
kejadian penculikan itu membuat Adrian lebih posesif terhadap diriku sehingga untuk berjaga-jaga dia menempatkan beberapa pengawal di rumah kami, tak hanya itu saat aku di kantor pun sama, ada dua orang pengawal yang menjagaku dan mengikuti kemana pun aku pergi , dan yang paling membuatku kesal adalah mereka juga mengikuti ku hingga ke kamar mandi . Semua ini membuatku tak bisa bebas melakukan apapun, ditambah lagi Adrian yang setiap satu jam menghubungi nomorku terus menerus hingga semua ini berlangsung selama seminggu .
" arghhh " teriak ku membuat asisten ku menjadi kaget begitu pula kedua pengawal itu segera masuk ke dalam ruangan ku.
" Bu Ranti kenapa ? " tanya asistenku .
" aku sungguh muak dengan semua ini, aku ingin bebas " curhatku padaku .
" sabar iya Bu " jawabnya sambil melirik ke arah kedua pengawal yang sudah ada di hadapanku .
" ada apa kalian kemari?" tanya ku dengan sinis.
" maaf kami mendengar nyonya berteriak jadi kami segera kemari " jawab salah satu pengawal.
" sudahlah aku tidak apa-apa , kalian keluar saja " mereka berdua akhirnya kembali ketempat nya.
saat waktunya pulang tak sengaja aku berpapasan dengan Arya , entah apa yang di lakukannya aku tak peduli.
" Ranti , bisa kah kamu ikut aku sebentar ada yang ingin aku bicarakan dengan mu " katanya tiba-tiba.
" maaf aku harus pulang " jawab ku .
" tolong, ini hanya sebentar " mohonnya .
" baiklah , bicaralah " jawab ku .
" em, bisakah kamu menyuruh mereka menjauh " sambil melihat kedua pengawal yang ada di samping kiri dan kananku .
" jika bisa aku sudah menyuruh mereka pergi dari awal" gerutuku .
" maaf nyonya kami di perintahkan oleh tuan untuk menjaga anda jadi kami tidak bisa pergi begitu saja , apalagi tuan juga berpesan untuk tidak membiarkan anda dekat dengan pria lain" jelas pengawal tersebut.
" Adriankah yang melakukan semua ini , Ranti ? " tanya Arya padaku .
aku hanya mengangguk .
" bukannya kalian juga seorang pria ?" sindir Arya pada mereka.
" baiklah aku ingin mengajak mu dan anak-anak kita ke acara ulang tahun pernikahan kakakku dan Mark kebetulan mereka merayakannya di sini " ajaknya padaku .
" em, nanti aku pikir-pikir dulu " jawab ku Arya memegang tanganku .
__ADS_1
" aku sungguh berharap kamu bisa datang" pengawal itu melepas tangan Arya yang memegang tangan ku .
" maaf tuan , kami hanya menjalan perintah , lagipula bukan hal yang baik jika seorang pria menemui wanita yang sudah bersuami apalagi menyentuhnya itu akan membuat orang lain salah paham tuan " balas pengawal tersebut , untuk yang satu ini aku pun sependapat dengannya .
" apa kau bilang ? bersuami ? kalian sudah menikah ?" dari yang kulihat jelas Arya terkejut mendengarnya .
" iya kami sudah menikah dua Minggu yang lalu Arya , jadi selain urusan pekerjaan tolong jangan menemui ku dan untuk ajakanmu aku akan meminta ijin dulu kepada suami ku " jawabku tegas karena aku tak mau Arya terus menerus mengganggu ku.
aku segera pergi menjauhi dirinya.
di lain tempat , Adrian yang kini sedang mondar - mandir di dalam ruangannya , saat Theo masuk bersama seorang pria lain Adrian tampak antusias dan segera menghampiri mereka berdua.
" bagaimana hasil nya ?" tanya Adrian pada pria itu .
" iya sudah dipastikan 99 persen dia memang anakmu " jawab pria itu .
" selamat kawan ternyata wanita yang selama ini kamu cari berada di dekatmu bahkan dia sekarang telah menjadi istrimu " jawab Theo namun Adrian malah diam , wajahnya menjadi murung .
" kenapa wajahmu terlihat tidak senang Adrian ,?" imbuh Theo .
" aku harus bagaimana Theo , jika Ranti tahu aku adalah pria itu pasti dia akan membenci diriku " ungkapan Adrian membuat Theo menjadi ikut khawatir.
" begini saja , lebih baik coba jelaskan padanya pelan-pelan tentang semuanya daripada dia mengetahuinya dari orang lain , mungkin saja jika kau berterus terang dia akan memahami situasi mu " setelah itu Theo meninggalkan Adrian sendiri di dalam.
Adrian mendekat ke arah nathan dia mengelus dengan lembut kepala Nathan.
