
Adrian yang saat itu telah kembali ke rumahnya dengan membawa ice cream pesanan Ranti , dan pada sat itu Ranti sedang berada di halaman depan rumah mereka untuk merapikan tanaman hiasnya .
" apa yang kamu lakukan di luar? oh lihatlah tangan dan baju mu menjadi kotor karena pot bunga itu " kata Adrian pada Ranti dan Ranti pun melihat ke koas yang dikenakannya memang kotor tapi dia malah tersenyum.
" tidak apa aku senang melakukannya " jawab Ranti santai .
" sudah ayo masuk , biarkan tukang kebun yang membereskannya " ajak Adrian .
" kamu masuk dulu saja , anak-anak juga sedang menunggumu , aku akan mencuci tanganku dulu " suruh Ranti pada Adrian
Adrian masuk ke dalam rumah sedangkan Ranti mencuci tangannya yang kotor di kran yang ada di samping rumah, saat akan masuk ke dalam rumah Ranti dihampiri oleh seorang pengemis yang terlihat kusut dan kehausan karena tak tega Ranti pun masuk ke dalam dan mengambil beberapa makanan dan minuman lalu membawanya ke pengemis itu .
" untuk apa kamu membawa makanan dan minuman sebanyak itu ? " tanya Adrian yang saat itu sedang bersama anak-anak menonton tv .
" oh di depan ada seorang pengemis , aku kasian melihatnya jadi aku mau memberikan ini semua padanya " kata Ranti yang kemudian berjalan keluar menemui pengemis tersebut.
ternyata orang itu bukan pengemis saat Ranti lengah dan melihat sekeliling tidak ada orang dengan segera orang itu membekap Ranti dengan kain yang sudah di beri obat bius hingga Ranti tak sadarkan diri lalu beberapa orang keluar dari sebuah mobil dan membantu nya mengangkat tubuh Ranti dan memasukkannya ke dalam mobil .
Adrian yang melihat Ranti belum juga masuk kedalam merasa cemas.
" dia bilang ingin memberi makan pengemis , tunggu ! di daerah ini kan kawasan elit tak mungkin ada pengemis yang bisa masuk " Adrian pun langsung keluar dan melihat makanan dan botol minuman yang Ranti bawa tercecer di teras rumahnya . Adrian mencari ke sekeliling rumah dan tak menemukan Ranti .
" sial ! siapa yang berani membawa istri ku pergi " dengan wajah nya yang marah dia segera masuk ke dalam ruang kerjanya dan melihat seluruh rekaman cctv yang ada di sekitar rumahnya , sebelumnya Ranti memang banyak memasang cctv di rumah itu dan ada pula yang di letakkan di tempat tersembunyi jadi tidak akan kelihatan oleh orang lain dan untunglah ada rekaman yang menunjukkan beberapa wajah dari orang yang menculik Ranti, Adrian langsung menghubungi seseorang dan tak lupa mengirimkan rekaman tersebut lalu menyuruhnya melacak keberadaan mereka.
Adrian yang mulai khawatir tentang keadaan Ranti , dia menghubungi Theo agar membawa Anne ke rumahnya .
setelah Theo dan Anne datang Adrian meminta Anne untuk menjaga anak-anaknya dan mengajak Theo pergi mencari keberadaan Ranti .
" tenangkan dirimu Adrian , Ranti pasti baik-baik saja " ucap Theo agar sahabatnya menjadi tenang .
" bagaimana aku bisa tenang Theo , mereka berani menculik istriku , aku takut mereka melukainya " jawab Adrian sambil menahan emosinya tak lama ponselnya berbunyi ternyata orang suruhan Adrian berhasil mengenali wajah dari penculikan tersebut dan dia juga berhasil melacak keberadaan mereka , setelah mendapatkan lokasi itu Adrian segera menyuruh Theo memutar arah dan menuju tempat tersebut.
" Theo tolong lebih cepat, jika kita terlambat Ranti pasti dalam bahaya " perintah Adrian .
Setelah tiba di tempat itu keduanya langsung bergegas mencari tempat Ranti di sekap mereka berpencar agar lebih cepat menemukan Ranti .
Saat itu para penculik Ranti sudah melakukan persiapan ada yang menyiapkan kamera sebagai alat perekam dan dua orang lain nya melepaskan ikatan Ranti dan sat itu Ranti langsung menendang salah satu dari mereka dan berusaha kabur namun rambutnya di tarik oleh yang lain dan membuatnya kesakitan .
__ADS_1
" ahh " teriak Ranti .
karena Ranti berusaha kabur pria yang di ketahui sebagai ketua mereka langsung melemparkan ranti ke atas tempat tidur lusuh yang ada di ruangan tersebut lalu dia dengan cepat mengikat kedua tangan Ranti ke ranjang itu .
yang lainnya pun ikut membantu mereka membuka kedua kaki Ranti dan mengikatnya ke pinggiran ranjang itu . ketua penculik itu dengan kasar berusaha membuka resleting celana pendek Ranti , berteriak-teriak sambil menangis .
" hahaha salah sendiri berani menyinggung bos kita sekarang kamu rasakan akibatnya " mereka pun tertawa bersama .
" Tuhan tolong aku " batin Ranti tangan pria itu menyentuh bibir milik Ranti dan dia jika mendekatkan wajahnya membuat Ranti merasa jijik sehingga memalingkan wajahnya , karena kesal pria itu pun menampar Ranti beberapa kali hingga membuatnya pipinya lebam dan bibirnya berdarah. pria itu kemudian membuka celananya dan Ranti langsung berteriak memohon.
