
Ranti bersandar pada tubuh Adrian yang saat ini sedang berbaring di tempat tidur . Ranti tahu jika Adrian saat ini marah padanya karena membantu Sarah pergi dari rumah .
" sayang kamu marah sama aku ?" tanya Ranti memecah kesunyian tak lupa dia memainkan jarinya di dada Adrian .
Adrian menoleh ke arah Ranti .
" tidak aku tidak marah padamu " jawab Adrian .
" benarkah ? " sambil menatap Adrian yang sampai detik ini masih fokus pada laptopnya.
" sudahlah Ranti jangan menggodaku malam ini aku harus bekerja " Adrian dengan lembut memindahkan tangan Ranti .
" bekerja? bukannya kamu hanya bermain game di laptop mu ? pasti kamu sengaja menghindari ku " Ranti merasa kesal dengan sikap Adrian padanya .
" Ran, tolonglah aku sedang malas berdebat denganmu , tidurlah " sambil mengecup kening Ranti .
" baiklah tapi jawablah satu pertanyaan ku ini , mengapa kamu mau menjodohkan Sarah ? tanya Ranti sambil menghela nafas nya Adrian menjawab" iya karena dia sudah dewasa lagipula dia juga tidak memiliki kekasih aku melakukan itu agar dia bisa belajar mencintai orang lain dan tidak selalu terobsesi pada pria khayalannya itu " " pria khayalan? " Ranti tidak paham maksud Adrian " iya jadi gini dulu dia itu pernah ditolong sama seorang pria terus dia jatuh cinta dan meskipun dia bilang tertarik pada pria lain tapi hatinya dan pikirannya masih saja ada pria itu jadi membuat dia tak bisa menyukai pria lain " jelas Adrian .." tapi dia bilang dia tertarik dengan kak Doni " sanggah Ranti .
" iya emang gitu sifatnya pertama ketemu pasti dia akan bilang begitu tapi kalo sudah kenal pasti dia tinggalin " Ranti hanya mengangguk paham .
"iya sudah sekarang temani aku tidur " dengan manja .
akhirnya Adrian harus mengalah dan memeluk Ranti hingga mereka berdua pun tidur .
sedangkan si Sarah kini lebih memilih tinggal di hotel , selang beberapa hari Sarah ingin pergi dari hotel tersebut namun saat akan membayar tagihan hotel ternyata semua atmnya telah Theo dan Adrian bekukan dan saat itu uang yang di bawanya hanya sedikit dan tak cukup untuk membayar biaya hotel terpaksa Sarah harus di bawa oleh security tapi untung saja ada seorang pria yang membantunya melunasi saat Sarah ingin mengucapkan terima kasih pada pria itu air matanya tiba-tiba jatuh begitu saja .
" ahh pangeran ku " batinnya .
pria itu berjalan ke arah Sarah dan menghapus air mata Sarah .
" nona jangan menangis lagi, aku sudah melunasi semuanya " kata pria itu sambil tersenyum .
" terima kasih tuan " sambil terus menatap wajah pria itu .
" sama-sama " ujarnya pria itu akan pergi namun di cegah oleh Sarah .
__ADS_1
" tuan aku tak bisa membalas kebaikan mu karena aku tidak memiliki uang jadi bisakah aku ikut denganmu aku bisa melakukan apapun yang anda mau " sambil memasang muka melas nya.
" tidak perlu nona saya melakukannya dengan ikhlas " tolak pria itu .
" tapi saya tidak enak jika harus berhutang pada mu , jadi biarkan aku menebusnya lagi pula aku juga tidak punya tempat tinggal karena aku baru saja di usir oleh keluarga ku " sambil memegang tangan pria itu .
" em, baiklah kamu bisa ikut dengan ku dan kau akan memberimu pekerjaan di tempatku " kata pria itu .
" benarkah ? terima kasih tuan, oh iya namaku Hana " sambil mengeluarkan tangannya Sarah terpaksa berbohong karena takut jika dia mengungkapkan identitas aslinya dia takut akan melaporkan itu pada kakaknya. " namaku Rasya , kalo begitu ikut lah denganku " ajak Rasya pada Sarah .
Sarah pun mengikuti Rasya ke tempat tinggal Rasya , Rasya baru tiba sehari di kota ini karena rumah yang akan dia tinggali nya belum di bersihkan jadi dia sehari harus tinggal di hotel . sedangkan Sarah dalam hatinya dia sangat senang karena keputusannya untuk meninggalkan rumah malah membuatnya bisa bertemu dengan orang yang dia cari selama ini .
" nah Hana sekarang kamu akan tinggal di sini dengan ku , kamar mu ada di lantai di atas " jelas Rasya pada Sarah .
" terima kasih tuan " sambil menyunggingkan senyum .