" pertama kali bertemu dengan mu aku merasa kita mempunyai sebuah ikatan ternyata semuanya memang benar , jika sebelumnya aku akan bangga menjadi seorang ayah setelah mengetahui semua ini aku begitu malu , bagaimana bisa aku menelantarkan kalian selama bertahun-tahun jika dulu aku tidak meninggalkan ibumu mungkin kita akan hidup bahagia bersama " gumamnya.
Nathan terbangun.
" dad, apa yang Daddy lakukan di sini ?" tanya Nathan sambil mengucek matanya .
" oh Daddy hanya ingin memastikan mu tidur saja sayang " jawab Adrian .
" oh , mau kah Daddy menemaniku tidur ?" pinta Nathan .
" iya tentu saja " jawab Adrian dengan cepat . Adrian dan Nathan akhirnya tidur bersama.
Di malam itu juga Doni berulang kali menghubungi Ranti tapi tidak ada tanggapan dari Ranti .
Doni memutuskan untuk segera memesan tiket pesawat dan pada dini hari dia segera pergi ke kota tempat Ranti tinggal. Pagi harinya Ranti bangun seperti biasa namun dia tak melihat suaminya di kamar . Ranti pun menjalankan rutinitas pagi hari seperti biasa , setelah dia selesai dia bergegas membangunkan anak-anak saat ingin membangunkan Nathan .
__ADS_1
" ternyata dia semalaman tidur di sini " gumam Ranti saat menemukan Adrian yang tidur di sebelah Nathan . momen itu langsung membuat Ranti mengambil ponselnya dan memotret keduanya yang saat ini saling berpelukan .
" jika orang yang asing melihat ini pasti mengira kalian berdua ayah dan anak kandung , sungguh terlihat begitu mirip " gumamnya lagi.
Karena Ranti begitu berisik membuat Nathan dan Adrian bangun . Ranti segera berlari keluar kamar sebelum keduanya sadar jika Ranti memotret keduanya.
Ranti menuruni tangga sambil melihat hasil jepretannya hingga bel rumahnya berbunyi . dia membuka pintu dan ternyata Doni telah tiba di sana .
" kak Doni " sapa Ranti
" iya ini aku, dimana Nathan ?" tanya Doni sambil masuk ke dalam rumah.
" oh dia ada di kamar dengan Adrian , lihatlah aku baru saja mengambil foto mereka berdua , bukan kah mereka terlihat mirip " sambil memperlihatkan foto di handphone miliknya.
" iya mirip " jawab Doni singkat.
" Kak Doni kemari apa hanya untuk mencari Nathan ?" tanya Ranti .
" tidak, sebenarnya aku ingin membicarakan sesuatu denganmu ini menyangkut keberadaan ayah kandung Nathan " ungkap Doni pada Ranti .
Ranti segera mengajak Doni ke tempat yang jauh dari Adrian berada .
" kak Doni tahu dimana ayah kandung Nathan berada ?" tanya Ranti terlihat antusias.
" aku belum tahu tapi saat aku membereskan rumah Bella aku menemukan buku harian nya lalu aku membaca buku harian itu " jelas Doni .
" apa kak Doni menemukan sesuatu tentang pria itu ?" selidik Ranti .
" dalam buku harian Bella jelas Bella itu di jebak oleh seorang wanita yang membawanya ke sebuah kamar hotel , lalu seorang pria masuk ke dalam kamar Bella dari pernyataan Bella sepertinya tahu siapa pria itu tapi Bella tak mau memberitahukannya pada kita semua menurutmu kenapa dia melakukan hal itu ? " curhat Doni padanya .
" entahlah mungkin Bella punya pemikiran nya sendiri , oh iya aku juga sudah mendapatkan informasi tentang keberadaan nya ternyata dia juga tinggal di kota ini , kita harus menemukannya segera " jawab Ranti .
" jika seandainya kita sudah menemukannya dan dia tak mau membantu kita bagaimana Ran ? " Ranti diam sejenak kemudian kembali berkata " aku akan berusaha meyakinkannya demi Nathan meskipun aku harus mengorbankan segala yang aku miliki aku rela " meyakinkan Doni .
Saat keduanya sedang serius membicarakan hal itu , Adrian menghampiri mereka , sebelumnya Adrian mendengar suara Doni dan Ranti saat keluar dia tak menemukan mereka jadi Adrian pun mencarinya .
" kalian sedang apa di situ ? " tanya Adrian .
" oh kami sedang membahas masalah bisnis " jawab Doni cepat .
" oh , aku kira kalian sedang membicarakan suatu yang rahasia " sambil berlalu pergi.
__ADS_1
" oh iya kenapa kita harus sembunyi - sembunyi ? kamu belum memberitahunya? " tanya Doni .
" belum aku belum siap kak lagipula Adrian sepertinya juga memiliki banyak rahasia yang tak aku ketahui " Ranti segera pergi karena Adrian memanggil namanya .