" akhh tidak , tolong lepaskan aku jangan lakukan ini padaku " teriak Ranti sambil menangis ketakutan .
pria itu dengan kasar merobek kaos Ranti yang membuat Ranti langsung berteriak karena sakit takutnya ,Adrian yang saat itu sedang mencari Ranti mendengar suara teriak Ranti dan langsung bergegas menuju sumber suara yang berada di pojokan gedung itu .
saat akan kembali melakukan aksinya .
Tiba-tiba Adrian datang mendobrak pintu dan berhasil masuk ke dalam . Adrian menggerakkan giginya dan urat tubuhnya terlihat jelas serta wajahnya yang merah karena marah apalagi melihat istrinya di ikat dan dengan tubuhnya yang hampir telanjang .
Kelima orang mendekati adrian dan berniat untuk menghajarnya namun dengan cepat Adrian langsung melumpuhkan dan menghajar mereka tanpa ampuh demi melampiaskan amarahnya karena menculik bahkan berniat menodai istrinya . Adrian seperti orang kerasukan.
" berani sekali kau menyentuh nya , bagain mana yang sudah kau gunakan untuk menyentuh nya hah " sambil terus memukul i ketua dari penculik itu hingga wajahnya penuh luka tak di duga Adrian menemukan sebuah pistol dari saku orang itu dan tanpa ragu Adrian menembak i mereka satu persatu Ranti yang melihat itu meneriaki Adrian agar membuatnya berhenti namun Adrian seakan tuli dan tetap melakukannya hingga Theo tiba di sana dan segera merampasnya dari Adrian .
Ranti hanya diam, dia terlalu takut dengan kejadian yang menimpanya tadi apalagi melihat Adrian dengan tanpa rasa ragu sedikitpun membunuh mereka semua tepat di depannya . Ranti dan Adrian sudah berada di dalam mobil di susul Theo yang ikut masuk dan mengemudikan mobil itu sedangkan Adrian duduk di belakang bersama Ranti yang dari tadi masih diam saja .
" Ran , sudah jangan takut iya " sambil mencium kening Ranti .
namun tak ada respon dari Ranti .
sedangkan Theo yang melihat dari kaca pun hanya bisa menggelengkan kepala.
" Ranti pasti syok melihat Adrian tadi " batinnya .
sesampainya mereka di rumah Adrian langsung membawa Ranti ke kamarnya dan menyuruh Anne untuk memeriksa keadaan Ranti.
di dalam kamar Anne juga membantu Ranti membersihkan dirinya dan mengganti pakaian Ranti dan memeriksa kondisi Ranti .
" Ranti , jangan hanya diam saja , apa mereka sudah melukai mu? coba katakan atau jika kamu mau kamu bisa menceritakan semua padaku jangan di simpan sendiri Ranti " sambil memegang tangan Ranti.
__ADS_1
" tidak mereka belum melakukannya tapi aku takut Anne aku takut sekali " yang kemudian tiba-tiba memeluk tubuh Anne .
" sudah iya jangan menangis semuanya pasti baik-baik saja , apalagi ada Adrian yang di sisi mu " jawab Anne .
" justru Adrian lah yang membuat aku takut Anne " sambung Ranti .
" Adrian ? apa yang dia lakukan padamu ? apa dia memarahi mu ?" tanya Anne .
Ranti menggelengkan kepalanya .
" lalu kenapa Ranti ?" tanya Anne sekali lagi .
" saat Adrian menghajar mereka dengan begitu brutal aku seakan tak mengenali dirinya , bahkan tanpa ragu dia menembak mereka , aku takut sekali Anne aku tak pernah melihat semua hal itu selama hidup ku , aku takut sekali hiks hiks " sambil terus menangis.
" aish ! bagaimana Adrian bisa melakukan hal itu bahkan saat Ranti masih ada di hadapannya , sungguh bodoh sekali dirinya " maki Anne dalam hatinya .
" tenangkan dirimu , mu mungkin Adrian sangat marah karena mereka sudah menculik istrinya jadi dia tanpa sadar berbuat seperti itu" bela Anne .
" tapi dia seperti seorang yang biasa melakukan hal itu Anne, Sungguh dia tetap tenang meski sudah membunuh orang " bantah Ranti .
" Ranti sudah iya, lebih baik kamu istirahat dulu " Anne segera keluar dari kamar Ranti .
dan Ranti hanya diam di kamar.
" bagaimana keadaannya Anne ? apa dia baik-baik saja ? " tanya Adrian begitu khawatir.
" sepertinya dia mengalami trauma atas kejadian yang menimpanya " jawab Anne .
" brengsek ! " sambil menggebrak meja di depannya.
" Adrian , sepertinya dia takut pada dirimu" imbuh Anne.
"takut padaku ? "
" aku rasa yang dikatakan istriku benar Adrian , Ranti takut padamu lebih tepatnya takut pada apa yang telah kamu lakukan pada para penculik itu , mungkin ini pertama kalinya dia melihat hal semacam itu " jelas Theo .
Adrian pun duduk dia mengacak rambutnya dan menyesal karena telah membuat Ranti melihat dirinya yang seperti itu .
__ADS_1
" aku akan bicara padanya " Adrian bangkit namun di tahan oleh Anne .
" mau menjelaskan apa? sudahlah biarkan dia tenang dulu , nanti baru kamu jelaskan padanya " tegur Anne pada Adrian.