sudah tidur karena kelelahan dan dia tidak mendengar panggilan Ranti karena handphonenya dalam mode silent .
" Ranti kamu kenapa ?" tanya Arya pada Ranti yang terlihat cemas.
" ah tidak apa-apa aku hanya menghubungi Adrian tapi sepertinya dia sedang sibuk " jawab Ranti .
" apa benar dia sibuk ? " tanya Arya lagi .
" maksud kamu apa? " Ranti merasa tidak terima .
" tidak apa-apa , sudahlah makanlah dulu nanti keburu dingin " tegur Arya padanya .
setelah selesai makan , Arya mengajak si kembar untuk jalan-jalan di sebuah taman sedangkan Ranti dan mamanya menggandeng tangan Nathan mengikuti mereka dari belakang.
melihat anaknya bersama ayah kandungnya kini Ranti sedikit khawatir jika Arya meminta hak asuh terhadap anaknya.
" Ranti apa yang sedang kamu pikirkan? dari tadi mama lihat kamu seperti sedang memikirkan sesuatu ?" tanya Wanda padanya.
" em Ranti cuma takut Arya akan mengambil anak-anak ma " jawab Ranti .
" mama juga begitu khawatir tentang hal itu " sambung Wanda ikut cemas.
" makanya Ranti tidak melarangnya bertemu dengan mereka mungkin dengan begitu dia tidak akan melakukannya " sanggah Ranti . Wanda juga setuju dengan pemikiran Ranti .
__ADS_1
akhirnya mereka kembali kerumah masing-masing dan saat itu Ranti masih melihat rumah Adrian yang gelap .
" kenapa dia masih belum pulang ? dan kenapa dia tak mengangkat telepon ku atau dia salah paham karena tahu aku makan malam bersama Arya " pikirnya sambil melihat rumah Adrian yang gelap dari balik jendela kamarnya .