" jangan panggil tuan , panggil saja Rasya itu akan membuat ku lebih nyaman " Sarah yang sudah paham pun masuk ke dalam kamarnya . melihat kamarnya yang begitu bagus hingga dia merasa curiga
" tunggu, kenapa aku di perlakukan dengan baik di sini ? atau jangan -jangan dia akan menjualku ke pria hidung belang ? atau menjual organ tubuh ku aishh tapi dia sudah menolongku dua kali dia pasti tak akan berbuat seperti itu " sedangkan Rasya berada di kamarnya yang ada di lantas bawah .
mau bagaimana lagi karena asisten rumah tangga yang di pekerjaannya baru mulai bekerja esok hari sedangkan Rasya tak mungkin menyuruh Sarah yang dari tampilannya adalah seorang gadis manja dari keluarga kaya yang tak mungkin bisa melakukan pekerjaan rumah .
tak lama Hana alias Sarah turun dan mendapati Rasya yang sedang memasak . aroma masakan tercium di hidungnya membuat perut nya menjadi semakin memberontak .
" ayo makan " ajak Rasya pada Sarah dengan senang hati Sarah pun duduk di sebelah Rasya dan menikmati masakan Rasya .
sehabis makan Sarah berniat membantu Rasya yang mencuci piring namun dilarang oleh Rasya .
" sudahlah biar aku saja , aku tahu kamu juga tidak pernah melakukan nya di rumah bukan ?"
" bagaimana kamu bisa tahu?"
" sudah terbaca dari wajah mu " sambil tertawa Sarah juga itu tertawa.
" em soal pekerjaan yang mau kamu berikan padaku bagaimana? " tanya Sarah tiba-tiba saat itu Rasya telah selesai dengan kegiatannya dan dia langsung mengajak Sarah untuk duduk di ruang tengah .
__ADS_1
" begini Hana aku datang ke kota ini karena ingin bertemu seseorang dan untuk pekerjaan mu kamu bisa membantuku untuk keliling kota ini iya anggaplah aku menyewa mu sebagai pemandu ku selama aku di sini "
" hanya itu saja ?" tanya Sarah .
" em sebenarnya aku juga ingin kamu menjadi kekasih ku " belum Rasya selesai menjelaskan Sarah yang terkejut tiba-tiba " apa ! " dengan wajah nya kaget .
" dia nembak aku ?" batinnya girang.
" dengarkan dulu maksudku hanya kekasih sementara dan asal kamu bersedia aku akan memberikan berapapun uang yang kamu mau " jelas Rasya .
Sarah sedih karena mendengar penjelasan Rasya . tapi dia tak masalah karena asalkan bisa bersama Rasya apapun rela dia lakukan.
" em oke aku bersedia , tapi aku ingin tahu alasannya ?" celetuk Sarah .
" begini aku mempunyai kenalan di kota ini dan aku dulu sangat berhutang Budi padanya karena pernah menolongku , dia beberapa waktu yang lalu menghubungiku dan memintaku datang kemari karena dia berniat mengenalkan diriku pada adik perempuannya , aku sendiri tidak ingin bertemu dengan adik nya tapi aku tidak bisa menolak permintaannya itu "ungkap Rasya .
" oh begitu , jadi kamu menyuruh aku menjadi kekasih mu agar temanmu itu berhenti menjodoh-jodohkan mu dengan adiknya " tanya Sarah . Rasya mengangguk .
" mengapa keadaan kami berdua mirip? apa dia yang akan di jodohkan dengan ku ? ahh tidak mungkin, mana ada kak Adrian dan kak Theo punya kenalan seperti ini , dilihat dari manapun dia kan orang baik " batin Sarah .
" oke aku akan bantu kamu dan untuk" gajinya cukup kamu biarkan aku tinggal di rumah ini dan perlakukan aku selayaknya kekasih mu selama sandiwara ini berlangsung " pinta Sarah sambil berjalan mendekat pada Rasya .
" maksud kamu selayaknya kekasih ini apa?" tanya Rasya yang tidak paham .
" iya jika aku ingin belanja kamu harus menemaniku dan membayarnya , kamu juga harus mengajakku jalan-jalan atau apalah itu yang sering di lakukan pasangan pada umumnya " jawab Sarah .
" oh , apa termasuk ciuman ?" goda Rasya , Sarah langsung melotot ke arah Rasya .
" aku hanya bercanda " imbuhnya sambil tersenyum .
" setuju gak ? " tanya Sarah pada Rasya .
" oke setuju , tapi aku juga punya syarat " jawab Rasya nya .
" apa?" tanya Sarah .
__ADS_1
" selama kamu menjadi kekasih bayaran ku kamu jangan berhubungan dengan pria lain selain diriku " Sarah pun setuju mereka akhirnya sepakat dan kembali ke kamar masing-masing.