
Kehidupan Mia sekarang menjadi begitu berubah sejak dai sudah menjadi istri sah dari ayah Adrian , dia bisa berbelanja sepuasnya membuat semua orang yang melihatnya pasti merasa iri .
" tak masalah Arya meninggalkan ku toh sekarang hidup ku lebih baik daripada saat bersamanya " pikir Mia sambil menenteng tas belanjaan nya .
" wow ternyata setelah di tinggal Arya kehidupan mu semakin baik saja iya Mia " Martin tiba-tiba muncul di hadapan Mia sambil menggandeng tangan Julia " Bunda " Julia menghampiri Mia namun Mia langsung saja menjauh hingga membuat Julia hampir saja terjatuh untuk Martin segera menolong putrinya .
" Mia , apa-apa an kamu ini ! Julia itu ingin memeluk mu " bentak Martin pada Mia namun Mia tak menghiraukan Martin.
Mia malah menatap Martin dan Julia dengan tatapan menghina mereka berdua " aduh , maaf iya aku memang sengaja , oh iya satu hal lagi jangan bawa anak itu lagi ke hadapanku , dan jangan ganggu hidup ku lagi Martin " Mia mencoba memperingati Martin namun Martin malah tertawa dan meremehkan Mia " ingat Mia cara yang kamu lakukan untuk mendapatkan semua nya itu salah jadi jangan terlalu berbangga diri , aku yakin suatu saat kamu akan menyesali semuanya , oh iya aku harap kamu lebih berhati-hati sebab orang yang kamu nikahi itu bukan orang sembarangan dan jangan mencoba mencari masalah dengan Adrian " Martin segera mengajak putrinya pergi dari hadapan Mia .
Mia langsung masuk ke dalam mobil dan pulang . di rumah seperti biasa Mia hanya duduk santai dan hanya senang memerintah para pelayan di rumah itu , beberapa Minggu ini suaminya tidak ada di rumah jadi dia merasa bebas , Mia mulai merawat dirinya menjadikan nya menjadi kembali mempesona seperti sebelumnya , di malam hari karena merasa kesepian mia pun memutuskan untuk pergi ke diskotik dan menghabiskan malam dengan mabuk-mabukan , dia pulang sekitar jam 3 pagi itu pun diantar oleh beberapa pria yang mengantarnya pulang .
Badannya terasa pegal dan lelah , tubuhnya juga sudah penuh dengan tanda merah entah apa yang Mia lakukan bersama teman pria nya itu yang jelas sekarang dia tidak memiliki tenaga lagi dan dia pun tertidur . hal itu berlangsung tidak hanya sekali itu saja sebelumnya Mia juga telah membawa pulang seorang teman prianya ke dalam rumah ayah adrian , Mia juga mengancam para pelayan untuk tidak mengatakan pada suaminya atau mereka akan di pecat .
tapi tak di sangka suaminya tiba- tiba saja pulang , untung hari itu Mia tidak membawa pulang laki-laki lain di rumah tapi saat dia menemui sang suami dan akan memeluk suaminya langsung menampar wajah Mia dan menyuruh bawahannya membawa Mia dan menyeretnya keluar dari rumah itu tak hanya itu saja suami Mia juga melempar begitu banyak foto antara dirinya dan beberapa pria yang biasa dia kencani dan tak hanya itu sang suami juga membongkar kebusukan Mia yang sengaja menjatuhkan dirinya sendiri hingga mengalami keguguran.
__ADS_1
"tuan itu semua pasti rekayasa saja tua. harus percaya padaku pasti ada yang sengaja mendatangi diriku tuan , pasti Adrian yang melakukannya ya pasti dia tuan dia sangat membenci tuan dia pasti membalas tuan karena menceraikan ibunya tuan harus percaya padaku" Mia mencoba membalikkan keadaan .
" kamu masih bisa menyalahkan Adrian dan ibunya? apa kamu pikir aku akan mudah percaya padamu Huh? kamu tahu aku mendapatkan itu semua dari mana? dari para pelayan rumah ini dan mereka bilang jika kamu mengancam mereka dengan memecat mereka , kamu tahu mereka sudah melayani keluarga ini mulai Adrian masih kecil jadi jangan harap kamu yang hanya orang baru ini mencoba mengusir mereka " ayah Adrian begitu murka dia menyuruh bawahannya membawa Mia ke sebuah tempat perdagangan manusia dan menyuruh mereka menjualnya .
" tidak tuan jangan lakukan itu padaku tuan , aku tidak mau pergi ketempat seperti itu tuan tolong jangan bunga kau " mohon Mia sambil bersujud di kaki suaminya langsung menendang Mia hingga tersungkur sambil menangis .
" baiklah aku akan memberimu satu kesempatan lagi, kalau begitu nanti malam kamu harus mau menemani rekan bisnis ku untuk pergi minum " Mia langsung menyetujuinya karena dia berpikir itu lebih baik daripada harus melayani banyak pria rendahan .
Mia di bantu oleh seorang pelayan wanita berdandan begitu cantik dan seksi bukan seperti seorang nyonya besar namun lebih ke seorang ****** dengan memakai lipstik merah menyala.
ayah Adrian menyuruhnya menemui dirinya di sebuah villa mewah , Mia berangkat bersama beberapa pengawal , ayah Adrian berjaga-jaga supaya Mia tidak kabur dan saat tiba di hotel , asisten ayah Adrian menyambutnya dan segera mengajak Mia ke tempat yang sudah mereka siapkan .
" Martin " gumam Mia tapi
dan yang membuatnya semakin kaget saat orang di sebelah Martin. membalikkan badannya " Arya juga ada di sini! " pikirnya , Mia ingin mundur namun suaminya memanggil dirinya mau tak mau dia harus ikut bergabung dengan mereka bertiga .
__ADS_1
" perkenalkan dirimu " suruh ayah Adrian pada Mia dengan dingin .
Martin dan Arya saling bertatapan , apalagi Martin yang sekarang menyunggingkan senyum .
" maaf tuan sepertinya tuan juga sudah tahu jika kami berdua sudah mengenalnya " sahut Arya , membuat Mia semakin malu.
" oh begitu iya , jadi kalian juga sudah menjadi korban dari dirinya bukan ?" tanya ayah Adrian .
" tentu saja tuan, tapi biarlah kami sudah bahagia dengan kehidupan kami sekarang , benarkan Arya " Arya mengangguk setuju dengan Martin .
" tuan sendiri bagaimana?" tanya Martin , ayah Adrian terkekeh mendengarnya .
" iya sepertinya kita hampir sama tapi dia mencari masalah dengan orang yang salah " sambil menatap Mia ,
" suruh dia melakukan tugasnya " perintah ayah Adrian pada sang asisten , asisten itu langsung membawa Mia ke para tamu undangan , Martin dan Arya nampak terkejut dengan sikap ayah Adrian .
__ADS_1
tapi ketiga pria itu tampak menikmati pemandangan saat Mia di permalukan seperti sekarang .
" tin , sebaiknya kita segera pergi dari sini " ajak Arya pada Martin , keduanya pun berpamitan kepada ayah Adrian dan keluar dari tempat itu . sebelum keluar Martin berbicara pada Arya saat lewat di depan Mia " makanya Ar kita kita itu harus lebih bersyukur dengan apa yang kita miliki jangan selalu terobsesi pada milik orang lain , mungkin awalnya saja yang manis " seolah menyindir Mia , Arya tak menanggapi Martin dan menyeretnya segera keluar dari tempat itu . Arya tak ingin terlibat apapun dengan Mia apalagi sekarang dia sudah memiliki orang yang harus dia jaga perasaannya saat ini .